Cantika Putri, gadis cantik yang tinggal di pedesaan. dan harus berjuang sendiri untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
Cantika baru mengetahui kalau dirinya bukan anak kandung dari orang tua yang selama ini merawatnya. Dan dia bertekad akan mencari keluarga kandungnya..
Apakah Cantika bisa bertemu keluarga Kandungnya?? Dan apakah dia di terima baik oleh keluarga kandungnya itu??
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nina1708, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Cantika Putri
Happy Reading
❤❤❤❤❤
Seorang gadis belia berusia 17 tahun harus hidup dalam kesederhanaan di sebuah desa kecil. Namun kondisi seperti itu tak membuatnya sedih, justru dia tumbuh menjadi gadis yang ceria dan periang bahkan sifatnya itu sangat tomboy dan pemberani.
" Tika... Bantuin ibu bawa beras ke pabrik Mang Ujang. " Seru Ibu Sukma pada putrinya itu.
" Iya bu.. Bentar.. Tika masih belum selesai ini. " Sahut Tika gadis itu, nama aslinya nya ialah Cantika Putri.
" Emang kamu lagi ngapain Tika?? " Tanya Ibu Sukma.
" Ini loh bu, Tika lagi metik buah mangga. " Jawab Cantika dari atas pohon.
" Ya ampun Cantika Putri!!! Kamu ini anak gadis... Kenapa malah manjat gitu kayak cowok!! " Seru Ibu Sukma yang tak percaya kalau putrinya berada di pohon mangga yang tinggi di halaman belakang rumahnya.
" Ihhh Ibu, aku itu mau ngerujak sama teman-temanku... Mumpung libur mereka ajak aku ngerujak nanti di saung nek Ijah. " Jawab Cantika.
" Kamu ini anak gadis tapi kelakuan udah kayak anak lanang aja. " Ucap Ibu Sukma.
" Gak apa-apa bu. " Jawab Cantika.
Tak lama Cantika selesai memetik mangga, dia pun turun dari pohon itu dan berjalan menghampiri Ibu nya.
" Mana bu, beras buat mang ujang? " Tanya Cantika.
" Itu Ibu taruh di sana.. Kamu tinggal bawa aja ke rumah mang ujang.. " Jawab Ibu Sukma.
" Iya bu. " Jawab Cantika.
Cantika pun segera membawa beras itu dengan menggunakan sepeda motor milik Ibu nya itu. Cantika sudah bisa menggunakan motor saat dia berusia 15 tahun. Dia sengaja belajar motor agar bisa membantu Ibu nya kemana-mana.
Cantika melaju kan motornya menyusuri jalanan desa. Tujuannya menuju pabrik beras milik mang ujang. Juragan beras di desa nya. Jika warga di sana panen padi pasti akan di jual atau di giling menjadi beras di sana.
Cukup sekitar lima menit perjalanan menuju ke tempat mang ujang, Cantika sudah sampai di sana, dia menjual beras yang tadi dia bawa.
" Ini nak Tika uang nya. " Ucap Mang Ujang.
" Iya mang makasih. " Jawab Cantika.
" Salam ya buat Ibu kamu. " Ucap Mang ujang. " Lain kali ajak Ibu kamu ke sini ya. " Lanjut Mang ujang.
" Wa'alaikum salam. " Jawab Cantika.. " Mang harus ingat sama istri, jangan genit sama Ibu. " Ucap Cantika lalu dia menaiki motor nya dan pergi.
Cantika sangat tak menyukai Mang ujang yang suka genit itu, apalagi pria paruh baya itu selalu saja menggoda bahkan sempat mengajak Ibu nya menikah padahal pria itu sudah beristri.
***
" Dasar tua-tua keladi.. Udah punya ini juga masih aja genit.. Gak beda jauh sama anaknya yang demen banget gonta ganti cewek. " Gerutu Cantika.
Ya, anak dari Mang ujang itu satu sekolahan sama Cantika. Jadi dia tahu bagaimana kelakuan dari anak juragan beras itu.
Baru saja Cantika memikirkan anak dari Mang ujang, tiba-tiba orang itu ada di hadapannya.
' Ya Tuhan... Mimpi apa gue semalam... Bisa seapes ini. ' Batin Cantika menatap malas pria di depannya.
" Hai Tika. " Sapa pria itu.
" Hmm. " Jawab Cantika malas.
" Kok wajahnya malas gitu?? " Tanya pria itu.
" Gue malas ketemu sama lo Romi. " Sahut Cantika.
" Kenapa?? Harusnya kamu senang dong... Ketemu sama pujaan hati kamu. " Ucap Romi, nama pria itu.
" Pujaan hati apa?? Tertarik aja sama lo gak?!! " Ujar Cantika.
" Kok gitu sih, cewek di desa ini tuh ngejar-ngejar semuanya.. Hanya kamu yang jual mahal." Ucap Romi.
" Bukan jual mahal... Emang gue ogah sama lo!! Gak bapak gak anak kelakuannya sama. " Ujar Cantika.
" Apa maksud mu? " Tanya Romi.
" Iya.. Bapaknya hobi banget godain emak gue, malah sampai ajak nikah.. " Jawab Cantika. " Dan lo anaknya, hobinya gangguin gue.. Berharap gue tertarik sama lo.. Gak akan!!! Gue gak bakalan mau sam cowok playboy kek lo.. Cewek sih ganti seminggu sekali.. Melebihi ganti oli motor.. Boros banget!! " Ucapnya lagi.
Cantika melaju kan motornya meninggalkan Romi yang terdiam.
" Bapak mau nikahi Ibu nya si Tika?? " Gumam Romi. " Gak.. Aku gak mau.. Enak aja.. Kalau emak tahu pasti bapak bakal kena amuk." Gumamnya lagi.
" Emak harus tahu ini. " Ucap Romi lalu pergi.
*****
Cantika baru saja sampai di rumahnya, dia erjalan memasuki rumah yang tampak sangat sederhana itu.
" Assalamu'alaikum Bu.. Ibu dimana?? " panggil Cantika saat masuk ke dalam rumah.
" wa'alaikum salam Tika... Ibu di belakang. " sahut Ibu Sukma.
Cantika yang mendengar jawaban sang ibu segera pergi ke halaman belakang rumah nya. di sana sang ibu sedang memetik sayuran untuk di masak.
" ini bu uang nya. " ucap Cantika menyerahkan uang hasil jual beras.
" wahh makasih ya sayang. " ucap Bu Sukma.
" Bu kalau lain kali jual beras jangan sama juragan ujang ya.. Tika malas sekali denger celotehan nya yang terus bujuk Tika agar mau bujuk ibu nikah sama dia. belum lagi anak bujang nya yang terus godain Tika. " Ujar Cantika.
" kamu abaikan saja mereka.. lagian juga ini jual beras yang terakhir.. " jawab Bu Sukma.
" terakhir Bu?? " Tanya Cantika bingung.
" iya minggu depan kita akan pindah ke kota Tika.. ibu dapat kerjaan jadi pelayan di sebuah rumah keluarga terkaya. " jawab Bu Sukma.
" Hah!!! " Cantika sangat terkejut. " Lalu sekolah Tika gimana Bu? " Tanya Cantika.
" Pindah Tika.. udah di urus sama paman dan bibi mu di kota... mereka juga sudah menyiapkan satu rumah untuk kita tinggal di sana. " jawab Bu Sukma.
' Kalau Tika pindah ke kota itu akan memudahkan dia ketemu sama keluarga kandung nya.. nanti aku akan cerita kan semuanya di sana. ' Batin Bu Sukma.
" Ya sudah sana Kamu bersih-bersih dulu, nanti kita makan. Ibu masakin makanan kesukaan mu. " Ujar Bu Sukma.
" Iya Bu. " Jawab Cantika lalu dia pergi ke kamar nya.
Cantika membawa pakaian ganti dan handuk lalu berjalan menuju ke halaman belakang. Kamar mandi nya memang berada di luar rumah, dan itu berada di halaman belakang terpisah dengan rumah nya.
Kamar mandi di rumah Ibu Sukma harus menimba air dulu dari sumur, dan Cantika sudah terbiasa akan hal itu.
" waahh ternyata udah ada air nya.. pasti Ibu yang sudah siapin ini untuk aku mandi. " Gumam Cantika.
Cantika pun mulai membersihkan diri nya, tak membutuhkan waktu lama, Cantika sudah selesai dengan ritual membersihkan diri.
Dia pun keluar dari kamar mandi sudah menggunakan pakaian ganti yang dia bawa tadi.
Cantika tak langsung masuk ke rumah, dia menimba air untuk mengganti air yang sudah dia pakai. Dia gak mau nanti Ibu nya harus menimba sendiri saat akan menggunakan kamar mandi.
Setelah selesai menimba, Cantika pun masuk ke dalam dapur dan dia membantu ibu nya yang masih belum selesai masak.
******
Happy Reading Guys.. 🤗🤗