NovelToon NovelToon
Genius Yang Disembunyikan

Genius Yang Disembunyikan

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Fantasi / Balas Dendam
Popularitas:54.2k
Nilai: 5
Nama Author: Dwinanda

Yun Luofeng dikenal sebagai sampah Klan Yun—tak bisa berkultivasi, tergila-gila pada Putra Mahkota, bahkan menjadi bahan tertawaan seluruh Kota Kekaisaran.

Namun setelah sebuah percobaan bunuh diri, Yun Luofeng yang lama telah tiada.

Kini, di dalam tubuhnya hidup seorang genius medis dari dunia lain, membawa Kitab Dewa Medis dan rahasia yang mampu mengguncang Benua Longxiao.

Mereka bilang dia sampah? Dia akan menjadi kultivator yang membuat para genius menundukkan kepala.

Mereka menghina keluarganya? Dia akan membuat mereka membayar.

Dan Putra Mahkota yang membuangnya?

Maaf, bahkan untuk menjadi pelayannya pun belum tentu memenuhi syarat.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dwinanda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 34 — SIAPA YANG HARUS BERLUTUT?

“Aku datang untuk menyampaikan titah Selir Mu. Panggil Yun Luofeng sekarang juga!”

Mu Wuchen mengangkat gulungan merah di tangannya. Sikapnya angkuh, seolah seluruh orang di Kediaman Yun wajib tunduk hanya karena dia membawa perintah dari istana.

Yun Luo justru tertawa dingin.

“Cucuku tidak seperti dirimu yang punya banyak waktu untuk mengganggu orang lain. Dia sedang sibuk. Kalau kau tidak mau menunggu, silakan pergi. Atau perlu aku sendiri yang melemparmu keluar?”

Wajah Mu Wuchen mengeras.

“Jenderal Yun, aku datang membawa titah dari Selir Mu. Menolak menerimanya sama saja dengan menghina penguasa!”

“Penguasa yang mana?”

Yun Luo meletakkan cangkir tehnya.

“Apakah kau membawa titah Kaisar? Atau titah Permaisuri?”

Dia sengaja berhenti sebelum melanjutkan dengan nada mengejek.

“Oh, benar. Longyuan sekarang tidak memiliki Permaisuri. Jadi, sejak kapan seorang selir memiliki kedudukan yang sama dengan Kaisar?”

Mu Wuchen mengepalkan tangan.

Yun Luo tidak memberinya kesempatan menyela.

“Tidak peduli seberapa disayang Kaisar, Selir Mu tetap seorang selir. Kau pikir aku harus gemetar hanya karena mendengar namanya?”

“Jenderal Yun!”

Mu Wuchen menarik napas panjang untuk menahan amarah.

“Bagaimanapun kedudukannya, Selir Mu adalah anggota keluarga kekaisaran. Sedangkan kau adalah pejabat kerajaan. Seorang pejabat wajib mematuhi perintah atasannya!”

“Kalau begitu, anggap saja aku tidak mengakuinya sebagai atasanku.”

Yun Luo tersenyum tanpa rasa bersalah.

“Kau ingin bertemu cucuku? Tunggu sampai urusannya selesai.”

Para pengawal yang menyertai Mu Wuchen langsung naik pitam.

“Sikap seperti ini merupakan penghinaan terhadap keluarga kekaisaran! Tuan Muda, menurut hukum, pembangkangan Jenderal Yun bahkan bisa menyeret seluruh keluarganya!”

Yun Luo melirik mereka.

Dia sudah terlalu sering melihat permainan semacam itu. Ketika seorang tuan ingin mengancam tanpa mengotori tangannya sendiri, para bawahannya akan berbicara mewakilinya.

“Aku hanya akan mengatakannya sekali lagi.”

Suara Yun Luo berubah berat.

“Tunggu atau pergi. Kalau kalian ingin menerobos dan mengganggu cucuku, kalahkan aku terlebih dahulu.”

Tekanan dari tubuh sang jenderal membuat para pengawal terdiam.

Mu Wuchen mengangkat tangan, menghentikan mereka.

“Baik.”

Dia menatap Yun Luo dengan dingin.

“Aku akan menunggu.”

***

Di sebuah kamar tamu yang dipenuhi aroma cendana, Yun Luofeng mencabut jarum perak terakhir dari tubuh pasiennya.

“Untuk hari ini sudah selesai.”

Tetua Rong segera menghampiri pria paruh baya berambut putih yang duduk di hadapannya.

“Bagaimana perasaan Anda?”

Pria itu menggerakkan tangannya perlahan. Wajahnya masih pucat, tetapi napasnya jauh lebih stabil.

Tetua Rong kemudian melihat sesuatu yang membuat matanya membesar.

Ujung beberapa helai rambut putih pria itu mulai berubah hitam.

Perubahannya memang belum mencolok, tetapi cukup untuk membuktikan bahwa kondisi tubuhnya mulai membaik.

“Berhasil...”

Suara Tetua Rong bergetar.

Dia akhirnya melihat harapan nyata bagi kesembuhan orang yang selama ini begitu dihormatinya.

Di sisi lain, Ning Xin membantu kakeknya duduk lebih nyaman.

“Kakek, bagaimana keadaanmu?”

Tetua Ning tersenyum.

“Jauh lebih baik. Begitu jarum Nona Yun masuk, tubuhku terasa lebih ringan.”

Dia memandang Yun Luofeng penuh rasa terima kasih.

“Kalau bukan karenamu, mungkin aku hanya bisa menunggu kematian di Kediaman Ning.”

Yun Luofeng menyerahkan sebuah resep.

“Siapkan tanaman obat ini dan rebus sesuai petunjuk. Minum satu dosis setiap hari. Setiap tiga hari, datanglah untuk menjalani akupunktur sampai kondisimu pulih.”

Kemudian dia menoleh kepada pasien Paviliun Medis.

“Racun Man Luo sebenarnya bisa kubersihkan sekaligus. Namun tubuhnya sudah terlalu lemah untuk menanggung proses tersebut. Karena itu, racunnya harus dikeluarkan sedikit demi sedikit.”

Tetua Rong mengangguk berulang kali.

“Aku mengerti. Yun Luofeng, kau benar-benar telah menyelamatkan kami. Kalau kelak membutuhkan bantuan Paviliun Medis, katakan saja kepadaku.”

Yun Luofeng tersenyum.

Selain menginginkan pohon buah merah berusia seribu tahun, memang itulah salah satu alasan dia menerima pengobatan ini.

Memiliki hubungan baik dengan Paviliun Medis akan sangat berguna apabila perselisihannya dengan keluarga kekaisaran semakin memburuk.

“Kalau begitu, kalian beristirahatlah dahulu. Aku juga perlu mengurus sesuatu.”

Dia meregangkan tubuh sebelum membuka pintu.

Seorang pengawal Klan Yun segera menghampirinya.

“Nona, Tuan Jenderal memerintahkan saya menunggu di sini. Mu Wuchen datang membawa titah Selir Mu yang ditujukan kepada Nona.”

Yun Luofeng mengangkat alis.

“Klan Mu lagi?”

Tetua Rong yang baru keluar dari kamar langsung mendengus.

“Mereka benar-benar tidak tahu kapan harus berhenti.”

Dia menoleh kepada pria paruh baya yang baru diobati.

“Daren, bolehkah aku menemani Nona Yun? Klan Mu terus mencari masalah dengannya.”

Pria itu mengangguk pelan.

“Pergilah.”

Tetua Ning ikut bangkit.

“Aku juga penasaran urusan apa yang membuat mereka datang membawa titah.”

***

Matahari sudah mulai condong ke barat ketika Mu Wuchen kembali kehilangan kesabaran.

Sejak siang dia menunggu di aula, tetapi Yun Luofeng belum juga muncul.

“Jenderal Yun!”

Dia berdiri dengan wajah dingin.

“Sudah berjam-jam kami menunggu. Tidak bisakah kau menyuruh seseorang mempercepat kedatangannya?”

Yun Luo menyeruput teh dengan santai.

“Sudah kukatakan, cucuku sedang sibuk. Kalau ingin bertemu, tunggulah.”

Mu Wuchen hampir tidak mampu lagi menahan amarah.

Namun tepat ketika dia hendak membalas, sosok berpakaian putih muncul di pintu.

“Kakek.”

Yun Luofeng berjalan masuk tanpa melirik Mu Wuchen.

“Kau mencariku?”

“Bukan aku.”

Yun Luo menunjuk tamunya dengan dagu.

“Orang-orang Klan Mu itu datang membawa perintah dari istana dan terus membuat keributan.”

Yun Luofeng akhirnya menoleh.

“Oh? Mereka datang mencari masalah?”

Senyumnya melebar.

“Bukankah seluruh Longyuan tahu aku gadis berandal yang gemar memanfaatkan kekuasaan kakeknya? Kalau mereka datang ke rumahku untuk mencari masalah, aku tinggal menyuruh pengawal melempar mereka keluar.”

Tetua Rong yang berjalan di belakangnya hampir tertawa.

Baru kali ini dia mendengar seseorang dengan santainya menyebut diri sendiri sebagai gadis berandal.

Mu Wuchen mendengus.

“Yun Luofeng! Aku datang membawa titah Selir Mu. Kenapa kau belum berlutut untuk menerimanya?”

Dia mengangkat dagunya, menunggu Yun Luofeng menundukkan kepala di hadapannya.

Namun gadis itu tetap berdiri.

Beberapa saat berlalu.

Tidak ada gerakan sedikit pun.

“Yun Luofeng!” Mu Wuchen membentak. “Apa kau tidak mendengar perintahku? Berlutut!”

Yun Luofeng menyilangkan tangan di depan dada.

Senyum di bibirnya perlahan berubah dingin.

“Mu Wuchen, menurut hukum Longyuan, apa hukuman bagi seseorang yang menghina penguasa?”

Mu Wuchen tertegun.

“Apa?”

“Aku bertanya tentang hukuman bagi orang yang menghina penguasa.”

Wajah Mu Wuchen semakin gelap.

“Jangan mencoba menjebakku! Kapan aku menghina penguasa? Kalau berani menuduhku, jelaskan alasannya!”

Yun Luofeng menatapnya tanpa berkedip.

Dia memang menunggu Mu Wuchen mengucapkan kalimat itu.

Sebab lelaki tersebut tampaknya telah melupakan satu hal penting.

Sebuah hak istimewa yang pernah diberikan Kaisar kepada Yun Luofeng melalui titah resmi.

Dan sekarang, Mu Wuchen justru datang ke Kediaman Yun untuk memaksanya berlutut.

......................

Bersambung...

1
kaylla salsabella
semoga cepet sembuh thor😍😍😍😍 tetep semangat😍
Dwinanda: Trimakasih banyak ka🙏🫶
total 1 replies
kaylla salsabella
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Pelangi Jingga
semoga cepat sembuh tor 🙏
Dwinanda: Makasih ka🙏🫶
total 1 replies
Pelangi Jingga
kpn up tor
kaylla salsabella
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
kaylla salsabella
ooo tabib agung tadi keluarga nya si nona Wu
Mbak Ima
lanjut ya
Siskasuryaningsih
Baru ini aku baca novel kerajaan yg isi nya amburadol,, tapi tetap keren, 💪 thor
Rosalinda Yo_2
keren Thor ceritanya.../Determined//Determined//Drool//Drool//Determined//Determined/
Dwinanda: Terimakasih banyak ka🙏.... stay tuned yaa🫶
total 1 replies
Rosalinda Yo_2
hehehehe....sabar² ya Yun Xiaom...🤭🤭🤭
kaylla salsabella
jian cucu somplak🤣🤣🤣
kaylla salsabella
mampus deh kalian berdua🤣🤣🤣
Pelangi Jingga
ayo di tunggu kelanjutannya 🤣
Dwinanda: siaapp kaa
total 1 replies
Arix Zhufa
udah nikahin aja kek
Kusii Yaati
dah lah kakek, nikahkan saja mereka... Yun luofeng dan Yun Xiao kalau berdua selalu nakal 🤭
Kusii Yaati
Bai Su dasar banciiiiiii, beraninya cuma sama perempuan giliran Yun Xiao yang maju malah kabur /Curse/
Arix Zhufa
up
Arix Zhufa
Di tunggu up nya...ceritanya makin seru aja 😍
Like,komen,gift,vote 👍
Dwinanda: ThankYou ka🫶
total 1 replies
kaylla salsabella
nah lo wushang🤣🤣🤣
kaylla salsabella
kakek🤣🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!