NovelToon NovelToon
Lord Of The Gods

Lord Of The Gods

Status: tamat
Genre:Reinkarnasi / Mengubah Takdir / Epik Petualangan / Tamat
Popularitas:52.3k
Nilai: 5
Nama Author: Sang_Imajinasi

Setelah mengorbankan wujud fananya untuk menyelamatkan jiwa Su Qingyue, Lin Chen hancur oleh cakar Kaisar Langit dari Ras Naga Sejati.

Sisa jiwanya yang nyaris sirna diselamatkan oleh pengorbanan umur Tian Yu yang memanggil Esensi Phoenix Abadi, mengubahnya menjadi sebuah kepompong api. Atas kehendak Tuan Istana Ujung Takdir, kepompong itu dibuang ke dunia fana murni Kerajaan Chen tempat di mana hukum kultivasi, Qi spiritual, dan ancaman dewa tidak pernah ada.

Ratusan tahun berlalu dalam keheningan, menunggu sang Penantang Langit untuk menetas kembali. Tanpa kultivasi, tanpa tombak dewa di tangannya, namun membawa fondasi fisik gabungan dari Naga, Kekacauan, dan Phoenix Abadi, Lin Chen memulai kehidupan keduanya bukan sebagai monster kehancuran, melainkan sebagai seorang pangeran fana.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sang_Imajinasi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 31: Kalajengking Hantu

Di dalam kegelapan makam kuno yang berbau kematian, keheningan pecah oleh suara gemeretak capit raksasa.

Dari balik tumpukan tulang belulang yang telah memfosil, merangkak keluar seekor monster raksasa berwujud kalajengking. Kulitnya sehitam baja meteor, memancarkan kilau kehijauan dari racun mematikan yang melapisi setiap inci tubuhnya. Di ujung ekornya yang melengkung tajam, menetes cairan kental yang setiap tetesnya mampu melelehkan jiwa manusia fana.

Ini adalah Kalajengking Hantu Bawah Tanah, monster spiritual penjaga makam yang telah hidup selama ribuan tahun dengan menyerap energi Yin. Fluktuasi auranya jelas menunjukkan ranah Soul Formation Tahap Akhir!

Mata majemuk monster itu yang berwarna merah darah menatap Lin Chen dengan amarah yang meledak. Ia, seekor penguasa yang telah membantai ratusan ahli bela diri di masa lalu, merasa luar biasa terhina. Seorang manusia yang auranya hanya berada di tahap Foundation Establishment berani mendobrak pintu perunggunya dan menuntut pusakanya dengan nada memerintah?!

“GRAAAAAARRR!”

Kalajengking raksasa itu meraung, menghasilkan gelombang suara yang menggetarkan dinding gua. Tanpa peringatan lebih lanjut, ekornya melesat menembus udara, menciptakan ledakan sonik saat ujung sengat beracun itu mengincar tepat ke jantung Lin Chen.

Bersamaan dengan serangan fisik itu, monster tersebut menyemburkan kabut hitam pekat dari mulutnya sebuah serangan jiwa yang dirancang untuk melumpuhkan kesadaran musuh sebelum sengatnya menembus dada.

Menghadapi serangan mematikan dari entitas Soul Formation itu, Lin Chen bahkan tidak menggeser kakinya satu inci pun. Ia hanya membiarkan tangan kanannya bergantung santai di sisi tubuh.

"Racun dan serangan jiwa?" Lin Chen tersenyum meremehkan. "Kau mencoba menenggelamkan lautan dengan setetes air kotor."

Saat kabut hitam yang mengandung racun jiwa itu menyelimuti tubuh Lin Chen, Hawa Kekacauan di dalam Dantian nya merespons secara otomatis. Bagaikan lubang hitam yang kelaparan, pusaran energi purba itu menyedot seluruh racun jiwa tersebut, menelannya mentah-mentah tanpa menyisakan satu kepul asap pun!

Monster itu membelalakkan mata majemuknya, tidak percaya melihat serangan pamungkasnya ditelan seolah itu hanyalah udara kosong.

Namun, ekor kalajengking itu telah tiba di depan dada Lin Chen.

BAM!

Bukannya menembus daging, sengat sekeras baja meteor itu berhenti mendadak. Tangan kiri Lin Chen yang terlihat kecil dan rapuh telah menangkap ujung sengat beracun itu dengan cengkeraman maut. Kepadatan Cangkang Dewa Lin Chen membuat sengat tajam itu bahkan tidak mampu menggores kulit telapak tangannya.

"Sekarang giliranku," bisik Lin Chen dingin.

KRAAAAK!

Dengan satu putaran brutal dari pergelangan tangannya, Lin Chen mematahkan ekor raksasa itu menjadi dua bagian! Darah hijau menyembur deras layaknya air mancur.

Kalajengking Hantu itu menjerit melengking, mundur terhuyung karena rasa sakit yang luar biasa. Ia mencoba mengayunkan kedua capit raksasanya untuk meremukkan Lin Chen.

Namun Lin Chen tidak memberinya kesempatan. Ia melesat ke depan, berubah menjadi bayangan iblis yang lebih mengerikan dari monster itu sendiri. Lin Chen melompat ke atas capit kanan kalajengking itu, menggunakan otot fisiknya untuk menendang persendian capit tersebut dengan kekuatan ledakan Darah Naga Primordial.

BLAARRR!

Capit seukuran kereta kuda itu hancur berantakan. Lin Chen kemudian mendarat tepat di atas punggung monster tersebut. Ia mengangkat tangan kanannya, memadatkan Esensi Phoenix Abadi di kepalan tangannya hingga memancarkan panas yang mendistorsi udara, lalu menghantamkannya lurus ke bawah.

CRAAASH-BOOOM!

Cangkang yang dibanggakan mampu menahan serangan teknik Soul Formation itu hancur lebur. Pukulan Lin Chen menembus langsung ke dalam dada monster tersebut, mengoyak organ dalamnya, dan mencengkeram sebuah kristal bulat berwarna ungu pekat yang berdenyut kencang.

Dengan satu tarikan kasar, Lin Chen mencabut Inti Jiwa Kalajengking Hantu itu dari tubuhnya.

Monster raksasa itu menegang kaku, sebelum akhirnya ambruk ke tanah dengan suara dentuman berat, mati seketika tanpa sempat memberikan perlawanan yang berarti di hadapan kebrutalan absolut sang Tiran.

Lin Chen mengibaskan darah hijau dari tangannya, menatap Inti Jiwa berwarna ungu di telapak tangannya dengan puas. "Bahan tambahan yang sempurna. Energi Yin murni di dalam inti ini akan menyeimbangkan panas dari Teratai Darah Tulang Bumi."

Setelah memasukkan inti tersebut ke dalam Cincin Penyimpanannya, Lin Chen mulai menelusuri isi makam kuno itu.

Anehnya, makam itu tidak memiliki tumpukan emas atau gulungan pusaka seperti yang ia harapkan. Tempat itu lebih menyerupai ruang isolasi. Namun, di ujung ruangan, tepat di atas sebuah altar batu yang telah retak, berdiri sebuah prasasti kuno yang terbuat dari batu giok hitam.

Lin Chen berjalan mendekat dan menyapu debu dari permukaan prasasti tersebut. Matanya menyipit saat membaca ukiran aksara kuno yang tertulis di sana.

"Di sinilah tertidur sisa-sisa dosa para dewa. Tanah ini bukanlah sekadar dunia fana, melainkan sangkar darah—Medan Perang Para Dewa Kuno yang disegel oleh langit untuk mengubur kiamat."

Kalimat itu membuat otak Lin Chen berputar cepat.

Medan Perang Para Dewa Kuno... batinnya tertegun. Pantas saja dunia ini sebelumnya tidak memiliki Qi dan seolah dikunci dari alam semesta luar. Tempat ini adalah sebuah segel raksasa! Dan jatuhnya ibuku ke dunia ini... runtuhnya cermin masa lalu... itu semua bukan kebetulan belaka. Segel dunia ini perlahan terbuka, dan Kerajaan Chen berada tepat di pusat pusaran badai kosmik ini!

Menyadari bahwa tanah keluarganya berdiri di atas bencana waktu sisa-sisa perang para dewa, tekad Lin Chen untuk memperkuat ayah dan kakak-kakaknya semakin bulat. Ia tidak akan membiarkan siapa pun menjadikan keluarganya sebagai pion dalam permainan para dewa.

Lin Chen mencabut prasasti kuno itu dari altarnya dan memasukkannya ke dalam cincin, berniat untuk menelitinya lebih lanjut nanti.

Tanpa membuang waktu, ia melesat keluar dari makam, menyusuri labirin rahasia, dan kembali ke Paviliun Anggrek sebelum matahari terbit.

Di dalam kamarnya yang sunyi, Lin Chen duduk bersila di tengah ruangan.

Ia telah memasang formasi pengunci suara dan aroma agar proses alkimianya tidak terdeteksi ke luar. Di depannya, melayang sebuah kuali perunggu kecil yang ia rampas dari cincin Jian Wu.

Lin Chen menjentikkan jarinya. Seberkas Api Phoenix berwarna emas kemerahan menyala di bawah kuali tersebut. Suhu di dalam ruangan melonjak secara misterius namun tetap terkendali dengan sempurna oleh Hawa Kekacauan.

Ia mulai memasukkan bahan-bahannya satu per satu. Teratai Darah Tulang Bumi masuk lebih dulu, langsung meleleh menjadi cairan merah yang memancarkan aura kehidupan yang sangat kuat. Selanjutnya, Lin Chen memasukkan Inti Jiwa Kalajengking Hantu.

Energi Yin dari kalajengking dan panas kehidupan dari teratai itu langsung berbenturan hebat di dalam kuali. Jika dilakukan oleh alkemis amatir, kuali itu pasti sudah meledak. Namun, tangan Lin Chen menari di udara, merajut segel-segel Qi yang menyeimbangkan kedua elemen ekstrem tersebut dengan presisi tingkat dewa.

"Membersihkan sumsum fana membutuhkan rasa sakit, namun aku tidak akan membiarkan ayah dan kakakku menderita," gumam Lin Chen. Ia menyuntikkan setetes darahnya sendiri darah yang mengandung Cangkang Dewa ke dalam kuali tersebut sebagai agen penetral yang menenangkan.

WUSSSHH... TING!

Tiga jam kemudian, saat fajar mulai menyingsing di ufuk timur, api di bawah kuali padam. Tutup kuali terbuka dengan sendirinya. Tiga butir pil berwarna putih sebening kristal, memancarkan lingkaran cahaya keperakan, melayang keluar dan mendarat mulus di telapak tangan Lin Chen.

Pil Pencuci Sumsum Tingkat Sempurna.

Lin Chen tersenyum lebar. Dengan pil ini, tubuh fana Raja Chen, Lin Feng, dan Lin Xue akan dibersihkan dari segala racun duniawi, meridian mereka akan terbuka lebar, dan mereka bisa mulai menyerap Qi alam tanpa risiko meledak. Keluarganya akhirnya akan memiliki perlindungan mereka sendiri.

Pagi itu, dengan hati yang riang, Lin Chen memasukkan ketiga pil itu ke dalam kotak kayu kecil. Ia berencana memberikan obat ini saat sarapan keluarga di ruang makan utama, mungkin dengan alasan bahwa ini adalah 'bahan kesehatan' racikannya dari perpustakaan.

Lin Chen membuka pintu kamarnya dan melangkah santai menuju ruang makan istana.

Namun, saat ia melangkah masuk ke ruang makan yang luas itu, langkah kakinya mendadak terhenti. Senyum riangnya membeku di wajah.

Ruang makan itu sangat sunyi. Tidak ada pelayan yang berani bersuara. Di kursi utama, Raja Chen dan Lin Feng sedang duduk dengan posisi punggung tegak lurus secara tidak wajar, keringat dingin menetes dari pelipis mereka. Lin Xue duduk di sebelah mereka dengan wajah pucat pasi menahan napas.

Di ujung meja, berdiri Permaisuri Lin Yue. Ibunya tidak sedang mengenakan gaun sutra mewahnya, melainkan jubah latihan fisik yang ketat. Di tangannya, Lin Yue memegang sebuah ranting persik yang telah dilumuri Qi tingkat rendah, menepuk-nepukkannya ke telapak tangannya sendiri dengan ritme yang sangat mengancam.

"Kalian bertiga," suara Lin Yue mengalun lembut namun mengandung teror yang membuat ketiga anggota kerajaan fana itu merinding. "Melihat kalian berlutut memuntahkan darah semalam hanya karena tekanan angin dari langit... membuatku sadar bahwa tubuh kalian terlalu lemah. Mulai pagi ini, seluruh keluarga kerajaan akan menjalani pelatihan fisik di bawah pengawasanku secara langsung."

Lin Yue menoleh ke arah pintu, menatap tepat ke arah Lin Chen yang baru saja masuk. Senyum sang Nyonya Iblis merekah dengan sangat indah.

"Ah, Chen'er, kau sudah bangun," sapa Lin Yue manis. "Cepat ganti bajumu dan bergabunglah dengan Ayah dan Kakakmu. Latihan berlari keliling istana dengan beban batu seberat lima ratus kati akan segera dimulai."

Lin Chen menelan ludah yang terasa sebesar bongkahan es. Kotak pil di tangannya mendadak terasa sangat tidak berguna. Ia yang berniat menjadikan keluarganya mandiri secara perlahan dan santai, kini harus menghadapi kenyataan bahwa ibunya memutuskan untuk menerapkan 'Neraka Pelatihan' Aliansi Bayangan Langit kepada keluarganya sendiri!

1
Indah Hidayat
kaisar naga beladirinya kok tiba2 dihapus ?
Raden
luar biasa mantap thor
Raden
mantap💪 lanjut kan 💪
Raden
mantap ratu💪
Raden
hajar bro, mulut kok ga dijaga💪
Raden
seru lagi, mantap💪
Rhaka Kelana
Dan akhirnya, yang diinginkan oleh seorang pria adalah rumah yang penuh dengan kehangatan....😍
Budi Wahyono
kaisar naga nya kok gak ada thor ?
Sang_Imajinasi: ada mas bud, ngulang lgi, karena hilang semua bab
total 1 replies
ㅤㅤ ㅤㅤ ㅤㅤ
keren
Puragabaya
KOPLAK
Su Qingyue ikut Lin Chen dan Tua hitam ke alam Abadi.
Kenapa ana Qingyue lagi di alam Fana 🤣🤣
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lnjut
DIFAN2: Novel 'SULUNG' hadir dengan keseruan kisah petualangannya, yuk kak merapat.
total 1 replies
Rinaldi Sigar
lanjut
Edy Amran. MM
Lanjut.. ceritanya bagus
Rinaldi Sigar
lanjut
EKO BUDI PRASETYO: lha bukannya qingyue di alam abadi SM Lincen, kok BS di alam fana
total 1 replies
Rinaldi Sigar
lnjut
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lnjut
Boo Ceng Li
🔥🔥🔥💪💪💪👌👌👌
Tosari Agung
sangat keren imajinasi thor🌹🌹🌹
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!