NovelToon NovelToon
Ketika Pengkhianatan Mempertemukan Dua Hati

Ketika Pengkhianatan Mempertemukan Dua Hati

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / CEO / Tamat
Popularitas:17.5k
Nilai: 5
Nama Author: my name si phoo

Tiyas adalah seorang istri yang setia dan penuh cinta, namun dunianya hancur seketika saat ia mendapati suaminya, Gio, berselingkuh dengan Mia—yang tak lain adalah saudara sepupunya sendiri. Pengkhianatan berlapis ini meremukkan hatinya, memaksa Tiyas untuk menelan kepahitan dan mengumpulkan serpihan harga dirinya yang tersisa.
Di tengah badai kekecewaan tersebut, takdir mempertemukannya dengan Narendra, yang bernasib serupa sebagai suami Mia yang juga dikhianati. Berawal dari rasa sakit dan luka yang sama, Tiyas dan Narendra perlahan menemukan ruang aman untuk saling menguatkan, menumbuhkan kenyamanan, serta merajut harapan baru di atas reruntuhan masa lalu mereka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon my name si phoo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 31

Dua hari berlalu, kondisi kesehatan Tiyas sudah jauh membaik.

Rona merah alami kembali menghiasi pipinya, dan rasa lemas yang sempat menggelayutinya kini benar-benar sirna berkat perawatan penuh kasih sayang dari Naren.

Saat Tiyas sedang duduk santai di ruang tengah sambil menikmati teh hangat, ponsel Narendra yang tergeletak di atas meja mendadak berdering nyaring.

Naren meraih ponselnya dan menggeser tombol hijau.

"Halo, selamat pagi."

"Selamat pagi, Pak Narendra," suara sang sekretaris terdengar dari seberang telepon.

"Maaf mengganggu waktunya, Pak. Saya ingin menginformasikan bahwa seluruh berkas dan laporan akhir untuk proyek resort di Bali yang Bapak kerjakan kemarin sudah selesai disempurnakan. Tim klien dari Bali juga sudah tiba di kantor untuk penandatanganan berkas penutupan proyek serta serah terima akhir. Bapak diharapkan hadir ke kantor sekarang."

"Baik, terima kasih infonya. Saya segera ke sana sepuluh menit lagi," jawab Naren profesional sebelum mematikan sambungan telepon.

Naren mengembuskan napas pelan, lalu menoleh menatap Tiyas dengan raut wajah penuh antisipasi dan sedikit berat hati meninggalkan calon istrinya itu.

"Aku ke kantor dulu, jangan ke mana-mana," pesan Naren tegas, menatap Tiyas dalam-dalam.

Tiyas terkekeh geli melihat wajah serius Naren yang begitu protektif.

Ia menyunggingkan senyum manisnya yang paling menawan, lalu mengangguk penuh penurut.

"Iya, Narendra calon suamiku. Aku di sini menunggumu," balas Tiyas lembut dengan nada menggodanya yang khas.

Mendengar sebutan 'calon suamiku' meluncur mulus dari bibir Tiyas, pertahanan Naren runtuh seketika.

Senyum lebar terkembang di wajah tampannya yang bersih tanpa brewok itu.

Ia melangkah mendekat, membungkuk sebentar untuk mengusap lembut kepala Tiyas.

"Nurut begini kan makin sayang," bisik Naren hangat.

"Aku usahakan urusannya selesai cepat, nanti aku langsung pulang bawa makanan kesukaan kamu." ucap Narendra.

Narendra turun ke bawah dan menuju ke mobilnya.

Gio yang berpenampilan kumal dan berantakan bersembunyi di balik pohon tidak jauh dari rumah.

Matanya yang merah mengamati Narendra berjalan keluar menuju mobilnya.

Ketika raungan mesin mobil Naren terdengar menjauh dan akhirnya pergi meninggalkan rumah, senyum culas berbalut rasa iri membakar wajah Gio.

Dengan pikiran yang penuh rasa dendam dan keputusasaan, Gio melangkah mendekati pintu depan.

Setiap langkahnya terasa berat, didorong oleh amarah atas kemiskinan dan penolakan yang membuntutinya belakangan ini.

Tok, tok, tok!

Suara ketukan pintu bergema di dalam rumah.

Tiyas yang mengira Narendra lupa membawa sesuatu langsung berdiri dan membuka pintu dengan senyuman hangat yang masih mengembang di bibirnya.

"Mas Naren, ada yang ketinggalan lagi—"

Senyum Tiyas seketika pudar; rasa terkejut dan takut melingkupinya saat melihat sosok Gio yang lusuh, kurus, serta berantakan berdiri di ambang pintu.

Pakaian pria itu kotor, baunya menyengat, dan matanya menyiratkan bahaya yang amat sangat.

"G-Gio?" bisik Tiyas gemetar, refleks mundur beberapa langkah.

Tanpa membuang waktu, Gio menerobos masuk dan mengunci pintu dari dalam.

Suara engsel yang beradu membuat jantung Tiyas serasa melompat keluar. Gio meluapkan seluruh emosi dan kebangkrutan hidupnya kepada Tiyas.

"Gara-gara kamu, Tiyas! Gara-gara kamu hidupku hancur!" bentak Gio dengan suara serak menakutkan, matanya membelalak liar.

"Kamu membuang aku seperti sampah! Kamu bersenang-senang sama Narendra, sementara aku harus tidur di tempat pengap dan kelaparan!"

"Keluar dari rumahku, Gio! Kamu sudah gila!" teriak Tiyas dengan sisa keberaniannya.

"Aku memang sudah gila!" radang Gio makin mendekat, mencengkeram bahu Tiyas kasar.

"Kamu yang bikin aku seperti ini! Kalau kamu nggak ceraikan aku dan nggak goda Narendra, aku nggak akan melarat!"

Tiyas mencoba melawan dan berteriak meminta tolong sekuat tenaga.

"TOLONG! TOL—"

PLAK!!

Gio yang hilang kendali langsung menampar wajah Tiyas dengan keras.

Sudut bibir Tiyas robek, tubuhnya terpelanting menabrak meja hias di ruang tamu.

Suara erangan kesakitan meluncur dari tenggorokan Tiyas yang mulai kehabisan napas.

Namun Gio tidak berhenti. Dendam yang meracuni otaknya membuat nuraninya mati total.

Ia melangkah cepat, mencengkeram rambut Tiyas dan menariknya paksa.

"Kamu harus bayar semuanya, Tiyas!" sergah Gio histeris.

Dalam puncak amarahnya, Gio memegang kepala Tiyas dan membenturkannya ke dinding berulang kali hingga Tiyas terkulai pingsan dengan luka parah di kepala.

Darah segar mengalir membasahi pelipis dan lantai putih ruang tamu.

Tiyas terkulai tak berdaya, sementara Gio berdiri gemetar, baru menyadari tumpahan darah di tangannya.

Melihat Tiyas tak berdaya dan tergeletak di lantai, Gio tidak menghiraukan kondisi mantan istrinya yang bersimbah darah.

Rasa kemanusiaannya telah mati digantikan oleh keserakahan dan rasa panik.

Tanpa membuang waktu, ia melangkah lebar menaiki anak tangga menuju lantai atas.

Ia berlari ke lantai atas menuju kamar utama untuk mencari dan membobol brankas tempat

penyimpanan uang serta barang berharga.

Dengan tangan gemetar dan napas memburu, Gio mengacak-acak isi lemari hingga menemukan brankas kecil di sudut bawah.

Ia memasukkan kombinasi angka yang pernah tak sengaja ia lihat dulu.

Klek!

Pintu besi itu terbuka, memamerkan tumpukan uang tunai dan perhiasan berharga.

Setelah menguras habis isi brankas, Gio melangkah terburu-buru mengangkut hasil curiannya ke dalam tas.

Tanpa sedikit pun menoleh kembali pada Tiyas yang tergeletak sekarat di lantai bawah, ia kabur melarikan diri lewat pintu belakang, meninggalkan Tiyas seorang diri dalam kondisi kritis.

Sementara itu, di pusat kota, mobil Narendra baru saja terparkir rapi di halaman gedung perkantoran.

Narendra baru sampai di kantor tapi perasaannya tidak enak sama sekali.

Tangan yang menggenggam kemudi mendadak dingin, dan dadanya terasa sesak seolah ada hal buruk yang sedang terjadi.

"Semoga ini hanya perasaanku saja," bisik Naren pelan pada dirinya sendiri, mencoba menenangkan debar jantungnya yang makin tak beraturan.

Narendra masuk ke kantornya dengan langkah terburu-buru, namun pikirannya tertinggal sepenuhnya pada Tiyas yang ia tinggalkan sendirian di rumah.

Imelda menghentikan mobilnya tepat di depan rumah Tiyas.

Hari ini ia memang sengaja mampir ke rumah sahabatnya itu sambil membawa satu porsi bubur ayam hangat favorit Tiyas, berniat menyemangati Tiyas yang sedang dalam masa pemulihan.

Sambil tersenyum riang, Imelda berjalan menuju teras rumah.

Namun, langkahnya mendadak terhenti saat ia melihat pintu depan rumah dalam keadaan terbuka lebar.

"Tiyas, aku datang bawa— AARGHHHH! TOLONG!!"

Pekikan Imelda memecah keheningan pagi. Kantong plastik berisi bubur ayam yang dipegangnya terlepas begitu saja jatuh ke lantai.

Di hadapannya, Tiyas tergeletak tak berdaya di atas ubin putih ruang tamu, bersimbah darah yang terus mengalir membasahi kepala dan lantai di sekitarnya.

Dengan tangan gemetar hebat dan napas berburu karena panik, Imelda buru-buru merogoh tasnya untuk mengambil ponsel. Ia segera menekan nomor Narendra.

"Narendra! Kamu di mana?! Tiyas, Naren.Tiyas!" tangis Imelda pecah, suaranya terputus-putus menahan rasa takut luar biasa.

Belum sempat mendengar jawaban dari seberang telepon, pandangan Imelda mendadak menggelap.

Tingkat stres dan syok yang teramat sangat membuat tubuhnya meluruh.

Imelda langsung jatuh pingsan di dekat ambang pintu, berada tidak jauh dari tubuh Tiyas yang terkulai kritis.

Suara jeritan melengking Imelda sebelumnya rupanya terdengar oleh para tetangga sekitar.

Beberapa warga lari berdatangan menghampiri lokasi.

Ketika melongok ke dalam rumah, betapa terkejutnya mereka melihat dua wanita tergeletak di sana dalam kondisi mengenaskan.

"Astagfirullah! Ada apa ini?!" seru salah satu warga kaget.

Pak RT yang ikut berlari ke lokasi kejadian segera mengambil kendali situasi.

Melihat darah yang membanjiri lantai, ia langsung berteriak pada warga sekitar, "Cepat panggil polisi dan ambulans sekarang!"

1
Noey Aprilia
srius end kk...
tp mksh crtanya...d tnggu crtamu yg lain y....smnggtt....😘😘😘
Noey Aprilia: Sama2....😁😁😁
total 2 replies
Ariany Sudjana
puji Tuhan, happy end 😄🙏
my name is pho: terima kasih kak
total 1 replies
Noey Aprilia
Kjdian yg bkln trs d ingt s'umr hdp y naren.....🤣🤣🤣...
Ariany Sudjana
congrats yah Narendra dan Tyas, welcome to the world the new baby boy
Ariany Sudjana
harusnya Tyas jangan banyak makan es krim waktu hamil, ya jelas bayinya besar
Noey Aprilia
Antara tegang sm pgn ktwa guling2...
yg mau lhirn msih bengong,tp suaminya udh ngibrit dluan....
jd,spa yg mau lhirn sbnrnya????🤣🤣🤣
Noey Aprilia
Sneng bgt krna msing2 udh brdmai dgn msa lalu..
Ariany Sudjana
puji Tuhan, hubungan Tyas, Narendra, Ferdy dan Mia sudah membaik
Noey Aprilia
Nah loohhh....
ondel2 kna mntal....ngaku2 jd pcr rhsia sm istri sah....🙄🙄🙄
Ariany Sudjana
dasar pelacur murahan, ngaku-ngaku pacar rahasia Narendra... kamu ini hanya cari masalah, dan harus dibunuh
Noey Aprilia
D omelin sih ga pa2....tp kthuan pke cd yg ada belalainya.....🙈🙈🙈
Noey Aprilia
Tnggu kjutan slnjutnya y naren....
enth istrimu ngidam apa lg besok dn strusnya...🤣🤣🤣....
mnimal,mia bnrn tobat....spa tau mreka bnrn jth cnta krna trbiasa....
Noey Aprilia
spiderman n belalai gjah woooyyyy....🤣🤣🤣
Ariany Sudjana
masak orang hamil kok ngidam makan sate? bukannya orang hamil harus menghindari makan sate, dan aneka macam menu yang dibakar? karena tingkat kematangan meragukan
Noey Aprilia
Mnimal ada yg lbih parah dr km y naren....kl mukanya yg d ttup,brsa jd maling....🤣🤣🤣
Noey Aprilia
Udh d blangin msti siap2 plus stik sbar yg bnyak......nmanya ngidam tu ga cma mslh mkanan,tp jg yg lain...
tuh buktinya....k kntor pke sarung....🤣🤣🤣....
mngkn nnti d sruh pke baju sm celana pink smua.....
Noey Aprilia
Brhrap aja smga tyas ga ngidam aneh2,atw mlah mual liat muka suaminya.....🤣🤣🤣
Noey Aprilia
Waahhh....
slmt y buat klian brdua....akhrnya stlh skian lma,bntr lg bkln nmbah anggota kluarga yg baru....
naren stok sbr yg bnyak,krna ibu hmil pst bnyak maunya...siap2 jg kl ngidam....😁😁😁
Ariany Sudjana
Tyas hamil ini
Noey Aprilia
Mngkn dgn brjlnnya wktu,bs bkin mreka yg awalnya cnggung jd trbiasa...mlupakn sseorng yg d cntai emng ga mdah,tp hdp hrs ttp brjlan kn???apa lg ada bayi yg btuh ksih syng orngtuanya.....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!