NovelToon NovelToon
CINTA BEDA 12 TAHUN: Kapten Vs Gadis Bunga

CINTA BEDA 12 TAHUN: Kapten Vs Gadis Bunga

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Action / Komedi
Popularitas:11.1k
Nilai: 5
Nama Author: Ramanda

Aksi heroik Kapten Fikri Rafisqy ditengah perampokan swalayan berujung duka. Berusaha menyelamatkan seorang anak kecil, Fikri tak sadar peluru maut mengincar nyawanya. Naas, seorang kakek justru mengorbankan diri demi menyelamatkannya. Dalam kondisi kritis dirumah sakit, sang kakek menyampaikan wasiat terakhir: Fikri harus menikahi cucu tunggalnya, Seruni Shafira, gadis penjual bunga kini sebatang kara.

Seruni menolak tegas. Bagaimana mungkin ia harus menikah disaat impian sekolahnya masih membumbung tinggi? Namun demi melunasi utang nyawa dan amanah terakhir, Fikri menerimanya. Didepan ruang ICU, ijab kabul terucap sebelum sang kakek mengembuskan napas terakhirnya.

Kini, kehidupan mereka berubah total. Bisakah Seruni menerima takdir pernikahannya bersama pria yang terpaut jarak usia 12 tahun darinya? Apalagi, Seruni masih bersikeras memanggil suami dengan sebutan "Paman"!

Saksikan kisah cinta penuh liku, aksi menegangkan dan kepolosan Seruni yang meluluhkan hati dingin Kapten Fikri

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ramanda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kejutan Ulang Tahun

Seruni makin erat memeluk batu nisan sang kakek. Pikirannya melayang ke mana-mana, membayangkan sosok penampakan menyeramkan yang sedang berdiri tepat di belakang punggungnya.

"Maafkan Runi ya, Mbah..." cicit Seruni dengan mata terpejam rapat, bibirnya gemetar hebat. "Mbah penunggu makam jangan marah ya, Runi tidak bermaksud mengganggu kenyamanan Si Mbah. Runi cuma sedang galau berat dan kangen banget sama Kakek... Jadi tolong jangan diganggu ya, Mbah... Kasihanilah Runi yang imut ini..."

Tiba-tiba, suara bariton itu terdengar kembali, kali ini disertai kekehan pelan yang ditahan. "Dimaafkan kok. Sekarang sebaiknya kamu pulang."

Mendengar nada bicara yang rasanya sangat tidak asing di telinganya, Seruni perlahan membuka sebelah matanya. Rasa penasarannya memuncak. Ia memberanikan diri menoleh perlahan ke belakang. Begitu matanya menangkap sosok tegap berseragam dinas kepolisian yang berdiri santai di balik pohon kamboja, mata bulat Seruni seketika membulat sempurna.

"P-Paman Kapten?!" pekik Seruni polos, mengusap matanya kaget. "Kok Paman bisa ada di sini?!"

"Kenapa bisa ada di sini?" Fikri menggelengkan kepala pelan, melangkah mendekat. "Karena tadi ada laporan dari Dimas kalau ada siswi SMA yang kabur menerobos gerbang belakang sekolah dan naik ojek."

Seruni menyengir bersalah, buru-buru melepaskan pelukannya dari batu nisan.

Fikri melangkah mendekat lalu melipat celana dinasnya untuk ikut bersimpuh tepat di samping Seruni. Pandangan sang Kapten tertuju lurus pada ukiran nama Kakek Rahmat di batu nisan.

"Kakek... maafkan saya," tutur Fikri dengan nada rendah yang amat tulus dan penuh penghormatan. "Maaf karena saya sudah terlalu keras mendidik dan menjaga Seruni selama ini. Tapi Kakek tidak perlu khawatir, saya berjanji akan menjaganya dengan segenap jiwa dan raga saya."

Seruni tertegun menatap wajah suaminya dari samping. Ada rasa hangat yang membuncah di dadanya mendengar janji yang diucapkan Fikri di hadapan pusara kakeknya.

Fikri menoleh menatap istri kecilnya. "Ayo, kita doakan Kakekmu agar tenang di sana."

Fikri menyatukan kedua telapak tangannya, memimpin doa khusus untuk almarhum Kakek Rahmat dengan khusyuk. Seruni menyambut setiap baris doa itu dengan bisikan kata amin yang bergetar penuh haru. Usai mengusap wajah, Fikri berdiri lalu mengulurkan tangannya pada Seruni. "Ayo pulang."

Di dalam mobil jip hitam, suasana terasa hening. Seruni yang masih dilanda rasa sedih hanya diam membisu, pasrah mau dibawa ke mana pun oleh suaminya. Pikirannya masih dipenuhi rasa sunyi karena mengira tidak ada seorang pun yang mengingat hari ulang tahunnya.

Namun, saat jip berbelok dan berhenti di depan toko bunga Kakek Rahmat, dahi Seruni berkerut dalam. Pintu rolling door toko yang seharusnya terkunci rapat justru tampak terbuka setengah.

"Lho? Siapa yang membuka toko bunga Runi?" gumam Seruni heran.

Mengira ada maling yang nekat menyatroni tokonya di siang bolong, Seruni cepat-cepat turun dari mobil tanpa menunggu Fikri. Dengan penuh keberanian, gadis itu mendorong pintu kaca toko bunga.

DUAR!

"AAAH!" Seruni terperanjat kaget setengah mati, refleks menutup telinganya!

Pendar kertas-kertas kecil berwarna-warni melayang-layang di udara usai letusan party popper. Sebelum rasa kagetnya reda, suara nyanyian riang mendadak bergema di dalam toko bunga yang sudah dihiasi balon-balon cantik.

"Happy birthday to you... Happy birthday to you... Happy birthday Seruni... Happy birthday Runi!"

Seruni membeku di ambang pintu. Di hadapannya, Cindy dan Juliya berdiri sambil tersenyum lebar membawa sebuah kue ulang tahun berhiaskan lilin angka 18. Di belakang mereka, beberapa teman sekelas yang paling dekat dengan Seruni ikut bertepuk tangan riang. Tak hanya itu, Briptu Mayang Sari, Briptu Dimas, serta beberapa rekan polisi berseragam lengkap juga berdiri rapi memeriahkan ruangan!

"Cindy?! Juliya?!" pekik Seruni, matanya seketika berkaca-kaca menahan haru. "Kalian... bukannya tadi bilang harus langsung pulang?"

"Ya iyalah, kita kan diajak kerja sama!" sahut Cindy sambil terkekeh gembira. "Ayo tiup lilinnya dulu, Runi!"

Seruni memejamkan mata sejenak, mengucapkan doa di dalam hati, lalu meniup lilin angka 18 itu hingga padam disambut sorak-sorai meriah seluruh isi ruangan.

Saat membalikkan badan, Seruni menatap Fikri yang berdiri tenang di sampingnya. Ia tahu betul, tidak mungkin semua acara kejutan yang manis ini terwujud tanpa campur tangan sang Kapten.

Fikri melangkah mendekati Seruni. Dengan lembut, jemari Fikri merapikan helai rambut di dahi Seruni, lalu menunduk memberikan sebuah kecupan hangat dan penuh kasih sayang tepat di dahi istri kecilnya itu.

"Selamat ulang tahun, Seruni," bisik Fikri lembut.

DEG!

Teman-teman sekolah Seruni yang menyaksikan adegan romantis itu seketika terbelalak lebar dengan mulut ternganga!

Cindy sampai menepuk dadanya kaget lalu menyeletuk heboh, "Waduh, Runi! Pamanmu kok so sweet banget sih?! Masa keponakan dicium di dahi depan umum begini?!"

Mendengar celetukan polos Cindy, Fikri menyunggingkan senyum tipis. Pria tegap itu tanpa ragu merangkul pundak Seruni secara protektif, merapatkan tubuh kecil istrinya ke sisinya.

"Maaf, Adik-Adik sekalian," ujar Fikri dengan suara mantap, berwibawa, dan penuh penegasan. "Saya bukan pamannya Seruni. Saya adalah suaminya."

HEHH?!

Sekelompok siswa SMA di dalam toko bunga itu serentak membuka mulut lebar-lebar! Cindy dan Juliya sampai saling pandang dengan mata hampir melompat keluar dari tempatnya!

Sementara itu, muka Seruni langsung merah padam bagaikan kepiting rebus. Gadis itu menepuk dada Fikri seraya memprotes gemas, "Paman! Kenapa Paman pakai bongkar rahasia segala sih?! Kan Runi belum siap!"

Fikri menunduk menatap Seruni yang sibuk cemberut, lalu menjawab santai, "Biar teman-teman sekolahmu tidak lagi menaksir suamimu yang tampan ini, Runi. Dan biar tidak ada lagi bocah-bocah tengil yang berani mengiringimu surat cinta."

"Ihh! Narsis banget sih Paman!" seru Seruni seraya memajukan bibirnya beberapa senti karena kesal sekaligus malu setengah mati di hadapan kawan-kawannya.

Fikri memicingkan mata, menatap Seruni dengan raut wajah tegas namun menyimpan kehangatan yang amat dalam.

"Dan satu lagi," potong Fikri pelan namun tak dapat dibantah. "Berhentilah memanggilku 'Paman' mulai hari ini, agar teman-temanmu tidak salah paham dan mengira aku benar-benar pamanmu. Padahal kita tidak ada hubungan darah sama sekali... Kita ini suami dan istri yang sah."

Suasana toko bunga seketika menjadi riuh oleh suara sorakan godaan dari para anggota polisi dan teman-teman sekolah Seruni, membuat sang 'Nyonya Kapten Kecil' hanya bisa menyembunyikan wajah merahnya di balik dada tegap sang suami.

1
English Lesson
lucu dan bagus❤️❤️
Ariany Sudjana
semangat belajar yah Runi
Pujiastuti
serasa melayang ke awan ya Seruni dicium sama Aa kapten 🤭🤭
Dini Anggraini
Cyndi kan masih ada briptu dimas yang single pokoknya jangan kapten fikri karena dia sudah punya seruni gak boleh kamu gaet lagi. Seruni buktikan bila prestasimu tetap bagus meskipun sudah menikah.
Nur Asiatun
Alhamdulillah...tenang ya seruni,ada mas Fikri yg akan selalu melindungimu
Ariany Sudjana
bagus Fikri, kamu suami yang bijak. harusnya kepala sekolah juga seperti itu, cari dulu kebenarannya seperti apa, jangan mudah terpancing gosip murahan
Nur Asiatun
Alhamdulillah...lanjut Author
Ayu Padi
up yg bnyk Thor...lucu seru sekali
Ariany Sudjana
betul seruni, kamu jangan bodoh, kalian itu suami istri, jadi jangan panggil suami kamu itu paman
Erizani
lanjut habis ceritanya seru banget
Ariany Sudjana
hahaha benar seruni, hantu ganteng namanya Fikri 😂😂🤣🤣
Irni Yusnita
seruni kocak sungguh senang dengan kepolosan dan apa ada tanpa ada yg dibuat"😍
Ariany Sudjana
wah semangat yah seruni 🤣🤣
Nur Asiatun: ceplas ceplos yg bikin sayang
total 1 replies
Ariany Sudjana
bagus Fikri, seruni harus belajar kalau Fikri itu suami sah, jadi jangan panggil paman, kan akhirnya Bagas nekat, dasar bodoh seruni
Ariany Sudjana
tapi benar sih kata seruni, bagaimana pun seruni itu perempuan mandiri, jadi lebih nyaman cari uang sendiri, walaupun Fikri memperhatikan semua kebutuhannya
Ariany Sudjana
bagus seruni, kamu tunjukkan kamu itu perempuan baik-baik, cerdas dan mandiri, bukan pelacur murahan seperti Farida itu 🤣🤣😂😂
tiara
Karya ini bagus dan menghibur,semangat upnya thor sehat selalu
Nur Asiatun
Alhamdulillah...di tunggu updete nya thor
Nur Asiatun
wa'alaikumussalam Author...
𝐈𝐬𝐭𝐲
Alur ceritanya bagus, lucu dan sangat menarik dan selalu ditunggu² up nya ..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!