Di hari pernikahannya, seharusnya Leticia menikahi pria yang dicintainya, bukan pria yang terkenal memiliki sifat begitu kejam dan menyeramkan.
Dan Leticia baru menyadari, kalau semua ini permainan dari Ibu dan adik kembarnya yang sejak awal sudah memaksanya untuk memakai penutup mata saat pernikahan berlangsung.
Leticia harus menikahi calon suami sang adik kembar, dan adiknya… Leila menikahi pria yang sangat dicintai oleh Leticia.
Awalnya Letcia ingin mengajukan surat perceraian kepada Maximillan, tetapi pria itu tidak mau dan memaksanya untuk tetap mempertahankan pernikahan yang dari awal sudah salah.
Dan Leticia baru tahu kalau suaminya adalah seorang mafia kejam yang sangat posesif.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MTMH18, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 30
Jackson akhirnya sampai di sebuah perusahaan terbesar milik menantunya, seorang penjaga langsung menghampirinya.
“Atas nama siapa?” Tanya sang penjaga setelah Jackson menurunkan kaca mobilnya.
“Jackson Morana, mertua dari Maximillan!” Seru Jackson dengan senyuman sombongnya.
Namun sang penjaga hanya menganggukkan kepalnya dan mencatat nama Jackson untuk diberikan kepada resepsionis agar disampaikan kepada atasan mereka, Max.
“Tuan Jackson ada keperluan apa datang ke sini?” Tanya sang penjaga yang juga akan mencatat alasan Jackson berkunjung ke perusahaan tersebut.
“Kenapa masih tanya? Tentu saja ingin menemui menantuku! Cepat katakan kepada Maximillan untuk menemuiku!” Titah Jackson yang membuat tatapan sang penjaga menjadi datar.
“Apa sebelumnya, Anda sudah membuat janji temu dengan Tuan Max?” Tanya sang penjaga yang dibalas decakan kesal oleh Jackson.
“Untuk apa membuat janji hanya untuk menemui menantuku sendiri? Kau ini banyak sekali bertanya! Aku akan meminta Maximillan untuk memecatmu!” Seru Jackson dengan kesal, karena di dalam mobil rasanya begitu panas dan ia ingin segera masuk ke dalam untuk mendinginkan kepalanya yang selalu panas sejak kemarin.
“Maaf, peraturan di perusahaan ini memang seperti itu. Jika Anda tidak memiliki janji dengan atasan kami, maka Anda tidak diizinkan masuk ke dalam,” jelas sang penjaga dengan begitu tegas.
Ancaman dari Jackson tidak berarti apa-apa baginya, karena Max sendiri memintanya untuk mengusir Jackson.
“Sialan, kau tidak tahu siapa aku? Aku ini mertua dari atasanmu, ayah dari Leticia! Jadi cepat buka gerbangnya dan suruh Maximillan untuk turun menjemputku!” Titah Jackson dengan tidak tahu malunya.
Penjaga hanya tersenyum dan memanggil kedua rekannya untuk membantu.
“Kita dorong mobil ini, karena menghalangi orang lain!”
Keduanya mengangguk dan bergegas mendorong mundur mobil tua milik Jackson sampai kembali ke jalan raya. Setelah itu, mereka kembali dan mengabaikan teriakan Jackson yang kini sudah turun dari mobilnya.
Jika bukan sekarang, maka Jackson benar-benar kehilangan semua hartanya. Ia harus bisa menemui Max dan meminta uang kepada menantunya itu.
“Kalian berani mengusir mertua dari atasan kalian sendiri? Apa kalian sudah tidak ingin bekerja di sini lagi?” Marah Jackson kepada kedua penjaga yang terus menyeretnya agar menjauh dari gerbang perusahaan.
“Jika Anda tidak mau pergi dan terus membuat keributan di sini, maka kami akan melaporkan Anda kepada pihak berwajib!” Ancaman itu membuat Jackson terdiam dan memilih kembali masuk ke dalam mobilnya.
Jika, ia masuk ke dalam penjara. Maka hidupnya akan lebih hancur lagi. Sehingga Jackson memilih untuk kembali ke rumah sakit dan menemani Savanya yang terus memanggil nama Leticia.
“Kurang ajar! Berani sekali mereka memperlakukan mertua dari atasannya sendiri seperti ini! Aku tidak akan membiarkan mereka tetap bekerja, setelah mempermalukanku! Setelah aku berhasil menemui Maximillan, aku akan meminta menantu kayaku itu untuk memecat mereka semua!” Geram Jackson.
Padahal Max sendiri yang meminta mereka untuk mengusir Jackson, karena sudah mengganggu ketertiban umum.
Namun Jackson yang terlalu percaya diri, masih tetap berkhayal kalau Max pasti akan membantunya dan mendengarkan semua kata-katanya.
...***...
“Tuan Max, Jackson sudah pergi,” lapor Elion yang baru mendapatkan pesan dari penjaga di depan kalau Jackson sudah berhasil diusir.
“Bagus. Tambahkan bonus untuk mereka!” Kata Max yang masih sibuk menyelesaikan pekerjaannya.
Sebenarnya pikirannya masih belum bisa tenang, karena ia tidak tahu alasan Leticia menjauhinya.
“Leticia sudah sampai di Mansion?” Tanya Max yang sudah hafal dengan jadwal kuliah istrinya.
“Sudah Tuan. Nona Letcia juga sudah makan siang bersama Nyonya Calistha,” jawab Elion.
“Belikan aku makan siang!” Titah Max yang sudah melewatkan jam makan siang.
Elion menganggukkan kepalanya, sebelum berlalu keluar untuk membelikan makan siang untuk atasannya.
“Biasanya Leticia selalu membawakanku makan siang, meskipun bukan dia yang memasak. Tapi sekarang dia tidak datang, apa kesalahanku begitu besar? Sampai dia tidak mau membawakanku makan siang?”
Jangankan makan siang, mendekat saja… Max tidak diizinkan. Sehingga pria itu terlihat kurang bersemangat, karena hubungannya dengan Leticia sedang tidak baik-baik saja.
“Apa Mommy sudah bicara dengan Leticia? Aku sangat penasaran dengan jawaban Leticia,” Max menatap ponselnya yang sejak tadi tidak menyala.
Belum pernah Max merasa gelisah seperti ini, bahkan ia ingin cepat-cepat pulang dan mencoba bertanya dengan pelan-pelan kepada istrinya.
“Aku tanyakan dulu kepada Mommy!” Max mengirim pesan kepada Calistha untuk bertanya tentang keadaan Leticia.
Namun sampai lima belas menit, tidak ada balasan dari sang mommy… membuat Max semakin gelisah.
“Tuan, ini makan siangnya!” Elion datang sambil membawa makan siang yang dibeli di restoran dekat perusahaan.
Max memutuskan untuk makan terlebih dahulu, sambil menunggu Calistha membalas pesannya.
Namun sampai Max selesai makan dan mulai kembali menyelesaikan pekerjaannya, sang mommy masih belum membaca dan membalas pesannya.
“Mommy ke mana?” Bingung Max yang kini memilih untuk bertanya kepada Mabel.
Dan tidak membutuhkan waktu lama untuk Max mendapatkan jawaban atas kebingungannya.
“Akhirnya Mommy bisa membuat Leticia kembali tersenyum,” gumam pria itu saat melihat foto istrinya bersama sang mommy yang sedang membuat cookies di dapur.
Melihat senyuman Leticia yang merekah, membuat perasaan Max sedikit tenang. Setidaknya, sang istri tidak terlihat muram lagi.
“Sepertinya Mommy sudah berhasil menenangkan Leticia, aku jadi semakin penasaran dengan jawaban Leticia,” gumamnya sambil menatap lekat foto sang istri yang tampak begitu cantik sat tersenyum.
Jangankan memiliki wanita lain, mendapatkan hati Leticia saja… Max sangat susah. Tetapi kalau nanti ia berhasil mendapatkan kepercayaan dari istrinya, dirinya berjanji tidak akan membuat Leticia menangis.
“Hanya Leticia yang aku inginkan,” Max tersenyum tipis.
Pria itu sudah mendapatkan Leticia, meskipun belum sampai ke hatinya. Jadi, Max tidak akan mau melepaskan perempuan itu… meskipun nanti Leticia memohon kepadanya.
“Maaf kalau aku egois, tapi aku tidak ingin kehilanganmu. Sikapmu yang menentukan perlakuanku, Leticia. Selama kau tidak menyulutkan amarahku, maka aku akan bersikap dengan lembut… kecuali, jika kau berai menyulutkan amarahku, mungkin aku akan sedikit menakutkan di matamu.”
Bersambung!
🌹🌹🌹☺️