NovelToon NovelToon
Ternyata Bukan Aku Yang Mandul

Ternyata Bukan Aku Yang Mandul

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Menikah dengan Kerabat Mantan / Identitas Tersembunyi
Popularitas:22.7k
Nilai: 5
Nama Author: Mama Mia

Selama tiga tahun menjadi istri Arga Pratama, Rania selalu merasa tertekan karena dianggap gagal memberikan keturunan.
Arga mencintainya, tapi tak sanggup menahan tekanan ibunya yang mengancam akan mengakhiri hidup jika Arga tidak mau menikah lagi dan bercerai dengan Rania.

Akhirnya, Rania meninggalkan rumah tangganya dengan hati yang hancur.

Di sisi lain, Alvino Pratama, saudara sepupu Arga yang jauh lebih kaya dan berkuasa, ternyata sudah lama menyimpan perasaan pada Rania.

Rania pun menerima lamaran dari Alvino karena orang tua Alvino mengatakan Alvino juga tidak bisa memiliki keturunan. Rania berharap setidaknya ia bisa mendapatkan ketenangan karena tak lagi dikejar masalah anak.

Namun baru tiga bulan menikah, Rania dinyatakan hamil. Rania bahagia, tapi juga cemas. Bagaimana kalau kehamilannya dicurigai? Karena itu Rania menyembunyikan kehamilannya. Namun, tanpa sengaja Alvino mengetahui kehamilan Rania.

Lalu, apakah Alvino bisa menerima kehamilan Rania?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mama Mia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

02

.

Hari telah berubah menjadi gelap ketika Rania akhirnya sampai di rumahnya. Rumah yang selama tiga tahun ini ia sebut sebagai tempat tinggal bersama, rumah yang dipenuhi begitu banyak kenangan, namun kini terasa begitu asing dan sunyi.

Rania melangkah masuk dan langsung duduk di atas sofa ruang tamu. Pelayan rumah datang dan menawarkan sesuatu tetapi Rania menolaknya. sejak makan siang tadi sampai saat ini ia belum merasakan lapar di perutnya.

“Tuan belum pulang?" tanyanya lirih.

“Belum, Nyonya," jawab pelayan lalu duduk bersimpuh di dekat kakinya.

“Kamu istirahatlah! Aku bisa mengurus diriku sendiri nanti," titah Rania yang masih ingin menenangkan diri.

"Tapi, Nyonya..." pelayan itu mengangkat wajahnya ke atas menatap wajah Rania. "Anda terlihat sedang tidak..."

"Aku baik-baik saja," potong Rania cepat. "Istirahatlah! Kamu pasti lelah bekerja seharian!" lanjutnya.

"Baik, Nyonya." Pelayan mengucapkan terima kasih lalu berdiri dan berpesan agar Rania memanggilnya jika membutuhkan sesuatu.

Rania hanya mengangguk lalu mengibaskan tangannya agar pelayan itu segera pergi. Ia butuh waktu untuk menenangkan diri sebelum Arga pulang dan sesuatu pasti akan terjadi dalam hubungan mereka.

*

Waktu menunjukkan pukul 20.00 ketika akhirnya suara mobil terdengar memasuki halaman rumah. Rania perlahan mengangkat kepalanya, menunggu. Tak lama kemudian pintu depan terbuka, dan Arga masuk dengan wajah yang terlihat sangat muram, rambutnya berantakan, serta kemejanya kusut. Pria itu tampak seperti seseorang yang baru saja kehilangan arah hidupnya.

Saat melihat Rania sudah duduk di ruang tamu, raut wajahnya menjadi semakin sedih.

"Rania..." panggilnya dengan suara yang serak dan parau.

Namun Rania hanya menatapnya diam, tatapan yang kosong namun terasa menusuk hingga ke tulang sumsum, membuat dada Arga terasa semakin sesak.

Perlahan pria itu melangkah mendekat, lalu tanpa sadar berlutut tepat di hadapannya. Tubuhnya jatuh lemas ke lantai, sementara kedua tangannya menggenggam erat tangan Rania yang berada di atas pangkuan wanita itu, seolah takut wanita itu akan menghilang.

"Maaf..." ucapnya, dan air mata langsung mengalir deras membasahi pipinya. "Maafkan aku..."

Rania memejamkan matanya rapat-rapat, merasakan rasa sakit di dadanya semakin menyengat. Selama tiga tahun ini, ia hampir tidak pernah melihat Arga menangis, namun malam ini pria itu menangis di hadapannya. Namun, hal itu justru membuat dadanya terasa semakin sakit.

"Kenapa minta maaf?" bisik Rania dengan suara yang sangat pelan dan rapuh. “Memangnya, kesalahan apa yang kamu lakukan?"

Arga menundukkan kepalanya dalam-dalam, bahunya bergetar hebat menahan tangis. "Aku gagal melindungimu," jawabnya lirih.

Mendengar itu, air mata Rania pun akhirnya jatuh membasahi pipinya sendiri.

"Aku mendengar semuanya," ucapnya perlahan namun tegas.

Tubuh Arga seketika menegang kaku. Ia perlahan mengangkat wajahnya, matanya terbelalak terkejut.

"Kamu... kamu mendengarnya?"

"Aku mendengar semua pembicaraan kamu dengan ibumu," lanjut Rania dengan suara yang mulai bergetar. "Aku ada di sana sore tadi."

Keheningan kembali menyelimuti ruangan, hanya diselingi isakan tangis yang berusaha ditahan oleh keduanya.

"Rania..."

"Aku menunggumu membelaku," lanjutnya lagi, matanya berkaca-kaca. "Aku menunggumu mengatakan 'tidak' pada semua itu."

"Maafkan aku... Aku benar-benar tidak berdaya..." Air mata Arga mengalir semakin deras.

"Tapi kamu tidak melakukannya."

Kalimat itu terasa tajam bagaikan pisau yang langsung menusuk jantung Arga, "Maafkan aku..." hanya itu yang mampu ia ucapkan, karena memang tidak ada alasan atau pembelaan yang bisa membenarkan kesalahannya.

Rania tertawa kecil, namun tawanya terdengar lebih menyedihkan daripada tangisan. "Aku sudah lelah, Arga..." bisiknya lirih. "Lepaskan aku! Itu janjimu pada ibumu."

Arga memejamkan matanya rapat-rapat, membenci dirinya sendiri yang tidak bisa melawan keinginan ibunya. Dan membuat semuanya menjadi seperti ini.

Beberapa saat kemudian, Arga menarik napas panjang sekali, seolah mengumpulkan seluruh sisa keberanian dalam dirinya, lalu menatap wajah wanita yang sangat dicintainya, namun gagal ia jaga dengan baik.

Air matanya kembali jatuh, namun kali ini ia harus mengucapkan kata-kata yang akan mengubah segalanya.

"Rania..." suaranya terdengar nyaris tak terdengar. "Maafkan aku... "

Lalu dengan suara yang bergetar hebat, ia melafalkan kalimat yang menghancurkan seluruh harapan yang tersisa.

"Aku menceraikanmu."

Rania membeku di tempat. Meskipun sudah menduga, dan mempersiapkan diri, namun saat kata-kata itu benar-benar keluar dari mulut Arga, rasanya tetap saja seperti seluruh dunianya runtuh seketika.

Arga memejamkan matanya rapat, lalu melanjutkan dengan suara yang terasa sangat patah.

"Rania, aku menjatuhkan talak kepadamu. Mulai sekarang tidak ada ikatan lagi di antara kita."

Tangisan pecah memenuhi ruang tamu, bukan tangisan histeris atau teriakan amarah, melainkan hanya air mata yang terus mengalir tanpa henti. Tiga tahun pernikahan, cinta, dan harapan, semuanya berakhir hanya dalam beberapa kalimat singkat.

Arga masih berlutut di lantai dengan kepala tertunduk dalam. Kata-kata talak yang baru saja meluncur dari mulutnya seolah masih bergaung di setiap sudut ruangan, menghancurkan satu per satu kenangan indah yang pernah mereka bangun bersama selama ini. Beberapa saat kemudian, akhirnya Arga mengangkat wajahnya perlahan, matanya sudah merah dan sembab oleh tangis yang tak mampu ia tahan.

"Rania..." panggilnya dengan suara lirih dan parau.

Namun Rania tidak menjawab. Wanita itu hanya berusaha menyeka air mata yang terus mengalir membasahi pipinya, seolah ingin menyingkirkan rasa sakit yang menyelimuti hatinya.

"Kamu tetaplah tinggal di sini. Ini adalah hadiah pernikahan yang aku berikan padamu," ucap Arga kemudian, mencoba mengatur napasnya yang terasa sesak.

Rania perlahan menoleh ke arahnya, menatap pria itu dengan pandangan yang sulit diartikan.

"Rumah ini tetap menjadi milikmu. Biar aku yang pergi," lanjut Arga tegas.

Mendengar itu, Rania hanya tersenyum tipis. Namun senyum itu sama sekali tidak menyiratkan kebahagiaan. Malahan menyisakan rasa pahit yang terasa menusuk.

"Aku tidak butuh rumah ini," jawabnya pelan.

"Rania, tolong dengarkan aku..."

"Aku akan pergi," potong Rania tenang.

Arga segera menggeleng cepat, wajahnya terlihat semakin cemas. "Tidak. Akulah yang berbuat salah. Akulah yang gagal menjaga dan mempertahankan hubungan kita. Jadi akulah yang seharusnya pergi dari sini."

Rania kembali mengukir senyum pahit di bibirnya. "Lalu setelah itu, apa yang akan berubah?"

Arga terdiam seketika, tak mampu menjawab pertanyaan itu.

"Apa aku bisa tinggal di rumah ini?" tanya Rania lagi, suaranya tetap datar namun terasa tajam. "Lalu menjadi bahan pembicaraan dan tatapan sinis semua orang di lingkungan ini?"

"Rania..."

"Sudahlah, Arga," potongnya lagi. "Selama tiga tahun ini, aku sudah berusaha sekuat tenaga menjadi menantu yang baik," lanjutnya, air mata kembali menetes jatuh tanpa bisa ditahan. "Aku menghormati ibumu, menerima segala sikap dan perlakuan yang beliau berikan kepadaku."

Arga hanya bisa menundukkan kepalanya semakin dalam, merasakan setiap kalimat itu seperti pukulan keras di dadanya. Semua yang dikatakan Rania adalah kenyataan yang tak bisa ia bantah.

"Aku diam saja saat beliau mempermalukanku di hadapan seluruh keluarga besar," lanjut Rania perlahan.

"Rania, maafkan aku..."

"Aku diam saat beliau merendahkan latar belakang keluargaku sendiri," sambungnya lagi, suaranya mulai bergetar menahan emosi. Setiap kata yang keluar dari bibirnya terasa seperti cambuk yang terus menghantam hati nurani Arga.

"Aku diam saat beliau dengan lantang mengatakan bahwa aku wanita yang tidak pantas mendampingi putranya."

Tubuh Arga seketika bergetar hebat. Ia tahu semua itu terjadi, ia menyaksikannya sendiri berkali-kali, dan yang paling menyakitkan adalah ia tak pernah benar-benar mampu melindungi istrinya dari semua itu.

"Aku sudah lelah, Arga,"

1
dewi rofiqoh
Semoga kedepannya kehidupan rania menjadi lebih baik
Muft Smoker
akhirny mereka bersatu jugaa ,, tinggal menunggu kebenaran terungkap saja sypa yg mandul ,, 😒😒😒😒



mak semangat truus menulis ny ,, sehat2 trus mamak ku ,, 🫰🫰🫰🫰
Patrick Khan
legaaaa udah sahhhh😍
Ummee
setau q ijab qobul cuma ada di islam, mohon koreksi kalo salah🙏
Ummee: baik kak, terimakasih kembali🤗
total 2 replies
vania larasati
lanjut
sunaryati jarum
Ikut lega Rania dan Alvino sah suami istri
Felycia Fernandez
kk Thor,tolong lebih di perhatikan..
nonis tidak ada pakai ijab kabul ya.kita adanya pemberkatan di gereja.
tidak harus ada orang tua yang jadi wali jabat tangan dengan mempelai pria...
pemberkatan di lakukan oleh pendeta atau pastor,diantara dua pengantin.
mohon di perhatikan lagi kk Thor
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia: sepertinya ada kesalahan penulisan. akan saya koreksi. terima kasih udah diingatkan
total 2 replies
sunaryati jarum
Pak Aksara pasti cari wali hakim😭Rania dan Alvino tetep menikah
sunaryati jarum
Tidak diberi uang banyak
Nar Sih
ada akad nikah ada peberkatan nikah jdi bingung kak ,atau mingkin lgi slh tulis ,tpi ttep semagat kak💪
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia: sudah aku revisi. makasih udah diigetin
total 1 replies
Noor hidayati
apakah nonis pake wali juga,maaf aku ga tahu soalnya,setahuku cuma umat muslim aja yang butuh wali nikah,terus kok sekarang mau ijab kabul,apa agamanya rania ganti lagi🙏🙏
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia: ada kesalahan penulisan dan sudah saya koreksi. makasih ya. dan jangan bosan untuk mengingatkan jika ada kesalahan lagi
total 3 replies
Hary Nengsih
agama nya apa si katanya gereja tapi ada akad
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia: ada kesalahan tadi dan sudah di revisi. makasih udah diingetin 🙏
total 1 replies
imel
sejak kapan menikah di gereja pake akad nikah? pake wali hakim pula?
setau saya nikah di gereja itu namanya pemberkatan nikah oleh Pendeta.
tolong lebih diperluas referensinya. karena ketika kita membaca maka yang diharapkan ada bertambahnya pengetahuan bukan makin keliru.
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia: ada kesalahan penulisan dan sudah saya koreksi. terima kasih sudah diingatkan 🙏
total 2 replies
Aditya hp/ bunda Lia
mau ngapain kamu Arga? ...
Ilfa Yarni
alhamdulillah proses akdnya selesai jg walaupun ada drama sebelumnya tp bersyukur sih klo Rani bukan ank kandung orangtua matre itu jd dia ga bisa meminta harta kpd rania wg ternyata Arga dtgelihat and nikah rania gmn rasanya arga
Yulya Muzwar
ketika nikah sama arga di gereja kecil, lalu nikah sama alvino pake ijab kabul sama penghulu.. 🙄🤔
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia: iya, salah nulis tadi. makasih udah diingetin. jangan bosan untuk mengingatkan jika ada kesalahan lagi ya
total 2 replies
Oma Gavin
akhirnya sah rania jadi istri alvino dan sebentar lagi hamil biar arga dan ibunya syok dan tau kalau yg mandul anak kesayangan nya
lyla lafiya
👍
Lucy
parah ya org tua kayak bgtu knpa GK dr awal bongkar kenyataan nya ,knpa harus pas waktu akad brlangsung,GPP Rania pakai wali hakim aja lalu tinggalkan kluarga toxic itu👍🤣🤣
Muft Smoker
oke mak ,, aq msh belum paham ,,
tp dtggu penjellasan ny di bab berikut ny ,, 😁😁😁😁😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!