NovelToon NovelToon
Aku Mencintaimu Adel

Aku Mencintaimu Adel

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Dokter
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: Wisye Titiheru

Mengisahkan Perjalanan kisah cinta Adel Emanuella Sanjaya anak tunggal dari pasangan suami istri bapak Max Sanjaya dan ibu Jenny Andreas. Kisah ini berawal ketika Adel berkenalan dengan seorang polisi yang identitasnya sengaja di rahasiakan karena tugas negaranya. Di pertemukan lagi ketika Adel sudah menjadi seorang dokter. Saat itu Adel Emanuella Sanjaya baru tahu bahwa Karel Imanuel Barnabas seorang perwira Kepolisian berpangkat Iptu. Apakah cinta mereka bisa bertahan menembus segala cobaan dengan profesi Karel yang adalah seorang intel??

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wisye Titiheru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jesika Berulah

"Ngapain kamu kesini??"

"Mau ngecek kamu kenapa kamu ngak tidur di rumah??"

"Apa urusan kamu dengan hidupku. Sadar!!"

"Aku masih sayang dan mencintaimu Kace."

"Kamu mau mempermainkan cinta kakakku, dasar ular. Sekarang kamu keluar!!"

"Kamu pasti membawa perempuan di kamar kamu. Aku selama pacaran aku tidak perna masuk kamar kamu."

"Ya kamu bukan orang yang penting dalam hidupku."

"Jadi selama kita pacaran kamu tidak sungguh - sungguh mencintaiku??"

"Menurut kamu bagaimana??? Apa layak aku mencintai kamu sedangkan kamu juga pacaran dengan kakak saya. Keluar sekarang."

"Kamu akan menyesal sudah memperlakukan aku seperti ini."

"KELUAR!!!"

Adel di dalam kamar mendengar semua pembicaraan Karel dengan Jesika. Mantan pacarnya dan juga kakak iparnya. Dia tidak menyangka bahwa Jesika bisa memperlakukan kedua kakak beradik itu.

Jesika pulang dengan kemarahan. Karel langsung menganti kode pada pintu masuk apartemennya yang adalah nomor identitasnya sebagai seorang polisi. Dengan tanggal lahir Adel. Karena hanya dua nomor itu yang dia ingat. Adel keluar dari kamarnya Karel.

"Mas.... Aku mau ???"

"Mau kemana sayang??"

"Aku mau pulang."

Akhirnya Karel mengantar Adel pulang. Dan semenjak peristiwa itu, Karel kembali menjalankan tugasnya. Pagi subuh dia sudah berangkat. Sebelum dia pergi, Karel menyempatkan diri ke rumah dinas Adel di antar oleh Reza. Dia meletakan sepucuk kertas di bawa pintu rumah.

Karel tahu, bahwa peristiwa tadi pagi di apartemennya membuat Adel ragu akan cintanya. Ternyata kedatangan Karel diketahui oleh Adel, karena jam segitu dia sudah bangun. Adel melihat Karel pergi dengan baju lengkapnya. Baju seragam lapangan yang perna dia lihat tujuh tahun yang lalu, waktu Karel menolongnya di Pasar tanah abang.

Air mata Adel berlinang, dia tidak menyangka bahwa tugas ini, tugas yang berat. Andai saja dia tahu, mungkin dia akan memeluk erat tubuh orang yang sudah memberi kepercayaan bahwa cinta itu ada. Adel pun berusaha menghubungi handphone Karel.

"Hallo... Sayang kamu sudah bangun."

"Mas.... Aku sungguh mencintaimu. Pergi dan pulang harus selamat."

"Aku sungguh - sungguh mencintaimu sayang. Aku janji akan menjaga diri ini, tubuh ini agar selamat."

Pagi - pagi, Adel sudah ada di rumah sakit. Dia melihat televisi diruang lobi rumah sakit. Yang menyiarkan tentang serangan aparat kepolisian dalam menangkap teroris di salah satu desa yang berada di Jawa Tengah. Kembali hati Adel was - wasan. Dalam hati dia berdoa untuk keselamatan orang yang dia cintai bersama rekan - rekannya.

"Pasti Komandan Karel ada didalam rombongan itu ya dok??"

"Iya Dit, aku kuatir. Semoga tidak terjadi sesuatu."

"Amin."

Adel sudah mulai beraktivitas. Saat ini dia di minta untuk ke IGD karena ada pasien laka lantas yang membutuhkan pertolongannya. Adel seperti biasa jika ada pasien darurat maka dokter residen yang akan mengantikan dia. Adel sudah berlari menuju ke ruangan IGD.

Semua informasi pasien yang dia butuhkan sudah dilaporkan. Dan Adel melihat dengan mata kondisi pasien tersebut. Ada lebih dari dua pasien. Sedangkan hanya ada dia dokter bedah, dokter Wibowo baru sepuluh menit lalu berada di ruang operasi.

"Dokter Adel, cepat beri tindakan."

Adel menatap dokter di ruangan itu. Dia adalah dokter Evelin. Langsung dibawa ke tempat jauh dari pasien.

"Jika kamu dokter. Kedatangan pasien yang lebih dari dua dengan masalah yang sama. Apa yang kamu lakukan. Apa semua bisa di masukan didalam ruang operasi??"

Evelin yang adalah juga seorang polwan, baru merasakan di bentak oleh dokter sipil. Jelas egonya memuncak. Adel sudah meninggalkan Evelin dengan ego seragamnya. Dia mulai mengarahkan para ners di ruangan ini. Mana yang lebih dahulu di bawa ke ruang operasi. Mana pasien yang bisa di tangani di ruangan ini. Dan apa yang dilakukan oleh mereka sebelum pasien yang harus di operasi di dorong ke runag operasi karena menunggu dokter Wibowo selesai operasi. Adel sudah menghubungi dokter Wibowo kebetulan beliau hanya menolong pasien usus buntu. Dan beliau bersedia.

Pasien yang di tolong Adel sangat parah kondisinya. Karena banyak kerusakan pada tubuhnya. Operasi hampir dua jam dilakukan oleh Adel bersama tim. Juga ada dua dokter residen bedah saraf dan pembulu ada di ruangan ini. Setelah melewati dua jam. Pasiennya bisa tertolong dan di bawa ke ruang rawat.

"Bagaimana kondisi anak saya dokter??"

"Kondisinya stabil bapak dan ibu. Dan dia sudah melewati masa kritisnya." Adel juga menjelaskan apa yang dia lakukan kepada kedua orangtua ini. Dan mereka sangat bersyukur mamanya sampai berlutut di kaki dokter Adel.

"Oooo tante jangan begini. Saya hanya perpanjangan tangan Tuhan. Yang memberi selamat pagi anak ibu adalag Tuhan."

"Puji Tuhan." Adel sampai ikut berlutut dengan mama dari pasien yang dia tolong.

Adel seharian di rumah sakit, dia masih memantau pasiennya. Karena sudah lewat dari waktu yang Adel perkirakan pasien sadar. Namun belum juga sadar. Sampai jam tiga siang baru pasien sadar. Adel lega dan berlari keruangan rawat pasien itu.

Diperiksa pasien itu. Dan Adel sangat lega. Dia lalu memberikan obat yang di suntikan lewat infus. Selesai memberi obat dia mengarahkan ners dan dokter residen jaga yang bertugas di ruangan ini. Tugas hari ini selesai.

"Dokter Jemy jika ada keluhan dari pasien, bisa hubungi saya."

"Siap dokter."

Pukul enam sore, Adel baru keluar dari lobi rumah sakit. Ternyata dia sudah di tunggu oleh Evelin bersama Jesika. Mereka langsung mengajak Adel masuk mobil mereka. Aksi ini sempat di lihat oleh Arman dia sempat merekam aksi itu. Karena menurut Arman ini berbahaya.

Karel yang baru tiba dengan pesawat khusus dengan membawa tersangka teroris dari jam dua siang tadi. Sore ini mau menjemput kekasihnya. Namun begitu tiba Adel sudah tidak ada hanya motornya yang terparkir di halaman rumah sakit.

"Komandan cari dokter Adel ya??"

"Masih pelayanan."

Arman langsung menuju vidio rekamannya dimana dokter Evelin dan satu rekannya membawa Adel. Karel mulai ketakutan. Dia menghubungi Jesika lewat handphone namun tidak di angkat olehnya. Kembali dia menghubungi Evelin dan di angkat.

"Kemana kalian membawa Adel??"

Ternyata Adel sudah dibuat pingsan oleh Evelin. Karel sudah meminta untuk melacak Jesika dan Evelin lewat nomor handphone mereka. Setelah tahu posisi mereka. Karel menghubungi Kaleb kakaknya. Dan mereka menuju kelokasi penyergapan Adel oleh dua orang perempuan.

Betapa kagetnya Kaleb melihat Jesika sedang menampar Adel. Dan Jesika kaget begitu melihat Kaleb suaminya ada ditempat itu.

"Ini ide Evelin mas."

Karel sudah menghampiri gadisnya. Di lepas tali yang mengikat tubuh Adel.

"Ini tindakan kriminal. Adel laporkan ini. Jika butuh saksi kakak siap bersaksi buat kamu."

"Mas.... tolong saya. Saya istri kamu. Saya hanya membantu Evelin."

"Yang berbuat salah, harus di hukum."

Polisi bersama Reza datang menangkap Jesika dan Evelin. Semua barang bukti dibawa bersama dua orang perempuan itu. Karena ada anak petinggi polri maka mereka mau semua ini tertutup jauh dari wartawan. Arman juga sudah di beritahu oleh Karel.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!