Seorang pemuda tampan dari sebuah alam bawah dan dari sebuah perkumpulan keluar SING yang ada di sebuah wilayah mencoba dan terus mencoba. Entah apa yang akan di laluinya.
simak terus jalan ceritanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ai Aiy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bagaimana Mungkin.
Bagaimana ia tidak terkejut, Anaknya baru empat tahun meninggalkan rumah. Sekarang dia kembali dengan berbagai macam keahlian baru.
Bahkan menjadi Alkemis tingkat tinggi, di Wilayahnya saja, yaitu Wilayah LU MAJANG. Kota SUNDARI ini hanya beberapa orang saja dari keluarga tingkat atas. Itupun baru tingkat enam dan tujuh.
Mendengar Ayahnya terus memujinya, SING KANG hanya bisa cengengesan. Ia bingung harus menjawab apa.
"Hahahaha...Nak, keluarga kita akan semakin melambung tinggi" SING GAMA tertawa bahagia menatap kearah putranya SING KANG yang juga turut bahagia melihat Ayahnya sangat bersemangat.
"Ngomong ngomong apa rencanamu selanjutnya?" Tanya SING GAMA menatap kearah SING KANG dengan tatapan serius.
"Aku tidak ada rencana apa apa, cuma setelah melatih murid murid perkumpulan keluarga kita. Tiga bulan lagi aku akan pergi ke kota TOGE dan setelah itu pergi ke kota GEDE. Selanjutnya masuk kesebuah perguruan" Ucap SING KANG.
SING GAMA mengagukkan kepalanya mengerti akan maksud perkataan Putranya.
'Baiklah, sekarang kamu pergi ke lapangan tempat murid murid berlatih dan bawa lencana medali ini. Mereka akan patuh dan menuruti semua perintahmu!" Ucap SING GAMA menyerahkan sebuah lencana medali perintah kepada SING KANG.
Setelah pamit dari Ayahnya, kemudian SING KANG berjalan kearah lapangan besar tempat para murid murid keluarga SING berlatih.
Setelah sampai, SING KANG melihat tiga kelompok sedang berlatih bertarung. Mereka terdiri dari murid Inti keluarga, yang berumur dua puluh tahun keatas.
Murid menengah, yang berumur lima belas tahun keatas.
Dan terakhir murid bawah, yang berumur sepuluh tahun keatas.
Melihat Tuan Muda SING KANG yang datang kearah mereka.
Semua murid murid yang tengah berlatih, segera menghentikan latihannya dan menatap kearah SING KANG dan menyapanya dengan hormat.
"Selamat datang Tuan muda SING KANG" Ucap semua murid serentak.
"Ada apa Tuan Muda repot repot datang kemari?" Tanya salah seorang murid elite yang tingkat kultivasinya paling tinggi diantara semua murid elite. Yaitu BINTANG RAJA tingkat sepuluh.
"Aku ingin melatih semua murid elite, apa kalian sudah siap?" Jawab SING KANG dengan tegas.
Semua murid elite terkejut mendengarnya. Mereka seakan tidak percaya dengan apa yang telah mereka dengar barusan.
"Bagaimana?"
"Maksud tuan muda?" Tanya SING RAMA yang di anggukan semua murid elite.
"Sekarang kalian akan aku buat menjadi bahan uji percobaan yang sedang aku buat. Setelah kalian berlatih selama satu bulan, maka tubuh dan kekuatan kalian akan meningkat berkali kali lipat" Ucap SING KANG, mengerti kalian.
"Apa!" Mereka semua sangat terkejut.
"Tuan muda, bukannya aku meremehkan anda. Tapi dengan apa Tuan Muda melatih kami?"
"HMM..Kalau itu pertanyaan kalian, maka inilah jawabannya" Ucap SING KANG.
Setelah mengatakan itu, SING KANG langsung bergerak sangat cepat, melebihi kecepatan cahaya. SING KANG menggunakan Teknik Bayangan Kilat.
Tubuhnya langsung berpindah pindah tempat. Dan terdengarlah suara tangisan dan jeritan yang menyayat hati yang keluar dari mulut semua murid murid elite.
Mereka semua terlempar kesana kemari tak tentu arah dan tempatnya. Terkapar tak berdaya dan dari mulut, hidung, telinga, mata mereka keluar darah.
Semua anggota tubuh mereka cidera. Mau bergerak saja tidak bisa, apa lagi mengangkat berdiri. Itu mustahil, lebih lebih malahan ingin coba berlari kabur. Itu sungguh terlalu.
Setelah menghajar semua murid elite, SING KANG punya tujuan tersendiri. Menatap kearah mereka dengan tatapan tajam dan kasihan.
"Bagaimana, apakah ada pertanyaan. Kalau tidak ada aku anggap kalian setuju dengan rencana ku ini?" Ucap SING KANG menunggu jawaban dari semua murid elite.
"Ini sangat kuat sekali, dan kecepatannya tak terlihat. Bagaimana mungkin" Semua murid elite bergumam seakan tidak percaya, tapi bukti dan saksi mengatakan Mungkin.
Baiklah karena kalian diam, berarti aku anggap kalian telah setuju. Untuk hari ini latihan dan percobaan selesai sampai di sini. Kita jumpa lagi pada latihan berikutnya.
Setelah mengatakan itu, kemudian SING KANG melemparkan banyak pil kearah semua murid elite. Pil itu langsung melayang dan berada tepat di depan mulut semua murid elite.
"Telanlah dan besok kalian akan merasakan hasilnya" Ucap SING KANG, suaranya menggema di tempat tersebut.
SING KANG memberikan pil regenerasi dan pil peledak energi. Pil peledak energi ini khusus untuk merangsang tubuh dan energi. Agar tubuh sanggup menampung bagaimanapun banyak energi yang masuk kedalam tubuh.
Pil peledak energi ini khusus SING KANG buat untuk dirinya sendiri. Tidak di jual dan juga di bagi untuk orang lain.
Setelah mengatakan itu kemudian SING KANG berlalu pergi dari tempat tersebut. Tanpa menoleh lagi kearah belakang.
Di dalam Aula besar, dan tempat pertemuan keluarga SING. SING GAMA, kepala keluarga SING duduk dengan tenang di atas kursi kebesarannya.
Ia menatap kearah semua tetua keluarga SING dan berkata.
"Kalian tau tidak mengapa aku mengumpulkan kalian semua di tempat ini,?" Ucapnya.
"Aku belum tau Ketua SING GAMA, karena belum dikasih tau" Ucap tetua sepuluh
"Aku tau Ketua SING GAMA, karena sekarang akan mengadakan rapat mendadak, kan" Ucap tetua sembilan.
Semua orang yang hadir dalam aula besar itu hampir tak bisa menahan tawanya. Bahkan termasuk Ketua keluarga sendiri SING GAMA.
"Baiklah, kalian semua sudah tau bukan. Bahwa Putraku SING KANG telah kembali. Tapi dia kembali dengan membawa kekuatan besar pada dirinya"
SING GAMA terdiam sejenak menatap kearah semua orang yang hadir dalam Aula pertemuan tersebut.
"Biar kalian semua tahu, akhir akhir ini di kota tempat kita tinggal, kota SUNDARI ini. Telah banyak sekali kejadian yang terjadi"
"Kita sebagai keluarga SING, keluar kuat di kota SUNDARI ini. Tentu saja tidak akan tinggal diam saja dan berpangku tangan melihat kejahatan meraja Lela, banyak penculikan terjadi, masyarakat tidak tenang dan tenteram hidupnya. Itu semua aku dapatkan informasi dari putraku SING KANG"
"Apa...!" Semua orang di dalam aula itu terkejut.
"Tetua! Apakah semua informasi ini akurat?" Tanya Wakil tetua.
"Itu semuanya benar, dan SING KANG yang membawa semua informasi itu" Jawab SING GAMA dengan pasti.
"Biar kalian semua tau, Anakku SING KANG telah berhadapan dengan kelompok tersebut di beberapa kota dan dia telah membunuh mereka semua. Mungkin sekarang kelompok itu sedang mencari dan memburunya, bahkan mungkin keluarga kita akan menjadi incaran kelompok itu"
"Maka dari itu persiapkan diri kalian semua, persiapkan semua murid murid dan tingkatkan kultivasi kalian semua"
"Lalu bagaimana sekarang Tetua, kelompok itu pasti sedang memata matai dan mengincar perkumpulan keluarga kita?" Tanya Tetua Agung, SING LOHA.
"Jika mereka ingin menyerang keluarga kita, maka kita akan membunuh mereka dan jika mereka ingin menindas orang orang kita. Maka kita akan menghancurkan tempat mereka"
"INI.. INI...!" Ucap mereka menahan nafas.
Dukung terus cerita ini dengan cara sebagai berikut....
Pertama suka.
Kedua Like.....
Ketiga iklan.
Keempat hadiah.
Kelima vote.
Keenam bintang lima.
Jangan lupa kritik saran dan masukannya.
Ada kelanjutannya pada halaman sebelah kanan tunggu aja sampai besoknya lagi di..