Fei Xing berasal dari abad masa depan—tahun 3080—dimana hampir semua aspek kehidupan dikuasai oleh mesin pintar canggih.
Kemajuan teknologi yang terlalu cepat mengakibatkan banyak kerusuhan dan konflik di seluruh dunia.
Ayahnya, seorang profesor jenius di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, menciptakan sebuah sistem canggih yang terpasang pada jam pintar Fei Xing.
Tujuan utama penciptaan sistem itu adalah untuk melindungi anaknya dengan mengirimkannya pergi dari tahun 3080 yang penuh bahaya.
Di dunia baru ini, Fei Xing bebas mengendalikan sistemnya sesuai keinginannya.
Sistem kecerdasan buatan ini sangat pintar dan memiliki protokol dasar: tidak boleh menyakiti atau melawan tuannya.
Dalam kurun waktu 100 tahun, Fei Xing sudah sering melakukan perjalanan lintas dunia—dari zaman modern, masa lalu, hingga dunia saat ini—hanya untuk bertahan hidup dan mengembangkan kemampuannya.
Namun Sistemnya membutuhkan energi untuk tetap beroperasi dan menjaga kelangsungan hidupnya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mooi Xyujin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dunia 1020 Akhir
Salju turun perlahan dari langit yang berwarna abu-abu keemasan, menutupi desa Wu dengan selimut putih yang lembut.
Suara tawa anak-anak yang riang terdengar kemana-mana—mereka berlari-lari mengejar salju, membentuk bola-bola kecil dan membangun tumpukan salju putih yang kokoh di depan jalan raya yang sudah dipasangi ubin anti licin.
Para warga berjalan santai di sepanjang jalan, saling bertukang sapaan dengan wajah yang penuh keceriaan.
Beberapa berhenti sebentar untuk mengobrol, berbagi cerita tentang hasil ternak atau panen sayuran dari kebun belakang rumah mereka.
Udara dingin tidak menyurutkan semangat mereka—setiap rumah sudah dilengkapi dengan tungku pembakar kayu yang efisien dan nyaman.
Di sebuah bangunan berwarna putih bersih bertuliskan "KLINIK DESA WU", suara tangisan bayi yang kuat dan sehat terdengar dari dalam bilik bersalin.
Tak lama kemudian, seorang wanita dengan wajah cantik dan senyum hangat keluar dari bilik sambil menggendong bayi yang masih dibalut dengan kain hangat di pelukannya.
"...Selamat, bayinya laki-laki, sehat dan kuat sekali!" ucapnya dengan nada yang penuh kehangatan.
Dia adalah Dokter AI yang ditinggalkan Fei Xing sebelum kembali ke dunia asalnya—diberikan nama Hua Mei karena selalu memberikan perawatan yang lembut dan penuh kasih.
Keluarga bayi itu menangis bahagia, segera mengelilinginya untuk melihat wajah bayi mereka yang baru lahir.
Di gedung lain yang lebih besar dengan taman hijau di depannya, "AKADEMI WU" berdiri megah dengan pintu kayu yang indah.
Di dalam ruang kelas yang terang dan nyaman, seorang sarjana muda dengan wajah cerdas sedang berdiri di depan papan tulis.
"Kebebasan adalah hak setiap orang. Jalan yang dipilih tak boleh diragukan, karena kesalahan yang mungkin terjadi di kemudian hari akan ditanggung dengan kesadaran diri!"ucapnya dengan suara yang tegas.
Para murid-murid berusia 6 hingga 15 tahun segera berdiri serempak dan mengikuti kata-katanya dengan suara yang lantang:
"Kebebasan adalah hak setiap orang. Jalan yang dipilih tak boleh diragukan, kesalahan di kemudian hari akan ditanggung dengan kesadaran diri!"
Sarjana muda itu adalah Guru AI bernama Chen Wei—dia tidak hanya mengajarkan ilmu pengetahuan dasar, tapi juga nilai-nilai kehidupan yang membuat setiap murid semakin cerdas dan bertanggung jawab.
"....Hati-hati! Jangan sampai ada yang terluka saat memasang kayu penyangga!"Suara pria muda yang energik terdengar dari ujung desa.
di mana sebuah jembatan kayu baru sedang dibangun untuk menghubungkan desa dengan kawasan hutan di belakangnya.
Pria itu berdiri tegak mengawasi setiap langkah pekerjaan, sekaligus mengatur sistem drainase air yang akan menjaga desa dari banjir saat musim hujan tiba.
Dia adalah Robot AI Kontraktor Bangunan bernama Liu Feng, yang telah membantu membangun hampir seluruh infrastruktur desa Wu dengan presisi sempurna.
Di lain waktu, di depan rumah kediaman Peng yang kini telah direnovasi menjadi rumah yg nyaman.
Seorang pria sedang berdiri melihat ke arah langit yang masih menyemburkan butiran salju tipis.
"Tak terasa waktu berlalu begitu saja...."gumamnya dengan nada rendah, matanya penuh rasa syukur.
Benar 3 Tahun' telah berlalu.
"Peng Zuan! Ada tamu dari kota besar yang ingin membeli kulit binatang hasil buruan kita dan juga sayuran organik dari kebun desa!"teriak Dong Ming yang berlari cepat dari arah gerbang desa.
Pria itu adalah Peng Zuan—kepala desa Wu yang berusia 30 tahun, wajahnya lebih cerah dan penuh percaya diri dibandingkan dulu.
Dia segera berbalik dengan senyum lebar, bergegas menghampiri rekannya yang sudah menjadi kepala bagian perdagangan desa.
"....Baiklah! Ayo kita perhatikan dengan baik—hasilnya akan kita gunakan untuk membangun gedung pertanian baru dan menambah peralatan untuk klinik!"
Jalan-jalan di desa yang sedikit basah akibat salju mencair tak bisa menyembunyikan wajah-wajah bahagia setiap orang yang melintas.
Tak ada lagi rumah kumuh atau jalan berlumpur. Tak ada lagi anak-anak yang harus tidur di jalanan menggigil karena dingin atau kelaparan.
Desa Wu telah hidup kembali.
Di dunia lain, di kediaman vila yang megah dan penuh dengan teknologi canggih, Fei Xing duduk dengan nyaman di ruang kerjanya yang luas.
Dia sedang menikmati secangkir kopi spesial dari dunia asalnya, sambil melihat layar hologram yang menampilkan berbagai data dan gambar desa Wu yang sedang berkembang pesat.
[Selamat, Tuan! Token Giok Harimau yang Anda dapatkan dari desa Wu telah menghasilkan 600 juta poin sistem!]
[ Total koin yang Anda miliki saat ini telah mencapai lebih dari 1,85 miliar koin! Anda juga telah menyelesaikan misi "Membangun Peradaban Baru" dengan nilai sempurna!]
Fei Xing mengangguk dengan senyum puas, matanya melihat kembali gambar anak-anak desa Wu yang sedang bermain salju dengan riang.
Tugas Fei Xing di desa Wu telah resmi selesai.
Setelah dua bulan bekerja tanpa lelah, dia berhasil mengubah sebuah desa yang terabaikan dan terpuruk menjadi tempat yang hidup kembali—dengan rumah-rumah yang layak.
fasilitas kesehatan dan pendidikan yang memadai, serta sistem perekonomian yang mulai berkembang dengan baik.
Warga desa yang dulunya hidup dalam kesusahan kini memiliki wajah bahagia dan mata yang penuh harapan untuk masa depan.
Sebelum kembali ke dunia asalnya, Fei Xing telah memastikan bahwa semua sistem yang dibangun akan berjalan dengan mandiri.
Robot AI yang ditinggalkannya telah dilengkapi dengan program untuk terus membantu dan membimbing warga desa.
Sambil juga mengajarkan mereka keterampilan yang dibutuhkan agar kelak bisa mengelola segala sesuatu dengan sendirinya baru para Robot Ai akan diambil kembali.
Giok Harimau—token yang menjadi tujuan awal kedatangannya—telah memberikan manfaat yang luar biasa.
Namun bagi Fei Xing sendiri, nilai terbesar yang dia dapatkan bukanlah poin atau koin yang terkumpul.melainkan kesempatan untuk melihat bagaimana sebuah komunitas bisa bangkit dari keterpurukan dengan dukungan yang tepat.
Fei Xing melihat terakhir kalinya rekaman hologram desa Wu 3 Tahun telah berlalu disana—di mana Peng Zuan sedang memimpin rapat bersama para pemimpin desa untuk merencanakan ekspansi area pertanian.
Sementara anak-anak sedang belajar dengan giat di Akademi Wu, dan Dokter Hua Mei sedang memeriksa kesehatan seorang lansia dengan penuh perhatian.
[Tuan, apakah Anda akan kembali mengunjungi desa Wu suatu hari nanti?]sistem bertanya dengan rasa penasaran.
Fei Xing tersenyum lembut sambil menutup layar hologram. "Tentu saja. Setiap tempat yang pernah saya bantu adalah bagian dari perjalanan saya. Dan saya yakin, suatu hari nanti saya akan kembali melihat betapa besar perkembangan yang telah mereka capai dengan kekuatan sendiri."
Tugasnya telah selesai, namun hubungan yang terjalin antara dia dan desa Wu akan tetap ada selamanya.
"Semoga kehidupan mereka selalu baik dan damai," gumamnya dengan lembut.
Setelah menyelesaikan tugasnya di desa Wu dan menangani beberapa urusan penting di vila, Fei Xing akhirnya memutuskan untuk mengambil sedikit waktu liburan.
Udara di vila yang sejuk dan segar menjadi tempat yang sempurna untuk melepas penat setelah bulan-bulan yang penuh kerja keras.
Di halaman belakang vila yang luas, dengan hamparan rumput hijau yang terawat baik dan kolam kecil yang jernih, Fei Xing duduk santai di bawah naungan pohon bunga besar yang sedang mekar.
Di sebelahnya, Hei Bai—serigala besar dengan bulu hitam—berbaring dengan nyaman, kepalanya terletak di atas kaki depan sambil mengawasi sekeliling dengan mata yang tenang.
Setelah masa "hibernasi" yang panjang, tubuhnya kini kembali bugar dan penuh energi.
"Akhirnya ada waktu untuk bersantai , benarkan Hei Bai?" ucap Fei Xing dengan senyum, sambil memberikan makanan khusus yang sudah disiapkan untuk sahabat berbulu itu.
Hei Bai mengangkat kepalanya, menjilati tangan Fei Xing dengan lidahnya yang hangat sebelum mulai menikmati makanannya.
Setelah selesai, dia bergerak mendekat dan bersandar pada kaki Fei Xing, bulunya yang lembut memberikan rasa hangat dan nyaman.
Fei Xing mengambil secangkir teh herbal yang sudah disiapkan oleh pelayan, menikmatinya sambil melihat pemandangan sekitar.
Di kejauhan, beberapa burung kecil terbang riang dari satu cabang ke cabang, sementara kolam kecil di depannya dipenuhi dengan ikan kecil yang berenang lincah. Udara penuh dengan aroma bunga dan tanah yang segar.
[Tuan tampak sangat rileks hari ini. Apakah ingin saya siapkan aktivitas khusus untuk liburan Anda? Seperti berburu di kawasan hutan vila, atau mungkin mengunjungi danau disekitar sini?] sistem menawarkan dengan ramah.
"Tidak......" jawab Fei Xing dengan nada yang tenang.
"....Hanya duduk-duduk seperti ini sudah cukup menyenangkan..Bersama Hei Bai dan menikmati kedamaian seperti ini adalah hal yang paling saya butuhkan sekarang."
Saat itu juga, Hei Bai berdiri perlahan dan mengeluarkan suara dengkuran yang lembut, seolah menyetujui kata-katanya.
Dia kemudian berjalan ke tepi kolam, melihat ikan yang berenang dengan rasa penasaran sebelum kembali berbaring di sisi Fei Xing.
"Mari kita nikmati waktu ini dengan tenang....."gumamnya sambil mengusap bulu kepala serigala besar itu dengan lembut. "Esok hari kita bisa kembali bekerja, tapi sekarang...mari kita hanya menikmati keheningan dan kedamaian ini."
Hei Bai hanya mengangguk perlahan, mata besarnya mulai menutup perlahan-lahan saat menikmati sentuhan lembut tuannya.
Di bawah naungan pohon yang rindang, dengan suara gemericik air kolam yang menyenangkan, Fei Xing dan Hei Bai menghabiskan waktu liburan mereka dengan damai dan penuh kedamaian.