Kevin Argantara, pewaris tunggal Argantara group. Namanya terkenal di dunia bisnis sebagai pengusaha muda ternama
Pertemuannya dengan seorang gadis cantik bernama Alanna Kalila, seorang pelayan disebuah Night Club membuatnya jatuh dalam pesona gadis tangguh itu
Keluarga besar jelas menolak seorang gadis dengan latar belakang yang jauh dibawah keluarga Argantara
Pernikahan Kevin dan seorang penulis cantik bernama Raina Soesatyo, putri keluarga Soesatyo akhirnya ditetapkan dan Kevin tak bisa lari dari perjodohan dua keluarga besar itu
Lalu akan seperti apa kisah cinta Kevin dan Alanna? Akankah pernikahan bersama gadis berhijab itu membawanya pada kebahagiaan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon e_Saftri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kekasih CEO
"Terima kasih, terima kasih!" Kevin mengecup puncak kepala kekasihnya itu membuat pipi Alanna merona
"Aku yang harusnya bilang makasih!" Alanna tak dapat menggambarkan bagaimana rasa bahagianya hari ini
Menjadi kekasih seorang Kevin Argantara, tempat yang jelas sangat diidam-idamkan oleh para wanita diluar sana
Keduanya lalu makan malam dengan begitu romantis, makan malam yang diiringi indahnya lantunan dari gesekan biola
Alanna tak dapat menyembunyikan kebahagiaannya, ia tak pernah diperlakukan seperti ini sebelumnya
Ia tak pernah merasa paling dicintai, selama ini semua orang menatapnya dengan tatapan penuh minat
"Kenapa? Kok nangis?" Kevin menatap khawatir
"Maaf, aku cuma gak nyangka ada seseorang yang mencintai aku dengan tulus!"
Kevin mengulurkan tangannya, mengusap pipi sang kekasih yang ternoda oleh air mata
"Sekarang kamu punya aku! Kita akan hadapi semuanya bersama!"
Alanna mengangguk, menatap pria dihadapannya dengan tatapan penuh cinta "Aku mencintai kamu!"
"Aku jauh lebih mencintai kamu, Alanna!"
Malam itu berlalu dengan begitu romantis, sepasang kekasih yang baru saja meresmikan hubungan
Cinta yang terpendam itu pada akhirnya tersampaikan dengan begitu indah, Alanna mungkin telah menjadi seorang Cinderella yang telah menemukan pangerannya
***
Walaupun statusnya telah menjadi kekasih Kevin Argantara, namun dia tetaplah seorang office girl Di perusahaan ini dan dirinya harus tetap bekerja
"Alanna!"
Alanna yang baru saja selesai membersihkan salah satu ruangan menoleh saat seorang wanita memanggilnya
"Iya mbak?"
"Tuan Kevin ingin kamu membawakan kopi keruangan nya!" Ujar wanita bernama Amel itu
"Iya mbak Amel!" Alanna bergegas membuatkan kopi sesuai keinginan atasannya itu
Beruntung ia tahu bagaimana selera Kevin dan tak butuh waktu lama untuk ia belajar
Alanna lebih dulu mengetuk pintu, tak ada sahutan membuatnya mendorong pintu kaca itu perlahan
Melongokkan kepala kedalam, namun tak ada sosok yang tengah ia cari "Dimana dia? Apa aku taruh aja kopinya dimeja?" Gumamnya
Alanna memberanikan diri untuk masuk, walaupun ruangan ini milik kekasihnya, tetap saja ia sungkan, mengingat dirinya hanya seorang pekerja
Alanna terkejut begitu pintu ruangan tersebut tiba-tiba saja tertutup dan bahkan dikunci
"Tuan Kevin?" Alanna tak tahu jika kekasihnya berada dibalik pintu
Kevin tertawa, wajah terkejut kekasihnya itu terlihat menggemaskan baginya "Muka kamu kok gitu?"
"Kamu ngerjain aku?" Kesal Alanna, ia tak tahu jika ia memiliki seorang kekasih yang begitu iseng
Kevin mendekat, mengambil nampan dan menyimpannya di meja lalu memeluk kekasihnya membuat Alanna mematung
Ia belum terbiasa dengan perlakuan romantis seperti ini, terlebih keduanya tengah berada dikantor, siapapun bisa tahu
"Ini dikantor tuan Kevin!" Kevin mengecup bibir ranum itu membuat Alanna terkejut
"Berhenti memanggilku seperti itu!"
"Lancang!" Alanna memukul pelan dada bidang kekasihnya membuat Kevin tertawa
Alanna memperhatikan saja kekasihnya itu tertawa, selama beberapa Minggu bersama, ini pertama kalinya ia melihat Kevin tertawa
"Kamu temenin aku kerja!" Kevin menarik tangan kekasihnya, ia duduk dikursi kebesarannya lalu Alanna berada di pangkuannya
"Ini dikantor Kevin!" Jantung Alanna rasanya sudah tidak beraturan. Bagaimana bisa pria ini bisa dengan santainya melakukan semua ini dikantor
"Lalu? Kantor ini punya aku sayang!" Kevin mengecup sebelah pipi sang kekasih
"Ya kamu gak pa-pa, tapi karyawan lain pasti berpikir kalau aku mencoba merayu bos! Aku akan dianggap perempuan mura___"
Alanna tak bohong, sejak awal masuk ia sudah dianggap anak emas tuan Kevin, belum lagi tatapan Amel yang selalu tajam jika dirinya dipanggil oleh CEO
Alanna tahu jika beberapa wanita di perusahaan ini jatuh hati pada pesona tuan Kevin Argantara, itu sebabnya Alanna tidak ingin jika orang-orang tau hubungan antara dirinya dan pemilik perusahaan ini
"Kalau ada yang bilang seperti itu, kamu bilang sama aku! Aku pastikan mereka berakhir sayang!" Kevin mengeratkan pelukannya pada pinggang ramping itu
"Udahlah! Bicara sama kamu tuh gak pernah bisa menang!" Alanna memasang wajah cemberut
"Kamu pemenangnya nona Alanna!"
Alanna diam, hari ini pekerjaannya adalah menemani sang CEO bekerja. Tapi apa iya menemaninya harus dengan cara seperti ini
Kevin hanya menggunakan tangan kanannya pada keyboard sementara tangan kirinya melingkar indah di pinggang ramping Alanna
"Capek yaa jadi CEO?"
"Hmm!" Kevin menjawab dengan gumaman "Aku sempat berpikir untuk menjadi petani aja!"
Alanna tertawa "Jadi petani?" Ia tak dapat membayangkan kulit putih Kevin dibawah sinar matahari
"Kalau aku cuma seorang petani, kamu masih mau kan sama aku?"
Alanna mengecup sebelah pipi kekasihnya, membuat Kevin terbelalak karena ini adalah pertama kalinya kekasihnya ini memiliki inisiatif
"Aku mau jadi pacar kamu, dengan pekerjaan apapun!"
Kevin tersenyum, wajahnya mendekat hendak mengecup bibir merah muda itu. Namun sebelum itu terjadi Alanna sudah menutup bibir kekasihnya itu
"Cepet selesaiin kerjaannya! Aku harus kembali. Mbak Amel pasti udah marah-marah sekarang!"
"Kamu mau aku pecat Amel?"
Alanna menggeleng cepat, apa-apaan Kevin ini, apa semuanya harus diselesaikan dengan kekuasaan?
"Jangan becanda! Kamu gak harus mikirin soal aku! Kamu fokus aja sama kerjaan!"
Kevin kembali menatap layar laptop dengan Alanna yang senantiasa berada dipangkuan nya
Alanna kembali setelah lebih dari tiga puluh menit berada diruang sang kekasih. Ini karena Kevin yang tidak pernah melepas kekasihnya
Alanna sudah menduga, ia pasti akan menjadi perhatian semua orang. Begitu ia masuk ke pantry, semua tatapan mengarah kepadanya
"Kamu diruang tuan Kevin selama tiga puluh menit? Ngapain aja kamu disana?" Tanya Amel, ia adalah senior di bagian office girl
"Maaf mbak, tadi tuan Kevin minta dibeliin sesuatu?" Alanna memberi alasan
Jika tau begini ia tidak akan pernah mau menemani kekasihnya itu untuk bekerja. Amel menatap wajah Alanna lekat
"Apa kamu mencoba menggoda tuan Kevin?" Tebak Amel, membuat Alanna menatapnya
Sejak kapan ia menggoda Kevin? Yang ada dirinya yang selalu dirayu oleh kekasihnya itu
"Saya tidak pernah melakukan itu"
"Kenapa lipstik kamu berantakan?"
Alanna terbelalak, tangannya menyapu sudut bibirnya dan benar saja jika lipstik berwarna pink itu keluar dari garis bibir
Alanna mengumpat dalam hati, ini karena ulah jahil Kevin yang mengecupnya walaupun berulang kali ia melarang
Alanna yang bodoh, harusnya sebelum kembali ia memeriksa lagi penampilannya "Ini.. ini tadi karena saya makan roti mbak!"
Jawaban itu jelas tak bisa diterima oleh salah satu penggemar Kevin Argantara. Alanna baru saja kembali dari ruangan sang CEO dengan lipstik yang berantakan
Terlebih Amel tau jika sebelumnya ruang CEO dalam keadaan terkunci. Amel sempat berpikir apa dirinya kalah dari seorang office girl baru?
"Jangan pernah menipu saya Alanna!" Tatapan intimidasi itu membuat Alanna menunduk "Jangan berani-berani kamu merayu tuan Kevin! Karena tuan Kevin itu milik saya!"
"I-iya mbak!"