"Mas, kamu harus tau. Mantan suamiku dulu, dia sempat menyesal karena mengambil keputusan terlalu cepat dan dalam keadaan emosi."
Menghirup nafas lebih dalam, Rey menyadari kesalahannya. "Dan itu sama dengan yang Mas lakukan ke kamu?"
"Iya,"
Rey menyesali ucapan talaknya yang diucapkan satu kali. Lantas apa yang membuat Fitri hampir dicerai lagi oleh suami keduanya?
Kesalahan apa yang dilakukannya dimasa lalu yang menyebabkan hidupnya di penuhi sejuta luka?
(adult romance)
Jangan lupa siapin tisu sebelum membaca dari bab awal 😢
@ana_miauw
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon meliani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kencan romantis
Dua hari di pulau bali terasa sangat menyenangkan. Fitri dan Rey mencetak kenangan indah ini, di ingatannya dalam-dalam. Yang dimana di pulau Bali ini kali pertamanya mereka menjadi sepasang suami istri seutuhnya.
Satu hari kemarin dihabiskan mereka untuk bergelut villa, siang hari ini mereka berkencan layaknya remaja pada umumnya yang sedang dimabuk cinta. Mereka mendatangi pantai Sanur, menikmati pasir putih yang berada di bibir pantai. Mulutnya juga tidak berhenti mengunyah makanan karena aktivitas yang mereka gunakan cukup menguras energi.
Hingga pada saat matahari tenggelam satu pasang pengantin baru masih berada disana mengabadikan moment istimewa itu di ponsel pribadinya.

Pada saat makan malam, juga melakukan dinner romantis di bibir pantai itu.
Rey meneguk jus melon dan menatap intens Fitri. Lebih tepatnya merasa heran, kenapa Fitri tidak pengalaman yang dibayangkan.
Menurut dari artikel-artikel yang Rey baca, seorang janda akan menuntunnya terlebih dulu karena tentu dia lebih tahu soal pendekatan yang berakhir dengan urusan ranjang. Tapi disini, Rey yang memulai semuanya. Bukan karena Rey bujang lantas dia laki-laki yang tidak tahu apa-apa terhadap persoalan hasrat. Biar bagaimanapun dia belajar dari banyak penjuru. Seperti kepada teman-temannya yang sudah lebih dulu menikah sebelum dirinya. Hidup di jaman sekarang mencari tahu akan lebih mudah karena zaman sudah semakin canggih.
"Jangan liatin terus !" Protes Fitri yang merasa tidak nyaman terus ditatap seperti itu. "Ada apa?"
"Memangnya kamu belum pernah berpacaran?" Tanyanya tanpa difilter terlebih dahulu. Menyebalkan pertanyaannya.
Fitri menggeleng dan berkata sejujurnya, "nggak pernah,"
Rey mengernyitkan dahi. "Sekalipun dengan suamimu yang dulu?"
"Enggak, kan nggak pacaran. Waktu itu kami langsung menikah."
"Bulan madu seperti ini juga tidak pernah?"
"Nggak Mas Rey, dia sibuk."
"Apa kamu jarang disentuh? Menurut artikel yang Mas baca, orang yang lebih banyak disentuh akan terasa lebih mudah saat melakukannya."
"Mas Rey !" Fitri mendelik. "Pertanyaanmu semakin ngawur aja." Fitri menjewer telinga suaminya.
"Aaaauuww!! Galaknya, sakit nyonyaa."
"Abis kemarin Mas agak kesulitan." Rey berbisik kepada Fitri. "Sempit seperti baru pertama kali."
"BUKKHH!!"
"Tega kamu yank, belum sebulan aku nikah udah dipukul-pukul." Muka Rey memelas, mengusap pukulan yang mendarat pada siku lengannya.
Fitri bersungut-sungut kesal, "nanya yang lain! Jangan mengarah kesitu terus. Mesum."
"Iya maaf-maaf." Memeluknya dari samping. "Setelah ini mau kemana lagi."
"Ini sih udah malam, lanjutin besok aja yaa."
"Oke."
***
Hari ketiga masih dilanjutkan dengan kencan. Paginya bersepeda di pinggir pantai, naik jetski, mengunjungi wisata-wisata yang letaknya tak jauh dari pantai Sanur itu. Dan yang paling penting mencari oleh-oleh untuk Mama kesayangannya.
"Cape Mas Rey, pulang ke villa yuk. Ini udah terik banget." Pinta Fitri, wajahnya sangat memerah karena kepanasan.
"Iya sudah, tapi besok pulang ya? Mas sudah harus balik ke kantor. Banyak yang harus diurus."
Keduanya menaiki taxi online sekitar lima belas menit menuju villa. Saat sudah sampai, Rey mengeluarkan sejumlah uang untuk membayar driver.
Berjalan ke villa, Fitri terpikirkan sesuatu. "Aku nggak pernah tau kantor Mas kaya gimana, tempatnya juga. Aku boleh lihat kesana nggak sih?" tanyanya penasaran.
"Boleh, tapi pakai masker." Ucap Rey lalu membukakan pintu, lalu keduanya duduk saling menyender.
Fitri menaikkan alisnya, "kok gitu?"
"Ah sayang kamu polos sekali sih?" Fitri terdiam menunggu Rey melanjutkan ucapannya lagi. "Jangan ambil resiko, tau posisiku itu bukan posisi sembarangan. Paling bahaya bukan pada diri Mas sendiri. Tapi yang mereka incar adalah kelemahan Mas, yaitu orang terdekatnya."
"Emangnya banyak orang yang nggak beres disekitar Mas Rey?"
"Mungkin banyak, hanya saja, Mas tidak mengetahuinya."
....
To be continued.
Budayakan like sebelum tutup buku.
pemeran utama pria selalu salah, dia dibohongi ujung2 dia juga yang salah, dia pergi kerja lama dia juga salah, dua ujuga yang dibuat menyesal, mengemis2 maaf, pemeran utama pria di novel selalu dibuat karakter bodoh yang Terima saja diperlakukan apapun dan pada lahir dia dibuat mengemis2 pada istrinya
pemeran utama wanita selalu akan dibenarkan, dia membohongi suami dengan kebohongan yang sangat menyakitkan tapi ujung2 pemeran utama pria juga yang salah dan mengemus maaf, pemeran utama wanita pergi dari rumah dan buat suami kayak pengemis dan menderita novel anggap biasa saja bukan kesalahan yang perlu dibesar2kan dan tidak perlu minta maaf tapi pemeran utama pria pergi karena kerja yang sangat penting udah dibuat jadi kesalahan fatal dan dapat hukuman dan diremehkan pria lain
vano lelaki lain yang suka pada pemeran utama pria terlalu diistimewakan dan tidak pernah dianggap salah dan bisa merasakan tubuh pemeran utama wanita dan bebas memprovokasi pemeran utama pria, kesalahan sangat banyak, meleceh wanita, memaki jalang pada peran utama wanita, menghancurkan rumah tangga adiknya tapi karena tidak dianggap salah dana tidak perlu dapat balasan