NovelToon NovelToon
IMMORTAL TRANSMIGRATION

IMMORTAL TRANSMIGRATION

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Wanita / TimeTravel / Fanfic
Popularitas:7.6k
Nilai: 5
Nama Author: Mellisa Gottardo

Wanita modern yang bertransmigrasi ke dalam sebuah novel kuno. Berjuang dari nol sampai akhirnya menjadi immortal, bagaimana kisahnya? Ikuti terus perjalanannya!!!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mellisa Gottardo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sembilan

Setelah melewati perbatasan, mereka hanya perlu menyebrang jembatan sungai dan melewati hutan. Lahan yang di beli oleh Ziang ada tepat di bawah kaki bukit, di sana benar-benar rindang sekali karena tidak ada kehidupan manusia.

Sayang nya karena rumput ilalang tumbuh terlalu tinggi, kereta kuda tidak bisa masuk dan terpaksa berhenti di hutan. Ziang dan Zhao turun untuk membuka jalan, sedanngkan Jessy sedang ketakutan sekarang.

Kenapa takut? karena pasti banyak hewan di semak belukar itu. Jessy benci sekali dengan ular, membayangkan nya saja membuatnya merinding.

Baru saja di pikirkan, Jessy melotot saat melihat ular mulai merambat ke atas gerbong. Jessy reflek berteriak nyaring hingga Ziang berlari mendekat dengan cepat.

Kyaaaaaaaaaaaaaaaa

drap

drap

Syuuuttttt

Cratttttt

Ziang datang dan langsung menghabisi ular itu, melihat Jessy begitu ketakutan Ziang langsung membersihkan semak di sekitar kereta kuda lebih dulu lalu membuat perapian untuk mengusir hewan melata san serangga.

“Kau baik-baik saja?.” Ziang menengok ke dalam gerbong, keriat mengucur deras membuktikan jika dia mengeluarkan tenaga ekstra untuk membersihkan semak belukar.

“Yaa, selagi tidak ada ular. Aku benci ular.” Cicit Jessy di sudut gerbong.

“Kemari lah, aku sudah membersihkan semuanya. Tidak ada ular lagi.” Ziang mengulurkan tangan nya.

“Tidak mau.” Jessy menggeleng takut.

“Percayalah pada ku, sudah tidak ada semak ilalang lagi.” Bujuk Ziang.

Jessy dengan was-was menerima uluran tangan Ziang. Dia melihat keluar kereta, memang benar sudah tidak ada ilalang tinggi lagi dan semuanya jadi terlihat lebih bersih dan aman. Jessy juga menghirup aroma rumput dan tanah dari tubuh Ziang, sepertinya dia sudah berusaha keras.

“Lalu dimana Zhao?.” Tanya Jessy, baru ingat punya anak.

“Di sana.” Ziang menunjuk ke depan dengan dagu nya.

Jessy menoleh, melihat Zhao sedang mengayunkan pedang milik Ziang dengan sangat semangat untuk membabat semua rumput ilalang di depan sana. Anak itu benar-benar kegirangan, mungkin dia suka pedang.

“Tunggu, lalu tadi kau membersihkan ini semua menggunakan apa jika pedang mu ada pada nya?.” Heran Jessy.

“Aku menggunakan tangan dan belati.” Jawab Ziang.

“Astaga pantas saja dia berkeringat sebanyak ini, pasti lelah sekali mencabut rumput raksasa seluas ini tanpa alat.” Batin Jessy terpesona dengan Ziang yang sangat kuat.

“Ayaahhhh\~\~ aku sudah memotong semua rumput sesuai perintah mu.” Zhao datang berlari membawa pedang dengan senyum ceria.

“Waahh hebat sekali, apa kau lelah Zhao?.” Jessy tersenyum lucu.

“Tidak, pedang Ayah sangat membantu.” Zhao terlihat sekali suka pedang.

“Kau menyukai itu?.” Tanya Ziang.

“Ya! ini keren.” Zhao mengangguk.

“Ambil saja untuk mu, rawat lah dengan baik karena pedang itu sudah menemani ku bertarung sejak usia 8 tahun.” Ucap Ziang tanpa terduga.

“A-apa? untuk ku? lalu Ayah bagaimana?.” Zhao terkejut, Jessy melongo.

“Aku bisa membuat pedang lagi, ingat untuk merawatnya dengan baik.” Ucap Ziang.

“Terimakasih Ayah.” Zhao langsung memeluk pedang itu dengan senang. (Ada sarung pedang nya).

Setelah jalan terbuka, mereka melanjutkan perjalanan naik kereta kuda dengan cukup hati-hati karena jalan di penuhi akar dan batu-batuan. Ziang bahkan sampai turun dan menjaga belakang gerbong.

Setelah lewat dengan susah payah, akhirnya mereka sampai di lahan milik Ziang yang ternyata sangat luas sekali. Udara nya sejuk, matahari nya menyinari dengan sangat baik, ada banyak macam bunga liar yang tumbuh di sana.

“Wahhhh indah nyaaaa, tapi tidak ada rumah nya.” Ucap Jessy.

“Aku akan membuat tempat berteduh sementara.” Ziang sangat act of service.

Zianh membuat rumah-rumahan dari kayu dan atap ilalang. Jessy duduk di sana sambil meluruskan pinggang nya yang lelah duduk berhari-hari di dalam gerbong kereta.

“Tidak perlu menurunkan barang-barang dari kereta. Lepaskan saja kuda-kuda untuk makan rumput, kita istirahat dulu sebentar sebelum membangun rumah.” Ucap Jessy.

“Kau akan ikut membangun rumah?.” Kaget Ziang.

“Ya, tentu saja.” Jessy punya rumah impian.

Mereka istirahat sambil makan bakpao dan minum air, Jessy melihat posisi terbaik untuk membangun rumah. Meskipun semua bahan material nya belum ada, semoga saja ada banyak hal di hutan ini yang bisa di jadikan material.

“Bagaimana jika kita membangun gazebo kayu di sana dan di sana, lalu rumah tanah di sudut menghadap ke jalan kita masuk tadi?.” Usul Jessy.

“Rumah tanah?.” Heran Ziang.

“Iya, kita bangun tembok dari batu, pasir dan tanah yang kokoh. Lalu atap nya dari kayu dan genting tanah liat juga.” Jessy excited.

Meskipun heran tapi Ziang tidak menolak usulan Jessy, mungkin Ziang juga ingin memberikan rumah impian untuk istri nya ini. Meskipun belum tumbuh perasaan cinta, tapi mereka sudah saling mengandalkan dan perhatian satu sama lain.

“Aku akan membangun rumah kayu terlebih dulu di belakang sana, nanti nya bisa di jadikan kandang kuda. Selama pembangunan rumah tidak mungkin kita tidur di luar, kita juga perlu memasak makanan.” Ucap Ziang meminta pendapat.

“Iya lakukan saja.” Jessy setuju.

Akhirnya Ziang dan Zhao menebang pohon dan mengikat ilalang untuk membangun rumah kayu dadakan. Membuat tungku dan menyiapkan kayu bakar juga, rumah sementara bisa di bangun dalam waktu singkat.

“Wahhh hebat sekali, kalau begitu aku akan memberitahu rencana pembangunan rumah baru kita yang keren di sebelah sana. Pertama  kita harus menggali tanah untuk membuat pondasi, lalu setelah itu tiang penyangga di sudut untuk menobang tembok agar kokoh. Barang yang di butuhkan itu batu besar, pasir, tanah, air dan batang kayu kecil yang tidak mudah keropos.” Ucap Jessy menjelaskan.

“Aku akan mencari semua nya di hutan dan bukit, Zhao kau bisa menggali tanah dengan kayu.” Ucap Ziang mengangguk meskipun tidak sepenuhnya mengerti.

“Aku akan membantu menggali tanah___

“Duduk saja, ini pekerjaan laki-laki. Kau cukup mengarahkan saja, tidak perlu melalukan pekerjaan kasar dan berat seperti ini.” Ziang melarang.

“Terimakasih, aku akan memasak untuk kalian.” Jessy mengangguk, dia akan memasak saja.

Semua sibuk dengan kegiatan masing-masing, Zhao yang menggali tanah setelah di bantu membuat garis oleh Jessy. Ziang yang pergi mencari pasir, tanah liat, air, batu dan dahan kayu kecil sesuai permintaan Jessy. Lalu Jessy yang sedang menanak nasi menggunakan kuali yang dirinya beli di pasar, dia akan memasak nasi goreng saja karena hanya itu saja bahan yang ada.

Saat nasi goreng matang, Jessy memanggil Ziang dan Zhao untuk makan terlebih dahulu. Langit sangat terik karena memang sedang panas-panas nya. Jessy tersenyum senang saat Ziang benar-benar bisa menemukan batu besar, pasir, tanah liat dan dahan kayu panjang tapi kecil.

“Apa ini?.” Ziang heran saat makan nasi goreng.

“Nasi goreng, resep buatanku sendiri. Maaf ya, hanya ini saja bahan yang ada.” Jessy mengira rasanya tidak enak.

“Enak, aku baru pertama kali memakan makanan seperti ini.” Ziang makan dengan lahap.

Berbeda dengan Zhao yang makan dengan tergesa bahkan tidak ada waktu untuk bicara. Jessy tersenyum senang karena masakanya dimakan dengan lahap.

Selesai makan, Jessy meminta Ziang agar menghancurkan batu agar ukurannya sama untuk pondasi. Zhao kembali menggali tanah, sedangkan Jessy sedang berpikir bagaimana cara membuat perekat kuat untuk pondasi.

Jessy menggabungkan pasir dan tanah liat menggunakan pasir. Dan itu benar-benar sangat lengket di awal, tapi setelah kering mudah hancur dan terkikis.

“Andaikan ada bubuk vulkanik atau semacam nya untuk pengganti semen.” Batin Jessy berpikir keras.

“Ada apa?.” Ziang melihat perubahan ekspresi Jessy.

“Aku bingung bagaimana membuat adonan untuk merekatkan batu, ini cukup lengket tapi setelah kering jadi mudah hancur.” Jessy bicara jujur.

“Apa bahan yang perlu aku cari?.” Tanya Ziang.

“Mungkin jika ada abu vulkanik dari lahar gunung meletus, itu bisa menjadi perekat yang cukup baik.” Ucap Jessy.

“Mana mungkin ada lahar di bukit?.” Ziang merasa itu mustahil.

“Benar kan? sudahlah tidak apa-apa gunakan pondasi ini terlebih dahulu. Semoga saja bisa menjadi kokoh.” Ucap Jessy.

Setelah Zhao selesai menggali tanah sesuai garis yang telah di buat. Bangunan rumah ini cukup besar dan luas, Ada 4 kamar tidur, 3 kamar mandi, ruang keluarga, ruang baca dan dapur. Tidak ada ruang tamu karena tidak memiliki niat untuk menerima tamu.

Jessy dan Zhao membantu Ziang menyusun batu untuk pondasi, lalu di berikan perekat dari pasir dan tanah liat lalu di tumbuk batu lagi. Seperti itu secara beulang sampi pondasi benar-benar kokoh dan mampu menopang bangunan rumah. Tidak lupa menancapkan batang bambu kecil yang sudan di anyam seperti besi cakar ayam di setiap sudut untuk menjadi sandaran tembok.

Mereka memasang pondasi sampai larut malam. Sengaja di lembur supaya besok tinggal menunggu kering saja, mereka semua tidur dengan kelelahan karena membangun rumah memang sangat melelahkan sekali.

Pagi hari berikutnya, Jessy mengajari Ziang dan Zhao membut batu bata dan genting dari tanah liat. Mereka semua mencetak dengan rapih dan serius, lalu di bakar menggunakan api naga milik Zhao.

Jika ada yang bertanya mengapa tidak meminta Zhao untuk menbangunkan rumah secara magic? tidak bisa seperti itu, karena sejatinya kekuatan sihir itu memiliki batasan apalagi Zhao itu masih kecil. Membangun rumah manual juga tidak masalah, ini bisa menjadi kenangan dan saksi perjuangan mereka bersama-sama dari nol.

Selama satu minggu mereka membuat batu bata dan genting. Ziang juga sudah memotong kayu hitam kokoh untuk atap rumah nantinya, pembangunan sudah jalan 5% dan masih panjang perjalanan mereka.

Setelah pondasi di pastikan benar-benar kering, Jessy terkejut karena pondasi itu kuat dan tidak longsor seperti percobaan nya beberapa hari lalu. Ternyata memang tidak boleh menyerah dalam sekali percobaan, keberhasilan berawal dari kegagalan.

Jessy mulai memasang batu bata untuk membuat tembok, tembok di buat lebih tebal dan kokoh. Ziang dan Zhao bekerja sama untuk membangun tembok rumah pertama mereka.

Begitu tembok berhasil berdiri, Jessy menangis karena merasa terharu. Dia tidak pernah memiliki pengalaman menjadi tukang bangunan, tapi siapa sangka dia berhasil membuat rumah pertama nya dengan ilmu seadanya. Berharap rumah ini akan kokoh, apalagi Ziang yang pada dasarnya pintar, dia membuat tembok kokoh dengan kreatifitasnya.

Pembangunan tembok selesai dalam 3 hari, sambil menunggu tembok benar-benar kering dan kuat. Ziang mulai nyicil membuat tempat tidur, bak mandi, rak buku, meja, dan kursi. Entah sudah berapa pohon hutan yang di tebang, Ziang hanya menebang pohon yang kuat dan kokoh saja. Kebanyakan yang di tebang itu kayu hitam yang tidak mudah keropos.

Jangan khawatir masalah kuda, mereka makan dengan sangat baik karena ada rumput di mana-mana. Jessy tidak di izinkan naik bukit karena takut bertemu hewan buas, padahal Jessy juga ingin melihat-lihat.

“Ziang aku bosan, aku juga ingin masuk bukit. Siapa tahu ada buah atau sesuatu yang bagus,  izinkan aku ke sana ya? aku janji hanya sebentar saja.” Rengek Jessy.

“Tidak, aku belum memastikan bukit itu benar-benar aman. Jika memiliki waktu luang lebih baik kau tanam saja bibit yang kau beli di belakang rumah, bukankah kau bilang ingin membuat kebun?.” Ujar Ziang, tidak memberi izin.

“Oh benar juga.” Jessy hampir lupa.

Karena rumah di bangun sedikit menjorok ke tengah, halaman belakang rumah masih sangat luas. Apalagi ada aliran sungai dari bukit di belakang sana, tidak akan takut kehabisan air dan tanah sudah pasti subur.

Jessy menghabiskan waktu untuk memindahkan bibit yang sudah muncul tunas nya itu di kebun baru nya. Ada sereh, daun bawang, jahe, kunyit, cabai, sawi, kol, dan pohon jeruk.

Semuanya adalah tanaman bumbu memasak, tanaman yang akan sangat membantu sekali. Selain irit juga di pastikan lebih sehat dan segar, pilihan Jessy tidak salah untuk membuat kebun di belakang rumah.

Setelah satu hari bersantai, tembok sudah kering dan mulai di beri adonan pasir dan tanah untuk menutup batu bata. Karena di kerjakan tiga orang semuanya selesai lebih cepat, sore hari mereka sudah mulai memplaster tembok menggunakan tanah liat saja supaya hasilnya halus.

Pembangunan tembok benar-benar selesai tanpa kendala, hari berikutnya mulai pemasangan atap rumah. Sengaja di buat model kapal selam bukan segitiga, agar atap lebih estetik dan tidak pasaran.

Akhirnya pemasangan genting selesai dalam satu hari, butuh ketelitian agar tidak ada kebocoran. Jessy menatap rumahnya yang sudah 70% berdiri dengan tatapan bangga, rumah modern di dunia yang kuno.

Untuk jendela, pintu, plafon dan lagai semuanya dari kayu. Akan di pasang malam ini sekalian lembur, karena sibuk bekerja mereka jadi jarang berinteraksi karena lelah dan sibuk.

Zhao juga terlihat lebih pendiam dari biasa nya. Jessy jadi merasa bersalah karena jarang mengajak anak itu bicara, takut tiba-tiba jadi bisu karena lupa cara berbicara.

“Zhao.” Panggil Jessy saat Zhao sedang membantu Ziang memasak kayu lantai.

“Ya Ibu?.” Jawab Zhao.

“Kamar yang paling depan itu kamar Ayah dan Ibu. Kamar kedua yang berada di belakang ruang keluarga ini kamarmu, lalu dua di sebelahmu mungkin akan menjadi kamar adik-adikmu. Bagaimana? apa kamu keberatan dengan kamar mu?.” Tanya Jessy, membuat Ziang diam-diam tersipu karena ucapan “adik-adik”.

“Tidak, aku mau dimana saja asal bersama kalian.” Jawab Zhao.

“Apa cita-cita mu Zhao?.” Tanya Jessy tesenyum.

“Cita-cita itu apa?.” Bingung Zhao.

“Semacam impian mu saat besar nanti, ingin menjadi jendral, ksatria atau pengusaha?.” Tanya Jessy.

“Aku ingin jadi anak kalian saja.” Jawab Zhao.

“Hahahahah tentu saja itu akan berjalan selamanya. Tapi nanti kau harus bisa hidup mandiri dan mencari uang, lalu menikah dan membangun keluarga sendiri.” Jessy tertawa karena Zhao terlalu polos.

“Kenapa aku harus melakukannya?.” Zhao tidak minat.

“Seperti Ayah dan Ibu yang menikah, suatau saat kau juga akan bertemu wanita yang kau sukai dan menikahi nya.” Ucap Jessy.

“Kalau begitu aku akan menikah dengan Ibu saja.” Jawab Zhao.

“Mana boleh seperti itu.” Celetuk Ziang, tidak terima.

“Kenapa? aku suka Ibu.” Zhao menatap bingung pada Ziang.

“Ibu itu istri Ayah, kau cari istrimu sendiri.” Ziang cemburu.

1
Wiwin Ma Vinha
hemmm🤭
Mellisa Gottardo: hehehe
total 1 replies
Wahyuningsih
💪💪💪💪 thor dlm upnya
Mellisa Gottardo: iyaaa hiks
total 1 replies
Eka Haslinda
jadi itu dia tabib betina yg diceritakan jessy d awal kisah novel ini.. apa namanya thor.. tabib sasimo kah 🤣🤣
Mellisa Gottardo: Wakakakakak iyaaa😭
total 1 replies
Eka Haslinda
ocong terfitnah 🤣🤣🤣
Mellisa Gottardo: hahahaha iya lagi
total 1 replies
Marsya
wah tuch tabib mw digeprek sama jessy kyaknya🤔🤔🤔🤔
Mellisa Gottardo: Jessy : tunggu tanggal mainnya🤟🏻
total 1 replies
zhuyan 🙊🙊
hadehh zhao dari ocong jadi cacing 🤣🤣🤣🤣
Mellisa Gottardo: Wkwkwkwk
total 1 replies
Eka Haslinda
ponakan ku panggilannya ocong thor 🤣🤣🤣
Eka Haslinda: cuman fana thor 🤣🤣🤣
total 2 replies
ClarissWu
semangatttt thor💪💪
Mellisa Gottardo: hehehehe
total 1 replies
zhuyan 🙊🙊
nama yg unik ocong
Mellisa Gottardo: #izinnnn😭
total 1 replies
ᵉᶠ ↷✦; 𝓔 𝓵 𝓵 𝓮 ❞
titisan anak monyet mulai beraksi 🤣
Mellisa Gottardo: HAHAHAHAHAHA
total 1 replies
ᵉᶠ ↷✦; 𝓔 𝓵 𝓵 𝓮 ❞
kekuatan hati seorang ibu itu nyata apa ada nya
Mellisa Gottardo: hiks betull
total 1 replies
ᵉᶠ ↷✦; 𝓔 𝓵 𝓵 𝓮 ❞
suka banget gaya Jessy, masa bodoh dengan semuanya
ᵉᶠ ↷✦; 𝓔 𝓵 𝓵 𝓮 ❞
lahh, dia yang jadi gila 🤣
Mellisa Gottardo: hahahaha
total 1 replies
ᵉᶠ ↷✦; 𝓔 𝓵 𝓵 𝓮 ❞
sampai disini dan derik ini, masih sesantai itu 🤣
Mellisa Gottardo: Jessy : santai dulu g sih🤟🏻
total 1 replies
Eka Haslinda
aku kaget thor 🤣🤣
Mellisa Gottardo: heheheheheeheh maaf🥰
total 1 replies
ᵉᶠ ↷✦; 𝓔 𝓵 𝓵 𝓮 ❞
kalo segampang transmigrasi, aku juga mau dong 🤣
Mellisa Gottardo: bismillah dulu aja kak😭
total 1 replies
aria
author kasih gambar dong biar makin semangat menbaca.
Mellisa Gottardo: ga mood kak, apk yang buat visual sekarang ganbarnya beda🥹
total 1 replies
zhuyan 🙊🙊
akhirnya zhao bebas juga
Mellisa Gottardo: iyaww
total 1 replies
Wahyuningsih
💪💪💪💪💪 thor dlm upnya
Mellisa Gottardo: hehe okee🥰
total 1 replies
Wahyuningsih
thor dpt bonus ruang dimensi biar mkin seru n badaz abiz thor
Mellisa Gottardo: dari nol dulu yaa🥰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!