NovelToon NovelToon
Mas Bule Kekasihku

Mas Bule Kekasihku

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: xeynica_10

Merasa kesal karena ada yang mengatakan bahwa dirinya tidak akan laku bahkan akan terus menjomblo seumur hidup, tidak ada satu pun pria yang tertarik padanya.

"Enak aja dia bilang begitu padaku! Awas saja kau! Akan aku buktikan diriku ini bisa memiliki seorang kekasih dan layak untuk dicintai!" geramnya wanita cantik itu.

Ia bersumpah pada dirinya sendiri, setelah mendapatkan kekasih justru ia akan langsung memamerkan kemesraannya terhadap orang yang telah berani berkata seperti itu.

"Tapi tunggu! Dari mana aku akan mendapatkan seorang kekasih!?" ia gelisah dan mondar-mandir.

"Astaga..." dirinya mengusap wajah dengan kasar.

"Hah, semoga dapat ya?" batinnya berdoa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon xeynica_10, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode Duapuluhlima

"Kak Cell, kita mau duduk dimana nih?" tanya Aleix yang berjalan di samping kirinya wanita itu.

"Disana saja" tunjuk wanita itu sambil menunjuk ke arah kursi yang khusus 3 orang, dan sangat pas sekali untuk mereka.

Posisi duduknya, Cellsyia berada di tengah, sang kekasih, Aren di sebelah kirinya dan sementara Aleix di sebelah kanannya.

"Hah..Kak, cape banget!" remaja lelaki itu berbisik dengan lirih.

Aleix menyandarkan kepalanya pundak sepupu cantiknya, namun pria bule itu tidak menyadarkan kepala ke pundaknya melainkan ke meja dengan kedua tangan dilipat lalu kepalanya memiring ke arah kanan.

"Sayang, kamu masih pusing, hm?" Cellsyia bertanya seraya mengusap lembut rambut kekasihnya.

"....." dibalas anggukkan kepala oleh pria itu.

Cellsyia, wanita itu mengedarkan pandangannya dan seketika senyuman tipis terpatri di wajah cantiknya.

Perlahan wanita itu memindahkan kepala sepupunya ke sandaran kursi di belakang, dirinya akan bangkit dari duduk tapi sebuah cekalan menahannya.

"Kak Cell, mau kemana?" tanya Aleix, kekasihnya yang terdiam melihat ke arahnya tanpa disadarinya.

"Mau apa perlu, sebentar ya. Tapi kalau misalnya lama jangan menyusulku, secepatnya aku akan segera kembali" kata wanita itu.

Cekalan di lengannya terlepas karena dilepaskan oleh Cellsyia, wanita itu berjalan entah kemana.

"Aleix" tiba-tiba saja kekasih sepupu memanggil dirinya.

Aleix, dirinya menoleh ke samping.

"Ya, Kak?" sahut remaja lelaki itu.

"Pergi kemana?" pria itu bertanya.

"Entahlah, aku tidak tahu, Kak" jawab Aleix sambil mengangkat kedua bahu.

Kekasihnya, Aren kini terduduk dengan bersandar ke sandaran kursi, pandangannya setia menatap langkah sang kekasihnya yang telah berjalan menjauh.

"Sayang, sebenarnya kamu akan pergi kemana? Sampai-sampai dirimu tidak memberitahu kami berdua" batinnya Aren.

***

"Pak, Saya beli burgernya satu" Cellsyia saat ini tengah membeli makanan di luar lantai 7.

"Baik, silakan ditunggu, Nona" balas pria paruhbaya, sang penjual burger.

Beberapa Menit Kemudian.....

"Ini Nona, pesanannya" pria paruhbaya itu memberikannya pada Cellsyia.

"Ini, uangnya, Pak" langsung diambil pesannya seraya menyerahkan uangnya.

"Ini Nona, kembaliannya" dan setelah membeli burger, wanita itu berjalan ke arah sampingnya.

***

"Bu, Saya pesan nasi gorengnya 2, es teh manis dingin 1, teh hangat 1, kentang goreng, dan pisang keju" ujar Cellsyia pada seorang wanita paruhbaya.

"Siap, Nona. Selagi menunggu pesannya, silakan duduk" wanita itu mempersilakannya duduk.

Cellsyia pun akhirnya duduk di kursi, dirinya melihat ke sekitar dan ternyata sekitar ada 11 penjual yang sedang berdagang.

"Wah, banyak sekali yang belinya" wanita itu bergumam pelan.

"Semoga laris manis" batinnya Cellsyia berkata.

Lalu setelah mendapatkan pesannya wanita itu masuk ke dalam, ia berjalan menuju kursi tadi.

"Sepertinya mereka menunggu diriku lama, ya?" pikirnya wanita itu.

Sesampainya disana ia melihat sepupunya memejamkan mata lalu beralih ke sampingnya, dan tampak sang kekasihnya mengadahkan kepala tapi matanya tidak sampai memejam.

"Hai semua..." mendengar suara yang mereka kenal, keduanya merubah posisi menjadi melihat padanya.

Cellsyia, mulai meletakkan semua makanan yang telah dipesannya tadi.

"Waa.." mulut Aleix mengangga lebar, sementara Aren terdiam.

Kemudian wanita itu duduk kembali, lalu berkata.

"Nah, silakan dimakan" dan tanpa ragu Aleix menyantap nasi goreng.

"Sayang" kekasihnya memanggilnya.

"Ya?" Cellsyia menoleh ke samping.

"Boleh aku memakannya?" tanya pria itu.

"Boleh, silakan" lalu kekasihnya menyantap termasuk dirinya.

1
bila la
bagus ceritanya menarikkk, rekomendasi guys untuk dibaca🥰🥰🥰
xeynica_10: terima kasih sudah mampir☺️...
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!