NovelToon NovelToon
10th Anniversary

10th Anniversary

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Poligami
Popularitas:24.9k
Nilai: 5
Nama Author: Laviolla

Di balik kelembutan sikap sang suami, ternyata ia menyimpan sejuta duri...

Rengganis tidak pernah menyangka jika di hari ulang tahun pernikahan yang ke sepuluh, ia akan mendapatkan sebuah kado yang sangat spesial. Kado yang menjadi awal petunjuk bahwa ada banyak dusta yang disembunyikan oleh sang suami.

Berawal dari sebuah foto USG yang ia temukan di dalam saku kemeja sang suami, Rengganis berhasil membuka sebuah rahasia yang selama ini disembunyikan. Satu rahasia bahwa ternyata sang suami diam-diam telah menikah sirri dengan wanita lain.

Lantas, jalan apakah yang akan diambil oleh Rengganis di saat pernikahannya sudah dipenuhi dusta oleh sang suami? Apakah ia akan tetap mempertahankan pernikahannya dengan menerima wanita lain untuk menjadi madunya? Atau apakah ia akan mengakhiri biduk rumah tangganya yang sudah berlayar sepuluh tahun dengan melepaskan sang suami?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Laviolla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Anniv 28. Memancing Emosi Istri Muda

Dua manusia itu masih terlihat meringkuk di bawah selimut tebal untuk meredam hawa dingin yang berada di sekitar. Namun pada kenyataannya selimut yang mereka pakai belum mampu mengusir rasa dingin yang benar-benar terasa menusuk tulang. Hingga pada akhirnya hanya dengan cara saling berpelukan seperti inilah yang membuat tubuh keduanya dialiri oleh kehangatan yang hakiki.

Kedua tubuh mereka saling mentransfer kehangatan, sehingga membuat keduanya merasa begitu nyaman tidur di alam terbuka seperti ini. Sisa-sisa ranting pohon yang semalam dipakai untuk membuat api unggun pun sudah berubah menjadi abu. Sehingga hanya menyisakan sedikit kepulan-kepulan asap di sekelilingnya.

Ting.. Ting... Ting...

Tubuh Ganis menggeliat tatkala bunyi nyaring dering ponsel Krisna terdengar memekak telinga. Ia mengerjapkan mata, berupaya untuk bangun dari tidur panjangnya dan berupaya untuk meraih kesadarannya.

Ia raih ponsel milik sang suami dan ia tatap lekat siapa gerangan yang melakukan video call kepada suaminya sepagi ini. Ia tersenyum simpul kala melihat ada satu nama yang terbaca di layar gawainya.

"Rupanya Dinda yang video call," ucap Ganis lirih.

Senyum seringai nakal terbit di bibirnya kala tiba-tiba ada sebuah ide yang muncul di dalam otak. Perlahan, Ganis menggeser posisi agar bisa lebih tinggi dari Krisna. Ia melakukannya dengan sangat hati-hati sehingga Krisna tidak sampai terbangun. Kini posisi Krisna berada di ceruk leher dan masih dengan erat memeluk tubuhnya.

"Hallo...," sapa Ganis dengan suara yang ia buat sedikit parau. Bahkan ia memasang wajah malas seperti seseorang yang teramat kesal karena diganggu.

"Kamu!!! Kamu ngapain Mbak? Mana suamiku?"

Dinda berteriak kencang bak kilatan petir yang menyambar yang membuat Ganis sedikit menjauhkan wajahnya. Dari layar ponsel, wajah Dinda terlihat begitu marah.

"Suami kita kali!" timpal Ganis asal. Ia sedikit menggeser posisi ponselnya. Hingga wajah Krisna yang sedang tertidur pulas sembari memeluk erat tubuhnya nampak di layar ponsel. "Suami kita lagi tidur!"

Nampak kedua bola mata Dinda melotot tajam. Hampir saja bola mata wanita itu copot dari bingkainya.

"Hah, sedang ada di mana kalian? Kenapa Mas Krisna tidak minta izin ke aku?"

"Memang kamu siapa? Tidak ada kewajiban bagi mas Krisna untuk meminta izin ke kamu. Ingat, aku adalah istri yang sah di mata agama dan di mata hukum. Jadi tolong pahami jika posisiku jauh lebih terhormat daripada kamu!"

"Aarrgghhh.. Tapi aku yang bakal ngasih keturunan untuk Mas Krisna, sedangkan kamu mandul. Itu yang membuat posisiku lebih tinggi daripada kamu, Mbak."

Mendengar kata mandul membuat hati Ganis sedikit terhenyak. Kata-kata yang terdengar begitu jahat yang begitu menusuk telinga juga hatinya. Hampir saja air mata itu menetes, namun sekuat tenaga Ganis menahan agar tidak terjatuh dari pelupuknya.

"Oh ya?" tanya Ganis dengan memasang wajah santai. "Memang kamu yakin bisa sampai melahirkan? Apa ada jaminan kamu bisa melahirkan anaknya Mas Krisna? Dan apa kamu yakin jika umurmu bisa sampai pada saat melahirkan?"

"Mbak... Kamu doain aku cepat mati?"

Dinda masih saja berteriak dengan mata melotot. Ucapan Ganis seakan menabuh genderang perang seperti yang saat ini terjadi di Iran.

"Oh tentu tidak. Hanya saja kita sebagai manusia tidak pernah tahu apa yang terjadi di masa depan nanti. Jangankan masa depan setengah jam dari saat ini saja kita tidak tahu apa yang terjadi..."

Ganis menjeda ucapannya. Saat ini rasanya ia berada di atas angin karena bisa membuat sang madu merasa kesal sendiri. Sedangkan Dinda terlihat masih menunggu ucapan apa yang akan dikeluarkan oleh Ganis dari bibirnya.

"Siapa tahu setengah jam dari sekarang, saat kamu keluar dari hotel tiba-tiba kamu diseruduk mobil sedot WC, kemudian kamu tertimpa semua kotoran yang ada di dalam tangki mobil. Semua itu tidak pernah terbayangkan dan terpikirkan olehmu kan?" sambung Ganis dengan menahan tawa sekuat tenaga.

Mata Dinda bertambah melotot. Bahkan saat ini wajahnya memerah menahan amarah. Napasnya juga terdengar tak beraturan yang artinya Ganis berhasil memainkan emosi Dinda yang sedang hamil itu.

"Coba lihat ini!" sambung Ganis seraya memperlihatkan beberapa tanda merah yang ada di leher dan dadanya. "Menurutmu bagaimana beringasnya mas Krisna semalam sampai meninggalkan jejak-jejak merah seperti ini?"

Dinda semakin dibuat melongo dengan bekas merah yang tertinggal di tubuh Ganis. Hatinya bertambah panas membayangkan apa yang dilakukan oleh Krisna dan Ganis semalam sampai meninggalkan jejak-jejak cinta seperti itu.

"Video call nya aku tutup dulu ya. Setelah ini kami masih mau melanjutkan bercinta lalu menikmati sunrise di tepi pantai sembari menikmati indahnya pasir putih dan debur ombak yang bergulung-gulung."

"Sialan kamu Mbak. Awas saja kamu! Akan aku adukan perbuatanmu ini ke mas Krisna dan juga mama Puspa," ancam Dinda dan seketika ia akhiri panggilan via video call itu.

Ganis hanya mengedikkan bahu dengan memasang ekspresi tak peduli. Mau diadukan ke siapapun wanita itu tetap merasa tenang dan santai sekali.

Ganis melirik ke arah wajah Krisna yang masih terlelap dalam mimpi. Tenang, terlihat sangat tenang dan damai. Ia gunakan jemarinya untuk menyusuri setiap lekuk yang ada di wajah sang suami.

Terlepas dari apapun yang sudah kamu lakukan, aku tidak bisa mengingkari jika darimu aku mendapatkan kebahagiaan itu Mas. Bahtera ini sudah lama berlayar dan terlalu berharga jika harus aku korbankan. Meski ada kebocoran dalam perahu kita ini, akan aku coba untuk menutupi dengan keikhlasan yang aku miliki.

Ganis bermonolog dalam hati seraya membelai wajah Krisna. Hingga pada akhirnya, ia hentikan aktivitasnya itu kala sayup-sayup sudah mulai terdengar suara adzan Subuh dari kejauhan. Ganis beranjak dari posisinya, keluar dari dalam tenda, mengambil air wudhu untuk segera menunaikan kewajibannya sebagai seorang hamba.

****

Pyaarrr!!!

"Aarrggghhhhh... Sialan, sialan, sialan!!!!"

Dinda melempar ponsel yang ada di genggaman tangannya ke arah dinding yang ada di sampingnya. Akibat perbuatannya itu, membuat ponsel mahal dengan logo buah apel yang dimakan tikus miliknya pecah dan puing-puingnya berserakan di lantai.

"Din... Kamu kenapa!!!"

Mendengar teriakan Dinda di pagi buta seperti ini membuat Rika yang tengah tertidur pulas seketika terbangun. Ia mengucek mata mencoba untuk bisa melihat sekeliling dengan jelas.

"Mas Krisna Ma.... Huhuhuuhu.."

Dinda menangis tergugu sembari menyenderkan punggungnya ke head board ranjang. Wanita itu bukan terlihat senang setelah video call yang ia lakukan diterima setelah semalaman ponsel suaminya tidak bisa dihubungi, namun justru membuanya nampak frustrasi dan uring-uringan sendiri.

Rika masih belum sepenuhnya mengerti akan apa yang dialami oleh sang anak. Ia mencoba untuk mendekat ke arah Dinda dan mencoba untuk meredam emosinya.

"Din, tenang... Jangan uring-uringan seperti itu. Coba ceritakan ke Mama. Krisna kenapa?"

"Mas Krisna Ma... Mas Krisna lagi liburan sama mbak Ganis," ucap Dinda dengan dada yang masih naik turun berupaya untuk menenangkan dirinya.

"Lagi liburan?" tanya ulang Rika dengan dahi yang mengernyit. "Memang apa yang salah dengan liburan itu Din? Bukannya kamu juga sering diajak liburan sama Krisna?"

Dinda menggelengkan kepala. "Selama ini aku hanya diajak mas Krisna shopping Ma. Sedangkan untuk liburan sama sekali belum pernah. Katanya aku disuruh banyak-banyak istirahat karena sedang hamil."

"Ckckckck hanya karena itu saja kamu sampai melempar ponselmu ini Din?"

"Aku sungguh kesal Ma. Mas Krisna terlihat begitu nyaman tidur di dekapan mbak Ganis, pokoknya mereka terlihat mesra sekali."

"Hmmmm.. Ya sudah. Besok kalau kamu bertemu dengan Krisna, ajak dia liburan."

Tok... Tok.. Tok...

Suara pintu hotel yang diketuk membuat Rika dan Dinda saling melempar pandangan. Dari raut wajah keduanya seakan keheranan di pagi seperti ini sudah ada yang mengetuk pintu. Akhirnya Dinda turun dari ranjang.

Ceklekkk...

Pintu terbuka dan...

"Mama Puspa!"

"Hai Din.. Kamu siap-siap. Agak siang nanti kita shopping untuk membeli semua keperluan bayimu!"

"Serius Ma?!"

"Serius dong!"

Wajah Dinda yang sebelumnya dipenuhi oleh kabut amarah, mendadak cerah secerah sinar mentari pagi. Mendengar kata shopping sepertinya sudah bisa membuat suasana hati wanita itu menjadi lebih baik.

Yesss... Ini kesempatan bagiku untuk minta apa saja yang aku mau. Anggap saja ini sebagai penebus rasa kesalku karena mas Krisna sudah mengajak liburan mbak Ganis tanpa sepengetahuanku.

.

.

.

1
Laviolla
selamat membaca semua.. jangan lupa untuk like komen subscribe follow dan share ya.. mkasih
Ma Em
Bukan baru sadar Krisna emang kamu bodoh milih selingkuhan kok tdk lbh baik dan lbh cantik dari Ganis istri pertamamu Krisna , benar kata Bu Maryati sdh tdk cantik hrs nya cantik hatinya ini tdk sdh tdk cantik busuk pula hatinya dasar Krisna bodoh .
Astuti Puspitasari
Tapi anehnya ko ada ya yang suka sama Dinda..itu loh yang kenalan di Bali, emang se cantik apa sih Dinda? Apakah dia mau menipu dinda atau beneran suka sih?
Laviolla: itu artis mana kak? aku gk kenal.. 😂
total 3 replies
Masha 235
baru nyadar skrng,,,,kmaren2 ngpain aj ..
Laviolla: kemarin masih belum sadar kak..😂
total 1 replies
Laviolla
selamat membaca semua.. jangan lupa untuk like, komen, subscribe, follow dan share ya.. mkasih
sunaryati jarum
Pastinya itu bukan anak Krisna,tapi anak kekasihnya .Krisna saja yang bodoh,nanti baru menyesal telah terbongkar,dan Ganis minta cerai
Anonim
Kebanyakan mikir anda Kris.. sudah lepaskan habis gampang.. konoyaro bakayaro aho
Laviolla: wkkwkkk paket lengkap🤣
total 3 replies
cinta semu
resiko di madu nis...moga aja ..ada bahagia untuk u ... meskipun tdk bersama Krisna ....
Laviolla
selamat membaca semua.. jangan lupa untuk like komen, share, subscribe, follow ya Makasih
Adel Lia
double up Thor makin seru ceritanya
Laviolla: asiiaaaapppp... wkkkwkk
total 3 replies
linda
salutt sama bu mar..bener2 pelindung untuk ganis
linda
wkkwkkkk.. ngadu ke mertua,, cemen banget sih kamuu din
linda
uluuhhh.. kagak tau malu ya Dinda
linda
istri udah spek bidadari malah di poligami.. bakal nyesel lu kris
linda
ya terserah mereka dong din, masa kamu yg ngatur boleh bermesraan ato enngak
linda
bulan madu dalam rangka anniv ke 10 tp rasanya seperti pengantin baru ya,,,
linda
jempol sepuluh untuk bu marrrr.. kamu keren bu.. bisa gerak cepat untuk melindungi ganis
linda
heleehhh.. baru ajja liat ganis dideketin cowok kamu lgsg cemburu Kris, lalu gimana ganis yg ngeliatmu nikah lagi
linda
cetassss,, aku suka gayamu Nis
linda
wuiihh bu puspa mulutnya tajem bangettt... kayak setajam silet🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!