NovelToon NovelToon
Dua Hati Mencintai

Dua Hati Mencintai

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Romantis
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: Agustin Hariyani

Cinta tidak pernah salah.
Yang salah… hanya waktunya.
Zara mencintai Kenzy dengan cara yang tenang.
Seperti rumah yang selalu menunggu untuk ditinggali.
Seperti doa yang diucapkan pelan setiap malam.
Ia tidak pernah menuntut masa lalu Kenzy.
Ia hanya ingin menjadi masa depan yang dipilihnya.
Namun takdir tidak pernah sesederhana itu.
Karena sebelum Zara… ada Eve.
Perempuan yang pernah menjadi dunia Kenzy.
Yang mencintainya ketika hidup belum dipenuhi luka.
Yang menggenggam tangannya sebelum badai menghancurkan segalanya.
Eve tidak pergi karena tidak mencintai.
Ia pergi karena mencintai terlalu dalam.
Dan ketika ia kembali,
Ia tidak datang untuk merebut.
Ia hanya datang dengan hati yang belum selesai.
Kenzy berdiri di antara dua perempuan yang sama-sama mencintainya dengan cara yang berbeda.
Satu adalah masa lalu yang penuh pengorbanan.
Satu adalah masa kini yang penuh ketulusan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agustin Hariyani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 21

Satu minggu terasa berlalu begitu cepat di Kota malang dan Batu.

Satu minggu penuh moment Bahagia untuk mereka, di jatimpark1, Alun-alun Batu, BNS, Pantai, Pusat Oleh-Oleh.  Semua menjadi saksi kebahagiaan dan cinta mereka yang tumbuh dan menguat.

Perjalanan Pulang dari Malang lancar dan menyisakan kenangan indah.

Zara masih heboh membicarakan semua wahana di Jatim Park 1 yang membuatnya hampir tobat naik roller coaster seumur hidup.

“Sayang, itu yang muter-muter kebalik itu namanya apa sih? aku masih trauma.”

Kenzy menyetir sambil tersenyum tipis.

“Kamu yang minta naik.”

“Aku kira cuma muter,  bukan muter sambil menyerahkan nyawa.”

Kenzy terkekeh pelan.

Dan setiap kali ia tertawa seperti itu,

Zara merasa dunia baik-baik saja.

Lampu kota mulai terlihat.

Mobil hampir sampai ke rumah Zara.

Tapi tiba-tiba Zara menepuk dashboard pelan.

“Sayang! Sebentar!”

Kenzy melirik.

“Kenapa?”

“Kita ke rumah kamu dulu ya?”

Kenzy mengernyit.

“Sekarang?”

“Iyaaa! Aku udah janji sama Kakek Jo. Aku mau kasih oleh-oleh langsung!”

Kenzy menghela napas, tapi senyumnya tidak hilang.

“Kamu beli apa sampai segitunya?”

Zara menoleh dengan mata berbinar.

“Rahasia!”

Begitu mobil masuk ke halaman rumah Kenzy.

Zara sudah turun duluan sambil membawa dua kantong besar dan satu kardus tambahan.

Kenzy sampai geleng kepala.

“Kamu belanja atau pindahan?”

Zara nyengir.

“Ini namanya cucu menantu idaman.”

Kenzy menatapnya lama.

Kata “cucu menantu” kini tidak terasa canggung lagi.

Pintu terbuka.

Kakek Jo sudah berdiri di sana dengan wajah yang jelas-jelas menunggu.

“NAH INI DIAAAA!”

Zara langsung berlari kecil menghampiri.

“Kakekkk!”

Kenzy hanya bisa menghela napas melihat dua orang itu sudah seperti partner kejahatan.

“Apa itu? Banyak sekali!”

Zara duduk di ruang tamu dan mulai mengeluarkan satu per satu isinya.

“Ini keripik apel Batu! Ini Strudel!  Ini Bakpia Telo ! Ini gantungan lucu buat koleksi Kakek! Ini baju yang menurut aku cocok banget buat Kakek!”

Kakek Jo terharu setengah dramatis.

“Kamu ini pulang liburan atau buka toko oleh-oleh?”

Zara tertawa.

“Semua harus Kakek coba!”

Kenzy bersandar di pintu ruang tamu.

Memandang dua orang itu dengan tatapan lembut.

Pemandangan sederhana.

Tapi entah kenapa.

Terasa seperti rumah yang benar-benar utuh.

Kakek Jo melirik Kenzy.

“Kamu diam saja? Tidak bantu?”

“Saya takut ikut campur malah tambah ramai.”

Zara menjulurkan lidah ke arah Kenzy.

“ Kenzy cuma bisa senyum-senyum.”

Kakek Jo menyeringai.

“Dia senyum karena kamu.”

Zara langsung salah tingkah.

Kenzy memalingkan wajah pura-pura batuk kecil.

Suasana hangat.

Berisik.

Bahagia.

Benar-benar seperti keluarga.

 Sudah hampir pukul sembilan malam.

Zara akhirnya berdiri.

“Aku harus pulang kek sebelum Bibi ceramah panjang.”

Kakek Jo memeluk Zara hangat.

“Hati-hati di jalan.”

Zara mengangguk.

“Besok aku kirim foto yang kemarin di Alun-Alun Kota Batu, Kek! Yang bianglala itu bagus banget!”

Kenzy mengambil kunci mobil.

“Ayo.”

Zara tersenyum kecil ke arah Kenzy.

Senyum yang sekarang bukan lagi pura-pura.

Mereka berjalan menuju pintu depan.

Dan saat itu.

Terdengar ketukan.

Tok.

Tok.

Tok.

Tidak keras.

Tapi cukup membuat suasana berubah.

Kenzy berhenti.

“Siapa malam-malam begini…”

Zara ikut menoleh.

“Karyawan?”

Kenzy membuka pintu tanpa banyak pikir.

Dan dunia seakan berhenti.

Seorang gadis berdiri di depan sana.

Rambut panjangnya berantakan.

Wajahnya pucat.

Tubuhnya jauh lebih kurus dari yang ia ingat.

Dan…

Lebam di sudut bibir.

Memar di pipi.

Tatapannya berkaca-kaca.

Kenzy membeku.

Napasnya tertahan.

Suara itu keluar pelan.

Hampir tak terdengar.

“Ken…”

Zara yang berdiri sedikit di belakang Kenzy tidak bisa melihat wajahnya dengan jelas.

Tapi ia bisa melihat.

Tubuh Kenzy kaku.

Tangannya gemetar tipis.

Gadis itu tersenyum lemah.

Air matanya jatuh.

“Ken…”

Kenzy mundur setengah langkah.

Matanya terbelalak.

Seolah melihat hantu dari masa lalu.

Nama itu keluar dari bibirnya tanpa sadar.

“Eve….”

Sunyi.

Udara terasa berat.

Gadis yang beberapa tahun lalu dinyatakan meninggal oleh keluarganya.

Gadis yang pernah memenuhi seluruh ruang hati Kenzy.

Kini berdiri di depan pintunya.

Dengan tubuh penuh luka.

Dengan wajah mengenaskan.

Dengan mata yang sama.

Yang dulu ia cintai sepenuh jiwa.

Zara membeku.

Ia tidak tahu siapa gadis itu.

Tapi ia tahu satu hal.

Tatapan Kenzy.

Bukan tatapan biasa.

Kebahagiaan yang tadi terasa penuh

Retak…Perlahan.

1
Azahra Wicaksono
🤣🤣😄
Retno Isusiloningtyas
jodoh Ken ore nih
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!