Marcus, seorang pemuda dengan hidup yang berantakan, tewas secara konyol hanya karena terpeleset oleh sampah di apartemennya sendiri.
Namun takdir justru mempermainkannya. Alih-alih pergi ke akhirat, ia malah terbangun di tubuh Leon Von Anhart, seorang karakter villain dari novel yang baru saja ia maki-maki habis-habisan.
Menjadi Leon adalah mimpi buruk.
Selain reputasinya sebagai sampah masyarakat yang dibenci semua orang, termasuk keluarganya sendiri, tubuh ini juga menyimpan kondisi yang mengenaskan: gagal jantung kronis yang membuatnya divonis hanya memiliki sisa hidup 365 hari.
Dengan waktu hidup yang tinggal satu tahun, reputasi yang sudah hancur, serta sebuah layar sistem aneh yang memaksanya berbuat baik demi bertahan hidup, Marcus terpaksa melawan takdirnya sendiri.
Masalahnya, dunia ini tidak membutuhkannya sebagai pahlawan.
Dunia ini hanya membutuhkan Leon, seorang villain yang kelak akan menjadi monster sekaligus ancaman bagi dunia.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Younglord, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Cahpter 10
Leon mengelus rambut Eiryn pelan, lalu pandangannya beralih ke udara kosong di depannya. Layar hologram biru muncul kembali.
Ada tiga notifikasi misi di sana: Misi Kejutan (belum selesai), Misi Darurat, dan Misi Spesial.
"Buka hadiah Misi Darurat," batin Leon.
Poin 100 sudah masuk ke saldo otomatis sejak ia menyelamatkan Eiryn tadi malam. Kini, sebuah kotak emas bercahaya muncul di layar. Leon menyentuhnya, dan kotak itu terbuka dengan suara klasik.
...[Selamat! Anda mendapatkan Class Baru!]...
...[Brawler Lv.4: Kekuatan fisik meningkat pesat. Semakin tinggi level, semakin hancur pertahanan lawan saat terkena pukulan.]...
Mata Leon membelalak. Ia mengepalkan tangannya di bawah selimut. Ia bisa merasakan aliran energi baru yang mengalir di otot-otot lengannya. Rasanya lebih padat dan bertenaga.
Class Brawler? batin Leon takjub.
Dengan kondisi jantungnya yang lemah, class yang fokus pada kekuatan fisik murni seperti ini adalah berkah sekaligus tantangan.
Namun ini merupakan solusi untuk Misi Kejutan Dengan sisa waktu dua hari, kekuatan fisik baru ini adalah modal utamanya untuk membalikkan keadaan meskpun tidak tahu apakah akan bisa atau tidak.
Namun, kejutan dari sistem belum berakhir. Masih ada satu kotak hadiah lagi dari misi yang baru saja ia selesaikan bersama Eiryn. Leon menyentuh ikon kotak yang berkedip di layar hologramnya.
Klik.
...[Selamat! Anda mendapatkan Skill Pasif!]...
...[Appraisal Eye Lv.1: Mampu melihat status orang lain. Semakin tinggi level, semakin detail informasi yang dapat dilihat.]...
Mata Leon membelalak. Jantungnya berdegup kencang—kali ini bukan karena sakit, melainkan karena rasa takjub. "Skill penilaian?" gumamnya lirih.
Di dunia yang penuh intrik dan ancaman ini, mengetahui kekuatan lawan sebelum bertarung adalah kunci kemenangan. Dengan skill ini, Leon tidak perlu lagi menebak-nebak siapa yang kuat dan siapa yang lemah.
Secara refleks, Leon menoleh ke arah Eiryn yang masih terlelap di dadanya. Ia mencoba memfokuskan pandangannya pada gadis itu.
"Aktifkan Appraisal Eye".
Seketika, sebuah jendela status kecil muncul di atas kepala Eiryn yang sedang mendengkur halus.
...[ STATUS KARAKTER ]...
...Nama : Eiryn | Umur : 18 Tahun...
...Ras : Manusia | Job : Pelayan...
Setalh seleai meliaht status Eiryn, Leon menatap wajah Eiryn yang terlelap. Wajah itu tampak begitu tenang, jauh berbeda dari ekspresi ketakutan yang ia lihat di gang gelap semalam.
Bekas air mata yang mengering dan rona merah di pipinya menjadi saksi bisu atas apa yang baru saja mereka lalui.
Sesuatu dalam diri Leon bergejolak. Bukan lagi sekadar insting bertahan hidup dari sistem, melainkan sebuah tekad murni yang muncul dari lubuk hatinya.
Aku tidak ingin mati, batinnya tegas. Aku ingin hidup lebih lama. Aku ingin merasakan lebih banyak momen seperti ini, dan melindungi kehangatan seperti ini.
Ia menyadari bahwa dunia ini bukan lagi sekadar barisan kata dalam novel yang ia baca. Ini adalah realitasnya sekarang. Dan untuk tetap berada di sini, ia tidak boleh menjadi sang pecundang yang pasrah pada takdir.
"Aku akan merubah segalanya," bisiknya pelan, hampir tak terdengar. "Takdir Leon Von Anhart yang tragis... akan berakhir di tanganku."
Leon beranjak bangun dengan sangat hati-hati. Ia memindahkan kepala Eiryn ke bantal dengan perlahan agar gadis itu tidak terbangun.
Eiryn hanya menggeliat sedikit, menarik napas panjang, lalu kembali terlelap. Leon tersenyum tipis, merapikan rambut yang menutupi wajah cantik pelayannya itu sebelum menyelimutinya dengan rapat.
"Istirahatlah, kau sudah bekerja keras," bisik Leon.
Setelah mengenakan pakaiannya, Leon melangkah keluar gubuk. Udara pagi yang dingin menyambut paru-parunya. Ia berjalan ke area terbuka di belakang rumah.
"Mari kita coba kekuatan baru ini," gumam Leon.
Ia mengambil kuda-kuda rendah, memori otot dari dunia aslinya sebagai penikmat bela diri mulai bangkit. Leon menarik kepalan tangannya ke pinggang, lalu menyentakkannya ke depan dalam satu tinjuan lurus.
Wush!
Angin berhembus kuat mengikuti arah tinjunya, merontokkan beberapa daun kering yang melayang. Leon tertegun melihat dampak serangannya. Kekuatan Brawler benar-benar nyata.
Namun, baru beberapa kali melakukan gerakan dasar, paru-parunya mulai terasa terbakar. Jantungnya berdenyut nyeri, memperingatkannya bahwa wadah tubuh ini masih terlalu rapuh.
"Hah... hah... baru sebentar sudah mau pingsan," rutuknya sambil menyeka keringat dingin.
Leon segera memunculkan layar hologram birunya. Matanya tertuju pada baris stamina yang tampak sangat menyedihkan.
...[ STATUS KARAKTER ]...
...Stamina: 45/45 [+]...
...Poin: 137...
Ia memperhatikan ikon [+] yang berkedip di samping angka stamina. "Apa poin ini bisa digunakan untuk memperkuat fisikku secara instan?" pikirnya.
Begitu jarinya menyentuh ikon tersebut, sebuah kotak dialog muncul:
...1 poin dibutuhkan untuk meningkatkan 1 Stamina. [Ya] [Tidak]...
Tanpa ragu, Leon menekan tombol
...[Ya]...
Setiap kali angka staminanya naik, rasa lelah yang menghimpit dadanya perlahan memudar, digantikan oleh sensasi hangat yang menjalar ke seluruh tubuh.
Namun, sistem ini tidak murah. Setiap kenaikan, harga poin yang dibutuhkan terus meningkat dari 1, 2, hingga seterusnya.
Leon terus menekan tombol itu dengan penuh ambisi, hingga staminanya menyentuh angka 55.
"Dengan stamina sebanyak ini, aku bisa bergerak lebih lama," gumam Leon puas. Meski poinnya berkurang drastis, ini adalah investasi yang jauh lebih berharga daripada emas manapun.
Ia kembali mengepalkan tangan, menatap ke arah hutan di depannya. Kini, ia tidak hanya punya kekuatan untuk memukul, tapi juga punya napas untuk bertahan dalam pertarungan.
Leon menatap sisa poinnya yang berjumlah 82 angka. Ia tahu, waktu hidupnya memang masih satu tahun, tapi ancaman nyata ada di depan mata: Misi Kejutan yang bisa merenggut nyawanya dalam dua hari jika ia gagal.
"Stamina saja tidak cukup. Kalau aku hanya bisa bertahan tapi tidak bisa memukul balik, itu sama saja bunuh diri," gumamnya.
Ia kembali memfokuskan pandangan pada layar hologram, menatap baris statistik lainnya.
Sebagai mantan pemain game RPG, Leon sangat paham bahwa keseimbangan adalah kunci. Kekuatan tanpa kecepatan hanya akan membuat serangannya mudah terbaca, dan kecepatan tanpa daya rusak hanya akan membuat lawannya tertawa.
Leon mengarahkan jarinya ke ikon [+] di baris Kekuatan, Kelincahan dan ketahanan.
...[ PROSES PENINGKATAN... ]...
...Kekuatan: 10 -> 20 [+]...
...Kelincahan: 9 -> 15 [+]...
...Ketahanan: 11 -> 16 [+]...
Suara denting sistem terus bergema di telinganya seiring dengan berkurangnya poin miliknya. Setiap kali angka itu naik, Leon merasakan sensasi aneh di dalam tubuhnya.
Otot-ototnya yang semula tipis dan layu seolah berdenyut, memadat dan terisi oleh energi murni. Tulang-tulangnya yang rapuh terasa lebih kokoh, dan indranya menjadi jauh lebih tajam.
Leon menarik napas dalam-dalam. Kali ini, udara yang masuk ke paru-parunya tidak lagi terasa sesak atau menyakitkan.
...[ STATUS DIPERBARUI ]...
...Nama : Leon von Anhart | Umur : 19 Tahun...
...Class : Swordsman Lv.1, Brawler Lv.4 | Rank : F...
...HP : 150 / ? | MP : 50 / ?...
...Stamina : 55 / 55 [+] | Vitalitas : 15 [+]...
...Kekuatan : 20 [+] | Ketahanan : 16 [+]...
...Kelincahan : 15 [+] | Keberuntungan : 4...
...Atribut Khusus : 「Demonic」...
...Skill Aktif : 「Demonic Devour」 | Skill Pasif : Appraisal Eye...
...KONDISI KHUSUS : Gagal Jantung Kronis...
...Sisa Umur : 363 Hari...
...Poin : 34...
Leon menatap layar hologram yang melayang di depannya. Angka poinnya kini tersisa 34.
Meski belum bisa dibilang tinggi, kondisi fisiknya saat ini sudah jauh lebih baik daripada tubuh ringkih yang nyaris mati kemarin.
Otot-otot di balik kemejanya terasa lebih padat, dan napasnya tidak lagi berat. Namun, Leon tidak bodoh. Ia tahu betul bahwa angka-angka ini hanyalah modal dasar.
"Statusku memang naik, tapi kalau aku tidak tahu cara bertarung yang benar, aku tetap saja akan mati," gumamnya.
Penyakit jantungnya adalah bom waktu, sementara Misi Kejutan adalah belati yang sudah menempel di leher.
Keberuntungan dari sistem saja tidak cukup. Untuk menghadapi saudaranya yang licik, kuat dan penuh pengalaman latihan jadi ia butuh pengalaman dan latihan serta meningkatkan skilnya juga.
Hanya ada satu tempat yang bisa memberinya itu dengan cepat.
"Guild Petualang," ucap Leon mantap