NovelToon NovelToon
My People

My People

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / Cinta Seiring Waktu / Transmigrasi / Tamat
Popularitas:547
Nilai: 5
Nama Author: Mooi Xyujin

Hu Li’an merasa kepalanya seperti akan pecah. Cahaya putih yang menyilaukan dari lampu plafon membuatnya mengerutkan kening.

Lantai yang keras di bawah tubuhnya bukan tempat tidur hotel yang lembut seperti yang dia ingat sebelum pingsan di bak mandi. Udara berbau alkohol dan obat-obatan yang khas rumah sakit membuatnya semakin pusing.

Dia ingat Saat itu dia merasa tenggorokan kering dan tubuhnya tidak berdaya, air mulai memenuhi bak mandi.

"Harusnya aku tenggelam... tapi kenapa aku ada di sini?"

Tiba-tiba pintu ruang inap terbuka perlahan dari luar. Seorang pria tinggi dengan wajah tajam dan mata hitam yang dalam masuk bersama seorang dokter dan perawat.

Pria itu mengenakan jas hitam yang rapi, rambutnya tertata rapi, dan ekspresinya tampak terkejut." Kamu bangun!"

Dokter segera mengarahkan perawat untuk menyiapkan alat pemeriksaan.Pria itu berjalan mendekati ranjang dengan langkah yang mantap, lalu menekan ujung ranjang dengan lembut.

"Kamu bangun..."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mooi Xyujin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19. Teman masa kecil?

Sesampainya di rumah sakit, Bai Xuning langsung menggendong Hu Lian dengan hati-hati masuk ke ruang gawat darurat.

Dokter memeriksa lukanya dan mengatakan bahwa sayatan cukup lebar dan dalam, sehingga perlu dijahit beberapa helai untuk mempercepat penyembuhan.

Sementara Hu Lian menjalani perawatan di dalam ruangan, Bai Xuning menunggu di luar kursi tunggu dengan wajah yang penuh ketegangan.

Dia segera mengambil ponsel dan menghubungi Wang Yihan, memberikan instruksi dengan tegas.

"Cari tahu siapa pelaku yang menyerang Hu Lian! Periksa CCTV di sekitar toko kue dan jalanan menuju apartemennya. Aku butuh informasi tentang dia secepatnya," ucapnya dengan suara yang dingin namun penuh ancaman.

Wang Yihan langsung menyanggupi dan berjanji akan melakukan segala yang bisa untuk membantu. "Baik Kak Bai, saya akan koordinir dengan teman-teman dan mencari tahu semuanya segera!"

Beberapa waktu kemudian, pintu ruangan perawatan terbuka dan Hu Lian keluar dengan tangan kirinya yang sudah terbalut rapi dengan perban putih.

Wajahnya masih sedikit pucat karena kehilangan darah, namun kondisinya sudah lebih baik. Gadis ini bahkan tak menangis saat di terluka.

Bai Xuning segera berdiri dan menghampirinya dengan langkah cepat, kemudian dengan lembut mendukung tubuhnya agar dia tidak terjatuh.

"Bagaimana perasaanmu? Apakah masih sakit?" tanyanya dengan suara lembut, menyesuaikan langkahnya agar selaras dengan langkah Hu Lian.

Hu Lian mengangguk perlahan, menyandarkan sedikit berat badan padanya. "Sudah lebih baik sekarang... dokter bilang harus hati-hati dan tidak boleh terlalu banyak menggerakkan tangan ini beberapa hari ke depan," jelasnya dengan suara pelan.

Saat mereka berjalan menuju pintu keluar rumah sakit, Bai Xuning menyampaikan bahwa Wang Yihan sedang mencari informasi tentang pelaku serangan.

"Jangan khawatir, aku tidak akan biarkan orang yang menyakitimu ini lolos begitu saja,"ucapnya dengan nada yang penuh keyakinan.

Hu Lian mengangguk.Keduanya hendak memasuki mobil ketika seseorang memanggil dari belakang. "Ah Lian!"

Bai Xuning dan Hu Lian berbalik bersama, melihat pria berkacamata emas yang telah menyelamatkannya tadi.Hu Lian mengerutkan kening dengan tatapan bingung."..Kamu tahu nama ku?"

Bai Xuning melihatnya dengan pandangan yang sangat waspada, terutama saat orang ini berani menyebut kekasihnya dengan nama yang biasanya hanya digunakan oleh orang-orang dekat.

Ling Zhi berjalan mendekat dengan langkah santai dan berhenti pada jarak yang aman. Dia melihat langsung ke arah Hu Lian dengan tatapan penuh perhatian. "Apa kamu baik-baik saja? Lukamu sudah diperiksa dengan benar kan?"

Gadis itu mengangguk perlahan, wajahnya menunjukkan bahwa dia benar-benar melihatnya seperti orang asing.

Ling Zhi tidak merasa marah—dia tahu bahwa Hu Lian pernah mengalami kecelakaan beberapa tahun yang lalu dan menderita amnesia sebagian.

"Kamu mungkin sudah melupakanku... aku Ling Zhi," ucapnya dengan suara lembut namun jelas.

"Ling Zhi?" Hu Lian mengerutkan dahinya, mencoba mengingat. Ada kesan samar dalam benaknya tentang seseorang dengan nama itu, namun detailnya tidak jelas sama sekali.

Bai Xuning kemudian mengangkat tangannya untuk memberikan ucapan terima kasih dengan sopan, namun setiap kata yang keluar dari mulutnya sengaja menekankan hubungan mereka.

".........Terima kasih banyak atas bantuanmu tadi. Tanpamu, mungkin tunanganku akan mengalami bahaya yang lebih besar," katanya dengan nada yang jelas menyatakan bahwa Hu Lian adalah miliknya.

Hu Lian melihat keduanya dengan sedikit khawatir takut terjadi perkelahian. Dia segera menarik lengan Bai Xuning dan berkata, "Ayo kita pulang saja... aku sudah lelah."

Kemudian dia menoleh pada Ling Zhi dengan senyum sedikit malu. "Maaf aku tidak bisa mengingatmu dengan jelas... tapi sekali lagi, terima kasih banyak karena menyelamatkan hidupku."

Ling Zhi hanya mengangguk dengan senyum lembut. "Tidak apa-apa... yang penting kamu baik-baik saja."

Tanpa berlama-lama lagi, keduanya memasuki mobil hitam dan segera meninggalkan rumah sakit, sementara Ling Zhi berdiri di sana menyaksikan mobilnya pergi hingga hilang dari pandangan.

![](1000001372.webp)

Saat kembali ke apartemen, Hu Lian langsung masuk ke kamar untuk mengganti pakaiannya yang sudah ternoda darah.

Dia memilih piyama berwarna merah marun satin yang lembut—salah satu koleksi kesukaannya yang membuat tubuhnya merasa lebih nyaman setelah seharian penuh kejadian menyakitkan.

Sementara itu, Bai Xuning duduk di ruang tamu dengan wajah yang sangat serius. Pikirannya terus melayang pada kejadian serangan tadi dan sosok pria bernama Ling Zhi yang muncul tiba-tiba.

Ketika Hu Lian muncul dari kamar dan melihatnya dengan wajah kaku, dia hanya bisa menghela nafas dengan frustasi. "...Apa yang kamu pikirkan terus-terusan sampai wajahmu seperti itu?"

Bai Xuning menoleh ke arahnya, mata sedikit terpana melihat penampilan Hu Lian yang mengenakan piyama itu.Dia sendiri punya piyama yang sama persis—belum sempat membawanya kemarin malam karena datang secara mendadak.

Dia berencana untuk kembali ke apartemennya untuk mandi dan berganti baju, namun dia sangat takut jika pergi, Hu Lian akan mengunci pintu dan tidak mau membukanya lagi.

"Sayang, aku akan pergi mengambil baju dulu, oke? Jangan kunci pintunya ya..." ucapnya dengan nada rendah dan sedikit khawatir.

"......." Hu Lian merasa ingin sekali memukul kepala pria itu karena cara bicara yang tidak jelas. "...Bicaralah bahasa manusia! Apa maksud kamu bawa baju ke sini?"

"Oke, oke jangan marah," pinta Bai Xuning dengan cepat, menarik tangan Hu Lian yang tidak terluka untuk membujuknya duduk di sebelahnya.Hu Lian hanya bisa mengikuti dan duduk di sampingnya.

Bai Xuning dengan lembut menyentuh jari-jari kecil gadis itu, mengelusnya perlahan. "...Aku tidak akan membiarkan penjahat yang menyakitimu itu lolos begitu saja. Jika perlu, aku akan melenyapkannya dari dunia ini biar tidak ada yang mengganggumu lagi—"

Sebelum dia bisa menyelesaikan kalimatnya, tangan dingin dan lembab Hu Lian segera menutupi bibirnya.Bai Xuning menoleh dengan terkejut melihat ekspresi wajah gadis itu yang sedikit kekhawatiran.

"Apa kamu ingin dipenjara karena pembunuhan?!" tanya Hu Lian dengan suara berat.

Bai Xuning menarik tangannya perlahan dari mulutnya, kemudian meremas tangan Hu Lian dengan erat seolah ingin menghangatkannya.

"Tentu saja tidak... kalau aku mendekam di penjara, kamu akan menjadi janda kan?"jawabnya dengan nada yang sedikit keseriusan.

"......." Kita bahkan belum menikah juga!

Hu Lian benar-benar tak habis pikiran dengan kata-katanya yang tidak logis. Dia hanya bisa menatapnya dengan ekspresi campuran antara kesal dan sedikit tak berdaya.

Bai Xuning pada akhirnya tetap diizinkan masuk kembali ke apartemen Hu Lian. Kali ini dia datang dengan membawa banyak tas—di dalamnya ada semua koleksi piyama kesukaannya, ditambah beberapa jas dan kemeja untuk keperluan bekerja.

"........."Hu Lian hanya bisa menatap dengan tatapan bingung saat pria itu mulai menyusun barang-barangnya ke dalam lemari pakaian yang sebelumnya hanya diisi oleh baju-bajunya sendiri.

Melihat pakaian pria yang semakin banyak mengisi ruang lemari membuatnya merasa ada sesuatu yang tidak benar, namun dia tidak punya kekuatan untuk menolaknya lagi setelah kejadian tadi.

Setelah selesai menyusun barang dan mandi, Bai Xuning keluar dari kamar mandi mengenakan piyama merah marun satin yang persis sama dengan yang dikenakan Hu Lian.

Dia menghampirinya dengan langkah lambat,kemudian dengan hati-hati memeluknya dari belakang—sangat berhati-hati untuk tidak menyentuh luka di lengannya.

Hu Lian mengerutkan dahi sedikit dan menoleh ke belakang dengan nada yang menunjukkan kesabaran yang hampir habis."Kenapa kamu membawa semua pakaianmu kemari? Ini apartemenku...lemariku."

Bai Xuning menyenderkan wajahnya ke lehernya dengan lembut senang karena sentuhannya tak ditolak,nafasnya hangat menyentuh kulitnya.

Dia ingin sekali mengatakan bahwa dia ingin tinggal bersamanya, menjaganya setiap hari dan malam, bahwa dia tidak bisa lagi jauh darinya setelah melihatnya terluka seperti itu.

Namun kata-kata itu terjebak di tenggorokannya—dia masih tak berani mengatakannya langsung, takut akan ditolak dan dikeluarkan dari sini.

"Aku... aku khawatir kamu sendirian aja kan?Luka kamu belum sembuh, kamu butuh orang yang bisa membantumu belanja atau memasak..." jawabnya dengan suara pelan, mencari alasan yang bisa diterima tanpa harus mengungkapkan perasaannya yang sebenarnya.

_pembohong_ Hu Lian hanya bisa menghela nafas perlahan.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!