(🌶️🌶️🌶️🌶️🌶️)
"Aku tidak mau menceraikan Alexa Ma!" pekik Stevan, suaranya menggelegar memenuhi ruang tamu.
"Mama tidak meminta kamu untuk menceraikan Alexa! Tapi kamu harus bertanggung jawab atas apa yang sudah kamu lakukan, Stevan! Karena saat ini, Emily tengah mengandung anak kamu!"
Duar!
Perkataan Nyonya Eta Raven, ibu kandung Stevan sekaligus ibu mertua Alexa bagaikan petir yang menyambar Alexa di pagi hari. Alexa mematung di tempat menatap pertengkaran mereka tanpa mengeluarkan suara. Jantungnya terus berdetak kencang tanpa henti, membuat Alexa tiba-tiba merasakan sesak nafas. Pandangannya pun perlahan kabur dan...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon medusa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab~24.
...🔥🔥🔥🔥...
...(Di gudang)...
...Para penculik itu mulai merobek baju yang dikenakan oleh Alexa. Bahkan mereka pun meninju dan menampar Alexa, akibat Alexa terus melawan, membuat Alexa berteriak histeris mencoba memberontak, dan suaranya pun akhirnya menyadarkan sang ibu....
"Alexa...?" liriknya menoleh ke arah Alexa dengan tatapan bingung.
"Mama..." ucap Alexa berkaca-kaca tersenyum paksa menatap sang ibu, agar ia tak panik."Mama tutup mata ya... ki-kita sedang bermain."
...Sang ibu pun menurut dan menutup kedua matanya rapat-rapat. Dari luar, anak buah Tristan yang sudah tidak tahan melihat Nyonya nya diperlakukan seperti itu memaksa menerobos masuk ke dalam gudang berhadapan dengan para penculik yang berjumlah 10 orang....
Brak!
"Siapa itu?!" teriak sang pemimpin menoleh ke arah pintu gudang.
...Tanpa menjawab, anak buah Tristan langsung menyerang. Melihat itu sang pemimpin pun segera memerintah anak buahnya untuk membalas serangan anak buah Tristan secara bertubi-tubi mengunakan senjata tajam....
Jleb.
...Sebuah belati menancap di perut anak buah Tristan, membuatnya terdiam di tempat. Dengan darah terus mengalir deras dari perutnya, ia pun menoleh ke arah Alexa yang terbaring lemas di atas lantai dengan tatapan bersalah....
"Maafkan aku Nyonya...."
Bruk!
"TIDAK...! Kumohon jangan mati!" teriak Alexa histeris menatap anak buah Tristan yang sudah tak bernyawa.
...Alexa terdiam sejenak menatap mayat anak buah Tristan dengan tatapan bingung. Dalam hati ia bertanya pada dirinya sendiri kenapa ada seorang pria muda mau mempertaruhkan nyawanya demi menyelamatkannya....
"Kau."
...Alexa tersadar menoleh ke arah sang pemimpin penculikan yang kini berdiri di sampingnya dengan tubuh penuh darah....
"Urusan kita belum selesai." Sang pemimpin melirik ke arah anak buahnya."Kalian, pegang kaki dan tangannya," perintahnya tegas.
"Tidak, hentikan!"
...Alexa kembali berteriak histeris saat kedua kaki dan tangannya mulai di genggam dengan erat. Tanpa ampun, sang pemimpin itu kembali merobek baju Alexa yang tersisa hanya meninggalkan dalaman....
"Wow... aku tidak menyangka, seorang janda akan memiliki tubuh sebagus ini?" puji pemimpin penculik meremas kedua melon Alexa."Aaahhh... sangat empuk," desahnya terus meremas dan menghisap salah satu pucuk melon Alexa.
"Aku mohon bunuh saja aku! Aaarrggg...! Menjijikan!"
"Aaahhh... tapi sebelum kamu mati," katanya memberi kode kepada anak buahnya untuk membuka lebar kedua kaki Alexa."Kami semua harus mencicipi kamu terlebih dahulu sampai puas."
...Ia pun menurunkan resleting celananya dan mengeluarkan miliknya nya sudah berdiri tegap. Tapi sebelum ia mengarahkannya ke arah milik Alexa, dari luar terdengar suara raungan mobil sport menuju ke arah pintu gudang dan......
Brak!
...Mobil sport yang dikendarai oleh Tristan menerobos masuk ke dalam berputar beberapa kali di tengah gudang membuat para penculik itu bergidik ngeri tanpa sadar melepaskan Alexa....
...Beberapa detik kemudian mobil sport itu pun berhenti dan Tristan pun turun dari mobil menatap sekitar dengan tatapan membunuh. Amarahnya semakin menjadi saat melihat Alexa duduk meringkuk memeluk keduanya kakinya mencoba melindungi tubuh setengah telanjangnya sambil menangis pilu, di tengah parah penculik yang bertubuh kekar dan tinggi berdiri mengelilinginya....
...Tristan menggertakkan gigi, mengeluarkan dua belati dari punggungnya dan mulai melakukan serangan tanpa ampun. Satu persatu para penculik itu pun tewas dengan mengenaskan, dengan kedua mata bolong akibat di tusuk pakai belati oleh Tristan yang diselimuti amarah. Kini hanya tertinggal sang pemimpin. Ia nampak ketakutan hingga kencing di celananya sendiri tanpa sadar saat Tristan berjalan ke arahnya....
"T-Tuan Wade, ini salah paham, a-aku hanya melakukan tugas," ucapnya perlahan mundur kebelakang.
"Siapa?" tanya Tristan singkat.
"Dia! Namanya Aletta. Dia adalah adik wanita ini. Eh... maksudku adik Nyonya ini," ungkapnya gemetar ketakutan setengah mati.
...Tristan dengan santai mengelap belati kesayangannya hingga mengkilap sambil menatap pria itu dari kaki hingga kepala, dan tatapannya berhenti tepat di depan celana sang pemimpin penculikan yang masih terbuka....
"Kau mencoba untuk menodai istriku? Apa kau pantas?"
"I-istri?"
...Pria itu terkejut setengah mati saat mendengar pengakuan Tristan. Siapa yang tidak mengenal Marga Wade? Semua orang yang terhubung bisnis di dunia bawa tanah pasti mengenal siapa keluarga Wade. Dan baru-baru ini, sebelum pemimpin keluar Wade terdahulu menghembuskan nafas terakhirnya, ia mengangkat cucu satu-satunya yang psikopat berhati dingin sebagai pemimpin berikutnya, dan dia adalah Tristan, yang dahulu diselamatkan saat penculikan beberapa tahun yang lalu....
Bruk.
Pria itu berlutut tak berdaya di hadapan Tristan."Tuan, saya meminta maaf. Tolong ampuni aku."
...Tristan tersenyum mengerikan meraih rambut pria itu menariknya ke arahnya dengan kasar memaksanya mendongak, hingga kedua tatapan mereka saling bertemu....
"Sampaikan salamku kepada raja neraka," katanya dengan senyuman mengerikan yang tak pudar dari bibirnya.
"T-Tuan...."
Jleb.
"Aaarrggg!" teriak pria itu menggema saat belati di tangan Tristan mendarat di kedua matanya secara membabi buta.
...Alexa yang menyaksikan semua adegan mengerikan yang dilakukan oleh Tristan menjadi ketakutan. Ia tak menyangka, dibalik wajah tampan dan tegas Tristan, tersimpan jiwa gelap yang sangat mengerikan....
...Dengan pikiran kacau balau, Alexa berlari pergi meninggalkan gudang itu masuk ke dalam hutan. Dari jauh, Elian yang melihat kepergian Alexa, bergegas masuk ke dalam gudang menghampiri Tristan yang masih terus-terusan menusuk-nusuk kedua mata pria yang sudah tak bernyawa itu....
"Tuan," tegur Elian memegang erat lengan Tristan.
Tersadar, Tristan menoleh ke arahnya."Ada apa?" tanya Tristan dingin.
"Tinggalkan sisanya kepadaku. Cepat kejar Nyonya," ucapnya merebut belati itu dari tangan Tristan.
...Akhirnya Tristan sadar dan melirik ke arah tempat dimana Alexa berada tadi, yang kini sudah kosong. Panik, ia pun segera berlari pergi....
...(Bersambung)...