semua wanita pasti menginginkan kebahagiaan menjalani rumah tangga nya
begitupun dengan rara, dia menikah dengan pujaan hatinya yang sudah berpacaran selama tiga tahun dan akhirnya Rio menikahinya pesta begitu ramai , namun sangat disayangkan di malam pertama nya rasa harus menjadi janda, dua memilih menjadi janda daripada harus mempertahankan runah tangga nya yang masih seumur satu hari itu, rasa tak sengaja menemukan suaminya sedang bersama seorang wanita dan berapa hancur seketika perasaan rara
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hasri Ani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PENYESALAN JON
jon tertidur beberapa jam setelah melakukan olahraga malam bersama rita, betapa kagetnya saat melihat seorang wanita tertidur di sampingnya tanpa menggunakan pakaian
"astaga.. apa yang sudah aku lakukan.. " jOn dengan cepat turun dari ranjang dan memungut pakaian nya. jOn memakainya dengan buru buru. setelah memastikan semua sudah rapi jon mengeluarkan selembar cek yang selalu dia bawa di dompetnya kemudian membuka laci satu persatu hingga menemukan pulpen. jon menulis angka di cek tersebut lalu meletakkan diatas nakas, dengan cepat jon keluar dari kamar rita, matanya memperhatikan keadaan rumah, sepih, jon dengan cepat keluar dari rumah tersebut
"aaaah.. sial sial siaaal" jon memukul stir mobilnya lalu menjambak rambutnya, lelaki itu menangis dan menyesali kejadian tadi,
"bodoh... aku bodoh.. aku jahat.. apa yng sudah aku lakukan.. aku.. akuu mengkhianati rara.. " jon meninggalkan rumah rita dengan keadaan kacau pikirannya tidak bisa tenang bahkan untuk ke rumah sakit pun dia meliburkan diri untuk beberapa hari. rara yang terus menghubunginya pun semakin cemas akhirnya memutuskan mendatangi rumah orangtua jon namun saat sampai disana kata orang tua jon, jon tidak ada, dan memberikan alamat rumah pribadi jon pada rara, rara berterima kasih pada orangtua jon lalu masuk kedalam mobil dia memperhatikan alamat tersebut lalu menyalakan mobil
"tok tok tok" rara mengetuk pintu beberapa kali, saat akan mengetuk ulang pintu pun terbuka, rara sedikit terkejut melihat penampilan jon. begitu pun dengan jon. dia sangat terkejut dengan kehadiran rara
"RARA!! "
"mas... kamu lagi sakit?? "
Jon sedikit gelagapan lalu mempersilakan rara masuk
"aa a. aku gak apa apa kok.. kamu ngapain kesini? "
"aku khawatir sama kamu, nomormu gak bisa dihubungi... kamu marah sama aku"
"bukan.. bukan begitu... akuu... aku cuma... " jon tidak bisa melanjutkan ucapannya air matanya pun tak bisa dia tahan rasa bersalah itu benar benar menyiksanya jon langsung memeluk rara
"sayang.. maafkan aku.. maafkan aku sayang" jon bergetar menangis dipelukan rara, tentu saja rara sangat kebingungan
"mas.. kamu ngomong apa sih.. kamu kenapa? "
"maafin aku RA.. maafin aku.. aku sudah,,,, "
"sudah apa mas? "
"aku.. aku sudah membuatmu kecewa... aku selalu mengabaikan mu aku selalu menyalah kan mu " jon membelokkan ucapannya. awalnya dia ingin berkata jujur tapi dia juga tidak ingin kehilangan wanita itu
"ya ampun mas... jadi itu yang membuat kamu seperti ini"
Jon pun mengangguk, rara merasa sangat terharu rara lalu memeluk tubuh lelaki itu
"makasi banyak ya mas. aku beruntung banget menjadi kekasih kamu" jon kembali meneteskan air matanya
**beberapa jam kemudian*
"lagi masak apa sayang?? " tanya jon menghampiri rara yng sedang menyiapkan makanan di ruang dapur rumah jon.
"ini sayang.. aku lagi masak kari ayam"
"rajin nya calon istriku" goda jon sebisa mungkin ia berusaha melupakan kejadian malam itu meski dalam hidupnya penuh rasa bersalah dan penyesalan
"bisa aja deh kamu yank, nah semuanya sudah masak. yuk kita makan, aku jadi ikut lapar deh" jon duduk di kursi dengan penuh perhatian rara menyendok kan nasi ke piring jon dan ayam ke sebuah mangkok kecil lalu di sodorkan kedekat piring jon,
"aku janji.. aku tidak akn pernah lagi membuat mu kecewa Ra.. aku berjanji tidak akan menjadi lelaki egois lagi.. aku akn menuruti semua perkataan mu" batinnya sambil terus menatap wajah pacarnya
"kenapa liatin aku terus kayak gitu" tanya rara sesikit salfok
"kamu cantik banget"
"iiiiiidiiih.. kebanyakan gombaaal... udah. aah..buruan makan" mereka pun menikmati makan sore itu