Kisah sepuluh orang pecinta alam yang sedang melakukan wisata alam disebuah hutan untuk mengunjungi situs peninggalan purbakala di Goa Istana Alas Purwo yang dianggap sangat menantang.
Hutan Alas Purwo adalah salah satu hutan terangker di Indonesia, dimana dinyatakan sebagai salah satu gerbang menuju alam ghaib.
Akan tetapi, petualangan itu membawa mereka pada sebuah masalah, dimana tanpa sengaja, salah satu diantaranya mengambil sebuah benda purbakala dan kitab kuno yang membuat mereka harus mengalami hal mengerikan. Hal itu membuat mereka mengalami mutasi dan menjadi petaka yang mencekam.
Apakah mereka dapat terbebas dari semua itu? ikuti kisah selanjutnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti H, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Miris
Alessa terenyuh melihat kondisi Samsul yang sangat miris, dan wajahnya banyak luka cakaran yang membuatnya harus banyak kebilangan darah.
Gadis itu mendekat, tetapi Samsul justru terkejut dengan penampilan sang gadis yang sangat menyeramkan. Bagaimana tidak, sosok Alessa adalah mutasi setengah kera ekor panjang, dan juga campuran genderuwo, membuatnya terlihat sangat menyeramkan.
"Jangan, jangan mendekat," Samsul memohon dengan wajahnya yang pucat, sebab Alessa melangkah ke arahnya. Ia sangat begitu trauma saat ini.
Nathan menghampiri Samsul yang yang ketakutan saat Alessa datang padanya, sebab sejak tadi ia di serang oleh makhluk mutasi yang mengerikan sama seperti sangat gadis, dan juga bentuk lainnya.
"Tenanglah, Pak. Dia tidak akan menyakitimu," Nathan mencoba meyakinkan Samsul, Jika Alessa tidak berbahaya.
Mendengar ucapan tersebut, Samsul sedikit mengontrol emosinya, lalu membiarkan sangat gadis menolongnya, dengan membantu mengobati lukanya.
"Ambilkan daun senduduk, darahnya cukup banyk," pinta Alessa dengan tatapan iba.
Nathan menganggukkan kepalanya, lalu berjalan disekitarnya, menembus kabut yang tebal, dan akhirnya menemukan apa yang dicarinya.
Setelah memetiknya, ia memberikannya pada Alessa, dan gadis itu dengan cepat menguyahnya, lalu membalurkannya pada luka pria itu untuk menghentikan pendarahannya.
"Makanlah, Pak. Agar luka dalamnya sembuh," Alessa menyodorkan sisa daun senduduk/singgani dengan buahnya yang telah matang berwarna ungu, selain mencegah pendarahan, sebagai alternatif saat kelaparan ditengah hutan.
Samsul mengangguk, lalu memakannya.
"Apakah bapak mencari kami?" Tanya Alessa ingin tahu.
Samsul menggguk lemah. "Ada empat Tim, dia tim pertama tak pernah terlihat, dan dia tim bersamamu juga menghilang. Apakah kalian sudah dapat kembali? Berapa orang kalian yang selamat? Tanya Samsul dengan lemah.
" Kita harus kembali bersama, dan ada warga desa yang lainnya," ucap Nathan dengan cepat.
Samsul terdiam, ia masih lemah, tetapi sudah sedikit membaik.
Kalian yang selamat, pulanglah, mereka yang tersisa biar kami cari setelah saya membaik," pesan pria itu dengan wajah yang pucat.
"Bapak disini, tenang saja. Biar kami yang mengurusnya." Alessa menyapu seluruh tubuhnya dengan telapak tangan, mengambil bau tubuhnya lalu membalurkannya pada tubuh Samsul. Mereka tidak akan mengendusmu, sebab mengira kau adalah sosok yang sama sepertiku." Ucap Alessa sebelum mereka beranjak.
"Jangan pergi, kembali pulang," titah Samsul pada ketiganya.
"Kami janji akan kembali, tetapi bersama mereka." Ketiganya berpamitan, lalu berlari menjauh.
Tanpa sengaja, Alessa menginjak sebilah tombak yang tergeletak diatas tanah milik salah satu mutasi yang tewas dibunuh oleh Kenny.
Ia memungutnya, dan merasa jika itu sangat dibutuhkan nantinya.
Ketiganya kembali menyusuri hutan bambu yang berkabut, dan mencari jalan menuju ke Goa Istana Alas Purwo.
Saat mereka sedang melangkah dan bersikap waspada, sesaat dihentikan oleh suara yang sangat mengerikan, membuat bulu kuduk meremang.
Kriiiuk kriiiuk kriiiuk
Suara kunyahan tulang dan belulang dan juga daging mentah yang terdengar begitu renyah dibalik rumpun bambu.
Ketiganya saling pandang, lalu bergerak perlahan menuju ke sumber suara, dan saat melihatnya dengan jarak cukup dekat, ternyata salah satu tim basarnas sudah menjadi santapan dari mutasi Macan Tutul.
Cairan pekat darah terlihat menggenang, dan menyebarkan aroma amis yang pekat dan membuat perut mual.
Naura hampir saja muntah, dan bergidik ngeri saat melihat kejadian yang sedang berlangsung didepan matanya.
Dan dengan gerakan sigap, Nathan menyerang sosok mutasi tersebut, lalu membuat pertarungan yang cukup sengit, sebab lawannya mencoba melawan.
Alessa yang melihat hal itu dengan gerakan sigap membantu menyerang lawannya.
Ia menghujamkan ujung tombak yang dipegangnya ke arah punggung mutasi Macan Tutul yang menyerang Nathan dengan gerakan beringas.
Tampannya ia cukup lapar, dan membuatnya tak berhenti untuk mengunyah.
Craaas
Satu hujaman tepat dipunggung mutasi Macan Tutul, dan saat bersamaan, Nathan ikut menghujamkan ujung kerisnya ke perut Macan Tutul, hingga membuat sosok itu terpekik kesakitan, lalu tubuhnya menggeliat dan berubah menjadi asap, lalu menghilang.
Alessa mengatur nafasnya yang tersengal, dan menatap tubuh pria malang tersebut.
"Ayo, pengorbanan mereka tidak boleh sia-sia," ajak Nathan, yang mana melihat raut penyesalan dimata sangat gadis.
Alessa menganggukkan kepalanya, lalu kembali berjalan menuju Goa Istana tempat dimana ia menemukan kitab kuno dan membacanya.
Sementara itu, Kenny dan juga Awan yang sedang menuju Goa Istana harus mendapatkan rintangan dari para mutasi hewan dan juga jiwa para petapa yang sudah terkurung lama di hutan Alas Purwo.
Saat ini, mereka sedang berasa di Situs Kawitan, pintu gerbang menuju ke Pura Giri Salaka.
Para mutasi itu seolah ingin menghalangi perjalanan mereka.
Ditempat yang berbeda, Raja Kala Gemet yang mengetahui akan adanya sabotase dari luar dan dalam, segera memanggil para pasukannya, meminta menjaga pintu gerbang menuju antara ke alam ghaib dan juga alam nyata.
Pasukan yang terbentuk dari para mutasi berbagai makhluk aneh itu dikerahkan, dan memperkuat benteng pertahanan.
Mereka diperintahkan untuk menyerang siapapun yang mencoba memberontak kepadanya.
"Sial!" Maki Kenny dengan kesal saat melihat mereka sedang digadang oleh pasukan mutasi yang berasal dari berbagai bentuk dan rupa.
Ia merasa jika rencana mereka telah disadari oleh penguasa ghaib tersebut. Ia tampak bersiap dengan belati ditangannya, dan saat para mutasi itu mulai mendekatinya, ia menggenggamnya dengan cukup erat.
Saat ini, Raja Kala Gemet sedang murka. Ia melihat pengkhianatan yang cukup besar sedang terjadi, sehingga membuatnya memberikan titah pada panglima yang dipercayanya.
Sat ini, ia memanggil Jhony, Kael, dan juga Axel yang sedang terluka, dan memerintahkan kepada mereka agar membentuk pasukan.
"Hancurkan mereka yang ingin menghalangi kekuasaanku!" Raja Kala Gemet terlihat murka.
"Baik Paduka Raja." jawab mereka dengan serentak, lalu dengan patuh menyanggupi.
Sedangkan Sena yang sedang bersamanya terlihat sangat gelisah. Ia melihat, jika para sahabat nya ada yang sedang menjerumuskan, ada juga yang tengah berjuang dalam menemukan kitab kuno untuk menyelamatkan mereka yang sudah terkurung lama di dalam tawanan sang Raja.
"Aku harus membuat Raja Kala Gemet teralihkan perhatiannya," Sena terus berfikir bagaimana caranya mendapatkan belati Ra Tanca, sebab hanya itu satu-satunya harapan mereka agar terbebas dari jebakan tersebut.
Ia menghampiri sang Raja, dan berusaha bersikap lembut padanya.
"Paduka Raja, bagaimana dengan kembang Wijaya Kusuma yang dijanjikan? Saya sedang menantikannya." Sena berusaha membuat sang Raja merasa senang, sembari mengukur waktu untuk mencari kesempatan yang tepat.
Raja Kala Gemet yang sudah terpikat oleh Sena, tampak lemah, karena baginya sosok sang gadis sangat istimewa.
"Sabar, Sayangku. Mereka sedang mengusahakannya, apakah kau tak sabar ingin merasakan malam pertama bersamaku?" Kala Gemet merangkul sang gadis yang berusaha tersenyum palsu untuknya.
"Tentu saja, Paduka adalah yang terhebat." sahut Sena berbohong.
Lanjut kak Author, semangat... 💪💪
Semoga kitab kuno segera ditemukan, jadi Sena dan yang lain bisa pulang dengan selamat ke rumah mereka masing-masing... 😙
untung wae lagsg crassss tesss tess tess ehh darah nya bukan merah ges apa mgkin darah nya biru 🙈🙈🙈