terlihat siluet laki laki tinggi tegap berdiri di balkon dengan kemeja hitam tertiup angin, mata tajam nya tampak melihat hamparan pohon menjulang tinggi, tampak tangannya memegang besi balkon dan tangan lainnya memegang ponsel tampak menelepon seseorang, "sudah saatnya kau kembali, aku yang akan menemuinya secara langsung" tegas tak terbantahkan "baik" sahut orang di seberang sana.
seorang gadis dengan senyum manis sedang mengobrol dengan teman sebaya nya duduk tenang di bangku taman universitas, tampak sesekali tertawa ceria.
takdir apa yang akan menemukan mereka? akan ada banyak plotwis dan intrik,ikuti kisah mereka disini. stay tune
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon er_riri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 31
di akhir pekan ini Bila masih menjadi pasien yang apa saja nya harus di bantu, dari ke kamar mandi Gama setia menggendongnya, sarapan di kamar, padahal Bila sudah punya rencana ingin berkencan dengan Gama. Tapi dengan tegas Gama menolaknya karena kondisi Bila yang belum stabil katanya. Padahal Bila sudah menyiapkan list apa saja yang akan dia lakukan untuk kencannya. Dari bangun tidur dia ingin berolahraga bersama, siangnya nonton bioskop, sorenya jalan jalan di taman rumah. Tapi semua gagal hanya karena luka yang tidak seberapa bagi Bila tapi parah menurut Gama.
Setelah semua urusan Bila selesai, Gama mencium semua bagian wajah Bila " kau yakin tidak ingin ikut bersamaku ke ruang kerja?" sudah ke berapa kali Gama bertanya tapi jawaban Bila tetap sama " iya sayang" mencium bibir Gama. Gama keluar kamar setelah berpesan agar langsung ke ruang kerjanya kalau merasa bosan.
Gama tengah sibuk dengan laptopnya, tok tok "masuklah", sekretaris Seth mengetuk dan membawa masuk Leon bersamanya "duduklah tuan muda saya akan membawakan minuman dingin dan cemilan" Leon berkeliling melihat lihat sekeliling ruang kerja Gama yang tampak membosankan seperti biasa hanya saja yang berbeda terdapat foto pernikahan di mejanya. "kemarilah Leon" gama sudah beralih ke tempat duduk tamu, Leon berjalan perlahan " bagaimana kuliahmu?", "ya begitulah kak, lancar", "jangan selalu bermain main saja, kasihan orang tuamu", "iya kak". "bagaimana kabar kakak ipar?" mengalihkan pembicaraan, dan yah berhasil membuat Gama sedikit terusik " baik". "bagaimana kakak bisa bertemu kakak ipar yang baik dan cantik itu? Dia terlalu cantik , sampai banyak lalat yang mulai mendekati, kenapa kakak membiarkan dia berkeliaran di kampus tanpa pengawal apa kakak tidak khawatir?" sudah tersenyum menjengkelkan, Gama mengepalkan tangannya karena sudah berhasil membuat Gama bereaksi seperti itu.
Sebenarnya Leon sudah tahu garis besarnya ketika dia bertemu Bila di pesta kakek, dia cuput tahu bagaimana kelakuan kakak sepupunya jika sudah klaim sesuatu miliknya. Dia tahu betul bagaimana susahnya Bila membujuk Gama untuk berkuliah, dan dia pun merasa aneh jika dilihat kepribadian Gama yang seperti itu untuk mengizinkan Bila. Dia sadar bahwa ada beberapa pengawal yang mengawasi Bila dari jauh persis sama seperti dirinya dulu waktu sekolah, karena sering membolos orang tuanya menempatkan pengawal atas rekomendasi Gama.
Gama sudah bisa menguasai diri, " jaga Bila di tempat kuliah! Aku harap kau menyingkirkan para lalat itu untukku", "itu sulit kak, apalagi Revan" Gama sudah mengetahui bahwa Revan berkuliah di tempat yang sama walau satu jurusan dengan Leon. " aku tahu kau ingin membangun perusahaan mu sendiri, tanpa harus menjadi pegawai magang di perusahaan Revan" iya iya dia kan kak Gama,tidak mungkin ada yang dia tidak tahu, dia pasti sudah menyusun siasat yang epic untuk mempengaruhi ku walau sudah bertekad untuk menolak tapi selalu saja kalah telak karena semua sudah terbaca olehnya wajah tampannya tampak sudah memberenggut seperti anak kecil sudah jurus pamungkasnya untuk merayu Gama, biasanya cukup berhasil walau harus mendengar sejuta nasihat dari sekretaris Seth setelahnya. Walaupun Gama bersikap dingin padanya tapi dia tahu bahwa dia selalu memperhatikannya.
" tapi aku tidak tanggung jawab yah kalau kak Bila tahu nanti", "aku yang bertanggung jawab nanti" ucap Gama tegas. " tapi aku masih penasaran bagaimana bisa kakak menikah dengan kak Bila? Apalagi dia berbeda dengan wanita yang menempel pada kak Gama, cantik dan manis sih tapi gak seksi" bicara panjang lebar sambil membuka buku yang ada di depannya tanpa tahu tatapan Gama yang sudah siap mencabik-cabik. Sebelum Gama bereaksi sekretaris Seth masuk dengan nampan dan meletakkan di meja " Seth kirim bedebah gila ini ke Afrika!" Leon melotot " apa salahku kak? Tadikan aku sudah bilang mau, kak Seth tadi kakak cuma bercanda jangan dengarkan!", "baik tuan, saya akan segera mengirimnya, apa dia tetap harus kuliah atau hanya jadikan dia sukarelawan saja?" sudah beringsut ke kaki Gama " maafkan aku kak, aku tidak akan bertanya apa apa lagi, aku akan jadi anak baik" sekretaris Seth sudah mau terbahak "baiklah, aku tarik kembali perintahku Seth ", " baik tuan" Leon sudah bernafas lega sekarang, walau raut wajahnya masih terlihat pucat. Dia tahu Gama tidak pernah bermain main dengan kata katanya.