- Berawal dari benci -
Akhh!
"Lo, kalau jalan pakai mata! "
"Maaf, kak "
"Ck, cewek gendut kaya lo mending pergi deh dari sini! "
" Baik ka! "
"Gendut amat sih! "
- berakhir di pelaminan -
"Apa nikah sama dia?, what! "
" Dewa bangun! "
" Akh, mama dewa ngga bisa nikah sama dia! "
" Harus bisa! "
- love 100 kg -
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bidadari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bagian 31 " Hukuman yang di luar nurul! "
"Baiklah, anak-anak berhubung yang. Melanggar Peraturan sekolah itu banyak kita, langsung saja jatuhkan hukuman untuk kalian! " Ujar bu jelita dengan toa yang nyaring, semua siswa - siswi yang. Tadi melanggar peraturan sekolah berkumpul di lapangan di bawah teriknya matahari, yang membakar kulit.
"Baiklah, bu erlin silakan kasih Hukuman untuk anak-anak yang. Sangat pintar karena telah melanggar aturan sekolah! " Kata bu amel dengan nada penuh sindiran. Bu erlin selaku guru bk langsung, berdeham menyimpulkan senyuman psikopat alias Devil!. Bu jelita menyerahkan Toa, ke bu Erlin
" Anak-anak!, sungguh memalukan kalian semua melanggar peraturan ke sekolah. Yang tidak memperbolehkan membawa barang yang, kalian tadi bawa, seperti make up!, Rokok, Foto mantan, Bahkan tadi ada yang bawa pistol! " Bu erlin menyindir sosok alex, membuat alex mendengkus sebal. Ia berbaris di samping irsyad, "Marilah, kita mulai hukuman nya untuk irsyad!. Kamu karena tidak membawa buku sama sekali, kamu dapat hukuman nya. Push up 100 kali! " Suara bu Erlin melengking membuat semuanya, menoleh ke arah irsyad.
"Cuman push up, gendong ibu juga bisa! Itu mah upil bu! " Sahut irsyad santai. Sembari mengibaskan tangannya, ke udara membuat bu erlin menatapnya horor. " Ya sudah, kalau begitu ibu tambah. Kamu harus Lari 10 keliling! "Lanjut bu erlin dengan suara tegas. " Sip bu! " Sahut irsyad. Ia bergegas melakukan push up, " Ayo! Irsyad! " Irsyad meletakkan tangannya di tanah lapangan, menaik turunkan badannya. Napasnya kian tersengal namun ia merasakan sekujur tubuhnya baik-baik saja, peluh menghiasi wajah tampan tersebut.
" Masih 30 loh irsyad!, "kata alex mencemooh sang sahabat yang. Napasnya tersengal, " Alex, lebih baik tutup mulut kamu!. Karena kamu akan cosplay jadi pencabut rumput!, " Celetuk bu erlin dengan wajah sanggar. Bak mau menerkam, lelaki tersebut " Halah, jangan kan cabut rumput cabut Nyawa orang saya jababin bu! " Kata alex sembari menepuk - nepuk dadanya, penuh percaya diri " Hahaha, tidak lucu!. Lebih Baik kamu cabuti rumput sekolah kita! Pakai tangan! " Cetus bu erlin suaranya sangat nyaring, di toa
"Cabut rumput sekolah bu? " Tanya Alex membuat bu erlin mendengkus sebal, "ngga alex, cabut rumput tetangga sana! " Cebik Bu erlin sembari berjalan ke arah irsyad. Yang sudah di lumuri peluh wajah nya, alex hanya menyengir kuda sembari berjalan dan mencabuti rumput-rumput. " Ibu, mah emang sengaja kan suruh saya cosplay jadi. Kang kebun bilang aja ngga mampu, bayar kang kebun! " Cibir alex pedas " Eh, mulut! Kamu mau ibu cukur! " Sentak ketiga guru tersebut membuat tawa yang ditahan semua, murid yang ada di lapangan pecah. "Peace bu! "
"Okay, jangan ketawa harusnya. Kalian jadikan pelajaran ini semua!.. Waktunya hukuman untuk bunga! " Cetus bu Erlin menatap bunga, dengan raut penuh kekesalan. "Kamu, itu masih kelas 11 tapi. Gayanya udah selangit pakai lipstik banyak-banyak, mau ngapain! " Ketus bu erlin " Ya, ibu juga gaya. Buktinya ibu pakai Lipstik juga kan? "Sahut bunga membuat bu erlin, mendengkus sebal ia mengambil sebuah cermin full body membuat semua berkerut kening.
" Silakan, kamu pakai semua lipstik kamu. Lalu cium ini cermin sampai lipstik kamu habis! ! " Bu erlin dengan puas menyerah kan cermin tersebut ke bunga, yang tampaknya sedang mencerna perkataan bu erlin "no.. Ibu!.. Jahat!, masa saya cium cermin? " Wajahnya nampak tidak percaya, "ya, terima saja bunga itu hukuman kamu! "' celetuk bu amel bunga merengut kan bibir nya.
" Bu ini, cermin Masa saya ciumin cermin!. Cium cowok kek itu baru wow! " Sahut bunga "kamu itu ya!, mesum pikiran nya kamu mau cium tuh cermin atau cium aspal! " Kata bu erlin dengan suara tegas,
Bunga menelan ludah, mendengarnya semuanya malah tertawa tapi tawanya di pendam agar tidak di hukum. "Ya udah, deh cium cermin! .. Daripada cium aspal jatuh dong! " Dengan langkah gontai bunga, mengambil cermin tersebut lalu memakai semua. Lipstik nya di Bibirnya "yang sabar, ya nga!. Gue yakin bibir lo pasti nanti tebel! " Celetuk ilona membuat bibir bunga, menjuntai kebawah. "OMG!, first kis pertama gue di rengut oleh cermin!. Bunga gilaa! " Pekik bunga saat bibirnya menempel, di cermin full body tersebut. "Anggap aja, lagi cium irsyad nga! " Celetuk alex
"Najiss! "
"Diam! Tidak usah berisik! "
Akhirnya satu persatu, siswa dan siswi mendapatkan hukuman ada yang di suruh joget. Ada yang disuruh squad ada yang di suruh Jadi kang sapu, ada yang disuruh jadi cleaning servis. Sementara Agatha disuruh jadi pengibar bendera dia harus jadi tiang, bendera tersebut yang di lebarkan. Dengan kedua tangannya sungguh pegal sekali tangannya, kalau ilona jangan di tanya lagi. Diatas kepalanya sudah di penuhi oleh buku-buku sekolah.
"Capek!, bu! " Rengek ilona
"Diam, ilona!.. Nikmati apa yang telah kalian perbuat! " Cebik bu jelita "bu, bibir saya kram!.. Tolongin " Cetus bunga yang memegangi bibirnya, yang sudah menjadi penuh, lipstik "mph!. Kamu benar-benar cocok jadi ceweknya joker, nga! " Ledek alex
"Diam! "
"Bunga, alex mau di tambah hukuman nya! " Suara tersebut melengking membuat. Mereka terdiam melanjutkan hukuman Masing-masing,