Pensiun sebagai pembunuh nomor satu karena penyakit mematikan, Kenzo bereinkarnasi ke dalam novel kultivasi buatannya sendiri. Berbekal 'Sistem Sampah' yang ia modifikasi menjadi senjata maut dan pengetahuan sebagai sang pencipta, Kenzo siap membantai siapa pun yang berani mengusik waktu santainya bersama sang putri.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agen one, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 35: Ayam naga (2)
Kekacauan di aula Makam Kaisar Langit mencapai puncaknya. Ayam naga itu, yang baru saja diberi nama tidak resmi "Si Bodoh" oleh Kenzo, sedang berlari histeris dengan ekornya yang masih sedikit berasap. Para kultivator yang tadinya tampak gagah kini terlihat konyol karena harus mengejar seekor ayam bulat yang larinya tidak beraturan.
"Tangkap makhluk sialan itu! Jangan biarkan dia menabrak formasi kita!" teriak sang pemimpin sekte.
Si Bodoh, dalam kepanikannya, melihat sebuah lubang kecil di dinding—celah yang sama yang diledakkan Kenzo tadi. Bukannya masuk ke sana, dia malah menabrak tembok di sampingnya dengan sangat keras.
DUAK!
Benturan itu begitu kencang hingga kepalanya masuk ke dalam retakan dinding, membuat badannya yang bulat bergantung lemas dengan kaki naga yang menendang-nendang udara.
"Dasar tidak berguna..." gumam Kenzo yang sedang mencoba membalut lukanya dengan sobekan jubah.
Namun, tepat saat pemimpin kelompok musuh melompat ke arah Kenzo dengan pedang yang dialiri Qi penuh, kaki Si Bodoh yang menendang-nendang itu tidak sengaja mengait sebuah tuas rahasia yang tersembunyi di dalam retakan tembok tersebut.
KREEEEKKK—
Tiba-tiba, seluruh lantai aula bergetar. Langit-langit makam yang tadinya hanya berupa batu biasa mulai berputar, menampakkan deretan meriam energi kuno yang mengarah tepat ke tengah kerumunan para kultivator.
"Hah? Apa yang terjadi?!" Para musuh berhenti bergerak, wajah mereka pucat menatap ke atas.
[Ding!]
[Sistem Pertahanan Makam Aktif: 'Hujan Pemurni Jiwa'.]
[Target: Semua entitas dengan niat membunuh di atas 90%.]
Meriam-meriam itu menembakkan cahaya putih yang sangat menyilaukan.
VUUUUUSHHH! VUUUUUSHHH!
Cahaya itu tidak membunuh, tapi secara instan menyedot seluruh energi Qi dari siapa pun yang terkena. Para kultivator Ranah Inti Emas yang tadi mengepung Kenzo tiba-tiba merasa tubuh mereka lemas seperti jeli. Senjata-senjata mereka jatuh berdenting di lantai. Mereka semua terduduk lemas, kehilangan kemampuan untuk bertarung dalam sekejap.
Sementara itu, Kenzo yang sedang dalam kondisi malas dan tidak memiliki niat menyerang (karena memang sedang lelah), sama sekali tidak terkena tembakan tersebut. Begitu juga dengan Ling Yue dan Lin-er yang berada di pojok.
"Dia... dia mengaktifkan mekanisme pertahanan makam untuk kita?" Ling Yue terbelalak tak percaya.
Si Bodoh akhirnya berhasil menarik kepalanya keluar dari tembok. Dia tampak pusing, menggoyangkan kepalanya ke kiri dan ke kanan, lalu melihat ratusan musuh yang sekarang terkapar lemas di lantai.
Dengan gaya sombong yang muncul entah dari mana, si ayam naga itu berjalan lambat (mirip gaya jalan bos mafia) di antara para kultivator yang tidak berdaya. Dia berhenti di depan pemimpin sekte yang tadi sangat sangar, lalu...
Puk!
Dia mengeluarkan kotoran kecil tepat di atas sepatu mewah sang pemimpin sekte, lalu berkokok dengan nada kemenangan yang sumbang. "KUKURU-RAWWRRR!"
Kenzo hanya bisa melongo. "Keberuntungan macam apa ini? Dia melakukan hal benar dengan cara yang paling bodoh."
Kenzo berdiri, berjalan menghampiri si ayam naga yang sekarang sedang berusaha mematuki kancing baju salah satu musuh yang pingsan. Kenzo mengangkat makhluk itu dengan memegang tengkuknya.
"Baiklah, aku tarik kata-kataku. Kau sedikit berguna, meskipun aku yakin kau melakukannya karena tidak sengaja," ucap Kenzo sambil memasukkan Si Bodoh ke dalam tas gendongnya.
"Ayah! Ayamnya hebat! Dia bisa membuat orang-orang jahat itu tidur siang!" seru Lin-er yang berlari menghampiri.
Kenzo melihat sekeliling. Aula kini aman, harta karun utama kemungkinan ada di balik pintu selanjutnya, dan musuh-musuhnya kini hanya bisa merayap di lantai tanpa Qi.
"Ling Yue, ayo pergi. Sebelum energi mereka pulih," ajak Kenzo.
Ling Yue menghampiri dengan wajah masih bingung. "Kenzo, kau benar-benar beruntung. Makhluk bodoh itu baru saja menyelamatkan nyawamu."
"Jangan puji dia, nanti dia tambah besar kepala." sahut Kenzo.
Tepat saat itu, Si Bodoh di dalam tas Kenzo bersendawa kecil, dan sebuah api kecil keluar dari mulutnya, membakar sedikit ujung rambut Kenzo.
"Sialan! Aku akan memasakmu jadi sup setelah kita keluar dari sini!" teriak Kenzo sambil menepuk-nepuk rambutnya yang berasap.
sebentar😅😅