karena sakit hati akan perselingkuhan sahabat dan kekasihnya, membuat gadis cantik blesteran inggris Prancis LARASATI AYUNDA. nekat mendatangi club malam untuk menenangkan pikiran dan segala problem yang tengah dialami, hingga tanpa disadari olehnya bahaya tengah mengintai dirinya.
dengan tiba-tiba segerombolan pria berpakaian serba hitam, menyeret-nyeret tubuhnya lalu dibawa ke suatu tempat yang asing, sampai ketika! sesuatu yang sangat berharga direnggut paksa oleh seseorang tanpa identitas.
setelah melewati malam panjang bersama orang asing, hingga menumbuhkan kehidupan baru yang bersemayam dalam rahimnya. apa yang akan terjadi selanjutnya dengan kehidupan LARASATI??
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sekarwangi91, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
31.
TING TING..
Bunyi lonceng menggema kencang di sebuah kedai sederhana yang menyiapkan beberapa olahan berbagai macam kue kue basah,kering,bulo, brownies lumer dan kue ulang tahun sesuai permintaan juga tema dan karakter.
Mbak Yuni yang sedang memangku sang putri bungsu dari majikannya, sambil tangannya membungkus brownis lumer yang akan dikirim ke pelanggan.
Seketika pandangan matanya langsung tertuju kearah pintu, ketika bunyi lonceng menggema keras. Yang menandakan kedatangan tamu pengunjung guna melihat lihat koleksi kue milik sang majikan.
"SELAMAT SORE TUAN DAN NYONYA.. MONGGO DIPILIH KOLEKSI KUE KUE DARI KEDAI SEDERHANA KAMI SEMOGA SESUAI SELERA ANDA."sapa sopan dan ramah mbak Yuni pada rombongan beberapa laki-laki dan wanita juga keberadaan satu anak kecil perempuan yang berada dalam gendongan lelaki dewasa tengah memeluk erat dalam dekapan tubuhnya.
"Selamat sore juga mbak.. kami lihat lihat dulu ya mbak, soalnya cucu saya agak lama jika sedang memilih kue kesukaan nya. Katanya bingung mau pilih yang mana? Pingin nya dibeli semua, tapi Takut enggak habis. Kan sayang dibuang nanti kue nya sedih dan menangis tersedu-sedu."adu sang wanita lansia yang masih terlihat cantik diusianya yang mendekati enam puluh tahun.
"Silahkan nyonya."jawab Mbak Yuni ramah seraya menganggukkan kepalanya.
Kemudian wanita lansia tersebut pun berdiri sejajar dengan lelaki dewasa yang tengah menggendong anak perempuan umur tiga tahun dan berkata dengan lembut.
"Cia mau kue yang mana? Jangan kelamaan pilih kue nya. Nanti acara lamaran nya om Riyan akan segera dimulai, entar terlambat loh."katanya lembut sambil membelai lembut rambut sang cucu.
Sedangkan sang cucu hanya terdiam bungkam sambil melihat lihat kearah kue kue yang berada di lemari etalase tanpa mau menunjuk apa yang hendak di beli.
Lalu berkata dengan suaranya yang cadel.
"Cia binun Oma mau pilih yang mana! Temuanya enak enak, Hem.. puting kepala cia Dady."keluhnya manja seraya menyandarkan kepalanya pada bahu lelaki dewasa yang dipanggil Dady.
"Hehehe... Anak Dady bingung Hem, enggak usah bingung bingung. Bagaimana kalau Dady yang pilihkan kue nya? Mau ya?"ujarnya lembut sambil mengecup lembut rambut sang putri.
"Telselah Dady, cia puting Dady!"jawabnya pasrah.
Dan laki-laki yang dipanggil Dady pun hanya tersenyum tipis manakala melihat sifat manja sang putri.
"Segeralah kau pilih Roland, karena sebentar lagi acaranya akan segera dimulai."ujarnya mengingatkan sambil Melihat kearah jam mewah yang berada dipergelangan tangannya.
"Ya mam,"katanya tegas.
Ya, laki-laki dewasa yang tengah menggendong anak perempuan tiga tahun tersebut adalah Roland Anderson. Bungsu kembar dari pasangan Rania Lawalata Anderson. Dan Robert Anderson.
Tiga tahun yang lalu tiba-tiba sang istri memberi kabar tengah berbadan dua dengan usia kehamilan delapan Minggu.
Padahal dia sudah begitu pasrah akan kehidupan rumah tangganya tanpa ada hadirnya sang buah hati.
Dia juga kala itu hendak menyerahkan perusahaan Anderson pada sang Kakek. Lantaran tak bisa memenuhi persyaratan yang diajukan oleh kakeknya. Yaitu memberikan seorang cicit.
Jika dia menuruti keluarga besarnya untuk kembali menikah guna memudahkan niatnya untuk segera memiliki momongan.
Lebih baik dia menyerahkan perusahaan sang kakek dari pada mencari istri kedua. Yang pastinya akan membuat istri tercintanya sakit hati yang berujung dengan perpisahan.
Namun Tuhan begitu baik terhadap nya. Sekian tahun lamanya menunggu hadirnya sang buah hati. Dan ternyata tanpa disadarinya jika dalam perut sang istri tengah bersemayam sebuah janin dengan usia delapan Minggu.
Saat itu baik dia maupun keluarga besarnya. Begitu merasakan kebahagiaan yang teramat dalam. Lantaran keinginan dan impian mereka akan segera terwujud dengan hadirnya cucu ditengah-tengah keluarga Anderson.
Dan yang paling antusias adalah kakek neneknya beserta kedua orangtuanya.
Sampai mereka melakukan sumbangan besar besaran sebagai bentuk rasa terimakasihnya pada yang maha kuasa atas kehamilan sang menantu yang begitu selalu ditunggu-tunggu kabar baiknya.
Sedangkan dia sendiri langsung membangun sebuah Playground di mansion pribadinya, juga menyiapkan kamar yang mewah dengan berbagai karakter animasi kartun.
Sebab kala itu dia belum mengetahui jenis kelamin bayi dalam perut sang istri.
Untuk itulah dia membuat Kamar khusus untuk putrinya dengan tema Barbie kombinasi iron Man.
Dan ternyata sang putri begitu menyukai dekorasi kamarnya tanpa mau merubahnya.
Katanya suka dengan pilihan sang Dady. Bagus tak membosankan.
Dan sangat kebetulan putrinya pun menyukai kedua film kartun tersebut.
"Dady mau itu..?"tunjuk nya pada permen coklat berbentuk Upin Ipin dengan ukurannya yang besar sekitar telapak tangan orang dewasa. Permen tersebut tergeletak di atas meja dimana ada anak kecil yang sedang duduk tengah memainkan nya dengan kepala tertunduk.
Seketika Roland dan sang Oma pun melihat dengan apa yang ditunjukkan oleh sang cucu. Lalu berkata dengan lembut.
"Itu permen coklat karakter, cia mau itu?"kata Roland memastikan.
Dan sang putri pun mangguk mangguk tanpa melepaskan pandangannya pada benda tersebut.
TING.
Ceklek.
Kembali pintu kedai terbuka yang menampakkan laki-laki dewasa yang rupa wajahnya begitu mirip bagai pinang dibelah tiga dengan laki-laki yang tengah menggendong anak perempuan.
"Mam, Roland, bagaimana apa sudah dapat apa yang mau dibeli?"tukas Romi bertanya lugas.
"Sebentar lagi mam, acaranya akan segera dimulai.?"sambung Roni tegas.
"Iya mami tahu, tapi ini cia nya bingung mau pilih yang mana."jawabnya tanpa melihat pada sang empu.
"Bagaimana kalau nanti kita datang lagi kesini?Soalnya ini sudah mepet banget mam, dari tadi suami mami ngomel-ngomel terus macam emak emak kompleks. Pengeng kuping saya mam,"adu nya dengan bersungut-sungut.
"Hai, suaminya mami itu, ya bapak kamu lah. Huh!! Dasar kalian!"jawab nya menggerutu sebal dengan tingkah sang putra kedua.
"Hehehe... Baru sadar saya jika memiliki bapak macam mama Dedeh hobinya khutbah.."candanya sambil terkekeh mesem.
Sang mami pun hanya geleng-geleng kepala akan tingkah absurd putra keduanya. Dengan kepribadian nya yang humoris dan humble.
Berbeda dengan putra sulungnya dan yang terakhir. Terkenal dengan kepribadian nya yang dingin, ketus, dan datar tak tersentuh. Maka dari itu sampai sekarang putra sulungnya belum juga memiliki tambatan hati.
"Sudahlah Romi! Kau itu berisik sekali menganggu kenyamanan pengunjung saja!"sarkas Roni datar.
"Cepat lah Roland. Jangan terlalu menuruti permintaan putri mu yang memakan waktu berjam-jam untuk mencari apa yang disukai nya. Tegas lah sedikit pada putrimu agar tak menyusahkan di masa depan."sindir Roni pedas pada sang adik bungsu. Seraya menatap sinis pada sang ponakan.
"Ya bang,"katanya lirih.
Tiba-tiba..
"Loh loh,, kalian ngapain saja? Kenapa kok lama sekali, hampir satu jam kalian berada disini tanpa membeli apa apa. Huh.. memalukan!"suara tegas laki-laki yang datang tiba-tiba dari belakang punggung mereka.
Seketika mereka pun menoleh ke asal suara dan sedikit kaget akan kedatangan orang yang baru saja diomongin.
Aduh bisa runyam deh, kalau sang penguasa bertindak< gumam sang Oma sedikit cemas ketika melihat kedatangan tiba-tiba sang suami yang pastinya akan memarahi nya. Lantaran terlalu lama mengikuti keinginan sang cucu.
Kemudian...
"ABANG KARAN... ABANG KHENZO.. JANGAN AMBIL COKLAT NYA DEDE!! BALIKIN ITU PUNYA DEDE!!"pekik Kiran dengan suaranya yang keras ketika melihat coklat kesukaannya berada ditangan kedua Abang nya.
Seketika para pengunjung kedai pun menengok ke asal suara manakala mendengar jeritan kencang yang memekakkan telinga nya.
Degg.
"Hah!!"cengo mereka terdiam bengong dengan membuka sedikit mulutnya tatkala melihat penampakan empat anak kecil yang wajahnya begitu mirip layaknya pinang dibelah empat.