Qing Shuang berjuang untuk menjadikan suaminya Han Feng, dari seorang pangeran terbuang hingga berkahir sebagai putra mahkota.
Berguru pada Guru Negara yang bahkan harus di hormati oleh kaisar, selama tiga tahun.
Mengatur strategi melawan semua pangeran yang memiliki kekuasaan lebih besar.
Tapi.
Bukannya rasa cinta yang didapatkan olehnya. Dirinya diceraikan pada malam pernikahan. Han Feng ternyata hanya memanfaatkannya, untuk mendapatkan kekuasaan. Sedangkan yang dicintai Han Feng adalah adik Qing Shuang, bernama Zhu-Zhu.
Dirinya dituduh berselingkuh, ibu asuhnya dibunuh. Ayah kandungnya bahkan seluruh keluarganya malah mendukung sepupunya.
Qing Shuang dibuang dalam keadaan sekarat ke makam masal. Di luar dugaan, wanita itu berusaha bangkit. Meraih uluran tangan guru negara.
Pria berambut panjang putih yang telah menjadi gurunya selama 3 tahun itu berucap."Ingin membunuhnya sekarang? Atau perlahan..."
"Perlahan..."
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KOHAPU, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Papan Catur
Begitu lembut terasa bagaikan mematikan semua logikanya. Melupakan bahwa orang ini adalah Ming Yuan? Entahlah bagaikan kelu untuk bergerak.
Perlahan segalanya terhenti. Ming Yuan menatapnya sembari tersenyum.
Sedangkan Qing menutup mulutnya sendiri dengan kedua tangannya."Ini ciuman pertamaku! Benar-benar keji." Geramnya.
Tapi tidak ada jawaban. Tangan Ming Yuan terulur, kelopak bunga sakura perlahan turun menuju jemari tangannya.
Tidak dapat dipungkiri olehnya, di luar sifat Ming Yuan yang begitu aneh, pemuda ini terlihat indah. Pemuda? Maksudnya sesepuh.
"Kamu beruntung...aku lah yang rugi. Kamu tau bukan berapa banyak wanita yang ingin menyentuhku." Benar-benar kalimat tidak tahu malu.
Plak!
Qing Shuang benar-benar menamparnya. Orang lain akan marah setelah menerima tamparan nya. Tapi Ming Yuan hanya tertawa kecil. Bahkan kala tertawa pun pemuda ini terlihat jauh lebih rupawan lagi.
Rambut putih panjangnya bagaikan dibelai oleh angin. Senyumannya begitu indah dan tulus. Begitu lembut dan terhormat terlihat dari luar. Seperti sesuatu yang mulia.
"Aku tidak ingin menyentuhmu. Malam ini guru harus kembali ke kuil puncak gunung." Qing Shuang merajuk, melangkah pergi.
Sedangkan Ming Yuan hanya menatap ke arah punggungnya. Sebuah kemuliaan yang tidak dapat digapai, mungkin itulah Shen Qing Shuang di matanya. Kembali menikmati teh di bawah bunga sakura seorang diri. Membiarkannya melakukan apa saja. Itulah yang akan dilakukan olehnya.
***
Pangeran Xuan Zhan baru saja terbangun menerima laporan tentang hal yang terjadi dari salah satu prajurit bayangannya.
Menipiskan bibir menahan tawanya."Putra mahkota kelihatannya begitu mencintai permaisuri...Intinya ini seperti serangan balik. Putra mahkota benar-benar bodoh dengan menjadikan nona Qing Shuang sebagai musuh..." Xuan Zhan menghela napas kasar.
"Sampaikan pesan pada nona Shen untuk bertemu denganku di area belakang kuil. Ada yang ingin aku bicarakan." Perintahnya pada salah seorang pengawal. Menghela napas, wanita berduri yang benar-benar membuatnya tidak dapat berkata-kata.
"Baik!" Pengawal segera pergi menyampaikan pesan.
Sebenarnya ini menguntungkan bagi pangeran Xuan Zhan untuk mendapatkan keuntungan. Tapi sayangnya ayah permaisuri merupakan jendral besar yang dihormati. Menjatuhkannya bukan hal mudah.
Waktu dapat berlalu dengan cepat. Dirinya memakai pakaian terbaik. Duduk di kursi rodanya menunggu kedatangan Shen Qing Shuang.
Tapi, wanita yang begitu indah didapatinya melangkah mendekat diikuti dua orang pelayan.
Seorang wanita dengan pakaian putih yang indah. Hiasan rambut sederhana, dengan motif bunga sakura terlihat di rambutnya. Hiasan rambut yang memiliki dua rantai panjang sedikit menjuntai di hiasi mutiara kecil di bagian ujungnya.
Langkahnya anggun, anehnya wajah itu terlihat begitu cantik tanpa bekas luka. Jauh lebih bersih, kecantikan alami yang...
"Hamba memberi hormat pada yang mulia pangeran ke 7." Kalimat Qing Shuang membuat kesadarannya kembali.
"Bekas luka di wajahmu..." Xuan Zhan menatap tidak mengerti.
"Bukankah pangeran pasti sudah mendapatkan informasi dari pengawal bayangan, bahwa guru hamba datang. Guru yang menyembuhkan hamba." Qing Shuang mulai duduk menuangkan teh di cawan.
"Sayangnya aku tidak bisa bertemu langsung dengan gurumu. Apa guru negara memiliki murid lain?" Tanyanya penasaran.
Qing Shuang menggeleng."Setahu hamba tidak. Guru berkata terlalu merepotkan jika memiliki banyak murid." Jawaban yang benar-benar apa adanya. Setahunya dirinya adalah murid satu-satunya.
"Lalu kamu... kenapa dapat menjadi muridnya?" Tanya pangeran Xuan Zhan.
"Kenapa ya? Entahlah, banyak orang yang datang silih berganti berlutut di depan gerbang kuil yang tertutup ingin berguru. Tapi satupun dari mereka tidak dibukakan pintu oleh Guru." Qing Shuang sedikit menyipitkan matanya."Apa karena aku adalah tipikal murid yang baik? Aku selalu membuat kan kue bunga, makanan, dan menyajikan teh. Juga menggosokkan tinta saat guru menulis buku kedokteran."
"Bukankah itu seperti seorang istri?" Gumam pangeran Xuan dengan suara kecil. Kemudian menggeleng dengan cepat. Apa yang dipikirkannya, Qing Shuang selalu menjaga kehormatannya. Juga guru negara yang pastinya sudah sepuh. Usia 256 tahun betapa tuanya.
"Aku penasaran bagaimana wajah seseorang yang berusia 256 tahun." Pangeran Xuan Zhan menatap antusias.
"Wanita yang pernah melihat guruku akan jatuh cinta, hingga sedikit kehilangan kewarasan mereka. Para pria yang semula menyukai wanita akan menganggap dirinya sendiri tidak normal." Shen Qing Shuang menghela napas, semalam dirinya memang sedikit tidak waras. Bisa-bisanya membalas perlakuan gurunya yang tidak masuk logika.
"Aku tidak percaya..." Gumam Xuan Zhan."Tapi, kamu selamat malam ini karena gurumu. Kelihatannya kamu memang murid kesayangannya."
Tidak ada jawaban dari Qing Shuang. Gadis itu hanya menelan ludah, membayangkan ciuman semalam. Tidak! Apa yang ada dalam pikirannya. Gurunya yang konyol pasti memiliki alasan untuk menciumnya. Mungkin semacam obat dimasukkan. Atau dirinya terkena serangga Gu, kemudian gurunya mengeluarkannya melalui jalan berciuman. Ada banyak kemungkinan. Tapi yang paling tidak mungkin adalah gurunya mencintainya...
"Sejauh mana pengawal bayangan menyaksikan kejadiannya?" Tanya Qing Shuang menelan ludah.
"Hanya sampai permaisuri pergi, karena setelahnya guru mu membuat semacam tabir pelindung. Tidak ada yang bisa masuk dan menyaksikan apa yang terjadi di tempat kalian berada. Memangnya kenapa?" Tanya Xuan Zhan.
"Tidak bukan apa-apa. Hanya saja guruku mengatakan beberapa rahasia." Qing Shuang berusaha keras untuk tersenyum. Walaupun dalam raut wajahnya terlihat jelas kecemasan. Mengingat hal memalukan yang terjadi semalam.
"Aku berencana melaporkan hal yang terjadi hari ini pada kaisar. Pasti kaisar akan---" Kalimat pangeran Xuan Zhan disela.
Qing menggeleng."Tidak, jangan melaporkannya. Jika Permaisuri diturunkan saat ini maka kudeta akan terjadi. Kita harus melemahkannya terlebih dahulu. Perlahan kekuasaan jendral Yang (ayah permaisuri) harus dilucuti."
"Tapi, bukankah ini kesempatan?" Tanya Xuan Zhan.
Gadis yang menggeleng, kemudian berucap."Seni adalah ledakan. Kita harus menimbun bubuk mesiu lalu membuat ledakan besar. Agar membuat Permaisuri terkesan."
"Tugasmu adalah mengancam Permaisuri. Jika ingin bekerja sama denganku untuk menjatuhkannya." Lanjutnya.
"Mengancam? Bukankah itu akan membuat permaisuri semakin waspada?" Tanya Xuan Zhan.
"Saat terdesak manusia akan berbuat ceroboh. Jika kaisar sampai mengetahuinya maka kemungkinan besar dirinya akan dikurung di istana dingin. Tentu saja para selir yang selama ini dianiaya akan membalas dendam mereka. Hanya itulah yang ada dalam otak permaisuri. Jadi..." Qing menggantung kalimatnya.
"Jadi?" Tanya pangeran Xuan Zhan.
"Permaisuri akan meminta jendral Yang untuk mempersiapkan melakukan kudeta nantinya. Berjaga-jaga jika kaisar mengetahui kejadian hari ini."Qing menggeleng tertawa kecil.
"Jika kamu benar-benar ingin menginjak permaisuri hingga habis. Sampaikan pada ibu suri dan selir agung untuk mulai mempengaruhi kaum dagang dan petani. Cari perhatian mereka, janjikan kebijakan yang menguntungkan. Hingga mereka menjadi sekutu selir agung." Jelas Qing Shuang meminum sedikit tehnya.
"Kenapa kaum dagang dan petani. Kenapa tidak kaum bangsawan saja?" Tanya Xuan Zhan tidak mengerti.
"Hari ini puluhan putri bangsawan dicelakai oleh Permaisuri. Jika masalah ini terbongkar maka, kaum bangsawan sudah pasti akan berpihak pada selir agung." Qing Shuang menghentikan kalimatnya sejenak. Tersenyum pelan, terlihat mengerikan."Jika kudeta adalah jalan keluar satu-satunya bagi Permaisuri. Maka...tanpa pedagang yang tidak menjual pasokan pangan dan persenjataan untuk prajurit. Permaisuri akan mati..."
Xuan Zhan tertegun. Bahkan selir agung pun tidak dapat meruntuhkan kekuasaan permaisuri. Tapi wanita ini benar-benar dapat mengendalikan istana bagaikan istana adalah papan catur besar miliknya. Menggerakkan pion sesuka hati. Wanita yang sungguh indah...
qing buat pytra mahkota selalu igat dosanya saat mmbunuhmu,biar trtekan tu han feng.