Di harap kan bijak saat membaca.
Menceritakan seorang anak yang berbeda dan
mempunyai kelebihan,
Sejak kecil sudah hidup berdampingan dengan makhluk dunia lain.
Bisa melihat dan merasakan makhluk tak kasat mata, sampai harus berjuang dari kerasnya hidup dan takdir yang sangat kejam.
Mempertahan kan sesuatu yang di berikan oleh pencipta,
akan kan selamanya akan seperti ini,
Jika dia bisa memilih dan di beri kesempatan untuk memilih,
Apa yang akan dia pilih, Memilih Hidup dengan kelebihan, atau membuang kelebihan itu,.
Klik hati untuk mengikuti kisah ini,
dan jangan lupa Rate bintang lima, tinggalkan jejak kalian di colom comentar..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RuQi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ch31. PENJELASAN
SELAMAT MEMBACA
Pagi hari jam sembilan aku baru bangun dari tidur,
Mbak Dina mungkin sudah bangun karna ku lihat di sofa sudah tidak ada mbak Dina,
Aku merenggakan badan ban berencana mandi,
Selesai mandi aku turun ke bawah karna perutku lapar ingin minum susu,
"Nenek.." ucap ku yang melihat nenek sedang berdiri di taman sambil menyirami bunga,
"Sudah bangun nak" kata nenek Sekar tersenyum pada ku
"Sudah nek, bunda ada telfon nek, Ruru belom di telfon pagi ini nek" keluh ku
"Tadi telfon nenek sudah, kamu sudah makan nak" tanya nenek
"Ruqi mau minum susu dulu nek" ucap ku, lalu melangkahkan kaki ku kedapur
Nenek hanya tersenyum melihat ku,
aku pergi kedapur untuk membuat susu, bahkan aku selalu lupa menanyakan kepergian Tante kunyi dari kemaren,
Karna baru ini Tante pergi ga bilang, dan perihal harimau itu apa aku tanyakan nenek
Aku bertanya tanya dalam hati menanyakan atau tidak, saat pikiran sedang berkelana, mbak Dina datang dari arah luar
"Udah bangun dek" tanya mbak Dina pada ku, yang datang dari arah luar
"Baru turun mbak, ini mau buat susu.." jawab ku menoleh pada mbak Dina
"Mbak beli coklat warung, kamu mau coba nggak," tawar mbak Dina pada ku, menyodorkan bungkusan hitam
"Mbak dari mana kok pergi ga bilang," kata ku lagi, menerima bungkusan itu
"Dari beli keperluan bulanan wanita dek, mbak lupa ga bawa" ucap mbak Dina melihatkan bungkusan satunya
Aku mengangguk tanda mengerti ucapan mbak dina, dan mengambil coklat dari kantong plastik belanjaan mbak Dina
Saat sudah selesai minum susu aku mencari nenek untuk bertanya,
"Nenek aku mau ngomong" kata ku saat melihat nenek sedang duduk di kursi tamu.
"Ngomong apa ruqi, kamu udah di tunggu Ujang buat kepesantren, kapan mau berangkat," ucap nenek Sekar
"Ahhh.. iya nek, aku lupa kalo mau kepesantren, tapi nek, ini ada hal penting yang mau ruqi tanya nek," kata ku lagi saat hampir lupa Ama tujuan ku mencari nenek
"Ruqi mau tanya, kemaren siang waktu perjalan ke sini ruqi tak sengaja mampir ke restoran gaib nek," jelas ku
"Restoran gaib dimana adanya ruqi, itu cuma ada di alam bangsa jin sana" jelas nenek
"No No No nenek, kemaren ada, mukanya seram nek, dia juga memakan makanan yang di beli sama orang orang yang beli di restoran itu, dan menjilatinya sampai berliyur," kata ku menjelaskan
Huekkkk... aku pun teringat lagi dengan makhluk jelek itu,
Rasanya pingin ku musnakan saja makhluk itu
"Itu bukan restoran gaib ruqi, kemaren kamu masuk ke restoran pesugihan," jelas nenek
"Pesugihan apa nek dengan makhluk jelek seperti itu," heran ku dan bertanya kepada nenek
"Ada banyak pesugihan ruqi, kamu jangan banyak tau dulu tentang seperti itu, dan pesugihan itu ada resikonya sendiri, juga sudah tertulis dan tidak semua orang bisa melakukannya" jelas nenek yang membuatku bingung
"Maksudnya gimana nek, ruru belom ngerti, jadi setiap orang bisa melakukan pesugihan dan makhluk jelek seperti itu terus ada di dekatnya nek," tanya ku lagi penasaran
Aku membayang kan setiap hari bersama makhluk astral yang seperti itu, mungkin aku kurus kering karena muntah setiap hari, kata ku dalam hati,
"Tidak sayang, keluarga kita tidak melakukan hal seperti itu, mungkin banyak yang melakukan hal yang di larang Allah, tapi ruqi jangan sekali kali mengikuti jejak mereka, walau pun ruqi mengikuti mereka itu tak akan berhasil" kata nenek Sekar melihat ku
"Ruqi juga ga mau nek, ruqi takut ga bisa makan enak lagi, dan ruqi juga ga mau harus melakukan pesugihan dengan makhluk seperti itu" jelas pada nenek, ku pandangi nenek dan menegakkan badan bahwa aku bersungguh berucap
"Alhamdulillah.. itu baru cucu nenek.." kata nenek, lalu mengusap kepala ku
"Tapi ruqi tau nggak, ruqi terlahir bulan apa dan hari apa.." ucap nenek Sekar lagi
"Setau ruqi, ruqi kelahiran 4 November kan nek," jawab ku
"Di Jawa hitungannya ga seperti itu nak, ada hitungan Jawa sendiri," jelas nenek langsung menerangkan adat adat suku Jawa dan weton weton kelahiran Jawa
Nenek menjelaskan secara detail asal usul pulau Jawa ini berdiri, dan ramalan ramalan Jawa yang di yakini itu asli dan benar, sampai sekarang pun ramalan itu tidak meleset sedikit pun, namun itu tergantung kepercayaan semua orang, kalo aku orangnya putih, ikut kata hati Tampa memilih golongan, tapi tidak lupa akan adat dan istiadat yang di pegang dari kecil.
SAMPAI SINI DULU,
SELAMAT MEMBACA,
WASSALAMU'ALAIKUM..
tour, itu