NovelToon NovelToon
Bukan Salah Jodoh

Bukan Salah Jodoh

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis
Popularitas:65.2k
Nilai: 4.9
Nama Author: Ang Hariyanti

kisah ini menceritakan seorang gadis bernama NEINA KHUMAIRA yang terjebak pernikahan atas dasar balas dendam antara dua orang bersaudara.

Neina mencintai kekasihnya , seorang duda beranak satu, mereka berencana akan menikah setelah Neina lulus Sekolah. Namun di hari pernikahan seorang yang mirip dengan kekasihnya menjadi mempelai pria.

Sanggupkah Neina mengubah hati seorang Tuan Muda yang Sombong dan keras kepala menjadi cinta?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ang Hariyanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#sahabat

Neina segera memberitahu Hima, kemudian ia segera bersiap setelah memberikan alamat rumahnya pada Hima.

lima belas menit kemudian Hima telah sampai di depan gerbang, ia meng klakson beberapa kali hingga akhirnya terlihat Neina berlari.

"Lama sekali, " sungut Hima kesal.

"Baru lima menit menunggu sudah marah-marah, "

"Lima menit katamu?, aku di sini sudah dua puluh menit, " protes Neina.

"Maaf, aku kan harus meminta uang pada suamiku tapi dia tidak punya uang, " ucap Neina sendu.

"Rumah sebesar ini tidak punya uang? dia pasti membohongimu, " Hima melotot tak percaya.

"Dia memberiku ini, " Neina mengeluarkan black card dari tas kecilnya.

"Ku pikir suamimu itu benar-benar miskin, ini artinya kau sudah di anggap istri sepenuhnya, " Ucap Hima bersemangat.

"Tapi, -"

"Diamlah aku sedang fokus menyetir" potong Hima.

"Dari tadi kau yang bicara, kenapa harus aku yang diam, " protes Neina.

"Kalau kau yang bicara aku tidak konsentrasi mengemudi, "

Neina mengerucutkan bibirnya kesal, ia tak habis pikir dengan sahabatnya itu.

Dua puluh menit kemudian mereka sampai di salah satu Mall terbesar di kota ini.

"Ayo, kita belanja dulu, " Hima menarik tangan Neina.

"Jangan menarik ku, " Neina menghentakkan cekalan tangan Hima. " Kau ini kasar sekali seperti preman saja, " gerutu Neina.

"Maaf, aku terlalu bersemangat untuk menggunakan Black Card mu itu" Hima menaik turunkan alisnya.

"Apa ini cukup untuk kita belanja, ?" tanya Neina ragu.

"Astaga Neina kau ini kampungan sekali, " ejek Hima. "Kau mau membeli Mall ini pun bisa dengan kartu ini, " jelas Hima.

"Ooo" Neina membulatkan bibirnya, "Apa bisa membeli Mall ini, ?" Neina melotot kan matanya tak percaya.

Mereka berdua kemudian masuk ke dalam Mall, Hima mengajak Neina ke dalam sebuah toko tas branded. Neina menutup mulutnya saat melihat harga yang tertera.

"Mahal sekali, ini bisa untuk membangun sebuah rumah di kampungku, ayo kita pergi saja, " bisik Neina.

"Semua harganya sama, " balas Hima berbisik.

Saat mereka sedang memilih, seorang perempuan mendekati Neina.

Wanita itu tersenyum mengejek, " Tas ini lebih mahal dari pada harga dirimu, " sambil memegang sebuah tas.

"Kau, ?" Neina menatap wanita itu yang tak lain adalah Olivia. " Kau tidak berhak menghinaku, " kesal Neina.

" Atas dasar apa aku tidak berhak menghina gadis kampung sepertimu, "

"Hei, jaga ucapan mu cabe cabean, " kini giliran Hima yang menimpali.

"Aku tidak ada urusan denganmu, sebaiknya kau diam saja, " Bentak Olivia melotot ke arah Hima.

"Kau menantang ku ya, " Hima menggulung lengan baju nya.

"Sudah ku katakan aku tidak ada urusan denganmu, diamlah!. jangan membela pelakor seperti dia, !" tunjuk Olivia ke arah Neina.

"Siapa yang kau sebut pelakor hah?, " ucap Neina.

"Tentu saja kau, ! kau sudah merebut tunangan ku, "

"Merebut tunanganmu? hei... kau lupa aku ini istri Mas Rayhan? "

"Hahaah" Olivia tertawa keras. "Kau itu hanya istri bayangan, keberadaanmu saja tidak di anggap. " ejek Olivia.

Hima yang sudah geram langsung menarik rambut Olivia, "Jangan pernah menghina sahabatku, " teriak Hima sambil terus menarik rambut Olivia.

"Lepas, sialan, !" umpat Olivia kesal sambil ikut menarik rambut Hima.

"Hima, lepaskan, lihatlah kita menjadi tontonan orang-orang, " Neina berusaha melepaskan cengkraman Hima.

Namun Hima tak peduli, ia terus saja saling menjambak dengan Olivia. Sampai akhirnya seorang satpam melerai pertengkaran mereka berdua.

"Apa kalian tahu dia ini pelakor, dia merebut tunangan ku , !" teriak Olivia menunjuk Neina di depan orang-orang yang sedang berkerumun menyaksikan pertengkaran mereka.

Berbagai macam pandangan orang-orang menatap Neina sambil berbisik. Hima yang melihat Neina menunduk malu segera menarik tangan Neina menjauh dari kerumuanan.

" Jangan hiraukan mereka " ucap Hima menghibur Neina.

"Maaf, kau jadi bertengkar karena aku, " ucap Neina sendu.

"Tidak apa-apa, aku kan sahabatmu, " Hima tersenyum sambil menggandeng tangan Neina. "Siapa dia?" tanya Hima.

"Namanya Olivia, dia mungkin tunangan Mas Rayhan. Dia pernah makan siang ke rumah Rayhan bersama kedua orang tuanya." jelas Neina.

"Ohhh,aku tahu, "

"Lalu kenapa bertanya kalau sudah tahu, " kesal Neina.

"Aku baru ingat dia itu kan artis yang sempat naik daun karena bertunangan dengan pewaris Zhaufan grup, tapi akhir-akhir ini karier nya redup. "

"Apa Mas Rayhan akan menikah dengan-Nya?" tanya Neina sendu.

"Mana ku tahu, tanya saja pada suamimu, " jawab Hima sambil memperbaiki penampilannya di kaca mobil.

"Baiklah, ayo antar aku pulang aku mau menanyakannya pada Mas Rayhan, "

"Ini sudah siang markonah..., kelas kita sebentar lagi di mulai, "

"Ah, iya aku lupa, " Neina menepuk jidatnya.

Mereka berdua kemudian menuju kampusnya. Sepanjang perjalanan Neina hanya membisu menatap keluar jendela.

****

Rayhan yang saat ini berada di kantornya menerima sebuah video yang memperlihatkan Hima dan Olivia bertengkar.

"Olivia, kau benar-benar membuatku kesal, " ucap Rayhan sambil mengusap wajahnya.

"Gawat bos, " Arsen yang tiba-tiba masuk ke dalam ruangan Rayhan.

"Kenapa tidak mengetuk pintu, gawat kenapa?"

"Subroto sudah tahu Tiara berkhianat dan sekarang Erika menyekapnya, " Ucap Arsen sambil mengatur nafasnya.

"Apa, kurang ajar, kau juga bodoh sekali kenapa kau biarkan Tiara kembali ke rumah Subroto, "

"Maaf, ini salahku "

"Kerahkan anak buahmu, selamatkan Tiara, "perintah Rayhan.

"Baiklah, tapi ini sangat berbahaya, "

"Apa kau takut?"

"Tidak, baiklah aku pergi dulu, "

"Aku akan mencari keberadaan Olivia, "

Arsen mengangguk kemudian meninggalkan ruangan Rayhan.

Rayhan kemudian mencari keberadaan Olivia melalui ponselnya. Ia mengerutkan dahinya saat melihat posisi keberadaan Olivia.

"Sedang apa dia di kampus Neina? Astaga, " Rayhan segera menyambar kunci mobilnya. Ia segera berlari, saat ini perasaannya sudah tidak nyaman.

Sesampainya di kampus Neina, ia segera turun mencari keberadaan Neina.

Rayhan segera menuju kelas Neina, "Dimana Neina?" tanya Rayhan pada Hima yang baru saja hendak meninggalkan kelas.

"Bukankah kau akan menemuinya di Cafe melati, ?" tanya Hima mengerutkan dahinya, lima belas menit yang lalu Neina mengatakan akan menemui suaminya di Cafe Melati yang terletak di sebrang kampus.

"Apa? aku tidak pernah menghubunginya, " jawab Rayhan.

Tanpa menunggu jawaban dari Hima, Rayhan segera berbalik dan berlari meninggalkan Hima .

Ia segera menuju gerbang kampus sambil berlari, "Neina, " ia memanggil Neina yang hendak menyebrang jalan. "Tunggu " teriak Rayhan melambaikan tangannya,

Neina berbalik, ia kemudian hendak memutar arah menemui Rayhan, "Kenapa -"

"Awasss, " Rayhan segera menarik tubuh Neina. Mereka berdua terjatuh di pinggir jalan. Beberapa orang segera berkerumun,

Neina terkejut saat melihat sebuah mobil hampir menabraknya, "Kau tidak apa-apa?" tanya Rayhan sambil memeluk Neina.

Neina hanya menggeleng sambil membalas pelukan Rayhan, "Aku takut, " lirih Neina.

"Jangan takut, aku bersamamu, " Rayhan mengambil posisi duduk sambil membelai rambut Neina.

Neina terkesiap saat melihat kemeja putih Rayhan berubah menjadi merah di area sikunya. "Kau terluka, "

"Tidak apa-apa, ini tidak sakit. " Rayhan mengulas senyumnya.

Beberapa orang membantu mereka bangkit, "Terima kasih pak" Neina tersenyum ke arah bapak-bapak yang menolong mereka.

"Neina, " sebuah teriakan menghentikan langkah mereka.

"Apa yang terjadi, ?" tanya Hima terkejut saat melihat Rayhan di papah.

"Kau bisa menyetir?" tanya Rayhan pada Hima,

Hima mengangguk. "Antar aku dan Neina pulang, "

"Baiklah ayo, tunggu saja di sini aku akan mengambil mobilku, "

"Baiklah, " jawab Rayhan.

1
🎐jerry vos⚠️
Napa gak dilanjut
Erikha
lanjut thorrr..
mei_resta
Izin promote thor...

Baca novelku judulnya 'Cinta sejati'. Tentang dua orang yang menemukan cinta sejatinya serta lika-liku perjalanannya. Klik foto profilku buat baca...
Baca dulu sinopsisnya dan 3 episode awal.
Saras Wati
lanjut Thor....semangat....jangan bikin cerita yg sedih ya
SuKa_PaRiS (Ig: suka_paris)
aku mampir Mak jgn lupa feedback yah
Naoki Miki
lanjutt smgatt🤗
🦄Nuii🦄
Next up thorr💪🤩
Tentang Kenangan💙 disini
udh up lohh
Hinata hyuga: siap mampir kk
total 1 replies
Joko Jokoo
ah, mamas reyhan🤗
Joko Jokoo
neina gk ad lembut2 ny sama suami ny. sama suami ny bilang kau2.
Joko Jokoo: 👍👍👍👍👍
total 2 replies
Joko Jokoo
olivia n subroto senjta mkan tuan
Hinata hyuga: hehhe iya
total 1 replies
Joko Jokoo
is neina ngeyel. gk ad nurut2 ny.
Umi Yan
Next kak, ditunggu lagi up terbarunya😊💪

Salam manis dari "Cinta Sang Desainer" terimakasih🙏
Hinata hyuga: selalu ya kak😊
total 1 replies
Joko Jokoo
trus gmna kabr olivia sama ayh ny di ats gedung. selmt atw senjta mkan tuan
Joko Jokoo
senjta mkan tuan olivia n ayh ny.
Susi Suparyati Ucik
kog gini sihh
Susi Suparyati Ucik
sipp
Joko Jokoo
kyk ny neina sengaja prgi cma dy bilng ny dijemput rayhan biar bsa kluar rumh
Umi Yan
Like untuk karyanya kak, ditunggu lagi up terbarunya😊

Salam manis dari "Cinta Sang Desainer" terimakasih🙏
Joko Jokoo
arsen sabar y🤣🤣

rayhan tegas x. olivi gk tau diri. rayhan hrus lbih waspada.
Joko Jokoo
di ulang
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!