Novel ini menceritakan kisah dari Andini Putri Atmaja, anak tunggal dari Hendra Atmaja, Pengusaha terbesar di kota ini.namun kisah cintanya yang indah di waktu SMA akan hilang dan menjadi kesedihan ketika dia harus menerima perjodohan orang tuanya dengan anak dari sahabat mama dan papanya yang sekaligus sahabat pacarnya.
Akankah Andini akan tetap bersama Cinta pertamanya ataukah dia akan bisa bahagia dengan perjodohan keluarganya???
Ikuti ceritanya ya guys...😄😄
Jangan lupa untuk vote, like dan coment ya 😘😘
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cintya Devi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Keajaiban
Disa kini hendak ke rumah bita, karna Disa masih penasaran dengan kejadian tadi siang di Cafe.
"gue mending ke rumah tuh bocil deh, tapi lebih baik gue kesana sendiri gak usah ajak risa jujur gue kepo juga liat deva segitu marahnya, apalagi bawa bawa aldo. Yaa pasti bita tau sesuatu. " ucap disa dalam hati.
Setibanya dirumah bita, disa langsung menekan bel dirumah bita. Dan langsung dibukakan oleh bibi.
... Tingg tong.....
Bibi:" eh non disa, ada apa non"
Disa : "bita nya ada bi?"tanya disa.
Bibi:"non bita pergi sama nyonya dan tuan, katanya mau ke rumah sakit nengok mbak andini, katanya tadi siang mbak andini kecelakaan." ucap bibi.
Disa : "oh yaudah bi, disa pamit ya."
"bener kan feelling gue, pasti terjadi sesuatu. Mendingan gue nyusul bita kerumah sakit aja deh. " batin disa.
Disa pun langsung menelpon bita untuk menanyakan rumah sakit dimana andini dirawat.
" halo kak. "ucap bita.
" halo bit, apa bener andini kecelakaan,tadi gue habis dari rumah loe, kata bibi loe dirumah sakit, rumah sakit mana? Gue kesana ya. "
" gue di rumah sakit fatmawati kak, kakak sama kak risa gak?"tanya bita.
"enggak, gue sendiri, yaudah gue otw sana. "jawab disa.
" iya kak gue tunggu. "balas bita.
Disa pun langsung menuju rumah sakit. Dalam perjalanan dia hendak mengajak risa untuk menengok andini. Tapi karna teringat ucapan risa tadi siang, akhirnya disa memutuskan tidak memberitahu kabar ini pada risa.
Sesampainya di rumah sakit disa langsung menghubungi bita.
"halo bit, loe dimana?? "tanya disa.
"halo kak, kakak tunggu di ruang tunggu aja , biar aku samperin kesana. "jawab bita
" oh oke."balas disa.
Bita yang melihat disa, langsung menyusul disa dan duduk disebelah disa.
"hei kak. Loh kak risa gak ikut. "sapa bita.
" enggak bit, gue belum kasih tau dia, mending juga gak usah di kasih tau, kamu kan tau risa benci banget sama andini, eh tapi tumben loe peduli ma andini, bukannya loe juga benci banget ya ma dia, terus gimana keadaan andini, gue mau jengukin dia."tanya disa.
Bita yang kembali teringat kondisi andini malah menangis kembali.
"loh loe kok nangis sih bit, "
" kak disa, kak andini masih di ICU, dia masih koma kak, bita udah jahat sama kak andini kak, kalo kak andini sampai meninggal, bita akan menjadi orang yang paling salah. "
" APAAA...andini koma?? Emang kecelakaannya parah?? Terus kenapa loe yang ngerasa bersalah?"tanya disa.
Akhirnya bita menceritakan semua masalah yang terjadi. Dan disa pun menyesali akan sikap bita. Sambil menghela nafas, disa dengan dewasanya menasehati dan menghibur bita yang terus merasa bersalah.
"huuuuhhh... Nasi udah jadi bubur bit, lain kali jangan kayak gitu lagi, jangan suka ikut campur urusan orang lain, dan apa yang kita pikirin belum tentu dengan apa yang terjadi. Andini itu anak baik bit, kakak sendiri sebenarnya gak suka risa selalu ganggu andini, tapi gimana pun juga risa tetep sahabat kakak, dan kamu, kamu dari kecil udah kenal andini, tapi kenapa kamu gampang terhasut omongan orang. Sekarang lebih baik kita berdoa untuk andini. Dan jika andini sudah sadar nanti, jangan lupa buat minta maaf sama dia. Tapi kakak minta kamu jangan kasih tau masalah ini sama risa ya, kakak kenal risa seperti apa. "ucap disa sambil memeluk dan menenangkan bita.
" iya kak, makasih ya kak. "balas bita.
*Di ruang ICU*
Pak atmaja yang masih menemani putrinya yang masih koma terus mengelus rambut andini. Dan pak atmaja tak pernah berhenti menangisi keadaan putrinya saat ini, namun tiba tiba kondisi andini semakin buruk dan pak atmaja menekan tombol panggil yang ada disebelah andini.
Tttttiiiiiiiiittttt.......suara monitor detak jantung andini.
"Dokter.... Suster..... "teriak pak atmaja sambil keluar dari kamar.
Semua yang berada di luar kamar langsung berdiri dari tempat duduk mereka.
" ada apa om, andini kenapa om. "tanya aldo dengan paniknya.
" andini, andini kenapa Pah. "tanya mama rara ganti.
" aldo tolong panggil dokter, andini al, tolong cepat al. "pinta pak atmaja.
Aldo pun berlari menuju ruang dokter untuk memanggil dokter tersebut agar segera memeriksa andini.
Bita dan disa yang melihat aldo berteriak langsung menuju ruang ICU.
" dokterrrrr....... Tolong cepat kesana dok. "teriak aldo.
Beberapa dokter dan suster langsung menuju ruangan andini untuk memeriksanya. Semua kini menunggu kabar dari dokter yang sedang memeriksa andini. Beberapa menit kemudian salah seorang dokter keluar dari ruangan.
"gimana dok keadaan anak saya. "tanya pak atmaja yang langsung menghampiri dokter tersebut.
"anak bapak sekarang kondisinya semakin buruk, apa lebih baik kita lepas saja semua alat bantu yang terpasang. Karna hanya keajaiban yang bisa menolong anak bapak." jawab sang dokter.
Pak atmaja yang mendengar ucapan dokter tersebut langsung bersandar di tembok karna sudah tidak kuat berdiri lagi sedangkan mama rara langsung pingsan, untungnya dengan sigap aldo langsung menangkapnya.
"pah tolong tenangin om, mama, bita, disa kamu bawa tante rara ke ruang UGD. "ucap aldo.
Kemudian aldo pergi ke ruang dokter, sesampainya disana aldo tidak bisa lagi menahan emosi nya.
" dokter, apa yang anda ucapkan. Apa anda Tuhan yang bisa mengetahui tentang hidup dan mati seseorang. "bentak aldo kepada sang dokter.
" maafkan saya mas, saya memang bukan Tuhan, tapi kalau mas biarkan alat itu terus terpasang kasihan pasien tersebut mas.jika alat itu dilepas, mungkin itu akan lebih baik. "
" tidak dok, saya yakin calon istri saya akan sadar. Lihat saja dokter. "ucap aldo sambil meninggalkan ruangan dokter dan kembali keruang andini.
Aldo langsung masuk ke ruangan andini dan berusaha untuk membuktikan omongannya kepada dokter.
Setibanya di ruangan andini, aldo berusaha membuka mata andini dengan tangannya.
" din ayo bangun, din loe liat bokap loe bisa bisa sakitnya kambuh gara gara loe,liat mama loe dia masih pingsan gara gara loe, katanya loe anak yang gak mau bikin susah orang tua, ayo din bangun buka mata loe. Dini loe harus buktiin kalo omongan dokter tentang loe salah, din ayo bangun 3 hari lagi pesta tunangan kita, ayo din bangun, gue harus gimana buat loe bangun. "ucap aldo sambil berteriak didepan andini.
Aldo yang sudah habis tenaganya langsung terduduk lemas dengan menggenggam tangan andini dan aldo merasa ada yang bergerak di tangannya.
" din tangan loe gerak, dini loe udah sadar din, gue percaya loe kuat din."ucap aldo yang melihat ada pergerakan dari jari andini.
Aldo langsung bergegas keluar, dan kembali berteriak sambil memanggil dokter.
"dokterrrrr..... Dokterrrrr....suster..... "teriak aldo.
Pak atmaja, pak wawan, bita dan disa yang menunggu di luar bingung dengan teriakan aldo. Mereka semakin khawatir dengan andini dan sudah berpikiran buruk.
" aldo, andini kenapa, aldo jawab om. "tanya pak atmaja.
" om andini sadar om, bita loe buruan panggil dokter. Cepet bita. "pinta aldo.
" kak andini sadar kak?? "tanya bita.
" udah buruan cepet bittttaaaaaaa!!!! "bentak aldo kembali.
" kamu serius nak?? Andini sudah sadar?"tanya pak wawan.
"tadi aldo liat jari jari andini gerak pah, aldo yakin andini pasti bentar lagi sadar Pah. "
Pak atmaja yang mendengar perkataan aldo langsung sujud syukur.
" terima kasih ya Allah,"
Dokter dan suster kembali memeriksa andini, dan tak lama dokter itu keluar dari ruangan sambil berkata. " ini keajaiban dari Allah, padahal baru saja keadaan pasien memburuk, dan sekarang anak bapak sudah melewati masa koma nya, Insyaallah anak bapak akan segera siuman."ucap pak dokter.
Semua orang yang mendengar ucapan dari dokter langsung menangis bahagia. Bita pun juga sudah merasa lega, dan langsung memeluk disa disebelah nya.
Aldo tak henti hentinya mengucap syukur
"terima kasih YA Allah engkau kembalikan andini, terima kasih untuk keajaiban yang engkau berikan. "