Xeline pergi hanya meninggalkan sebuah pesan di WA
Bhima
Terimalah perjodohan dari orang tuamu.
Benar kata ibuku
aku tidak se worth it itu untuk dimiliki oleh seseorang
Semoga selalu bahagia bersama seseorang yang mencintaimu.
by Xeline NH
Trauma masa lalu Xeline membuat ia begitu yakin hal itu akan menarik Bhima pada kehidupan yang begitu gelap dan berantakan. Xeline memutuskan menjauh dari Bhima sejauh mungkin dari segala kenangan yang pernah membuatnya merasa hidup sekaligus hancur.
Bhima tetap disana. Menunggu dalam diam. Bertahun-tahun. Ia mencintai Xeline bukan dalam waktu sebentar. Ia juga tidak memberikan setengah. Cintanya utuh, meski ia ditinggalkan karena keinsecuran Xeline.
"Aku butuh kamu Xeline. Bukan kamu yang sempurna. Tapi kamu yang beserta pecahanmu yang berantakan. Aku hanya ingin kamu tetap disisiku. Itu saja. Itu janjiku padamu."
Akankah takdir bisa menyatukan kembali cinta mereka?
Happy Reading
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DUOELFA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 5
Di sisi lain ...
Jarum jam sudah menunjukkan pukul sebelas malam. Bhima segera mengisi biodata diri dengan cermat. ada nama, tempat tanggal lahir, jenis kelamin, hobi, alamat dan cita cita yang harus diisi dalam biodata yang telah dishare oleh Xeline. Setelah dirasa cukup dan tidak ada kesalahan dalam format pengisian, Bhima kembali mengirimkan WA tersebut ke nomer Xeline yang barusan di share di grup kelas.
Saat Bhima akan memejamkan mata, ponselnya terlihat bergetar. Saat malam ia kerapkali menggunakan mode hening agar tidurnya tidak terganggu karena ia memiliki insomnia yang parah. Mendengar suara sedikit saja, ia bisa tidak tidur sama sekali dan terjaga dalam waktu semalam suntuk.
Clara, kamu tidur belum?
Bhima berusaha melebarkan kedua matanya. Ada rasa kaget karena Xeline mengirimkan pesan WA selarut ini. Keningnya mengernyit tanda keheranan.
mengapa Xeline memanggilnya dengan sebutan Clara?
Clara adalah seorang teman, atau katakanlah sahabat dekat Xeline sejak kelas XI. Karena mereka sempat sebangku saat itu. Keakraban mereka tetap berlanjut meski mereka tidak satu kelas lagi. Sepengetahuan Bhima, Xeline jarang sekali bisa akrab dengan siswa lain. Meskipun ia memiliki banyak teman, untuk teman akrab ia hanya memiliki dua orang sahabat, yaitu Clara dan Vania yang sama sama berada di kelas sebelah, XII IPA2.
Klunting
Ada pesan masuk lagi di ponselnya. Bhima membuka pesan di aplikasi hijau itu.
Centang biru. Heyy, kamu belum tidur ya Ra? Kamu repot nggak? Betewe besok aku pinjam komikmu Kapten Tsubasa, jilid lima dan enam. Bila kamu ada komik doraemon juga boleh. Aku bosen sekali di rumah. Ini ibuku sudah tidur, makanya bisa WA kamu. Bila ibu belum tidur, pastilah aku disuruhnya masuk kamar. Ini aku belum tidur karena masih menunggu kiriman data diri temen sekelas. Ini aja banyak yang belum ngumpulin data diri. Besok bu Nur pasti marah lagi sama aku. Clara, maaf ya. Yapping nih aku. Mau curhat boleh nggak ra? Kalau belum tidur, balas ya. Please.
Bhima mengucek kedua matanya dengan lembut. Ia masih belum percaya dengan apa yang ia baca barusan.
"Xeline WA se long text ini padaku? Rasanya aku masih belum percaya dengan semua ini," batin Bhima.
Ia menepuk lembut wajahnya berulang kali agar ingatannya bisa segera kembali. Ia begitu senang mendapatkan WA dengan long text dari Xeline, gadis yang telah lama dicintainya dengan diam diam, meskipun WA itu bukan untuk dirinya. Tapi untuk Clara, sahabatnya.
Bhima mengetik huruf demi huruf di layar ponselnya.
Xeline, ini aku Bhima. ini nomer hpku. Aku bukan Clara, temanmu di kelas sebelah. Kamu salah kirim WA.
Lelaki itu mengamati kembali kalimat yang telah diketiknya. Ia membaca berulangkali kalimat yang tertera di ponselnya tersebut.
Bhima telah memutuskan sesuatu. Pesan yang telah ditulisnya dihapusnya kembali hingga bersih. Ia tak ingin mengaku pada Xeline bahwa ia adalah Bhima.
"Kapan lagi aku mendapatkan kesempatan WA dengan gadis yang telah menjadi impianku selama ini. Au tidak ingin melewatkan kesempatan langka ini," batin Bhima.
Bhima mengirimkan pesan WA ke Xeline
Liat besok. Udah ngantuk banget nih.
Bhima berjalan ke kamar mandi. Ia mencuci muka agar kesadarannya penuh kembali. Ia masih merasa tidak percaya Xeline mengirim pesan padanya. Bahagia dan berbunga rasanya hati Bhima saat ini.
Ia kembali ke kamar dan meraih hp yang ia taruh di nakas samping tempat tidurnya.
Dretttt
Iya Ra. Lagian ini juga sudah malam kok. Maaf ya dah ganggu. Met malem. Bye
Bhima membaca ulang chat yang telah ia kirim ke Xeline dengan seksama.
"Ah, pasti gadis itu tengah tak enak hati karena dikira mengganggu tidurku. Selalu saja begini chat bocah satu ini. Saat di grup kelas juga. Sering sekali bilang maaf. Yang mau kukatakan apa, yang kutulis apa di WA tadi? Kukira dia akan membalas WA ku, aku juga ngantuk. Bye. Tapi aku mendapatkan balasan yang beda. Pleaseee, kamu nggak ganggu sama sekali, cintakuuuu," batin Bhima.
Lelaki itu segera mengirim wa balasan pada gadis itu. Takut Xeline tidur duluan dan tidak sempat membaca pesan yang akan ia kirimkan.
Xel, kamu nggak ganggu aku kok. Aku juga belum ngantuk. Mau curhat ya curhat aja. Nggak usah ragu. Maaf telat balas. Barusan dari kamar mandi.
Bhima kembali membuka lemari bagian bawah, tempat dimana ia meletakkan semua koleksi komik kesukaannya disana. Ia membongkar komik lama miliknya. Ada detektif conan, one piece, kapten tsubasa, Naruto, doraemon dan masih banyak koleksi komik yang lain. Ia mencari komik sesuai pesan dari Xeline, kapten tsubasa jilid 5 dan 6. tak lupa ia juga mencari komik doraemon sebanyak empat buku.
"Gadis aneh. Biasanya cewek itu suka komik tentang princess, cinta, masak memasak, putri salju, meteor garden atau apalah. Tapi gadis ini yaelaahh ... gadis aneh yang telah lama kusuka dan kucinta. Seleranya aneh. Tapi aku sukaa," gumam lirih Bhima.
Setelah mendapatkan komik yang diinginkan, Bhima membawanya ke meja belajar. Tak lupa ia menyelipkan pembatas buku di tiap cover komik tersebut.
Setelah dirasa cukup, ia kembali berbaring di tempat tidur sembari memegang gawai untuk mengecek pesan di aplikasi hijau. Ada pesan Xeline di sana. Bhima segera membuka WA itu.
Ra, kamu kok belum tidur?
Kamu lagi WA sama bf (boy friend/pacar) ya?
Aku takut ganggu
Bhima membalas setiap buble chat di aplikasi hijau tersebut.
Aku belum tidur. Ini aku barusan nyari komik buat kamu.
Aku nggak wa bf ku.
Kamu nggak ganggu kok
Mau curhat ya? Boleh. Aman aja. Betewe, kamu lagi kangen ma kakel Reza itu ya? Cie cie. Belum move on ya?
Ada pesan masuk dari Xeline
Reza siapa? Perasaan aku sudah bilang aku suka sama siapa? Apa kamu lupa? YUKG.
Balas Bhima
YUKG? Apaan tuh?
WA dari Xeline
Ihhhh, kamuu. Gemes deh. YULG is Ya Udah Kalo Gitu. YTTA, Yang Tau Tau Aja.
Bhima tersenyum lebar membaca chat dari Xeline.
"Bisa aja ini bocahh. Lucunya cintanya akuu," batin Bhima.
Wa Bhima
Yaelahh, gitu aja disingkat.
Balasan Xeline
Biasanya kita juga kayak gitu kan, my bubub cantik Clara? Kamu lupa lagi? Demensia kamu kumat lagi ya? Ya udah deh kalo lagi kumat.
Bhima mengernyit. Ia lupa bila saat ini ia tengah menjadi Clara, teman Xeline dari kelas sebelah.
Bhima membalas pesan Xeline
Kumat ini pikun gue. Cepat tidur sana. Udah malem. Jaga kesehatan. Nggak baik tidur malem-malem.
Xeline membalas
Tumben kamu perhatian sama tidurku? Ihh, kamu emang bububku tersyinta. Udah off dulu. Aku mau tidur. Bye
Bhima tersenyum lebar membaca chat dari Xeline.
"Ini bocah tengil bangett," gumam Bhima sambil tersenyum. Lucu sekali ekspresinya.
Bhima membalas
Met tidur cinta. Met malem. Bye
"Cinta?? Xeline, engkau cintanya aku. Cintanya Bhima,"gumam Bhima dengan tersenyum lebar.
Rona bahagia terpancar sekali di wajah Bhima. Rona jatuh cinta.