NovelToon NovelToon
Yogyakarta, I Am In Love

Yogyakarta, I Am In Love

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Komedi / Romansa-Teen school
Popularitas:70k
Nilai: 4.9
Nama Author: oh_pid21

Antara bertahan dengan perasaan atau melepaskan, ia gamang.

Perasaan terkadang hanya perlu diyakini, biar semesta yang mempertemukannya kembali.

Meski hidup bukan hanya perihal cinta, tapi menetapkan hati membutuhkan rasa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon oh_pid21, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Eps. 31

***

Enam bulan sudah Alisa berada di Yogyakarta, ia seperti enggan kembali kekampung halamannya diujung pulau Sumatera.

Ia merasa lebih nyaman berada di Daerah istimewa tersebut.

Tiga hari yang lalu, Danu telah kembali dari pendakian, ia tidak bisa menahan perasaan rindu pada Alisa, dengan sembunyi-sembunyi ia ingin melihat gadis itu hari ini.

Menempuh perjalanan dua jam ia berangkat ke Yogyakarta.

“Ini hari sabtu, dia kerja hanya sampai jam dua,” ucapnya tersenyum terpaku pada kendali motor.

Tiba didepan gerbang hotel, ia pandangi gedung tinggi dihadapannya.

“Sebaiknya aku tidak menunggunya disini,” ia menoleh ke kanan dan kirinya mencari tempat yang cocok untuk mengintai gadis itu.

Belum sampai ia pergi dari tempatnya,

“hai kamuu!” teriak Sasi melihat Danu yang siap melajukan sepeda motornya.

Danu diam dan menoleh kearah sumber suara,

“iya, kamu memanggil saya?” sahutnya menunjukan dirinya sendiri.

“Iya, memang ada orang lain disini. Apa yang kamu lakukan disini? Kamu teman Alisa kan? Kamu Danu kan?” Sasi memberondong pertanyaan.

Danu menganggukan pertanyaan Sasi,

"bagaimana ia paham jika aku Danu, "gumamnya.

“Maaf aku harus pergi, dan tolong jangan katakan apapun pada Alisa bahwa aku datang kesini, bisa kan?” ucap Danu memohon.

“Kenapa begitu?” serunya heran.

“Aku benar-benar minta tolong padamu” ucapnya.

“Emmm baiklah.” Jawab Sasi ragu.

“Terima kasih” ucap dan berlalu melajukan kendaraannya.

“Alisa..Alisaa…bisa ya kamu dicintai oleh dua orang lelaki sekaligus” gerutu Sasi menggelengkan kepala.

“Woy Sas, ayo naikk!” Rio mengagetkan Sasi yang berdiri melihat kepergian Danu.

“Apa yang kamu lihat Sas, kamu bertemu seseorang tadi?” tanya Rio penasaran.

“Hmmmm… tidak ada. Aku tidak bertemu dengan siapa-siapa Rio” Sasi berbohong.

Seperti biasa, Alisa pulang sendiri ia berjalan menuju halte untuk mencari angkutan umum. Danu mengikuti Alisa dari jarak cukup jauh, sengaja ia lakukan itu agar tidak diketahui oleh Alisa.

Sebuah motor scoopy merah menghampirinya, berhenti dihadapannya. Risa, hari itu ia sengaja ketempat Alisa bekerja . ia ingin menjemput gadis itu sepulang dari kampusnya.

“Risa..?” panggilnya dibelakang kemudi,

“hmmmm..” jawabnya tanpa menggubris.

“Aku sudah menghubungi Radit kemarin malam, apa dia sudah menghubungimu…?” ucapnya dengan suara lantang.

Risa tidak menjawab pertanyaan Alisa, ia berhentikan kendaraannya pada sebuah café mini dipinggir jalan.

“Kita ngobrol-ngobrol dulu disini ya lis,” ucapnya sembari memarkirkan motornya.

“Baiklah,” jawab Alisa pasrah.

Kedua gadis itu masuk pada sebuah café mini yang hanya ada beberapa pasang meja dan kursi didalamnya.

Dipesannya dua minuman.

“Oh ya lis, maaf aku tadi tidak menjawab pertanyaanmu, si Radit itu sudah mengirimi aku pesan semalam,” ucapnya merapikan rambut yang berantakan.

“Syukurlah,” Alisa tersenyum mendengar ucapan Risa.

“Kamu harus sabar ya Risa,” ucap Alisa menepuk bahu Risa.

“Hahahaa… santai Alisa, setelah melihat bahasa Radit, aku baru menyadari. Tidak baik rasanya aku terlalu berharap padanya, biar mengalir apa adanya saja Lis, kalo tidak menjadi pacar ya jadi teman saja, hihihi” Risaa terlihat santai dengan ucapannya.

Alisa terheran dengan gadis cantik itu, ia bisa santai dengan masalah perasaan. Atau dia memang hanya mencari penyemangat dikala bosan?.

Satu jam kemudian, kedua gadis itu keluar dari Café mini, mereka bergegas pulang ke Asrama. Tidak ada rencana lagi setelah itu, Risa juga tiada ada niatan untuk pulang ke Solo weekend ini. Entahlah, Risa pun terlihat tidak semangat untuk sesekali melihat kedua orangtuanya diSolo.Terlebih ia telah mengakhiri hubungannya dengan kekasihnya yang ternyata memiliki kekasih lain.

Bukankah terkadang perasaan lelakipun begitu rumit?

Kenapa tidak bisa bertahan pada satu hati, dan dipelihara saja perasaannya?,

apakah sesuatu hal yang bernama kesetiaan begitu sulit mereka tanamkan?

Danu masih mengikuti Alisa dari jarak sepuluh meter, rindunya kepada Alisa membuat ia tidak bisa berdiam diri dan mengalihkan pada yang lain.

Akan lebih terobati jika ia bisa menemuinya secara langsung dan menatap wajah manis itu dihadapannya.

Danu, andai Alisa mengerti perasaanmu lebih besar dari yang ia bayangkan.

Di Solo, Jefan sudah beberapa minggu disibukkan dengan pekerjaannya, hingga mengabaikan Alisa.

Meskipun demikian, tidak ada bentuk protes apapun dari Alisa. Sesekali ia lihat layar ponselnya yang terdapat foto Alisa yang tersenyum manis dengan eye smile dan wajah tirusnya.

“Sabar ya manis, untuk sekarang kita harus berperang dengan rindu, kita harus bergelut dengan pekerjaan kita masing-masing. Aku berjanji, suatu saat nanti kita akan bersama, bahagia bersama, tertawa bersama dan bisa melihatmu setiap aku membuka mata disuatu pagi” ucapnya lirih sembari tersenyum.

“Wuidiiihh…manis sekali senyum gadis ini” suara seseorang yang melihat foto dilponsel Jefan.

“Kekasihmu?” tambahnya yang kini duduk dimeja kerja Jefan. Jefan menjawab dengan senyuman malu.

“Bro, coba kenalkan aku dengan perempuan, perempuan itu juga tidak apa” ucapnya menunjuk ponsel Jefan.

“Eh! Dia milikku!” serunya mengepalkan tangan.

“Ok..Ok bro aku bercanda.” Sahutnya tertawa.

“Lagipula, masa iya lelaki sepertimu tidak memiliki kekasih,” ucap Jefan santai menyenderkan tubuhnya pada kursi.

Lelaki itu hanya menggeleng,

“gebetan juga tidak punya?” tambahnya.

Lelaki itupun kedua kalinya menggelengkan kepala.

“Tceh!” Jefan memalingkan wajahnya dan tertawa,

“jangan menghinaku seperti itu, aku hanya belum beruntung sepertimu” ucap lelaki itu dengan wajah kesal.

Jefan beranjak dari kursinya,

“sabar ya mblo” tangannya menepuk bahu lelaki berambut klimis tersebut.

Kedua lelaki itu keluar untuk makan siang, kali ini mereka tidak makan dikantin yang disediakan oleh kantor.

Mereka lebih memilih warung makan tenda kecil yang terdapat di bawah pohon besar dan rindang.

Dipesannya dua mangkuk soto ayam lengkap dengan dua piring nasi, ditambah dua gelas es teh manis.

“Dia, orang mana Fan?” lelaki itu menanyakan Alisa.

“Hemm siapa?” jawab Jefan yang terpaku pada ponselnya.

“Gadis itu.” Serunya.

“Ujung Sumatera, lebih tepatnya Lampung” jawabnya tanpa menatap wajah lelaki dihadapannya.

“Hlaaa jauh sekali kamu punya kekasih Fan, sudah tidak ada perempuan cantik disini?” tambah lelaki itu yang bernama, Ari.

“Yang cantik banyak, tapi yang mampu meluluhkan hati ini hanya dia” Jefan menunjuk hatinya.

“Hahaha gombal kelas kakap” Ari tertawa mendengar ucapan kawan kerjanya.

“Kamu tahu? Begitu sulit aku mendapatkan Alisa,” tambah Jefan mendekatkan wajahnya pada Ari dihadapanya.

“Oh jadi namanya Alisa, hemmm namanya saja cantik apalagi orangnyaa” mimic wajahnya meledek.

“Monggo mas,” seru seorang lelaki paruh baya meletakkan dua piring nasi dan dua mangkuk soto.

“Matur suwun, pak” ucap kedua lelaki yang sama-sama mengenakan kemeja biru.

“Fan, kamu tahu yang namanya Suci anak bagian Accounting?” Ari mengalihkan topic pembicaraan.

“Tidak, aku kan baru disini, belum mengenal semua orang yang bekerja disini Ri,” ucapnya yang terpaku pada soto yang masih mengebul.

“Kenapa dengan Suci-suci itu?” tambahnya.

“Sebenarnya aku menyukai gadis itu, tapi aku tidak tahu cara mendekatinya,” ucap Ari yang terlihat putus asa.

“Kasih aku trik Fan, kamu sepertinya masternya dalam hal mendekati perempuan.” Ledeknya.

“Hahaha, master? Maksud anda apa?” Jefan tertawa dengan ungkapan Ari,

“aku serrrii…….uuuuss” perlahan suaranya hilang.

Ari terpaku rombongan perempuan yang baru datang, yang tidak lain ialah Suci dan kawan-kawannya.

“Kamu yang pesan ci,” seru salah seorang temannya.

Bersambung….

1
Ira
Ijin Promo kak. Kalau berkenan mampir juga di karya ku yang berjudul Menyukai Adik Ibu Ku Terimakasih 🥰🙃
Adinda
Lanjut Thor
👍👍👍👍👍
Adinda
😱😱 teman sosmed
Adinda
Keren ⭐⭐⭐⭐⭐⭐
#Radella_3to3
Permaisuri Yang Tercampakan mampir meninggalkan like + rate 5 bintang. Terus semangat kak!!. Jangan lupa feedback ya kak, di tunggu kehadiran nya.
GHINA R
jempol hadir, mampir ya👍🥰
liana suhardini
mana ini up nya kok ga berlanjutan..ak kangen
Ida Rosse
koq ga pernah up lg thor...kan blm beres...
Narti Utomo
ada apa dengan mu Author knp lamaaaa GK update????
Narti Utomo
kenapa lama GK up Thor...??..
Rostina Lamba
aemangatttg
Rostina Lamba
semangattt
Rostina Lamba
haii dah mampirrr
nurhasanah
sehat kah thor? udah lama ga up... aku tunggu up nya thor semangat & trus b'karya...
Evie Agoestyn
lama ga up kak 😕
Conny Radiansyah
ada maunya itu Sa....
Conny Radiansyah
pasti menghindar..males banget ketemu.
Aisyah Siti
mampir akh...
Hania
l like kk
lanjut

salam dari MAHABBAH RINDU
Susi Ana
jempol hadir, mampir ya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!