NovelToon NovelToon
System Pengasuh: Bangun Shelter & Lindungi Yuki

System Pengasuh: Bangun Shelter & Lindungi Yuki

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Zombie / Time Travel / Sistem / Penyelamat
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: F R E E Z E

Di tengah dunia yang terbelah antara realita modern dan kiamat zombie, Shinn Minkyu—seorang cowok berwajah androgini dengan pesona misterius—mendadak mendapatkan sebuah sistem unik: Sistem Pengasuh.

Dengan kemampuan untuk berpindah antar dunia, Shinn berniat menjalani hidup damai... sampai seorang gadis kecil lusuh muncul sambil dikejar zombie. Namanya Yuki. Imut, polos, dan penuh misteri.

Tanpa ragu, Shinn memutuskan untuk merawat Yuki layaknya anaknya sendiri—memotong rambutnya, membuatkannya rumah, dan melindunginya dari bahaya. Bersama sistem yang bisa membangun shelter super canggih dan menghasilkan uang dari membunuh zombie, keduanya memulai petualangan bertahan hidup yang tak biasa.

Penuh aksi, tawa, keimutan maksimal, dan romansa menyentuh saat masa lalu Yuki perlahan terungkap...

Apakah Shinn siap menjadi ayah dadakan di tengah kiamat? Atau justru… dunia ini membutuhkan keimutan Yuki untuk diselamatkan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon F R E E Z E, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29: Tanda Bahaya dari Utara

Pagi di shelter dimulai kayak biasa: suara burung buatan dari speaker sistem, aroma roti panggang, dan tawa kecil Yuki yang udah duluan bangun dan lari-lari di taman.

“Papa Shinn! Bunga mataharinya mekar! Lihat deh!” seru Yuki sambil narik tangan Shinn keluar dari ruang tengah.

Shinn yang masih mengucek mata akhirnya senyum juga pas liat bunga kuning tinggi itu berdiri gagah.

“Wah... keren banget. Kayak kamu ya, Yuk. Cerah terus tiap pagi.”

Yuki nyengir malu-malu, lalu peluk Shinn. “Aku tanem pake cinta, makanya tumbuhnya cepet!”

Momen manis itu langsung ke putus suara sistem.

> "[Sistem] – Peringatan: aktivitas zombie terdeteksi di utara. Jarak: 2,3 km. Jumlah: ±70. Pergerakan lambat, kemungkinan belum menyadari keberadaan shelter."

Shinn langsung serius. Dia buka layar sistem, lalu liat visual drone pengawas.

Reno yang baru muncul sambil bawa roti langsung ngelirik juga. “Wah, rame juga ya. Mereka bawa apa tuh? Kayak... kereta tua?”

Shinn zoom gambar. “Bukan. Itu... semacam tandu besar. Tapi ditarik mayat. Gila sih, baru kali ini aku liat.”

Elia yang nyusul dari dapur langsung ikut ngelihat.

“Kenapa mereka ke arah utara ya? Di sana bukannya cuma reruntuhan kosong?”

Naya duduk sambil nyatet. “Bisa jadi itu kelompok zombie yang bermutasi. Mereka mulai punya pola... kayak ngelakuin ritual.”

“Ritual?” tanya Yuki polos.

“Hmm... semacam upacara, Yuk. Tapi yang ini serem.”

Shinn berdiri.

“Mulai hari ini, kita harus jaga-jaga. Kita perkuat pagar utara. Dan kayaknya... kita juga perlu bikin menara pengawas.”

__________

Hari itu mereka kerja cepet. Pagar sisi utara ditambah lempengan logam bekas, dan sebagian dikuatkan dengan barikade ban dan kawat duri.

Reno naik ke atap shelter utama buat pasang pos kecil dari triplek, jadi titik pantau sementara.

Elia bantu nyiapin amunisi cadangan, walau dia keliatan agak gugup.

“Shin... kamu yakin mereka nggak nyadar kita di sini?”

“Belum. Tapi kalau mereka makin dekat, bisa aja. Makanya kita harus siap dari sekarang.”

Yuki diajak Naya ke ruang bawah buat main dan belajar, biar nggak kepikiran soal zombie. Tapi anak kecil itu tetap bisa ngerasa ada yang berubah.

__________

Sore itu, Shinn duduk sendiri di ruang sistem, mandang peta digital dan pergerakan makhluk-makhluk itu. Mereka berhenti di reruntuhan pabrik tua, bikin lingkaran, dan mulai... membakar sesuatu?

Api kecil kelihatan dari kejauhan. Beberapa zombie kayak “berlutut”, sementara yang lain berdiri sambil ngangkat tangan ke arah langit.

“Gila... ini beneran ritual,” gumamnya.

> "[Sistem] – Aktivitas tak dikenal terdeteksi: sinyal frekuensi mental rendah. Dampak: kemungkinan gangguan kesadaran bagi manusia jika terlalu dekat."

Shinn ngelus dagunya.

“Mereka berevolusi. Ini udah bukan sekadar zombie bodoh.”

Reno datang sambil bawa teh panas.

“Lo mikir apa?”

“Mereka lagi ngejalanin sesuatu. Dan itu bukan gerakan random. Mungkin mereka nyembah sesuatu?”

Reno minum sedikit. “Gue pernah dengar... ada mitos soal ‘Mother Root’. Inti zombie yang jadi pusat penyebaran. Katanya zombie-zombie tertentu bisa ngerasa ‘panggilan’ buat dateng ke tempat itu.”

“Jangan-jangan... ini semacam upaya koneksi?”

“Bisa jadi. Dan kalau itu bener, tempat kita bisa aja kecium sama ‘pusatnya’ nanti.”

Shinn mengangguk. “Berarti kita harus cari tau lebih banyak... sebelum mereka bener-bener dateng.”

__________

Malam harinya, alarm kecil berbunyi.

> "[Sistem] – Aktivitas zombie meningkat. 10 individu terpisah dari kelompok utama dan bergerak menuju shelter. Estimasi tiba: 40 menit."

Shinn langsung gerak.

“Semua ke posisi. Elia, amankan Yuki di ruang bawah. Naya, bantu jaga pintu barikade. Reno sama aku siap di luar.”

Reno udah pake armor ringan dari bahan besi bekas, sambil bawa senjata api rakitan dan parang besar.

“Let’s go.”

Shinn nyalain lampu sorot dan aktifin drone pemantau. Sepuluh zombie muncul dari reruntuhan. Gerak mereka cepat—lebih cepat dari zombie biasa.

“Mutasi kecepatan. Tapi belum ada tanda kecerdasan tinggi,” ucap Shinn sambil bidik pakai senapan.

> 'DOR! DOR!'

Dua zombie tumbang. Tapi yang lain malah makin agresif, loncat ke arah pagar, dan satu bahkan sempet nempel di kawat duri.

“Gila, ini udah kayak monyet!” teriak Reno.

Mereka bertahan sekitar 15 menit sampai akhirnya semua zombie tumbang. Tapi Shinn merasa... itu bukan ujungnya.

“Mereka kayak... ngetes pertahanan kita,” gumamnya.

Reno duduk di tumpukan ban bekas, ngos-ngosan.

“Kalo gini terus, bisa-bisa mereka ngirim gelombang baru.”

__________

Setelah semua tenang, Elia dan Yuki keluar dari ruang bawah.

“Papa! Kamu gak apa-apa?” Yuki lari dan peluk Shinn.

Shinn peluk balik, napasnya berat tapi lega. “Papa aman, Yuk. Gak ada yang bisa lewatin benteng kita.”

Naya ngelap keringat. “Tapi kita harus siap buat serangan lebih besar.”

Shinn jalan ke ruang sistem, lalu buka tab baru.

“Besok kita mulai proyek pembangunan menara pengawas. Kita juga aktifin mode deteksi malam, dan mulai evaluasi pertahanan seluruh sisi shelter.”

Elia berdiri di belakang Shinn, lalu pegang bahunya.

“Aku... pengen belajar pegang senjata juga. Nggak mau cuma nunggu di ruang bawah.”

Shinn terkejut, tapi akhirnya senyum.

“Oke. Kita semua akan belajar. Kita lawan bareng-bareng.”

__________

Besok paginya, proyek menara pengawas dimulai. Lokasinya dipilih di bagian utara shelter, dengan sudut pandang yang bisa liat area pabrik tua tempat zombie itu kumpul.

Menara dibangun dari rangka besi bekas dan balok kayu. Meski sederhana, cukup buat dua orang berjaga dengan teropong dan senjata.

Yuki bantu bawa paku dan palu kecil. “Aku jadi asisten tukang!”

Elia mulai latihan tembak ringan di ruang latihan, ditemani Naya yang ngajar teori dasar pertahanan.

Hari itu, meski bayangan ancaman makin nyata, semua orang sibuk—dengan harapan, dengan kekuatan baru, dan dengan tekad buat terus bertahan.

__________

Sore menjelang, Shinn naik ke menara pengawas yang baru aja selesai.

Dari situ, dia bisa liat reruntuhan pabrik yang tadi malam jadi tempat ritual. Api udah padam, tapi bekasnya masih keliatan.

Dia ngeluarin binokular, lalu memperhatikan... dan jantungnya langsung berdetak cepat.

Di antara puing, ada sosok... bukan zombie biasa. Berdiri tegak, tinggi, dan mengenakan semacam jubah sobek. Di kepalanya, ada tanduk hitam melengkung.

“...Siapa lo?” gumam Shinn.

Makhluk itu... memandang ke arah menara. Walaupun jaraknya lebih dari 2 km, Shinn merasa seperti ditatap langsung.

Tiba-tiba binokular nya buram.

> "[Sistem] – Gangguan visual. Frekuensi mental tinggi terdeteksi. Identitas makhluk: tidak dikenal. Ancaman: SANGAT TINGGI."

Shinn langsung turun, mukanya serius.

“Kita gak punya banyak waktu.”

1
Selly AWP
like,subscribe,follow,iklan untukmu thor. semangat terus ya
Selly AWP
mama si cowok tampan 🤣
Selly AWP
Halo Thor aku sudah mampir ya. like and ads untukmu
Bintang Ray234🌸🌸
Hai kak, aku mampir dan ayo mmpir balik ke cs cinta yang diawali dengan permen + jnlp like&komen terima kasih🙏
F R E E Z E: okey... siap 🙏🏻
total 1 replies
Pakde
lanjut dong
Pakde
up dong
F R E E Z E: gass...🔥
total 1 replies
natanatasasa
kocak bener ya ampunn🤣🤣

mampir kak
F R E E Z E: okey/Good/
total 1 replies
Pakde
lanjut
F R E E Z E: siap...🤗
total 1 replies
🐌KANG MAGERAN🐌
mampir kak, semangat dr 'Ajari aku hijrah' 😊
Little Fox🦊_wdyrskwt
sudah semua iya jangan lupa mampir juga
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!