NovelToon NovelToon
CONQUERING THE BARON'S DAUGHTER

CONQUERING THE BARON'S DAUGHTER

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Romansa
Popularitas:8k
Nilai: 5
Nama Author: bila bintang

berawal dari di tolak oleh pria yang di sukai nya berakhir di kejar oleh putra dari keluarga Duke .

apa kah kalian penasaran dengan bagai mana perjalanan mereka
ayo baca

★CONQUERING THE BARON'S DAUGHTER ★

untuk mengetahui ending dari kisah cinta mereka ,dan kisah persahabatan sang MC

★selamat membaca★

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bila bintang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30

Pagi hari di kediaman Viktorian ,lebih tepat nya di kamar seorang gadis ,terlihat gadis itu sedang merangkai bunga di dalam vas bunga

(tuk tuk tuk)

Suara ketukan di jendela yang di ketuk mengalihkan perhatian nya ,dia berjalan mendekat ke jendela itu dan mendapati seekor merpati sedang mengetuk ngetuk jendela kamar nya

Dia menyadari milik siapa merpati itu segera membuka jendelanya dan membawa merpati itu masuk

" apa yang kau antar kan merpati kecil" ucap gadis itu sambil mengambil surat yang terikat di kaki merpati itu ,lalu memberi kan beberapa biji bijian kepada merpati itu

" beristirahat lah merpati kecil" ujar sang gadis sambil beranjak pergi ke atas kasur nya untuk membaca surat itu

Dia mulai membuka surat itu dan membaca nya

{hai bunga kecil ku ,bagai mana kabar mu, kuharap kau baik baik saja ,maaf karna tidak mengantarkan surat ini secara langsung karna aku dalam kondisi mendesak ,aku harus pergi ke perbatasan untuk ikut menjadi mata mata di tempat para pemberontak , dan maaf aku mengambil salah satu pita milik mu secara diam diam ,karna ada yang mengatakan barang dari orang yang kita sayangi adalah sebuah jimat yang dapat menghubungkan kita maupun seberapa jauh itu , doa kan aku kembali ,aku berjanji jika aku kembali aku akan menjadikan mu wanita paling istimewa }

"ah , dia pergi ya ,aku akan selalu mendoakan mu cintaku"ucap Nathali sambil menatap surat itu.

Di sisi lain ,seorang gadis sedang duduk sendirian di taman sambil membaca buku novel favorit nya

Ketika masih asyik membaca di di kaget kan dengan pria yang tiba tiba muncul sambil membawa setangkai mawar berwarna putih

gadis itu menutup buku nya dan lalu ,mata mereka saling menatap ,pria itu menunjukan senyuman nya yang paling manis ,sedangkan si gadis menatap bingung sambil tersenyum tipis

" apa ini tuan Erland" tanya Abigail

" bunga indah ,untuk nona yang cantik" Jawab Nya yang masih memegang bunga itu

Abigail berdiri dan lalu mengambil bunga itu, dihirup nya aroma mawar yang sangat wangi itu

" bunga yang indah ,juga harum, apa kau ingin memberi ini padaku" tanya Abigail

" ya ,itu memang untuk mu" jawab Erland

Belum lama mereka bicara tiba tiba suara seseorang membuat suasana romantis itu buyar seketika

" Abigail ayo cepat kelas berpedang akan di mulai!!!" ucap Viona dari jarak yang cukup jauh dia melompat lompat memanggil Abigail

" iya!!!" sahut Abigail

" maaf tuan Erland aku harus segera pergi ,terimakasih atas bunga nya indah,aku akan membalas nya lain kali" ucap Abigail lalu segera berlari menyusul Viona dengan tangan yang menggenggam setangkai mawar

Ketika sampai di lapangan kelas berpedang Abigail langsung di sambut oleh kedua teman nya

" kau dari mana" tanya Mawara

" membaca di taman" jawab Abigail

Mata Mirota terus menatap ke arah mawar yang di bawa oleh Abigail " dari mana mawar itu" tanya Mirota

" dari tua. Erland" jawab Abigail

Mendengar itu kedua gadis itu saling menatap dan saling melemparkan senyum jahil , " ekhem, apa kah kalian berkencan" tanya Mawara sambil tersenyum jahil

" tidak ,dan jangan tersenyum aneh begitu " kesal Abigail ,setelah mengatakan nya dia berjalan ke salah sebuah pohon ditaruh nya buku di atas akar pohon yang besar dan mematah kan mawar itu dari batang nya , lalu meletakkan mawar itu di dalam buku nya

" ayo kita ke barisan " ujar Abigail berjalan dengan Mirota dan Mawara di sebelah nya

Mereka mendengarkan semua instruksi dari guru mereka,setelah nya mereka di perintahkan untuk mengambil pedang kayu dan melakukan sparing dengan pasangan yang mereka pilih

ketika mengambil pedang kayu nya tiba tiba leher Abigail di tempelkan pedang kayu oleh Mirota " menyerahlah sebelum kau Ku kalah kan" ucap Mirota dengan senyuman arogan nya

" heem ,sejak kapan kau suka menyerang lewat belakang" ucap Abigail ,lalu menangkis pedang milik Mirota

sparing mereka di saksi kan dengan pandangan kagum dari guru dan murid yang berada di sana

" ya seperti biasa" ucap Viona kepada Mawara

" kau benar , kita nonton saja sampai mereka selesai" sahut Mawara sambil memakan Almon yang dia bawa di dalam kantung bersama Viona

" wah ini yang ku tunggu" ucap salah satu murid pria

" siapa yang akan menyangka ,dua orang yang terlihat berwibawa di luaran ini sebenar nya memiliki jiwa gila ketika berada di kelas bertarung" ucap salah seorang murid wanita dengan kagum nya

' hhm , memang beginilah harus nya murid dengan kekuatan yang besar ' Monolok guru berpedang mereka

...****************...

Setelah kelas berpedang berakhir mereka berjalan kembali ke dalam asrama untuk berganti pakaian

Di sepanjang jalan Viona terus menatap buku Abigail , dia bertanya tanya ,kenapa di dalam buku Abigail ada kelopak mawar putih ,dan kenapa tidak bergagang

" Abigail kenapa kelopak mawar nya tidak punya gagang ,dan kenapa kau taruh di dalam buku" tanya Viona

" ooh, aku pernah baca di sebuah buku ,kalau kertas memiliki zat yang dapat mengeringkan bunga tanpa harus merusak warnanya ,dan bunga pun akan tahan lebih lama" Jawab Abigail

" tapi dari mana kau mendapat kan bunga itu" tanya Viona lagi

Belum sempat Abigail menjawab sebuah tawa kecil terdengar " kau mau tau itu dari mana Viona" tany Mawara

" iya " sahut Viona sambil mengangguk

" kau tau ,dia berkencan tadi dengan tuan Erland" jawab Mirota dengan tertawa

" oooh, jadi tadi kau berkencan" ucap Viona sambil menunjuk Abigail

" tidak ,mana ada aku berkencan" sahut Abigail sambil memalingkan wajah

" sudahlah akui saja" ucap Mirota

" banding aku yang di tanyai hal tak jelas begini lebihan baik pertanyaan ini di lemparkan ke pada mu Mirota" ucap Abigail sambil tersenyum simpul

" a--apa maksud mu " tanya Mirota

" bagai mana hubungan mu dengan putra Marquess Rupert " tanya Abigail dengan senyuman , dibarengi dengan kedua teman nya yang menunjukan wajah penasaran

melihat itu Mirota diam sesaat " kami hanya bertungan untuk sekarang"jawab Mirota

" huuuwaah, jadi udah tau dong siapa yang bakal menikah duluan". Ujar Viona dengan girang

" kenapa begitu, "tanya Mirota

" tentu saja klau dilihat dari gelagat tuan Adrian dia sangat menyukaimu" jawab Viona

" tapi katanya dia sangat tidak menyukai mu" ucap Mirota dengan suara sedikit lesu

" hei apa kau tidak pernah mendengar istilah beda dimulut beda di hati" ucap Abigail menepuk pundak sebelah kanan Mirota

" ayolah Mirota buka hatimu ,biarkan dia masuk kedalam dan membuat istana indah untuk mu" ucap Mawara sambil menepuk pundak sebelah kiri

" ya lihat nantilah" ucap Mirota datar

" wah kejam" ujar Viona sambil menggelengkan kepala

" kan aku bukan orang baik" sahut Mirota

" eh iya juga sejak kapan kita orang baik" ucap. Abigail

" hahahahahahh" mendengar ucapan Abigail keempat gadis itu tertawa bersama

...****************...

Di tempat lain di dalam akademi , Adrian sedang tidur di atas kasur nya di dalam kamar asramanya ,tiba tiba sebuah ketukan pintu membangunkan nya

Dia beranjak dan membuka pintu " oh, kau rupanya tuan muda Erland" ucap nya sambil tersenyum

" haha ,biasa saja memanggil nya " ucap Erland dengan tawa hambar nya

" hhm ,kenapa kau tidak keluar padahal kami sedang menyiapkan tempat untuk acara" ujar Erland sambil memakan kukis yang dia bawa

" tidak ada aku hanya malas saja" jawab nya

" malas atau kau ada sesuatu yang lain"

" baik lah aku jujur ,aku sedang menunggu merpati pengantar surat mengirim surat balasan untuk dari para orang yang ku bayar untuk menghabisi orang orang yang sudah menyakiti wanitaku"

" hah, kau bahkan belum memiliki nya tapi kau sudah mengeklaim nya"

" setidak nya aku hanya tinggal menjadikan nya milik ku ,tidak seperti mu yang harus mengejar dulu"

" sialan kau meledek ku ya"

" hahah "

Di sela pembicaraan singkat itu ,tiba tiba terdengar suara pintu kamar yang terbuka

" ooh ternyata sudah ada kalian" ucapa Richard

" ya ,kau pergi kemana sedaritadi" tanya Adrian

" tentu saja ,melihat pujaan ku yang seindah bunga itu" Jawab Richard yang dibrespon tatapan aneh dari teman teman nya

" hah dasar maniak ,aku bingung kenapa Albara mau mengizinkan adik nya bersama dengan mu" ucap Adrian sambil menggeleng

" mungkin saja Albara dalam ke adaan tidak waras saat mengizinkan dia menjadi adik ipar nya" ucap Erland dengan tawanya

" hei jaga mulut kalian , aku melakukan itu karna aku peduli dengan mereka ,tidak seperti kalian , mengatakan cinta tapi tak pernah membujuk nya ,cinta tapi terlalu tarik ulur ,cinta tapi jarang di temui" ucap Richard yang membuat kedua teman nya dia

" hah, sudahlah ,apa kau dapat informasi tentang orang orang di sekolah ini , mungkin saja ada penyusup" tanya Erland

" tidak aku hanya menemukan tiga orang gadis yang menjadi musuh gadis gadis itu" ujar Richard

" apa yang mereka lakukan rupanya" tanya Adrian

" mereka bilang ingin mencari ribut dengan gadis gadis kita" ucap nya dengan wajah kesal

" sudah lah ,selagi gadis kita baik baik saja makan tidak apa apa" ujar Erland

"Hah aku lelah sekali" ujar Richard yang lompat ke salah satu kasur ,lalu tidur di atas kasur

" hah ,apa kah begini seharus nya tingkah laku worang pangeran mahkota " ucap Adrian

" sudah biarkan saja yang ada kita lelah jika harus melihat pertengkaran mereka terus" jawab Erland

Setelah nya mereka juga memutuskan untuk tidur dengan Erland yang berada di kasur kamar itu

dan Adrian yang kembali ke kasur nya

★Bersambung★

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!