NovelToon NovelToon
Istri Balas Dendam CEO Winter

Istri Balas Dendam CEO Winter

Status: sedang berlangsung
Genre:Wanita Karir / CEO / Nikah Kontrak / Balas Dendam
Popularitas:797
Nilai: 5
Nama Author: S. N. Aida

Winter Alzona, CEO termuda dan tercantik Asia Tenggara, berdiri di puncak kejayaannya.
Namun di balik glamor itu, dia menyimpan satu tujuan: menghancurkan pria yang dulu membuatnya hampir kehilangan segalanya—Darren Reigar, pengusaha muda ambisius yang dulu menginjak harga dirinya.

Saat perusahaan Darren terancam bangkrut akibat skandal internal, Winter menawarkan “bantuan”…
Dengan satu syarat: Darren harus menikah dengannya.

Pernikahan dingin itu seharusnya hanya alat balas dendam Winter. Dia ingin menunjukkan bahwa dialah yang sekarang memegang kuasa—bahwa Darren pernah meremehkan orang yang salah.

Tapi ada satu hal yang tidak dia prediksi:

Darren tidak lagi sama.
Pria itu misterius, lebih gelap, lebih menggoda… dan tampak menyimpan rahasia yang membuat Winter justru terjebak dalam permainan berbeda—permainan ketertarikan, obsesi, dan keintiman yang makin hari makin membakar batas mereka.

Apakah ini perang balas dendam…
Atau cinta yang dipaksakan takdir?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon S. N. Aida, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 35 — “Pengakuan yang Tidak Lengkap”

​Pagi setelah listrik padam terasa sangat berbeda di penthouse itu. Sinar matahari yang menembus jendela kaca besar seolah menelanjangi kembali dinding-dinding pertahanan yang sempat runtuh dalam kegelapan. Winter terbangun dengan perasaan yang tidak menentu. Sentuhan tangan Darren dan detak jantung pria itu semalam masih terasa sangat nyata, namun logika korporatnya mulai kembali berteriak, mengingatkannya bahwa perasaan adalah variabel yang berbahaya.

​Darren sudah berada di dapur, sedang menyeduh kopi. Ia terlihat segar, seolah beban berat yang ia akui semalam telah sedikit terangkat.

​"Kau tidur nyenyak?" tanya Darren tanpa menoleh, namun suaranya memiliki kehangatan yang tidak biasa.

​Winter duduk di kursi bar, menatap punggung Darren. "Darren, tentang semalam... kita perlu bicara lebih serius. Kau bilang kau menyesal atas apa yang terjadi di Tokyo. Tapi penyesalan saja tidak cukup untuk menghapus sembilan tahun kehampaan."

​Darren meletakkan cangkir kopi di depan Winter, lalu duduk di hadapannya. Ekspresinya berubah serius. "Aku tahu. Aku tidak meminta pengampunan instan, Winter. Aku hanya ingin kau tahu bahwa setiap keputusanku di masa lalu, seburuk apa pun kelihatannya, selalu memiliki satu tujuan: memastikan kau tetap aman."

​"Aman?" Winter tertawa pahit. "Aku hampir gila karena kau menghilang! Jika kau memang menyesal, katakan padaku semuanya. Kenapa kau benar-benar bekerja sama dengan firma Saito di Jepang? Kenapa ada aliran dana yang masuk ke rekening pribadimu dari aset Alzona yang dijual Lysandra? Jika kau memang penyelamat, kenapa kau membiarkan sebagian dirimu terlihat seperti pencuri?"

​Darren menarik napas panjang. Ia menatap mata Winter dengan intensitas yang seolah-olah ingin menembus jiwanya. "Karena aku butuh akses, Winter. Untuk menghancurkan jaringan Ethan Wray dan membersihkan Alzona dari parasit seperti Lysandra, aku harus masuk ke dalam sistem mereka. Aku harus terlihat seperti pemain yang bisa dibeli. Uang di rekening itu... itu bukan untukku. Itu adalah dana talangan yang aku siapkan untuk membeli kembali saham Alzona saat Ethan mulai melakukan dumping."

​"Lalu kenapa tidak memberitahuku sejak awal?" tuntut Winter. "Kenapa harus melalui drama kontrak ini?"

​"Karena ada satu rahasia lagi, Winter," suara Darren merendah, hampir berbisik. "Sesuatu tentang ayahmu yang tidak pernah kau ketahui. Sesuatu yang membuatku harus tetap berada di bayang-bayang sampai aku memiliki bukti yang cukup kuat untuk melindungimu dari kebenaran itu."

​Winter mengerutkan dahi. "Ayahku? Apa maksudmu? Ayah sudah meninggal, Darren. Rahasia apa lagi yang bisa dia miliki?"

​Darren tampak ragu. Ia membuka mulutnya, jemarinya mengetuk meja dengan gelisah. "Ayahmu tidak hanya memisahkan kita karena ego. Dia... dia terlibat dalam sesuatu yang lebih besar dengan keluarga Wray. Pernikahanmu dengan Ethan yang dia rencanakan dulu bukan hanya tentang bisnis, tapi tentang menutupi sebuah..."

​Tiba-tiba, ponsel Darren di atas meja bergetar hebat. Sebuah panggilan masuk dari nomor yang tidak dikenal. Darren melihat layar tersebut dan ekspresinya seketika berubah menjadi pucat, lalu mengeras.

​Ia tidak mengangkatnya, namun ia langsung berdiri.

​"Siapa itu?" tanya Winter, rasa curiga kembali merayap.

​"Aku harus pergi, Winter. Ada urusan mendesak di kantor Reigar," ujar Darren pendek. Ia menyambar jasnya, mengabaikan kopi yang baru saja ia buat.

​"Tunggu! Kau belum selesai bicara! Rahasia apa tentang ayahku?" Winter ikut berdiri, mencoba menahan lengan Darren.

​Darren berhenti sejenak, menatap Winter dengan pandangan yang sulit diartikan—campuran antara cinta dan ketakutan. "Belum sekarang, Winter. Belum saatnya. Jika aku mengatakannya sekarang tanpa bukti fisik, kau hanya akan menganggapku sedang mencoba mencuci otakmu untuk membenci ayahmu sendiri."

​"Darren Reigar, jangan tinggalkan aku lagi dengan setengah cerita!" teriak Winter.

​Namun Darren hanya mengecup kening Winter dengan cepat—sebuah kecupan yang terasa seperti pamitan sekaligus peringatan—dan melangkah keluar dari penthouse dengan terburu-buru.

​Winter terpaku di dapur yang kini kembali sunyi. Rasa hangat yang ia rasakan semalam seketika berubah menjadi es yang dingin. Pengakuan Darren terasa tidak lengkap, seolah-olah pria itu sengaja menggantungkan umpan agar Winter tetap terikat padanya.

​"Rahasia besar apa?" gumam Winter.

​Ia merasa dibohongi lagi. Setiap kali ia mulai membuka hatinya, Darren selalu memiliki cara untuk menutupnya kembali dengan misteri baru. Apakah cerita tentang ayahnya hanya taktik untuk mengalihkan perhatian Winter dari kecurigaannya terhadap Darren? Ataukah memang ada lubang hitam di masa lalu keluarganya yang selama ini disembunyikan darinya?

​Winter berjalan menuju ruang kerjanya. Ia tidak bisa lagi hanya menunggu Darren bicara. Jika Darren tidak mau memberi tahu kejujuran penuh, maka Winter akan mencarinya sendiri, bahkan jika itu berarti ia harus menggali kembali kuburan masa lalu ayahnya yang selama ini ia puja sebagai pahlawan.

​Kepercayaan yang baru saja mulai tumbuh itu kini kembali retak, menyisakan kecurigaan yang jauh lebih berbahaya dari sebelumnya. Winter menyadari bahwa di balik pelukan hangat Darren semalam, masih ada jurang rahasia yang mungkin saja lebih dalam dari samudera yang memisahkan mereka selama sembilan tahun ini.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!