Vanessa Althea Christy Walker atau kerap di sapa Vanessa adalah seorang dokter spesialis bedah termuda berusia 22 tahun,ia terkenal dengan parasnya yang begitu cantik dan sikapnya yang ramah.
namun tidak ada satu pun lelaki yang dekat dengan mampu memenangkan hatinya.entah mengapa Vanessa begitu tertutup tentang perasaannya.
suatu hari ia bertemu dengan seorang pasien kecil yang tersesat di taman.
ia menolong anak itu dan bertemu dengan sang ayah yang di sebutkan oleh anak itu.
parahnya pria yang di sebut ayah oleh anak itu adalah mantan kekasihnya.
langit bagaikan runtuh saat tau pria yang dulu meninggalkannya tanpa kabar kini muncul di depannya dan parahnya ia malah menolong anak pria itu.
tanpa ia ketahui akar permasalahannya bukan dari sudut pandangnya tetapi dari kebenaran di masa lalu yang membuat kesalahpahaman terjadi.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon R3C2YMYFMYME, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 31
Keesokan harinya
Vanessa membuka matanya dan menatap ke sampingnya dimana Rafa yang masih terlelap.
Vanessa tersenyum natap Rafa lalu kemudian menutup matanya kembali.
namun sedetik kemudian ia kembali membuka matanya dan langsung terduduk.
Vanessa mengelus dadanya sambil menghela nafas lega saat melihat tidak ada Alaric di sana, iya takut sama seperti tragedi yang membuat mereka harus menikah Di mana ia tanpa sadar memeluk lari seperti koala.
"syukurlah, apa dia sudah kembali ke kamarnya yah?"ucap Vanessa.
"aku mau mandi dulu deh, sebelum turun ke bawah membuat sarapan pagi"ucap Vanessa lalu turun dari kasur dan berjalan menuju kamar mandi.
saat ingin membuka pintu kamar mandi seseorang juga membuka kamar mandi tersebut.
Vanessa membelalakkan matanya saat melihat Alaric yang keluar dengan handuk yang dililitkan di pinggangnya ia sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk.
Alaric begitu tampak begitu mengoda dengan tubuh yang berotot, perut yang sixpack apalagi ditambah dengan kulit Alaric yang masih basah,serta rambut yang basah yang mengoda.
Vanessa tanpa sadar menikmati pemandangan indah itu dari atas sampai bawah.
Vanessa menutup mulutnya saat melihat handuknya yang kecil dipakai oleh larik untuk menutupi tubuh bagian bawahnya.
"hati-hati air liur mu menetes"ucap Alaric.
"hah??mana??"ucap Vanessa panik sambil melap sekitar mulutnya.
"tidak ada kamu berbohong"ucap Vanessa.
"hahaha,tidak apa-apa cuci mata dengan tubuh suami mu"ucap Alaric.
"bukan kah kamu tergoda dengan tubuh ku"ucap Alaric sambil memajukan wajahnya sangat dekat dengan wajah Vanessa.
"ti-tidak"ucap Vanessa terbata-bata.
"oh jadi maksudnya cuci mata itu bukan cuma pakai air dan jalan-jalan ya, ternyata kalau tatap badannya Daddy bisa di katakan cuci mata.humm Rafa mengerti kok"ucap Rafa yang ternyata sudah bangun.
"eehhh!!"ucap keduanya.
setelah kejadian itu Al hasil Vanessa tidak bisa membuat sarapan untuk pagi ini,untung saja ada koki yang siap sedia jadi kini mereka berkumpul di ruang makan untuk sarapan bersama.
"oh iya van,tolong beritahukan pada mama dan papa sama Koko mu untuk nanti datang ke sini yah,kita mengukur baju buat pesta"ucap mommy Gianna.
Rayyan sudah pergi subuh hari tadi karena ada yang perlu ia lakukan.
"pesta apa memang mom??"ucap Vanessa.
"wedding anniversary kami berdua"ucap mommy Gianna.
"acaranya Minggu depan"ucap Alaric.
"wah mana aku belum siapin kado loh mom,dad"ucap Vanessa.
"gk perlu sayang,kamu mau nikah sama anak mommy aja sudah mommy syukuri,ya kan dad?"ucap mommy Gianna.
"iya, apalagi kalau kalian ngasih Ade buat teman Rafa kami semakin bahagia kok"ucap Daddy Arthur yang membuat Vanessa dan Alaric merona.
"gimana bisa hamil,orang bercocok tanam aja kagak ada"gumam Vanessa lirih.
"hum??apa kamu mau kita secepatnya bercocok tanam??"bisik Alaric.
"ehh??!tidak"ucap Vanessa sambil memalingkan wajahnya yang merona lalu menyuapi Rafa makan.
sedangkan Alaric hanya bisa tersenyum puas karena berhasil mengoda istrinya itu.
beberapa saat keheningan terjalin hanya terdengar detingan sendok saja, karena masih fokus dengan makanan Mereka.
"oh iya,mom nanti tolong bawa Vanessa buat ke butik mommy,malam ini Al ada pesta rekan bisnis yang harus di datangi bersama Vanessa"ucap Alaric.
"siap,tenang aja mommy akan buat kamu klepek-klepek ngeliat mantu mommy yang cantik"ucap mommy Gianna.
"gina ikut yah,setelah habis dari butik kita tiga jalan-jalan bentar,kan acaranya juga malam kan kak Al"ucap Gina.
"hum"ucap Alaric.
"emm seperti nya aku tidak bisa ke butik mommy, mommy pilihin aja yang cocoknya.soalnya,aku gak mau ningalin Rafa"ucap Vanessa.
"udah pergilah sama mommy mu,biar Rafa Daddy dan suster Selin yang urus"ucap Daddy Arthur.
"tapi....."
"mommy,pergilah.jangan karena Rafa mommy GK bisa cuci mata"ucap Rafa.
"hey,kamu ini ngomong apa sih,kalo mommy mau cuci mata yah pake air"ucap Vanessa sambil mencubit gemas pipi Rafa.
"engg,bukan itu maksud rafa.kalo di rumah terus nanti mommy bosan lihat tubuh Daddy yang wow,jadi mommy harus jalan-jalan ambil baju baru dari butik Oma"ucap Rafa.
"cieee"ucap Gina mengoda kakak nya dan kakak iparnya itu.
Sedangkan Vanessa hanya bisa merona malu dengan apa yang di ucapkan oleh putranya itu, Karena tadi pagi ada tragedi yang begitu memalukan.
-
-
-
setelah selesai sarapan Alaric pergi ke kantor karena ada meeting dan berkas yang harus ia tanda tangan.
sedangkan kini Vanessa, Mommy Gianna dan Gina pergi menuju butik milik mommy Gianna, itu pun karena bujukan dari Rafa.
sesampainya di butik Vanessa terkagum-kagum karena melihat bukti yang begitu mewah milik Mommy Gianna.
"ayok masuk"ucap mommy Gianna.
"eh iya"ucap Vanessa.
"selamat datang nyonya"sambut para karyawan.
Vanessa kembali terkagum dengan isi butik itu.
"Cece Vanessa ini selalu terkagum-kagum terus, padahal Cece sendiri duitnya banyak loh"ucap Gina.
"hehe soalnya aku gak ada waktu buat jalan-jalan saat aku jadi dokter bedah"ucap Vanessa sambil menggaruk dahinya yang tidak gatal.
"emm, bagaimana kalo Cece berhenti saja jadi dokter,Cece habisin aja duit kak Al sampe bangkrut"ucap Gina.
"haha ajaran sesat kamu ini"ucap mommy Gianna.
"gk kok gin,aku akan tetap jadi dokter,karena ini cita-cita yang aku inginkan,menolong banyak orang agar mereka tersenyum bahagia"ucap Vanessa.
"tuh dengar"ucap mommy Gianna.
"hehe iya iya,Gina mau ambil baju buat gina kuliah yah mom,Gina gk ada baju soalnya"ucap Gina.
"ckck,gk ada baju kamu bilang??dasar anak pembohong lalu isi 5 lemari di kamar mu di mansion utama dan 3 lemari di mansion kakak mu itu sampah??"ucap mommy Gianna.
"hehe itu namanya kenikmatan punya orang tua yang punya butik"ucap Gina.
"yaudah kamu pilih aja sesuka hati mu"ucap mommy Gianna.
"ayo sayang kita ke lantai atas buat cari gaun yang cocok buat kamu"ucap mommy Gianna.
Lalu mereka pergi ke lantai 2 dimana tempat gaun pesta dan jas pesta,sedangkan lantai bawah yang luas menampilkan beragam baju dan pakaian kasual dan mampu di beli oleh semua kalangan,sedangkan lantai ke tiga berisi gaun pernikahan sedangkan di lantai teratas itu ruangan milik mommy Gianna.
TBC
ternyata komunikasi & mengerti itu
no 1 ya...
untuk menyelesaikan permasalahan...
mereka jadi bahagia
dan 2 " nya
jadi bucin
dong ke Vanesa
biar gak ada kegundahan hati lagi...
si vanessa keras kepala gak mau denger penjelasan alaric..