Karena hukuman, akhirnya Eighar harus di pindahkan ke sekolah aneh yang berisi orang-orang yang aneh pula. Sekolah macam apa yang di maksud?? Tak ada yang khusus, kecuali murid-murid serta sistem sekolahnya yang terbalik. Lalu, apa yang mengganjal dari hal itu??
Baca lah sendiri!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gerimis Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sparing
Eighar terkejut saat Elle mengangkat tangan, ia menatap Leon yang berwajah datar melihat sepupunya itu. Eighar menggeplak tangan Leon, membuat lelaki itu terkesiap dan menatap Eighar dengan kesal.
"Waduh! Apaan sih tabok tabok?? Sakit tau!!" gerutunya sambil mengusap tangan.
"Itu, Elle kok mau berantem sama cowok?!" geram Eighar khawatir, sambil menunjuk Elle dengan mulutnya.
Leon hanya mengibaskan tangannya. "Udah biasa, emang ada yang aneh?"
Eighar mengeratkan giginya dan menatap Leon dengan kesal. "Lawannya cowok, gimana mungkin?"
"Mungkin aja Ghar, lu gak usah heboh deh!! Nonton aja, Elle kuat kok." ucap Leon santai. "Lagian tuh cewek serem banget loh, jangan buat gara-gara aja ke dia. Gak menye-menye dia tuh!" lanjut Leon.
"Wah, penantangnya cewek ini. Gimana yang cowok, siap atau enggak ini?" tanya Coach Justin sambil berpura-pura memberikan kepalan tangannya ke arah Zeam, seolah-olah ada mic gaib di tangannya.
Zeam berwajah datar dan tak menjawab apa-apa. Ia menatap Elle dengan tajam dan langsung mengarahkan jari telunjuk yang ia angkat-angkat, seolah meminta Elle untuk maju.
Melihat hal itu, Elle langsung menyergah tanpa aba-aba, membuat coach terkejut karena sparing belum ia mulai. Eighar terlihat tegang, ia takut kalau Elle sampai kenapa-napa.
Elle berlari menuju Zeam dan mengarahkan pukulannya,
Dash!!
Zeam menepis dengan menyilangkan kedua tangannya menahan serangan Elle, tak di sangka, tinjuan Elle terasa berat bagi Zeam, membuat tubuhnya tergeser tiga langkah kaki kebelakang.
Elle tersenyum sambil berlari mendekat ke arah Zeam lagi. Ia mengangkat satu kakinya, dan mengarahkan tendangan sambil berputar di udara.
Zeam mengelak, tapi bagian telinganya terkena tendangan Elle, membuat Zeam mundur sambil menutup telinganya menahan sakit.
Eighar mematung di tempat, sementara Leon menyaksikannya dengan semangat. Elle terus mendesak Zeam dengan melancarkan berbagai serangan. Ia menendang Zeam, dan lelaki itu menangkis dengan bagian tangan yang ia tekuk ke pundaknya.
Beberapa kali dia terhuyung, melihat hal itu.. akhirnya membuat Eighar menarik kesimpulan, kalau Elle bisa bertarung, sementara Zeam belum mengerti caranya bertarung. Dia masih lemah dan sejak tadi hanya bisa menangkis serangan dan terus terdesak. Eighar mulai santai dan menikmati alur pertandingan.
Chelsie yang juga ikut kelas tambahan terlihat gusar, menatap Zeam yang terus-menerus terdesak dan tak terlihat ingin membalas serangan. Chelsie meremas tangannya sendiri, dengan mata yang fokus menatap Zeam.
Menyadari kegelisahan Chelsie, Eighar tersenyum karena itu semakin membuatnya yakin, kalau Zeam akan kalah dari Elle.
Eighar kembali melihat jalannya pertandingan, semakin lama serangan Elle semakin melemah, dan Zeam masih memilih bertahan dan tak menyerang. Disini Eighar berpikir, apakah Zeam tipe lelaki yang tidak menyerang wanita meskipun itu adalah lawannya?? Tak di sangka, ternyata memang ada karakter lelaki seperti itu. Tapi, kalau di dunia pertandingan, tentu saja dia termasuk kategori lelaki yang lemah kalau melakukan hal seperti itu, menurut Eighar.
Napas Elle mulai cepat dan berderu. Ia terhenti sejenak untuk beristirahat dan mengambil napas, beberapa saat kemudian, ia kembali menyergah dan mengarahkan tendangannya pada Zeam.
Tepat saat kakinya satu cm di dekat sisi sebelah kanan wajah Zeam..
Grep!!!
Zeam menangkis kaki tersebut, sama seperti sebelumnya. Tapi kali ini, ada gerakan tambahan yang ia lakukan. Zeam menarik kaki Elle, membuatnya terhuyung dan melemparkannya ke arah murid-murid yang ikut kelas sore.
Eighar terkejut, karena tubuh Elle ternyata melayang ke arahnya dan juga Leon, hingga....
Bugh!!!
Mereka berdua yang tak menyadari serangan mendadak tersebut tak dapat menghindar. Alhasil mereka bertiga jatuh tersungkur di lantai GOR Umum, dimana Elle menimpa tubuh Leon dan juga Eighar.
"Aduuuh, Le!! Bediri cepet!! Mau patah tulang-tulang gue!! Lu berat banget!!" keluh Leon yang menjadi bantalan Elle. Eighar hanya meringis menahan sakit, sementara Elle berusaha berdiri tentu sambil menahan rasa sakit juga.
Coach dan murid-murid yang lain tercengang, kecuali Chelsie. Sebenarnya yang membuat Chelsie risau sejak tadi bukan karena takut Zeam kalah, tapi ia takut kalau Zeam sampai melawan. Karena hal ini sudah pasti akan terjadi.
Zeam menonton mereka dengan santai, kedua tangan ia lipat ke dada dan tatapannya kelihatan menikmati sekali.
Eighar masih meringis dan menatap Zeam. "Ku.. kurang ajar! Lu bermaksud nyerang kita bertiga sekaligus?" geram Eighar, membuat Zeam mengedip matanya dengan lambat.
"Maunya sih kena lu doang, tapi bonus temen-temen lu juga." sahut Zeam, seolah sengaja menantang Eighar dan teman-temannya.
Elle kelihatan kesakitan, apalagi ia terjatuh dengan menimpa tangannya yang terkena luka bakar. Eighar beranjak bersama Leon dan melihat kondisi Elle. Dari kejauhan, Chelsie menatap mereka dengan khawatir, namun tak berani mendekat.
"O.. oke oke, kayaknya sparing hari ini cukup panas. Apa kalian ada masalah sebelumnya?? Coach tak mau ada masalah pribadi masuk ke kelas ini. Selesaikan di luar dan baru bertanding disini. KALIAN MENGERTI?!!" pekiknya ditelinga Zeam.
Zeam hanya tersenyum miring, lalu berjalan santai dengan gaya petantang-petentengnya dengan mata yang menatap Eighar dengan lekat, seolah itu adalah ledekan. Eighar meringis, dan mengeratkan giginya. Hatinya tersulut dan ia merasa begitu kesal.
"Le, lu aman?" tanya Eighar.
Elle mendesis, merasa tangannya begitu panas dan perih. "Ssssh, aman aman." sahutnya.
"Jadi itu yang namanya Zeam?? Ganteng juga!!" bisik Leon.
Elle dan Eighar menatapnya dengan kesal. "Jadi lu mau kesel atau muji dia hah?!" bentak mereka bersamaan.
"Bu.. bukan gitu, soalnya emang ganteng." lanjutnya.
"Oke, sekarang.. siapa yang mau sparing dan tanding dulu, selanjutnya baru kita bahas mengenai serangan-serangan yang kita lihat." ujar Coach sambil melirik sekeliling. "Nah, siapa yang mau sparing tanpa adanya masalah pribadi??"
Eighar langsung mengangkat tangannya, membuat Coach Justin memandangnya. "Hah? Kamu? Mau tanding? Ada masalah pribadi apa hah?? Hah??" desak coach Justin.
Eighar langsung berdiri tanpa perduli. "Gak ada masalah pribadi, saya mau unjuk kebolehan." sahut Eighar, membuat coach Justin bersemangat mendengarnya.
"Hah? Apa? Mau unjuk gigi ha?? Oke oke!! Semangat seperti ini yang paling menarik dari setiap pertandingan olahraga. Ayo, siapa yang mau tanding melawan anak ini?? Siapaa??" pekik coach Justin.
Chelsie mengorek telinganya yang merasa pekik. Ia heran, kenapa coach ini harus berbicara memekik-mekik, padahal tanpa begitu pun orang-orang sudah bisa mendengar ocehannya.
Tak ada yang mengangkat tangan ketika Eighar berdiri. Semuanya ciut karena pernah melihat pertandingan antara Eighar dan juga Leader mereka, Brian.
Coach melirik sekeliling, dan melihat tak ada yang tertarik sparing bersama Eighar. "Waduh, gimana ini? Gak ada yang mau tanding sama kamu." ujarnya.
Eighar menatap ke arah Zeam, anak itu sama sekali tak mengangkat tangan, seolah tak berniat sama sekali bertanding dengan Eighar, atau mungkin karena ia sudah lelah.
"Kalau gitu, saya boleh milih lawan coach?" tanya Eighar.
Coach menggelengkan kepala dan menggerakkan jari telunjuknya bersamaan. "No no no, gak ada yang seperti itu!! Kalau kamu yang pilih, belum tentu mereka mau sama kamu!"
"Yaudah, kalau gitu satu lawan tiga. Siapa aja, boleh lawan saya bertiga." ujarnya sambil menatap Zeam. Eighar sengaja unjuk kebolehan, mumpung saat ini.. Zeam sedang melihatnya.
Dan saat ini, ia benar-benar ingin menghajar beberapa orang untuk menghilangkan rasa kesalnya.
"Ada yang mau?" tanya Coach lagi. "Emangnya kamu sehebat itu?" tanyanya lagi.
"Ya kalau coach mau coba, ayo. Kalau gak keberatan, kita sparing." tantang Eighar, membuat Coach Justin terdiam menatapnya, begitu juga dengan murid-murid yang ikut kelas sore.
Seumur hidup, baru kali ini ada yang menantang coach Justin bertanding. Apa nyawa Eighar sebanyak kucing??
Bersambung...
teka teki nya harus nyusup untuk menghancurkan penjara bawah tanah. secara ngk langsung zeam meminta teman2 team nya buat ngeluarkan eighar ngk? 🤔 kak sellu lolanklau kaka bikin teka teki ini tp seruh kyak naik rolercoster
aku gak nyangka deh mereka saling terhubung di masa kecil, jadi cerita ini semakin menarik, semakin banyak teka teki daaaaaaan semakin penasaran... lanjut thooooor 😍😍😍😍
sekolah militer juga bukan
waktu itu Meta ngasih infonya salah terus, aku bilang payah.
si Meta bilang "gunakan bahasa yg baik & sopan"
lah aku jawab Meta marah, ngambek? katanya tidak, saya tidak punya emosi trus dia lgsg mengalihkan topik pembicaraan
takut ketahuan kalo sebenarnya ada "manusia" yg mengoperasikan si meta ini.
othor pernah chat sama meta jg ga? 😁