NovelToon NovelToon
Era Berdarah Manusia

Era Berdarah Manusia

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / TimeTravel / Horor / Supernatural / Contest / Romansa Fantasi
Popularitas:59.1k
Nilai: 5
Nama Author: I Firmo

SETIAP HARI UP UNTUKMU🤩
Kedatangan lelaki-lelaki muda Eropa yang ganteng-ganteng telah menuai pusat perhatian. Disaat yang bersamaan, lelaki-lelaki dan wanita-wanita muda pun ikut menghilang satu demi satu secara misterius.

Holsi dan teman-temannya menyadari hal itu dan tahu rahasia dibalik itu semua. Namun, mereka semua berhasil dibungkam oleh dua tokoh yang menawan namun iblis. Holsi dan teman-teman nya berhasil di usir dan di hina kan banyak orang.

Dua tokoh menawan itu semakin dipuja-puji bak dewa-dewi. Peminatnya dari kalangan remaja yang begitu tergila-gila pada dua tokoh itu.

Lalu, jelas nya seperti apa? Baca Sekarang!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon I Firmo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Halaman 31

Lama-kelamaan Swift tidak mau dibuat pusing dengan kejadian yang membuat dirinya semakin syok dan trauma.

Ia lebih memilih untuk melanjutkan niatnya yang ingin ke kamar mandi untuk mandi dan bersih-bersih.

Setelah Swift selesai mandi dan berganti pakaian, waktu pun telah menunjuk pukul tujuh malam.

Dan cuaca dimalam hari ini, sangat tentram, tidak hujan, dan hangat sekali. Hal ini membuat Swift hanya ingin duduk di kursi meja belajarnya itu, dan membukakan jendela kamarnya itu yang langsung mengarah ke hutan Huner yang cukup jauh disana.

Swift terlihat sedang mau melanjutkan novel buatannya yang bertakjub *Sli & Gla* Yang Swift tulis sendiri di buku tebal pembelian Agil ketika itu.

Novel yang Swift tulis menceritakan dirinya dan Agil yang menjadi seorang ratu dan raja keabadian. Dan Swift suka sekali berkhayal jika apa yang ia karang itu, menjadi kenyataan. Dan sungguh, pengalaman yang Swift alami tadi ketika tidur, dan ketika sore tadi. Membuat Swift semakin yakin, jika karangan itu akan menjadi kenyataan.

Ketika pensilnya tengah Swift pegang, ia perhatikan dengan penuh hutan Huner yang jauh disana. "Apakah benar mimpi yang ku alami itu adalah petunjuk? Tapi aku yakin itu benar."

Kemudian Swift, merenungkan dirinya sejenak. Ia tiba-tiba jadi tidak ada suasana yang enak untuk menulis, justru ia lebih memilih untuk nekat mendatangi Agil kerumahnya.

Lalu Swift berdiri dari kursinya, kemudian mengambil jaket hoodie nya itu untuk bersiap-siap. "Aku kangen Agil! Aku nggak mau berlama-lama nunggu kepastian yang nggak jelas dari Agil. Pokoknya aku harus datangi Agil malam ini juga!"

Swift pun semakin nekat, dan ia hanya membawa smartphone nya itu.

Ketika Swift keluar kamar, Emilius tengah memergoki Swift sedang menutup pintu kamar dengan pakaian yang rapi.

Emilius berkata. "Kok kakak tumben rapi banget malam ini?"

Lalu Swift tersenyum pada Emilius. "Emil, kakak mau keluar dulu ya, kakak harus ke rumah temen dulu. Kasih tahu mama, papa ya."

Kemudian Emilius hanya bisa menundukkan kepalanya. "Tapi kan mama papa nggak mungkin peduli sama kakak? Kan aku ajja yang peduli sama kakak."

Dengan erat, Swift memeluk Emilius. "Makasih kamu yang ku sayangi..."

Lalu Emilius eratkan pelukan kakak perempuan satu-satunya itu. "Sama-sama, dan jangan malam-malam ya kak pulangnya. Emilius sedih kalau kakak nggak pulang, pokoknya Emil mau nunggu kakak pulang di kamar kakak."

Kemudian Swift melepaskan pelukannya itu dari adiknya itu. "Oke deh, bagus kalau gitu."

Setelah berkata demikian, Swift pergi meninggalkan Emilius dilantai dua ini. Kemudian, ia menuruni tangga dan sedang mendapati kedua orangtuanya tengah bercanda ria bersama kedua kakak laki-laki nya itu.

Mendengar sebuah langkah kaki di tangga, membuat Kartina menoleh. "Eh Swift. Kalau mau makan, ke dapur ajja."

Mendapati sifat ibunya yang begitu cuek sekali, membuat Swift hanya tersenyum kecil. "Iya mama makasih. Oh iya mama, aku mau keluar rumah dulu ya. Aku mau maen ke rumah temen pake motor metik Swift..."

Kemudian Kartina tak menoleh sedikit pun pada Swift, pandangannya hanya terfokus ke televisi. "Ya kan kamu udah dewasa. Jadi besok-besok nggak usah izin segala, toh kunci rumah kan salah satunya di pegang sama kamu. Mau pulang jam tiga pagi pun, nggak papa. Kamu itu kan udah gede!"

Dengan lemah lembut, Swift berkata. "Iya mama, makasih banyak."

Setelah berkata begitu pelannya. Swift berjalan melewati ruang keluarga itu, tanpa di sahut oleh ayahnya atau oleh kedua kakak lelaki nya itu. Benar-benar Swift di anak tiri itu nyata sekali, hanya karena ia dilahirkan tidak cantik.

Kemudian Swift memasuki garasi, lalu membuka garasi itu dengan perlahan-lahan. Air matanya pun satu demi satu menetes, melihat ibu kandungnya yang melahirkannya penuh perjuangan, sangat menyakitkan hati Swift. Tetapi Swift adalah wanita tegar, bagaimanapun juga Swift tetap sayang kepada keluarganya itu.

Lalu gerbang rumah mewah dan besar itu terbuka lebar. Kemudian Swift tancap gas menuju hutan Huner untuk menemui Agil yang desa dimana Agil tinggal harus melewati pedalaman hutan Huner terlebih dahulu.

|

Setelah menempuh waktu tiga puluh menit dari kota Bogor ke hutan Huner, akhirnya Swift sampai didepan hutan Huner.

Hutan Huner yang dikatakan menyeramkan itu, tak lah menyeramkan dikedua mata Swift.

Kemudian, motornya itu Swift parkir kan didepan gerbang masuk hutan. Dan Swift itu sendiri tengah mengecek, apakah gerbang ini di kunci rapat, atau hanya ditutup biasa saja.

Ketika Swift sedang melihat dimana gagang pembuka gerbang yang besar dan lebar itu berada. Ada seseorang yang gagah, menawan, dan tampan, berambut pirang nan bule, sudah berdiri rapi dibelakang Swift. "Swift."

Seketika itu, Swift terkejut dan langsung menoleh. "Astaga! Aku nggak percaya!"

Swift langsung mendapati Agil yang sudah berubah menjadi lelaki tampan Eropa.

Kemudian Agil tersenyum manis kepada Swift. "Aku rindu pada mu..."

Lalu Swift yang terbawa perasaan, langsung memeluk Agil yang ganteng itu dengan erat. "Aku juga Agil, hiks."

Rambut panjang Swift, Agil usap dengan indah. "Maafkan aku yang selama ini hilang kabar darimu."

Lalu Swift usap air mata yang jatuh di pipinya itu. "Nggak papa Agil, asalkan kamu baik-baik saja dan nggak selingkuh."

Dengan manisnya, Agil berkata. "Nggak mungkin aku mengganti kau, Swift. Dengan wanita lain yang kalah indah nya dengan mu..."

Jelas, perilaku Agil yang romantis itu. Membuat Swift dimabuk cinta dan asmara yang semakin menggila kepada Agil. Apalagi Agil yang kini menjadi lelaki yang sangat tampan, membuat Swift Semakin dibuat cinta.

Swift memegang dada Agil, dan Agil memang sangat tinggi. Bahkan Swift saja hanya sedada dengan Agil. "Agil, kenapa kamu jadi gini? Apa yang membuat kamu jadi bule gini? Apa?"

Lalu Agil mengelus rambut Swift dengan indah. "Tahukah mimpimu itu adalah dariku. Mimpi yang kau alami tadi sore adalah dari ku untuk mu yang juga ingin cantik jelita..."

Kemudian Swift pun semakin dibuat syok. "Oh jadi mimpi itu berasal dari mu? Astaga! Jadi benar dong aku bisa cantik sesuai yang di dalam mimpi ku itu?"

Agil pun langsung menunjukkan sebuah bunga merah cantik ke hadapan wajah Swift yang lugu dan polos. "Ini dia resep indahnya. Maka kau, akan menjadi jelita dan bersinar ke seluruh lautan!"

Lalu Swift langsung memegang bunga merah menarik hati itu. "Ini bukanlah mawar, ini bukanlah mawar. Ini bunga yang sangat unik dan menggoda, Agil."

Kemudian Agil tersenyum lebar. "Benar! Menggoda bukan itu bunga? Haha, makanlah maka kau akan menjadi jelita dan menjadi kekasih ku untuk selamanya!"

1
Dhina ♑
ternyata tidak lanjut juga 🤔🤔
Dhina ♑
Bagaimana kisah selanjutnya 🤔🤔🤔
tunggu ya
Adinda ♋
sungguh apes nih Holsi
Adinda ♋
itu pasti hutan yang mengerikan
Nina ♋
mungkin Dia tersesat tak tahu arah
Nina ♋
dia punya pengalaman yang mengerikan
Nina ♋
libur sekolah Sabtu Minggu ya
Jazz ♋
Come back
Zelyn ⭕
mereka tidak boleh mati

Author.....lanjut, tuntaskan ceritanya
Zelyn ⭕
kalian para pemuda aneh, mengapa selalu menuju hutan Hunner
ALONE ⭕
apa dia jalan sambil tidur
ALONE ⭕
kox di kamar 🤔🤔
ALONE ⭕
huaaaaa ada Halzet
ALONE ⭕
apa Erick berhalusinasi 🙄🙄
ALONE ⭕
loh mengapa ke Utara 🤔🤔🤔
Adinda ♋
huwaaaaaa NT tidak ada 👍 nya buat like
Adinda ♋
menghitung
cling gitu
Adinda ♋
Wahhh sekelompok anak muda yang cuek
Adinda ♋
bule 🤔🤔
Apakah dia murid baru
Adinda ♋
kayax dukun
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!