Ema harus membayar setimpal dengan apa yang di lakukan oleh bosnya untuk menyelamatkan dua adiknya dari orang tua yang Toxic
Gadis itu berpikir jika dia hanya perlu bekerja lebih keras di perusahaan Grey namun salah pria itu mengincar hal lain dari gadis itu
.
.
Grey tertarik pada Ema gadis sederhana dengan mental kuat, namun latar belakang pria itu membuat dia tidak bisa meresmikan hubungannya menjadikan Ema sebagai kekasih gelapnya
Pria itu harus menikah dengan perempuan sempurna juga
.
.
Bagaimana keputusan Grey? sedangkan Ema yang sudah tersudut oleh keluarga tunangan Grey hingga gadis tu memutuskan akan pergi
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon natural, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ikatan Paksa
Ema menunduk berkali-kali menghindari tatapan Jeremy pemuda itu duduk di seberang meja, memberi kode berkali-kali lewat lirikan matanya
Apa yang harus ku katakan padanya untuk mejauhi ku? Dia bisa membuat ku dalam masalah karena pak grey. Gumam Ema merasa semakin tidak enak . Besok kunjungan akan selesai, dan kembali ke kota aku hanya perlu menghindarinya selama satu hari
Makanan di depan Ema bahkan tidak berasa lagi karena peringatan Grey tadi entah apa yang akan di lakukan pria itu untuk selanjutnya dan dia yakin jika itu bukanlah hal yang menyenangkan
Ema kembali bertatapan dengan Jeremy tanpa sengaja tatapan hangat dan sifat pria itu yang ramah kembali membuatnya tidak tenang
Aemh. Ema mengunci bibirnya dia sedikit syok karena tangan besar Agharna mencengkram pahanya di bawah sana . sial dia bahkan melecehkan ku di tempat umum…… tahan Ema …tahan
Ema mencoba memikirkan hal positif untuk menghilangkan rasa tidak tenangnya sampai pikirannya tertuju pada kedua adiknya yang berada di rumah
Apa mereka sudha makan?. Gumam Ema mengingat kedua bocah itu . ya mereka sudah makan dengan baik, apartemen di lengkapi dengan fasiltas bagus mereka akan nyaman di sana
Gadis itu mencoba mengingat beberapa hal yang dia dapatkan meski gantinya dia merasa hina atas dirinya sekarang
“Jaga pandangan mu Ema, ingat apa yang aku katakan tadi kepada mu”. Ucap Grey dingin
“Iyaaa”. Gadis itu lirih
Beberapa menit berlalu makan malam selesai beberapa orang mengobrol termaksud Jeremy dan kolega lain, Ema hanya diam dan mendengarkan perbincangan mereka di samping Grey
Dia bahkan tidak tertarik apapun diam dan sunyi itu yang dia inginkan sampai dia sadar jika Jeremy hendak memanggilnya dari kejauhan, dia tidak ingin terkena masalah lagi sekarang
“Pak bisakah saya kembali ke kamar dahulu?”. tanya gadis itu pada Agharna , pria itu sontak melirik pada Jeremy yang berbincang dengan orang lain pemuda itu kadang mencuri pandang pada Ema
“Pergilah dan ingat perkataan ku tadi”
“Baik”. Ema menunduk dengan cepat dia pergi ke kamar menghidari Jeremy sebisa mungkin tidak berpapasan apalagi mengobrol dengan pemuda itu dia benar-benar tidak ingin terkena masalah lagi
Gadis itu mengunci kamarnya lalu membaringkan diri di ranjangnya yang nyaman “Huhh sepertinya aku harus menghubungi Leo dan Linda”
Ema menelfon ponsel yang dia berikan pada Leo berjaga-jaga agar kedua anak itu bisa menghubunginya jika terjadi sesuatu
Panggilan terhubung
Leo dan Linda nampak sedang belajar di rumah kedua anak itu dengan senyum cerianya menatap Ema
“Kakak… kami sudah makan, semua sudah selesai kami akan tidur sebentar lagi”. ucap leo melepaor keseharian mereka
”Ah baiklah, maafkan kakak karena sering meninggalkan kalian berdua”
“Tidak apa kakak, kami senang dan tempat ini sangat nyaman”. ucap Leo
“Kita juga tidak kelaparan lagi, kakak bersemangatlah”. ucap Linda penuh semangat “kami tahu kakak melakukan yang terbaik”
Ema tersenyum menatap layar ponselnya dia bahagia melihat kedua adiknya itu, bahkan apapun yang dia rasakan sekarang seakan hilang karena senyuman kedua anak itu
“baiklah berstrahatlah yang baik, lusa kakak akan pulang”. Jelas Ema sebelum menutup panggilan nya
Gadis itu mulai terlelap karena kantuk kesadarannya berangsur-angsur hilang sebelum suara bel mengganggu tidurnya
‘Emh siapa yang bertamu malam-malam begini!?”. Kesal Ema dia menutup kepalanya dengan bantal namun suara bel itu semakin berisik membuatnya terpaksa bangun mendapai orang yang berada di luar sana
Grey dengan senyum menjengkelkannya berdiri di depan sana sebagai dalang.
“Ada apa pak? Ini sudah malam”.
Namun pria itu tidak banyak bertanya grey masuk kedalam kamar Ema begitu saja, membuat gadis itu panik dia melirik lorong hotel yang sepi lalu masuk menyusul Grey di kamar
“Pak?”.
“Bukankah sudah ku bilang untuk belajar menyenangkan ku? Kemarilah”. Grey duduk di tepi ranjang menawarkan pangkuannya gadis itu menjadi sangat takut “Tenang saja, aku hanya mengajari mu permulaan saja Ema, aku paham jika kau tidak tahu menahu mengenai hal seperti ini”. senyum pria itu meski terlihat tampan tapi membuat hati Ema terasa terhina
“Bisakah anda tidak melakukan ini?”. ema menggenggam lengannya dengan erat dia tidak ingin hal ini
Suara Grey kini mengeras dan terdengar kasar “Aku tidak suka mengulangi perkataan ku Ema!”
Gadis itu mendekat lalu Grey menarik nya ke atas pangkuannya, pria itu tersenyum puas tangannya mulai meraba dada Ema gadis itu merasa sangat kotor
“Emh… kau bukan type ku, tapi kenapa aku bisa menyukai mu hmm”
‘Bukankah bapak sudah bertunangan kenapa anda melakukan hal ini pada saya?”. Ema memalingkan wajahnya tidak ingin menangis untuk hinaan yang di berika Grey padanya
“Ku pikir kau terlalu lancang Ema, ini urusan ku kau hanya perlu membayar apa yang ku berikan kepada mu”. grey tersenyum penuh kemenangan ema terdiam dan tidak melawannya sedikitpun
******
Saat pagi mereka mulai berkeliling di tempat proyek pembangunan, Ema seperti biasa akan berada di samping Grey sebagai sekertaris sekaligus asisten pria itu
“Ini dokumen untuk bagian ini pak”. ema menyerahkan beberapa lembar yang di kerjakan olehnya, sebuah pendataan untuk pengeluaran mereka
“Umh bisakah kau memberikan kepada ku juga Ema?”. tanya Jeremy yang tiba-tiba di samping mereka, setelah kemarin malam dan pagi dia mencueki pemuda itu
Jeremy tidak kunjung lelah untuk menyapanya duluan, Ema merasa ingin menghilang saja ketika di dekat pemuda itu
“Saya hanya mengerjakan untuk pak Grey, Tuan jeremy mungkin bisa meminta pada orang lain”. Ucap Ema dengan nada datar, grey yang di samping gadis itu bahkan merasa puas karena perubahan sikap Ema
“Ah begitu ya, baiklah”. Ucap Jeremy hangat dia masih tetap di sana mengikuti langkah Ema dan Grey kadang kala pemuda itu berbincang dengan Grey walau tatapannya hanya tertuju pada Ema
Apa ada nyamuk tadi malam? Kenapa leher Ema memerah?. Gumam Jeremy tertuju pada lebam kecil yang ada di leher gadis itu . ahk pasti dia di gigit serangga taman hotel terlalu banyak bunga dan tanaman aneh lainnya, kasihan juga…… aku harus menyurus Osen untuk membeli obat salep
Setelah Sore hari yang melelahkan para pengawas dan owner bangunan kini kembali ke hotel untuk beristrahat
Ema sendiri sedikit letih karena harus megikuti langkah panjang Grey di tambah suhu panas di pinggir pantai . Aku ingin rebahan gumam gadis itu
“Ema!”. Panggil seseorang membuat gadis itu menoleh Jeremy di sana nampak membawa sesuatu kepadanya
Ah dia lagi. Ema melirik sekitar . Jangan sampai ada pak grey, dia pasti akan menghukum ku
“Kak Jeremy… apa yang kau lakukan?”. Tanya gadis itu Jeremy menyodorkan sebuah obat padanya
“Pakailah ini akan membantu mengatasi rasa lelah mu dan itu… kau pasti di gigit serangga kan, hotel ini dekat dengan hutan jadi wajar akan banyak serangga di sini”
“Ini…”. Ema memegang lehernya . sial ini bukan gigitan serangga ini ulah binantang buas! Kesal Ema dalam hati tapi sebisa mungkin wajahnya datar dihadapan pemuda itu
“Terimalah”.
“Terimakasih kak, aku masuk dulu beristrahatlah dengan baik”.ucap gadis itu terburu-buru lalu masuk kekamar secepat kilat
novel ini itu sangat menarik. aku suka bgt sama novel ini
semangat kak buat episode selanjutnya
baca juga novel aku judul nya istri kecil tuan mafia /Smile//Smile/