“Dasar menantu sialan kamu Luna! Ingat ya kau itu hanya menantu dirumah ini, jadi jangan mau enaknya saja makan tidur. Sungguh bodohnya anak ku, bisa-bisanya punya istri seperti ini!’’ hardik Mayang mertua Luna.
Luna hanya diam saja. Dirinya terlalu lelah setiap hari harus dimaki sang mertua. belum lagi adik ipar yang kerap kali meminta uang padanya.
_Ghaluna Larasati_
Wanita 26 tahun. Suami nya tidak kunjung pulang setelah pamit kerja di Luar kota. Wanita ini harus menjadi pembantu gratis di keluarga mendiang suaminya. Luna ingin pergi tapi tidak bisa karena sedang hamil.
Akankah dirinya bertahan? atau pergi meninggalkan rumah penuh kekejaman itu?
yuk baca!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Juniar Yasir, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menjenguk Tuan Ivander
Vano dan Luna telah tiba di depan ruangan ICU. Luna tidak berani mau masuk. Takut jika Grandpa nya melihat wajah Dia, orang tua itu semakin memburuk keadaan nya. Jadilah mereka saat ini duduk di kursi penunggu.
Beberapa saat kemudian, Dokter dan asisten serta perawat, memasuki ruangan ICU, guna memeriksa keadaan Tuan Ivander. Luna hanya melihat dari luar melalui kaca saja. Tentu ada sedih juga di hati nya ini. Meski sang kakek telah tega dan begitu kejamnya memisahkan dirinya dari Mamanya, Luna tetap ada rasa belas kasih pada kakek nya. Awalnya memang sangat terpukul sekali mendengar kisah nya, hingga terpisah antara mama dan papanya, tapi melihat orang tua ini terbaring lemah tak berdaya begini tentu sebagai cucu dirinya ikut sedih.
.
Beberapa menit kemudian, Dokter dan rekannya keluar. Luna segera beranjak mendekati sang Dokter.
“Bagaimana keadaan nya Dokter?’’ tanya Luna yang masih kaku menyebutnya kakek.
“Semua normal, Dia sudah Melawati masa kritisnya. Semoga semakin membaik ya.’’ jawab Dokter muda itu tersenyum ramah.
“Lantas boleh kah kami menjenguknya?’’ timpal Vano yang agak cemburu juga melihat tatapan Dokter ini pada tunangan nya.
“Boleh! Asal tidak membuat nya tertekan ya, usahakan tetap tenang dan membuat pasien tetap nyaman.’’ setelahnya menggangguku dan berlalu.
Luna dan Vano masuk ke dalam, lalu memakai pakaian yang telah di steril. Lalu kedua nya menuju ranjang pasien. Terlihat bermacam alat medis menempel di beberapa anggota tubuh Tuan Ivander. Luna sedih melihat keadaan orang tua ini. Tapi sebisa mungkin di tahan air mata nya agar tidak jatuh. Tiba-tiba Pintu di buka dengan kasar, hingga Vano dan Luna terkejut.
“Kenapa Dia ada disini?! Pergi kau wanita sialan!’’ ucap Tiara yang emosi karena musuhnya ini malah ada di ruangan kakeknya berada.
“Maaf nona, Saya sudah menelfon Nina tapi tidak nona angkat, lalu mengirim pesan tapi tidak terbaca. Lalu saya mencari nama lain di ponsel Tuan Ivander, hingga menemukan nama 'cucu ku', untuk itulah nona Luna kesini’’ jawab bodyguard Tuan Ivander.
“Apa maksud mu? Jangan sembarangan kamu ya! Cucu Grandpa hanya aku!’’ pekiknya tak terima.
“Sebaiknya kamu nggak usah bikin keributan disini Tiara. Kamu nggak lihat Tuan Ivander terbaring sakit begini?’’ tegas Vano.
Tiara yang mendengar ucapan Vano, langsung saja diam. Sementara mata nya menatap tajam Luna.
Setelah melihat keadaan kakeknya yang stabil, Luna meminta pulang saja. Karena jika terus berada di sini mama tidak akan baik untuk nya. Bisa saja Dia membalas ucapan Tiara dan berakhir ribut. Luna tidak ingin keadaan kakek nya memburuk karena nya.
Mereka pun meninggalkan rumah sakit.
.
.
Siraman dan pengajian tetap di laksanakan. Para keluarga dari kedua belah pihak telah berkumpul. Sila dan Ibunya turut serta. Luna telah di dandani dengan natural elegan. Untuk pengajian ini Luna memilih baju muslim berwarna mocca soft. Disisi beberapa bagian terdapat Payet. Sangat simple seperti keinginan Luna, tapi tetap kelihatan elegan.
Siraman telah dilakukan usai sholat Dzuhur, kini di lanjutkan proses pengajian. Proses pengajian ini berjalan khidmat. Setelah nya barulah proses sungkeman. Mereka memang memilih sungkeman di akhir saja. Demi untuk menghemat waktu. Sedangkan acara Henna di batalkan, mengingat Kakek dari Luna di rawat.
Setelah acara selesai, Naura berniat kembali ke rumah sakit, tapi buru-buru di larang semua orang.
“Pamali atuh nduk calon pengantin keluar rumah. Aroma tubuh calon pengantin iku wangi. Dalam mitos Jawa, itu sangat disukai makhluk halus. Wes!! Manut saja, Bu Lik tau, njenengan anak modern, tapi ada baik nya manut saja. Demi keselamatan kalian juga.’’ ucap Bu Lik dengan logat Jawa yang kental.
„Iy Bulik, terima kasih nasihat nya. Luna malah senang karena kalian semua peduli dengan Luna. Jadi tahu ini adat, tradisi dan tata Krama setiap suku. Walau Luna ini makhluk modern, jangan salah Lo Bu Lik, Luna sangat haus ilmu. Hehe...’’ jawab pintar Luna di barengi candaan.
“Ada-ada saja. Udah sana kembalimke kamarmu. Tuh lihat mama mu seperti nya sedih karena nggak bisa menjenguk Tuan Ivander.'’ timpal Bi Fitri.
Luna langsung sja menyusul mommy nya. Selain karena sedih, mommy Luna agak canggung berbaur dengan keluarga yang lain. Karena mereka semua berbahasa Indonesia sedang dirinya berbahasa Inggris. Dirinya memang ngerti apa yang orang ucap, tapi mau berbahasa Indonesia Dia belum bisa, masih sedikit tahu nya. Belum lagi ada oapa nya Naura. Ya itu papa Fahmi.
“Mama boleh Luna masuk?!’’ panggil Naura dari luar.
“Yes dear, please come in’’ balasnya.
Luna masuk, dan melihat mama nya sedang duduk di balkon hotel. Menikmati pemandangan sore kota Jakarta. Di meja terdapat secangkir capucino dan , mille-feuille, tarte tatin, dan profiteroles (makan Paris). Di hotel keluarga Vano juga menyajikan makanan wester. Jadi nyonya Valery tidak menyusahkan anaknya jika ingin makan. Karena hanya masakan Luna yang di sukai jika makanan Indonesia.
Luna mendekati mommy nya, dan memeluknya dari belakang. Lalu duduk di kursi berdampingan dengan mommy nya.
“Mama nggak perlu khawatir dengan ke adaan Grandpa, semua baik-baik saja. Grandpa sudah melewati masa kritisnya. Kemungkinan malam ini akan sadar. Karena sekarang masih tidur akibat efek anastesi.’’ jelasnya menenangkan Nyonya Valery.
“Mom really wants to visit your grandfather, but you yourself know that Tiara is there, of course she will ask where Mom has been all this time. And if she finds out that Mom has met Mom's biological child, of course she will go berserk’’ ucapnya panjang lebar.
(Mama pengen banget jenguk Kakek, tapi kamu sendiri tahu kalau Tiara ada di sana, tentu dia akan tanya Mama kemana aja selama ini. Dan kalau dia tahu kalau Mama ketemu sama anak kandung Mama, tentu dia akan marah besar)
Sebenarnya Nyonya Valery sangat ingin menjaga sang Daddy di rumah sakit. Tapi dirinya takut akan di tahan dan di bawa kembali ke Luar negeri. Lagi pula Tiara pasti akan mengamuk jika tau ternyata mama tirinya berada di Indonesia dan malah sudah ketemu anak kandung lagi. Bisa-bisanya wanita itu mencelakai Luna. Tentu sebagai Ibu yang melahirkan Luna, dirinya sangat mengkhawatirkan anaknya ini, apalagi mereka baru saja bertemu setalah belasan tahun terpisah.
Tiara memang dari dulu tidak ingin anak kandung mama nya ini kembali. Dia sudah merasa nyaman dengan kehidupan mewahnya saat ini. Semua keinginan nya di penuhi. Semua yang Iya mau tinggal mengeluarkan kartu, semua terwujud. Baik itu mobil dan lainnya.
Ini apa lagi jika dirinya mengetahui anak kandung Valery ternyata Luna, musuhnya yang di anggap merebut Vano baru nya. Tentu Tiara semakin menggila nantinya. untuk itulah mulai dari sekarang Vano menjaga ketat Luna. Mengirim beberapa orang yang menyamar jadi orang biasa, menjaga Luna dari jarak aman. Vano sudah tau, jika Tiara ini akan sangat nekad jika kehendak nya tidak terpenuhi. Karena sudah sering di manjakan jadinya seperti itu.
.
.
“Nggak mungkin! Aku nggak percaya. Jika benar, mana hasil DNA nya?!'’ pekik Tiara lantang
Yuk, mampir di ceritaku
Dosen Licik terobsesi padaku ᐛ
semoga setelah ini ada karya yang lain juga