NovelToon NovelToon
PEMBALASAN DAYANTI

PEMBALASAN DAYANTI

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Matabatin / Pendamping Sakti
Popularitas:22.3k
Nilai: 5
Nama Author: Siti H

Kehadiran sosok wanita cantik yang memasuki sebuah rumah mewah, tiba-tiba berubah menjadi teror yang sangat mengerikan bagi penghuninya dan beberapa pria yang tiba-tiba saja mati mengenaskan.

Sosok wanita cantik itu datang dengan membawa dendam kesumat pada pria tampan yang menghuni rumah mewah tersebut.

Siapakah sosok tersebut, ikuti kisah selanjutnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti H, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

episode-31

"Huueeeek," Surti merasakan perutnya mual dan hampir muntah. Nafasnya terasa sesak sembari mengipas udara dengan tangannya.

"Mengapa sangat bau bangkai?" ia mengomel, lalu mencari udara segar dan mengatur nafasnya yang tersengal.

Mahardika bergegas mengunci pintu kamarnya, lalu membawa Sutini menjauh dari tempat itu, dan mendorong kursi roda ke kamar satunya yang ada disisi sebelah timur.

"Bukannya sudah ku katakan, jika jangan memasuki kamar itu, ibu tisak percaya," Mahardika berbalik mengomel, lalu membawa Sutini masuk ke dalam kamar itu.

"Apa yang kau simpan dikamar itu? Mengapa sangat jorok sekali!" ucapnya dengan nafasnya yang masih sesak.

"Mungkin ada tikus mati diatas plafon," jawabnya asal

Sedangkan Surti masih merasakan aroma bangkai itu masuk kedalam kerongkongannya, rasa mualnya semakin bertambah, dan berlari menuju dapur, lalu memuntahkan isi perutnya kedalam wastafel dan tanpa terduga, ia mengeluarkan cairan pekat darah, bersama dengan belatung.

"Aaaaaaa...," pekiknya dengan ketakutan.

Mahardika yang masih menggendong Sutini dan akan meletakkannya ke atas ranjang, tersentak kaget, lalu tanpa sengaja menjatuhkan sang isteri ke lantai dan berlari menuju dapur.

"Ada apa, Bu?" tanyanya pada sang ibu mertuanya.

"lihatlah, aku memuntahkan darah dan juga belatung!" tunjuknya ke arah wastafel yang saat terlihat belatung sedang berjentik.

Mahardika melongok ke arah dalam wastafel, tak.ada apapun disana, hanya muntah biasa. "Tidak ada apa-apa, mungkin ibu penglihatan ibu saja yang salah," sang menantu menyangkal penglihatan ibu mertuanya.

Surti tercengang, lalu menatap Mahardika dengan kedua mata yang membola. "Apanya yang tidak ada? Ini jelas darah!" ia masih berdebat.

Mahardika yang kesal, lalu menghidupkan keran air, dan membuat bekas muntahan itu menghilang.

Ia beranjak pergi meninggalkan dapur dan sang ibu mertua. Seketika ia teringat akan Sutini yang tadi terjatuh diatas lantai, lalu bergegas menuju dapur dan melihat sang istri sudah berada dipenghujung pintu kamar mandi, entah bagaimana bisa terjadi, hanya saja wajahnya terlihat lecet, seperti ada yang baru menariknya.

Pria itu menghampirinya, lalu mengangkat sang istri dan membawanya ke ranjang.

Baru saja ia meletakkan tubuh istrinya yang lumpuh, kini ia mendengar suara teriakan sang ibu mertua yang berlari dari dapur.

"Aaaaaaaaa." suaranya menggema dengan raut wajah ketakutan.

Mahardika kembali keluar dari kamar. "Apalagi sih, Bu?" tanyanya dengan kesal.

"Rumah ini ada hantunya!" ucapnya dengan wajah pucat sembari melihat le arah dapur, dimana terlihat satu sosok wanita berwajah hancur dengan rambutnya yang panjang, berjalan ke arahnya.

"Hantu apaan sih, Bu? Itu Yanti sepupu saya," tunjuk Mahardika pada wanita berwajah cantik yang terlihat membawa nampan berisi teh panas kearah sang tamu.

Surti mengusap kedua matanya, benar saja, ternyata itu adalah wanita berwajah cantik rupawan dan terlihat tersenyum padanya. Sesaat aroma mawar menguar begitu cepat diudara, dan menghilangkan aroma bangkai yang membuatnya sedikit lega.

Mahardika menggelengkan kepalanya, lalu meninggalkan sang ibu mertua, dan memilih untuk naik ke lantai dua kamarnya.

"Minumlah, ini akan membuatmu, tenang." wanita cantik itu terlihat sangat anggun dengan kulitnya yang putih dan juga mulus menghidangkan teh panas untuknya.

Sesaat bayangan masa lalu terngiang dibenak Surti. Andaikan Dayanti tidak terkena penyakit kulit, ia pastikan wanita itu akan memiliki kulit yang sama seperti gadis dihadapannya.

"Terimakasih," ucap Surti, lalu meneguk minuman panas itu dengan sangat rakus. Namun ia tak menyadari, jika yang diminumnya adalah darah yang sudah membusuk.

Saat ia meletakkan gelas diatas meja, Dayanti sudah menghilang dari pandangannya. Surti celingukan kesana dan kemari, tak menemukan wanita yang dicarinya.

Saat bersamaan, Yuli muncul dari arah pintu belakang bersam dengan Puteri. Ia baru saja selesai menjemur pakaian.

"Hei, kamu! Sedang apa kamu disini?" hardiknya pada wanita yang mana ia ketahui jika suami Yuli masa itu adalah orang kepercayaan dari almarhum Wicaksono -sang kakak yang sudah meninggal secara misterius.

Yuli mengulas senyum datar, lalu memilih menghindari wanita itu.

Sesaat Puteri tercengang, ia melihat sisa darah masih menempel disudut bibir Surti, dan hal itu membuatnya bergidik ngeri.

"Dasar, Bodoh! Ditanya malah pergi!" ucapnya dengan nada kesal.

Ia beranjak dari duduknya dan ingin menyusul Yuli yang tak menggubris ucapannya. Ingin rasanya ia menghajar wanita itu karena telah meremehkannya dan menyusul menuju dapur.

Ia melihat Yuli sedang makan dimeja makan yang sama untuk keluarga ningrat dirumah ini. "Hey! Enak sekali kamu makan disini! Siapa yang menyuruhmu!" ia berkacak pinggang dengan tatapan yang tajam menghujam jantung.

Tangan Yuli yang ingin menyuapkan nasi kemulut Puteri terpaksa terhenti, dan saat Surti bergerak ingin memberikan pelajaran pada wanita dan anaknya itu, tiba-tiba saja sosok wanita berwajah hancur itu berdiri dihadapannya dan entah bagaimana bisa tiba-tiba datang.

Seketika Surti kembali berteriak, lalu berlari ketakutan, sedangkan Yuli dan Puteri menatap bengong karena melihat wanita angkuh ketakutan tidak jelas saat melihat Dayanti yang dalam pandangan mereka biasa saja.

Surti terus berlari menuju pintu utama, dan sosok wanita berwajah mengerikan itu masih terus menghampirinya dengan sorot mata yang sangat dingin dan kedua bola matanya menghitam tanpa celah.

Nafas Surti seolah terputus-putus. Ia terus saja keluar rumah dan memutuskan untuk meninggalkan rumah Kakak lelakinya yang saat ini sudah beralih menjadi milik Mahardika, dan ia akan mencari cara untuk membalik nama atasnya.

Polisi yang saat ini sedang berjaga didepan rumah karena mengawasi pergerakan Sutini, tercengang melihat wanita itu ketakutan tak jelas

Surti terus berlari, karena ia melihat jika sosok itu terus mengejarnya dan hal ini memaksa ia harus kembali pulang ke rumahnya.

Setelah Surti pergi dari rumah itu dengan menggunakan ojek, sebab tidak berani mengambil mobilnya, karena sosok itu terus saja mengejarnya, dan ia memilih ke pangkalan ojek, maka Dayanti memutar tubuhnya dan memilih masuk ke dalam rumah.

Mahardika yang mengintai sang ibu mertua dari atas kamar dilantai dua melalui kaca jendela, menggelengkan kepalanya, sebab terlihat sangat aneh.

Akan tetapi, sesaat ia berfikir sejenak, sebab apa yang dialami oleh Surti baru saja dialaminya, bukankah malam tadi ia juga merasa diseret oleh sosok yang tak kasat mata?

Nafasnya kembali memburu. Ia terus saja mengalami hal janggal setelah kepergian Dayanti yang raib tak berbekas.

Sesaat ia teringat akan malam itu. Dimana ia merudal paksa sang istri yang masih berduka atas kematian ayahnya.

Sikapnya yang egois dan membuat wanita itu menderita.

Akan tetapi, ditengah keegoisannya, entah mengapa ia merasakan Dayanti sangat cantik malam itu. Bahkan dua bola matanya yang masih telihat indah meskipun kulitnya sangat menjijikkan.

1
⍣⃝ꉣ M𝒂𝒕𝒂 P𝒆𝒏𝒂_✒️
dayanti kmna ya?, mudik gk balik2..
YuniSetyowati 1999
Cerita horor yg menegangkan tp bikin penasaran.
YuniSetyowati 1999
Oh ternyata si paman lucknut itu
YuniSetyowati 1999
Syukurin.Penderitaanmu belum seberapa dibandingkan Dayanti.
YuniSetyowati 1999
Aha Dayant datang mau panen burung 😅i.
YuniSetyowati 1999
Semoga Dayanti biar dibeto burung sekalian telurnya untuk makan suami lucknutnya
YuniSetyowati 1999
ehm 😏
YuniSetyowati 1999
Surti adik lucknut 🤬 berfoya2 diatas nyawa keluarga kakaknya.
YuniSetyowati 1999
Aku jd curiga soal kematian pak Wicaksono yg tiba2 itu karena ulahnya duo lucknut itu.Dan jangan2 meninggalnya ibu & adik Dayantipun karena ulahnya mereka.🙄🤔
YuniSetyowati 1999
Nahkan.Itu berarti kau jd kismin karena ulahmu & suamimu sendiri.Jangan bisanya bertanya pd angin "kenapa begini kenapa begitu" tanpa mau instrospeksi diri!!! ihs gemes dah ah rasanya.
YuniSetyowati 1999
OMG 😱 ternyata oh ternyata bejat juga pikiran mu Sur.Dasar adik lucknut 🤬
YuniSetyowati 1999
Dayanti begitu cantik kecilnya.Aku curiga kalau dia diguna2 hingga kulitnya gatal2 & rusak.Mungkinkah paman & bibinya ...???? 🙄🤔
YuniSetyowati 1999
Ini pasti bpknya Ayu Sutini.Jd ini kedua ortu Ayu Sutini? ternyata mereka adik & adik ipar dr ayahnya Dayanti dan berarti mereka berdua sepupuan.
stela aza
ini kemana si penulis,,, udh brp hari g up up 🤦🤦🤦
🍵𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ𝒔๎🦈
kk kpn up lagi
V3
gilaaa .. benar-benar bejad tuh orang ,,,
V3
apa mmg Mahardika TDK tahu JK sblm Dayanti metong itu di Culik duiu ❓
apa jangan-jangan kematian Dayanti itu ulah paman nya yaa ❓❓
V3: selamat berpuasa jg kak Siti.
Siti H: selamat berpuasa ya mbak
total 2 replies
Ali B.U
next
kinoy
si wirawan berarti donk..BP y si Sutini..wong gendeng
🍵𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ𝒔๎🦈
nahhh siapa tuhh
ohh pasti yg bikin yanti jelek ya dia itu
hadehhh dasar
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!