NovelToon NovelToon
System Pengasuh: Bangun Shelter & Lindungi Yuki

System Pengasuh: Bangun Shelter & Lindungi Yuki

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Zombie / Time Travel / Sistem / Penyelamat
Popularitas:3.4k
Nilai: 5
Nama Author: F R E E Z E

Di tengah dunia yang terbelah antara realita modern dan kiamat zombie, Shinn Minkyu—seorang cowok berwajah androgini dengan pesona misterius—mendadak mendapatkan sebuah sistem unik: Sistem Pengasuh.

Dengan kemampuan untuk berpindah antar dunia, Shinn berniat menjalani hidup damai... sampai seorang gadis kecil lusuh muncul sambil dikejar zombie. Namanya Yuki. Imut, polos, dan penuh misteri.

Tanpa ragu, Shinn memutuskan untuk merawat Yuki layaknya anaknya sendiri—memotong rambutnya, membuatkannya rumah, dan melindunginya dari bahaya. Bersama sistem yang bisa membangun shelter super canggih dan menghasilkan uang dari membunuh zombie, keduanya memulai petualangan bertahan hidup yang tak biasa.

Penuh aksi, tawa, keimutan maksimal, dan romansa menyentuh saat masa lalu Yuki perlahan terungkap...

Apakah Shinn siap menjadi ayah dadakan di tengah kiamat? Atau justru… dunia ini membutuhkan keimutan Yuki untuk diselamatkan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon F R E E Z E, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14: Antrian Panjang, Emosi Pendek

“Shinn! Shinn! Bangun!”

Suara Yuki yang cempreng itu nyaring banget sampai aku ngerasa kayak dibangunin petugas ronda jam tiga pagi. Aku buka mata pelan-pelan, masih setengah sadar. Cahaya matahari pagi nyelip dari sela-sela jendela shelter yang transparan.

“Haaa… Yuki… pagi-pagi gini, kenapa sih?”

“Ada suara rame di luar. Kayak orang banyak banget,” kata Yuki sambil narik selimutku.

Aku langsung duduk dan sistemku muncul tanpa dipanggil.

"[ALERT: Deteksi pergerakan 23 individu mendekati shelter.]"

"[Mood Waspada Aktif.]"

“Astaga… baru juga semalam kita benerin pagar energi. Sekarang udah ada yang dateng lagi?” gumamku.

Aku buru-buru pakai jaket tempur—yang sejujurnya lebih sering aku pakai buat gaya-gayaan—dan keluar bareng Yuki. Di depan pagar otomatis, udah ada sekumpulan orang yang berdiri dalam barisan kayak antri sembako. Sebagian bawa anak kecil, sebagian lagi bawa tas ransel gede, bahkan ada yang bawa pot bunga.

“Maaf, ini tempat apa ya?” tanya seorang ibu-ibu sambil mengendong anak bayi.

Aku masih ngucek-ngucek mata. “Ini shelter pribadi. Bukan panti asuhan.”

“Tapi semua orang bilang… tempat ini aman, nyaman, dan ada makanan gratis,” jawab pria tua di belakangnya.

Aku melirik ke Yuki yang udah ngumpet di balik kakiku. Dia pegang boneka barunya erat-erat.

“Shinn… mereka mau masuk ya?” bisiknya.

Aku angkat tangan. “Oke semua! Dengerin ya! Ini shelter "aku"! Aku dan anak angkat ku, Yuki, tinggal di sini. Kami bukan lembaga sosial. Tapi…”

Aku berhenti, ngebantuin dulu. Kalau aku usir mereka, aku bakal jadi jahat. Tapi kalau aku biarin mereka masuk tanpa seleksi, sistem bisa kacau.

“…Tapi! Aku akan buka pendaftaran buat jadi penghuni baru. Ada tesnya, ada seleksinya, dan harus kerja sama bantu urus shelter. Deal?”

Mereka serempak mengangguk. Bahkan ada yang tepuk tangan kayak nonton sinetron.

"[SYSTEM UPDATE: Shelter menjadi zona koloni level 1. Kapasitas maksimum: 30 orang.]"

Aku mendecak pelan. “Oke, kayaknya sistem juga udah siap. Kita mulai interview satu per satu!”

________

"Dua Jam Kemudian…"

“Aku jago masak, Mas. Nasi goreng tiga rasa, mie ayam kuah susu, sampai es krim dari buah semangka.”

“Lolos,” jawabku cepat.

Yang penting urusan dapur aman. Aku udah muak makan kaleng dan biskuit darurat.

“Berikutnya?”

“Aku punya skill menjahit, memperbaiki pakaian, dan sedikit crafting.”

“Oke, masuk list cadangan.”

Setelah itu, dateng lagi bocah-bocah dengan muka penuh harap. Ada yang pintar matematika, ada yang pinter ngelawak, bahkan satu anak ngaku bisa komunikasi sama hewan. Yang ini… aku masukin ke daftar "hiburan harian".

Yuki duduk di kursi sampingku sambil nulis-nulis catatan. “Yang ini lucu, yang ini serem, yang ini bau…” katanya polos banget.

Aku ketawa kecil. “Kamu jadi HRD ya sekarang?”

Yuki cengengesan, “Iya! Aku pemilih penghuni!”

________

"Sore Hari"

Shelter sekarang rame. Beberapa ruang kosong udah berubah jadi kamar-kamar kecil buat keluarga baru. Taman hidroponik aku perluas. Bahkan aku pasang panel surya tambahan di atap barat buat suplai daya tambahan.

“Ayah Shinn, ayah Shinn!”

Aku nengok. Seorang anak cowok kecil lari-lari sambil megang roket mainan.

“Hmm? Aku bukan ayahmu, tapi boleh kamu panggil Kak Shinn.”

Anak itu ketawa-ketawa. “Tapi Yuki panggil ayah!”

Aku terdiam. Lalu aku lirik Yuki, yang lagi duduk di tangga sambil makan permen kapas hasil crafting sistem.

Aku jalan pelan ke arahnya. Duduk di sebelahnya.

“Yuki… kamu nyaman nggak sekarang?”

Yuki manggut sambil menjilat permennya. “Nyaman… tapi rame banget ya.”

Aku nyenderin kepala ke tiang shelter. “Kadang… suasana rame bisa bikin kita ngerasa hidup.”

Yuki diem sebentar. “Ayah… kalau nanti Ibu aku dateng… kamu bakal marah gak?”

Aku bengong. “Kenapa aku harus marah?”

“Soalnya… nanti aku punya dua orang dewasa yang jagain aku.”

Aku senyum dan garuk kepalanya pelan. “Kalau ibumu beneran dateng, aku bakal bantu kamu peluk dia se..erat mungkin. Deal?”

“Deal!”

________

"Malam Hari"

Aku ngelihatin data shelter yang makin kompleks di panel hologram. Sistem sekarang udah punya menu:

- "Manajemen Penduduk"

- "Distribusi Energi"

- "Pusat Latihan Bertahan Hidup"

- "Mini-Market Otomatis"

Aku klik bagian "Mini-Market Otomatis". Ternyata sistem udah bisa jual makanan yang kita crafting ke dunia luar secara digital—kayak "Shopee Apokalips".

"[INCOME: +2.450 kredit sistem hari ini.]"

“Wah! Ini bisa jadi penghasilan pasif!” seruku senang.

Yuki ngintip dari balik selimutnya. “Shinn, kamu ngomong sendiri lagi ya?”

Aku ketawa. “Namanya juga bapak-bapak entrepreneur di zaman kiamat.”

Yuki ketawa kecil. “Aku juga mau jualan!”

“Yuk, kita bikin toko bareng besok! ‘Yuki Shop’!”

“Yeee!”

______

"Tengah Malam"

Sistem tiba-tiba nyala merah.

"[ALERT: Zombie baru terdeteksi! Tipe: Mutasi Cerdas. Lokasi: 800 meter.]"

Aku langsung berdiri. “Mutasi Cerdas? Itu zombie yang punya otak?”

"[Benar. Kemampuan: menyamar, bergerak dalam kegelapan, dan manipulasi suara.]"

Aku keluar dari ruang kontrol. Langit malam penuh bintang, tapi suasana jadi mencekam.

Aku pasang senjata. “Kayaknya… malam ini nggak bakal tenang.”

Yuki mendekat sambil nenteng bantal. “Ayah… aku mimpi buruk…”

Aku jongkok, pegang pipinya. “Tenang. Ayah jagain. Kamu tidur lagi ya.”

Yuki mengangguk, dan aku gendong dia balik ke kamarnya.

Setelah itu, aku berdiri di menara pengawas shelter. Angin malam menusuk, tapi hatiku lebih panas dari sebelumnya.

“Zombie pintar? Oke. Kita lihat siapa yang lebih cerdas.”

"[SYSTEM BOOST: Aktifkan mode Pertahanan Silent Ops.]"

1
Pakde
lanjut thor
Pakde
up dong
F R E E Z E: Gass Lanjut...
F R E E Z E: ingin up? jangan lupa giftnya atau bisa iklannya yang free 10x author langsung crazy up kak^^ ty
total 2 replies
Selly AWP
like,subscribe,follow,iklan untukmu thor. semangat terus ya
Selly AWP
mama si cowok tampan 🤣
F R E E Z E: wkwkwk
total 1 replies
Selly AWP
Halo Thor aku sudah mampir ya. like and ads untukmu
F R E E Z E: okey terimakasih sudah mampir ya...^^
total 1 replies
Bintang Ray234🌸🌸
Hai kak, aku mampir dan ayo mmpir balik ke cs cinta yang diawali dengan permen + jnlp like&komen terima kasih🙏
F R E E Z E: done🙏🏻
F R E E Z E: okey... siap 🙏🏻
total 2 replies
Pakde
lanjut dong
Pakde
up dong
F R E E Z E: gass...🔥
total 1 replies
natanatasasa
kocak bener ya ampunn🤣🤣

mampir kak
F R E E Z E: okey/Good/
total 1 replies
Pakde
lanjut
F R E E Z E: siap...🤗
total 1 replies
🐌KANG MAGERAN🐌
mampir kak, semangat dr 'Ajari aku hijrah' 😊
Little Fox🦊_wdyrskwt
sudah semua iya jangan lupa mampir juga
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!