Aku Zhen Mo, pemuda yatim piatu berusia 20 tahun yang tak mengenal siapa orang tuaku.
Suatu malam aku tertabrak mobil dan mati karena menyelamatkan gadis kecil dan kakeknya, entah bagaimana caranya aku sangat kaget ketika membuka mata, aku terbangun di tubuh seorang pemuda di dunia lain. Di dunia itu sebenarnya aku keturunan keluarga bangsawan tapi sebuah peristiwa memaksaku hidup seperti orang biasa hingga aku diremehkan semua orang. Yang menyedihkan aku juga tak ingat siapa orang tuaku, yang pasti sesuatu telah terjadi pada mereka hingga kami terpisah, di dunia itu beladiri menjadi kekuatan yang mendominasi, arogansi menjadi ciri khas orang kaya dan kuat, pertemuan ku dengan seorang kakek membuatku dapat menulis ulang takdirku, aku harus menjadi kuat dengan caraku sendiri, lalu mendominasi hidup orang lain.
Ikuti kisahku di dunia lain untuk bertahan hidup dan mencari keberadaan keluargaku. di KAISAR MATA LANGIT
Autho : Rendy_Tbr
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rendy_Tbr, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BATU OVAL
Mo Fan langsung membuka matanya dan ternyata dia sudah berada dirumah, kemudian dia mengecek cincin penyimpanannya apakah benar bayi rubah itu ikut bersamanya, ternyata benar saja bayi rubah itu ada didalam cincin ruangnya, langsung saja Mo Fan mengeluarkannya lalu menaruh anak rubah itu disampingnya dan menyelimutinya agar tetap hangat.
"Tadinya aku khawatir akan butuh waktu lama untuk kembali tapi ternyata hanya butuh waktu beberapa detik saja, aku tidak mengerti rubah seperti apa yang bisa berbicara seperti manusia, tapi semoga tidak menimbulkan masalah nantinya" pikir Mo Fan
Setelah mengecek jam diponselnya ternyata hanya beberapa menit sejak dia tertidur, karena putaran waktu di dunia setengah mimpi lebih cepat dari dunia Mo Fan , kemudian dia kembali tidur lagi untuk melanjutkan istirahatnya.
"Mo Fan!, Mo Fan!, ayo bangun!, paman sudah menyiapkan sarapan untuk kita" panggil pamannya mengajak sarapan
Mo Fan segera bangun lalu mandi dan kemudian sarapan pagi bersama pamannya, tiba-tiba ponsel Mo Fan berdering.
"Hallo Yao Chen!, tumben kamu menelponku"
"Hallo Mo Fan!, hari ini adalah hari ulang tahun kakek ku, aku mengundang mu, kalau kamu ada waktu nanti aku akan menjemputmu"
"Diundang ke acara ulang tahun kakek mu tentu saja merupakan sebuah kehormatan untukku, lagian hari ini aku juga tidak ada kesibukan apapun, nanti aku kirim alamat dan kamu jemput aku ke alamat itu"
"Baiklah!, sampai nanti kalau gitu"
Seperti yang dikatakan Mo Fan, sekitar pukul 10 pagi dia mengirimkan alamat kepada Yao Chen lalu Mo Fan menunggu temannya itu menjemputnya, tak berselang lama sebuah mobil mewah berhenti di depan Mo Fan.
"Mo Fan!, ayo naik!" panggil Yao Chen
"Jadi ini mobil barunya?"
"Iya dong!, gimana?, kamu suka nggak?" tanya Yao Chen
Iya aku suka, ternyata kamu pintar juga memilih mobil"
"Dan ini sisa uang beli rumah dan mobil ini"
"Kamu simpan saja uang itu, kalau kamu ada kebutuhan pakai saja"
"Tapi ini masih banyak sisanya!" jelas Yao Chen
"Baguslah kalau masih banyak, berarti kamu bisa membeli apapun yang kamu butuhkan, anggap saja sebagai ucapan terima kasihku karena kamu sudah membantuku"
Yao Chen terus melajukan mobil itu menuju rumahnya dan tak lama kemudian mereka pun sampai, Yao Chen mengajak Mo Fan masuk yang ternyata sudah banyak yang datang, seperti kebiasaan keluarga orang kaya mereka berlomba-lomba untuk memberikan kado yang terbaik demi mengharapkan dukungan dari sang kakek.
"Sepertinya sampah keluarga hadir juga disini" ledek sepupu laki-laki Yao Chen
"Hari ini adalah hari ulang tahun kakek, tentu saja sebagai cucunya aku harus hadir" jawab Yao Chen
"Saranku lebih baik kamu tinggalkan ruangan ini, kalau tidak kamu akan mempermalukan diri sendiri, semua yang hadir disini adalah pebisnis dan juga teman-teman kakek, lagi pula kenapa kamu membawa teman dengan penampilan gembel seperti itu, apa kau pikir ini acara sosial? " kata sepupu yang lainnya
"Yao Tian!, kamu boleh mengatakan apapun padaku tapi jangan rendahkan temanku"
"Aku tidak merendahkan temanmu, memang kenyataannya seperti itu"
"Aku tidak tau kalau acara orang kaya juga menuntut penampilan, ini pertama kalinya aku menghadiri acara orang kaya, aku kira tidak akan mempersoalkan penampilan" pikir Mo Fan
"Mo Fan!, aku minta maaf karena kata-kata mereka yang keterlaluan" ucap Yao Chen
"Apa yang mereka katakan ada benarnya, tapi aku tidak mempermasalahkan hal itu, selama kakek mu tidak keberatan kita tidak perlu menanggapi mereka"
Para tamu undangan bergantian mengucapkan selamat ulang taun dan memberikan hadiah mereka kepada kakek Yao Qian, begitu juga dengan para sepupu Yao Chen, ada yang memberikan benda antik, ginseng dan benda berharga lainnya.
"Yao Chen!, sekarang giliran mu!, kami sangat penasaran dengan kado yang akan kamu berikan kepada kakek, semoga kamu tidak hanya membawa kata-kata saja hari ini"
"Yao Chen kaget dan terlihat gugup karena lupa membelikan kado untuk kakeknya, padahal dia berniat mengajak Mo Fan mencarikan kado yang cocok untuk kakeknya, Yao Chen hanya terdiam dan tak tau harus berbuat apa.
"Jangan-jangan kamu benar-benar tidak membawa apa-apa datang kesini" kata sepupunya
"Yao Chen!, kenapa kamu diam saja?, bukankah kita sudah menyiapkan kadonya untuk kakek Mu?"
"Mo Fan!, apa ini?, aku tidak mau merepotkan mu" bisik Yao Chen
"Bukankah kamu bilang kita ini teman?, lagian aku juga tidak merasa direpotkan, sekarang berikan kado ini pada kakek mu, biarkan dia melihat kado apa yang bisa kamu berikan, balas bisik Mo Fan
"Hahaha!, aku tidak berharap banyak dari kalian, paling itu hanya sebuah gantungan kunci, kenapa berlagak misterius seperti itu" oceh sepupu Yao Chen yang lain
Kemudian Yao Chen mengambil kotak yang diberikan Mo Fan lalu memberikan kepada kakeknya.
"Kakek!, selamat ulang tahun!, semoga kakek panjang umur dan diberikan kesehatan, terimalah hadiah kecil dari ku ini kek!"
"Kakek sudah senang dengan kehadiranmu disini, kakek tidak mempersoalkan tentang pemberian mu"
"Ayo buka kek!, kami ingin tau hadiah apa yang diberikan pengangguran ini untuk kakek" teriak sepupu Yao Chen
"Iya kek!, semua yang datang kesini memperlihatkan hadiah yang mereka berikan untuk kakek, tidak adil kalau ada yang tidak memperlihatkan hadiahnya" teriak sepupu yang lainnya
"Huuff!, kalian memang suka mencari keributan, baiklah!, aku akan membuka kado dari Yao Chen, tapi aku harap kalian tidak membuat masalah karena ini" kata kakek Yao Qian
Si kakek perlahan membuka kotak kecil dari Yao Chen kemudian mengambil isi kotak itu dan memperlihatkan kepada semua yang hadir disana.
"Hahaha!, ternyata benar dugaanku!, itu hanya sebuah batu oval untuk mainan anak-anak" oceh sepupu Yao Chen
"Yao Chen!, yang didepanmu itu kakek kita, bukan anak balita, kenapa kamu malah memberikan mainan seperti itu, ternyata kamu lebih bodoh dari dugaanku" kata sepupu yang lain lagi
"Kakek!, aku minta maaf" ucap Yao Chen
"Sudah sudah!, aku menghargai niat baikmu" jawab si kakek sambil memasukkan batu oval itu kembali kedalam kotak
"Tunggu Yao Qian!, biarkan aku melihat batu oval itu dari dekat sebentar!" teriak seseorang
Ternyata orang itu adalah temannya kakek Yao Qian, meski sudah tua namun masih terlihat kuat.
"Wu Zhi!, kau itu sudah tua!, apa pikiranmu sudah seperti anak balita sehingga tidak tahan melihat mainan"
Kakek Wu Zhi tak memperdulikan ocehan kakek Yao Qian, dia terus memperhatikan liatin itu dengan penuh semangat seperti anak kecil yang mendapat mainan.
"Yao Qian!, kalau kau tidak menginginkan batu oval ini, bagaimana kalau aku membelinya?"
"Aku tidak tau apa yang kau ketahui tapi sepertinya kau sedang mencoba mengambil keuntungan dariku"
"Yao Qian!, kita itu teman sejak kecil, mana mungkin aku akan mengambil keuntungan dari teman sendiri, tenang saja, kalau kau menjualnya padaku, aku akan membelinya dengan harga yang pantas"
"Mulutmu berkata tidak akan mengambil keuntungan, tapi matamu berkata sebaliknya, memangnya berapa harga yang pantas untuk batu oval ini?"
"Aku akan membelinya dengan harga 5 juta Yuan ( 10 Milyar Rupiah )