Nikayla Pramusti yang sedang menempuh gelar S1 di salah satu kampus ternama di Yogyakarta, tidak sengaja bertemu dengan Arka Raditya Pratama. Awalnya mereka hanya berteman, tapi waktu terus berlalu dan tumbuh benih-benih cinta diantara mereka.
Disaat Nikayla dan Arka berniat untuk melanjutkan hubungan mereka ke jenjang yang lebih serius, tiba-tiba ayah Nikayla jatuh sakit dan meminta Nikayla untuk menikah dengan laki-laki pilihan ayahnya.
Nikayla kini tengah berada di posisi yang sulit untuk menentukan pilihan. Di satu sisi ia sangat mencintai Arka dan di sisi lain ia nggak mau memperburuk keadaan ayahnya yang kini sedang sakit jika ia menolak perjodohan ini.
Disaat ia harus memilih salah satu antara Arka dan ayahnya, manakah yang akan dipilih Nikayla? Apakah dia akan menerima perjodohan itu dan meninggalkan Arka? atau dia akan menolak perjodohan itu dan bersatu dengan Arka, lelaki yang sangat dia cintai.
Ikuti terus ceritanya..selamat membaca.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rosshie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Penjelasan Part 2
Vero begitu penasaran dengan Kay yang tiba-tiba menikah tanpa memberitahunya. Kay juga begitu tega mengkhianati Arka lelaki yang sangat dicintainya.
"Kay...cepat katakan, bagaimana Arka bisa tau kalau kamu sudah menikah?"
"Itu..itu karena aku menikah dengan Ardi." Kay menundukkan kepalanya.
"Ardi? siapa dia? apa aku mengenalnya?" tanya Vero sambil mengernyitkan dahinya.
"Dia adalah kakaknya Arka."
"Apa! jadi kamu menikah dengan kakaknya Arka! bagaimana ini semua bisa terjadi Kay?" tanya Vero terkejut.
"Aku juga tidak tau, kalau aku tau Ardi itu kakaknya Arka maka aku akan menolak perjodohan ini," ucap Kay sedih.
Vero tau betul bagaimana perasaan Kay saat ini, hatinya mungkin juga sama sakitnya seperti yang Arka rasakan. Vero memeluk Kay.
"Aku tau Kay, kamu terpaksa melakukan pernikahan ini, aku juga tau apa yang saat ini sedang kamu rasakan," ucap Vero sambil mengusap punggung Kay.
"Aku sangat mencintai Arka Ver, kamu tau kan aku nggak bisa jika harus jauh dari Arka, dia segalanya untukku, tapi aku juga nggak bisa menolak permintaan Ayahku, dia baru saja sembuh dari sakitnya. Jika aku menolak perjodohan ini, aku nggak tau apa yang akan terjadi sama Ayahku," ucap Kay dengan menitihkan air mata.
"Sekarang apa yang akan kamu lakukan?" tanya Vero lalu melepaskan pelukannya.
"Aku harus bicara sama Arka, saat ini Arka pergi dari rumah," ucap Kay sambil menghapus air matanya.
"Apa! kenapa Arka melakukan itu?" tanya Vero terkejut.
Vero sangat shock begitu banyak kejutan yang dia terima hari ini, dari Kay menikah, Arka pergi dari rumah. Vero tidak menyangka sahabatnya akan mengalami hal sulit seperti ini.
Aku tau perasaan Arka, karena aku juga merasakannya. Vero... tolong bantu aku untuk menemui Arka, aku ingin menjelaskan semuanya kepada Arka," pinta Kay.
"Tapi Arka sekarang tidak masuk."
"Aku harus mencari Tony, Tony pasti tau dimana Arka," ucap Kay lalu berdiri dan meninggalkan Vero.
"Kay tunggu!" teriak Vero lalu mengejar Kay.
Vero dan Kay melihat Tony sedang duduk di atas motornya, mereka berjalan menghampiri Tony.
"Ton, aku tau kamu marah dan kecewa sama aku, tapi aku mohon kasih tau aku dimana Arka, aku mau menjelaskan semuanya kepada Arka," pinta Kay.
"Untuk apa lagi Kay, kamu sudah menghancurkan hidup Arka," ucap Tony.
"Ton..biarkan Kay dan Arka menyelesaikan masalah mereka, kita nggak berhak ikut campur," ucap Vero.
"Aku tau ini bukan urusan aku, tapi aku nggak tega melihat sahabat aku hancur," ucap Tony.
"Kamu tau kan Kay melakukan ini juga bukan karena keinginannya, Kay terpaksa menerima perjodohan itu," ucap Vero.
"Tapi walaupun begitu, seharusnya Kay memberitahu Arka, dengan begitu Arka bisa mencegah pernikahan itu," ucap Tony.
"Aku tau Ton, aku menyesali semua itu, sekarang semua sudah terjadi, aku nggak bisa berbuat apa-apa lagi, aku cuma ingin ketemu Arka," ucap Kay.
"Arka sekarang ada di rumah aku, dia sangat terpukul, semalaman dia tidak tidur, dia selalu menyebut nama kamu," ucap Tony.
"Ver..tolong antar aku ke rumah Tony sekarang, aku mau ketemu sama Arka," pinta Kay.
"Baiklah," ucap Vero..
"Aku juga ikut kalian," ucap Tony.
Mereka pergi menuju rumah Tony, sesampainya di rumah Tony, Kay melihat mobil Arka masih terparkir di halaman. Mereka masuk ke dalam rumah Tony.
"Pasti Arka ada di dalam kamar," ucap Tony.
"Orang tua kamu dimana?" tanya Vero.
"Mereka lagi keluar kota," sahut Tony.
"Kamu masuk saja ke kamar yang ada dipojok, temui lah Arka," ucap Tony.
Kay menaiki tangga dan berjalan menuju kamar Tony. Saat ini jantung Kay berdetak sangat cepat, Kay terlihat sangat gugup. Kay mengetuk pintu kamar Tony.
Tokk..tokk..tokk.
"Masuk saja Ton," sahut Arka.
Kay membuka pintu dan masuk ke dalam kamar Tony. Kay melihat Arka sedang berdiri didepan jendela, dia berjalan menghampiri Arka.
"Kenapa kamu pulang, aku sudah bilang kan nggak usah mengkhawatirkan aku, aku baik-baik saja," ucap Arka sambil masih menatap keluar jendela.
"Ini aku, Ka," ucap Kay.
Arka membalikan tubuhnya dan menatap Kay. Arka tidak percaya Kay ada didepan matanya, orang yang sangat dia rindukan. Arka lalu berjalan menghampiri Kay dan langsung memeluknya.
"Sayang, aku sangat merindukanmu, kenapa kamu tega melakukan ini sama aku? apa salah aku sama kamu?" tanya Arka sambil memeluk Kay dengan sangat erat.
"Maafin aku Ka, aku sudah menyakiti hati kamu."
"Sayang jelasin sama aku, apa yang terjadi, kenapa kamu bisa menikah dengan kakak aku, bukannya kamu sudah berjanji sama aku untuk memberitahu orang tua kamu tentang hubungan kita, lalu kenapa ini semua bisa terjadi?"
Kay menarik tangan Arka dan mengajaknya duduk di sofa.
"Apa kamu nggak tau kalau kakak kamu akan menikah?" tanya Kay penasaran.
"Tentu aku tau, kakak aku dijodohkan dengan anak sahabat Papa."
"Apa kamu tau siapa yang akan dijodohkan dengan kakak kamu?"
"Aku nggak berusaha mencari tau karena itu nggak penting buat aku."
"Seandainya kamu mencari tau, maka perjodohan ini nggak akan terjadi. Ayah aku juga nggak akan memaksa aku untuk menikah," ucap Kay sambil menundukkan kepalanya.
"Maksud kamu apa sayang? Jadi kamu terpaksa menikah dengan kakak aku?" tanya Arka terkejut.
"Terus menurut kamu apa, kamu tau kan aku sangat mencintai kamu, bagaimana mungkin aku mau menerima perjodohan ini kalau bukan karena terpaksa, Ayah aku baru saja sembuh dari penyakit jantungnya, kalau aku menolak perjodohan ini, mungkin saat ini Ayahku sudah nggak ada di dunia ini lagi. Aku nggak mau itu terjadi, makanya aku menerima perjodohan ini," jelas Kay.
Arka terkejut mendengar ucapan Kay, Arka pikir Kay mengkhianatinya, Arka pikir Kay sudah tidak mencintainya lagi.
"Sayang maafin aku,,aku pikir kamu sudah tidak mencintai aku lagi," ucap Arka lalu memeluk Kay.
"Maafin aku karena aku sudah nggak jujur sama kamu, aku nggak tau kalau Ardi itu kakak kamu, kalau aku tau lebih awal maka aku nggak akan menerima perjodohan ini," ucap Kay menyesal.
"Kalau begitu, kenapa kamu tidak bercerai saja, dengan begitu kita bisa menikah, aku nggak bisa hidup tanpa kamu, aku sangat mencintaimu sayang," ucap Arka lalu mengecup kening Kay.
"Aku nggak bisa, apa kamu pikir pernikahan itu sebuah permainan, kalau kamu bosan kamu bisa langsung membuangnya? aku menerima perjodohan ini juga penuh pertimbangan. Jika aku bercerai, apa yang akan terjadi dengan kedua orang tuaku, terus Ayahku, apa kamu nggak berfikir apa yang akan terjadi dengan Ayahku, aku nggak boleh egois. Aku rela mengorbankan kebahagiaan ku demi kebahagiaan kedua orang tuaku."
"Terus bagaimana dengan aku, aku nggak sanggup bila harus melihatmu bersama kakak aku, aku mencintaimu, jangan tinggalkan aku," pinta Arka tanpa sadar air mata menetes dikedua pipinya.
"Arka, maafin aku, aku juga merasakan sakit seperti yang kamu rasakan, tapi ini semua sudah takdir, mungkin kita memang tidak ditakdirkan untuk bersama."
Arka tidak menduga Kay akan mengatakan itu semua. Arka berdiri dan berjalan menuju jendela.
"Kalau kamu ke sini hanya untuk mengatakan itu lebih baik kamu pergi," usir Arka.
"Ka, maafin aku, aku ingin kamu pulang, apa kamu nggak kasian dengan kedua orang tua kamu, mereka sangat mencemaskan kamu," ucap Kay lalu berjalan mendekati Arka.
"Aku nggak akan pulang, bagaimana aku sanggup melihat kamu bersama dengan kakak aku, tidur berdua dengan kakak aku," ucap Arka sedih.
Arka menatap Kay dan mendekatinya.
"Apa kamu dan kakak aku sudah tidur bersama? apa kalian sudah melakukan hubungan suami istri?" tanya Arka sambil menatap Kay.
~oOo~
semangat arka 💪💪