"Ingin mengalahkan ku? Kalian pasti bercanda!
Seisi dunia bersatu juga takkan bisa!"
Seorang Raja Daratan terkuat—Luo Xiao telah bereinkarnasi setelah dikhianati oleh teman terdekatnya. Dunia bela diri kini berada dalam kegelapan!
Pendekar dari Ras Manusia Murni telah tergantikan oleh Ras Manusia Naga. Pergantian tersebut membuat para pendekar semakin lemah.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mark Wijya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
30
Yi Xian masih dengan sabar menunggu peserta berhasil keluar dari Gapura Keempat. Sepertinya dia memang hendak mengatakan sesuatu yang penting, tetapi penting bagi para peserta saja, tidak bagi aku yang hanya seorang penyusup.
Setelah jumlah peserta telah sesuai dengan yang diinginkannya, Yi Xian akhirnya mengatakan tujuan kedatangannya, “Baiklah, karena kalian semua sudah berkumpul, maka aku akan langsung mengatakan bahwa, ujian kalian baru akan dimulai di Gapura Kelima!”
“Hah? Apa maksudnya itu?” Para peserta jelas terkejut.
“Aku sungguh tak mengerti!”
“Semuanya diharapkan untuk tenang,” kata Yi Xian. “Di Gapura Kelima, tiga ratus orang akan dieliminasi! Di Gapura Keenam aka nada dua ratus orang yang akan dieliminasi! Terakhir, di Gapura Ketujuh, seratus orang di antara kalian akan dieliminasi! Dan, setiap kehilangan nyawa atau apa pun, sepenuhnya bukan tanggungjawab dari Perguruan Tanah Merah!”
“Artinya ada kemungkinan kita tewas …,” para peserta mulai berbisik satu sama lain.
“Tapi aku sudah bertekad untuk terus mengikuti seleksi ini hingga akhir!” kata peserta lain.
“Aku pasti akan lolos!”
Mereka, berbeda dari dugaanku, lebih optimis dari yang aku duga. Kepercayaan diri mereka cukup tinggi, kendati kekuatan mereka sangat lemah, bila dibandingkan dengan tiga muridku sih. Namun, itu keputusan mereka jika sudah siap tewas, jadi tidak ada hubungannya sedikit pun denganku.
“Sekarang, seleksi kembali dilanjutkan!” ucap Yi Xian yang kemudian kembali pergi entah ke mana.
“Ayo kita pergi!” Para peserta segera mulai mendaki anak tangga.
Akan tetapi, Yue Jian dan Bocah ingusan masih tetap berdiri dengan tenang. Mereka sepertinya mengamati situasi terlebih dahulu. Ah, aku yakin ini pasti bagian dari strategi Yue Jian setelah mendengar penjelasan dari Yi Xian. Aku ingin tahu apa yang dia pikirkan sekarang, di situasi ini.
***
Sesaat setelah Yi Xian pergi, Zhang hendak segera mendaki tangga kembali. Namun, Yue Jian langsung menghentikan pemuda itu dengan berkata, “Jangan gegabah. Kita lihat situasi terlebih dahulu ….”
Karena Zhang tahu dan mengakui bahwa Yue Jian memang jauh lebih cerdas daripada dirinya, Zhang pun menuruti permintaan pemuda itu, “Baiklah, aku akan mengikuti saranmu.”
Mereka berdua pun memutuskan untuk mengamati peserta lain. Dan tak berapa lama kemudian, para peserta itu mulai dapat menggapai Gapura Kelima. Akan tetapi, Yue Jian masih belum menunjukkan gerak-gerik untuk melanjutkan masuk ke Gapura Kelima.
Selama beberapa waktu, kedua pemuda itu masih menunggu. Namun, sangat jelas terlihat bahwa tidak ada satu pun peserta yang didorong kembali dari Gapura Kelima ke anak tangga ke empat puluh sembilan.
“Sepertinya kita tidak boleh masuk dalam Gapura Kelima dalam waktu bersamaan, Zhang,” kata Yue Jian yang berjaga-jaga dari kejadian yang tidak diinginkan.
“Baik!” jawab Zhang. “Kalau begitu, siapa yang akan masuk terlebih dahulu?”
“Biar aku saja,” kata Yue Jian yang kemudian berjalan mendaki tangga dengan tenang, lalu masuk dalam Gapura Kelima.
Gapura Kelima berbeda dari gapura sebelumnya. Di sini Yue Jian melihat bahwa dirinya berada di atas arena. Dia pun mulai paham pada tes yang ada dalam Gapura Kelima ini.
Tak lama berselang, seorang pendekar muda lain, muncul di atas arena yang sama dengan Yue Jian. Pendekar muda itu adalah seorang pemuda dengan rambut pendek dan sebilah pedang di tangan kanannya. Tubuhnya tegap, dan tatapannya tajam.
Setelah itu, muncul sebuah kotak kayu, melayang di atas arena. Kotak kayu tersebut berkata, “Selamat datang di Gapura Kelima, di mana kalian harus mengalahkan orang yang berada di arena yang sama dengan kalian!”
“Ini lebih sederhana dari dugaanku,” kata Yue Jian yang kemudian mengeluarkan panah andalannya. “Akan kuakhiri dengan cepat!”
“Pertarungan, dimulai!” kata kotak kayu.
“Ha!!!” Pemuda dengan rambut pendek tadi segera melesat, membawa pedangnya untuk menyerang lawan.
Akan tetapi, pemuda itu sangat sial karena lawannya adalah Yue Jian, salah satu murid Luo Xiao. Dia ditakdirkan untuk kalah telak di sini!
Di sini Yue Jian tidak perlu menembakkan anak panahnya. Dia hanya menarik tali panahnya, sehingga tercipta sebuah gelombang udara yang cukup kuat. Satu serangan itu berhasil membuat lawannya seketika terlempar jauh dari arena.
“Pemenangnya adalah Yue Jian!” ucap kotak kayu. “Selamat sudah menyelesaikan Gapura Kelima!”
Yue Jian keluar, sedangkan pemuda dengan rambut pendek tadi masih berdiri dalam arena. Dia harus menang melawan musuhnya agar dapat keluar dari sini dan tak menjadi salah satu dari tiga ratus orang yang akan dieliminasi.
Malang, nasib baik sedang tidak berpihak pada pemuda itu. Setelah melawan Yue Jian, dia dihadapkan dengan Zhang yang tidak kalah kuat dari Yue Jian. Melihat ini, pemuda berambut pendek itu merasa ingin langsung menyerah.
Pertarungan segera dimulai setelah kotak kayu mempersilakan. Seperti sebelumnya, pemuda berambut pendek dengan putus asa melesat ke depan.
Hasilnya? Sama seperti sebelumnya. Dia dikalahkan hanya dengan satu gerakan. Namun, bedanya di sini Zhang mengalahkannya dengan satu tendangan, bukan menggunakan gelombang udara seperti yang dilakukan Yue Jian.
“Apa ini layak disebut sebagai tes?” gumam Zhang sembari berjalan keluar dari Gapura Kelima.
***
Baiklah, aku tidak tahu harus menjelaskan dari mana, jadi aku mulai saja dari awal! Aku sudah mengikuti rencana Yue Jian, meskipun diam-diam, dengan tidak masuk bersamaan dengan Bocah ingusan masuk dalam Gapura Kelima. Aku sengaja memberi jarak antara aku dan Bocah ingusan itu ketika masuk dalam gapura. Sejauh itu kupikir semua akan aman, tetapi ….
Kenapa aku bisa terjebak dalam situasi ini? Sialan! Aku tak sudi masuk dalam gapura ini!
Ini sangat menyebalkan. Aku tak tahu apa yang terjadi, tetapi sekarang aku berhadapan dengan Shi Li di arena! Aku seorang penyusup ini, akhirnya masuk ke dalam situasi gawat darurat tingkat satu!
Masalahnya seperti ini: bila aku mengalahkannya dengan mudah, aku akan menjadi sangat mencolok. Sebagai penyusup, jika sudah mencolok maka tamatlah riwayatmu! Tapi, jika aku sengaja kalah di sini, aku kemungkinan akan gagal. Dengan begitu, aku akan lebih sulit untuk mengawasi murid-muridku di seleksi tahap kedua ini!
“Apakah kedua peserta sudah siap?” tanya kotak kayu.
“Kapan pun!” jawab Shi Li, tegas.
Kapan pun matamu?! Aku tidak siap mental sama sekali! Dewi keberuntungan sedang menuntun Bocah ingusan, jadi tidak ada waktu untuk menolongku! Sialan!
“Pertarungan dimulai!”
“Ha!!!” Shi Li segera mengayunkan pedangnya ke depan, menciptakan serangan berbentuk setengah lingkaran, berwarna ungu, melesat dengan cepat.
Aku masih belum siap! Terpaksa aku harus menggunakan jurus andalan di sini. Jurus terpeleset!
“Kau beruntung, pecundang!” Kembali Shi Li menyerangku dengan serangan yang sama, tetapi kali ini jumlahnya jauh lebih banyak.
Sialan! Aku tidak bisa lagi menggunakan jurus terpeleset di sini!
MCnya untuk awal2 cerita bagus, karakterisasinya juga bagus cuman aku agak kurang menikmati MCnya setelah dia kalah dari mantan muridnya itu yg pacarnya mati dibunuh sama Tian Wang.
Untuk Novel Xianxia, mnurutku Power Scaling nya kurang luas, mungkin bisa lebih dikembangkan di Novel lanjutannya klw ada.
Menurutku yg paling bagus ada di Arc turnamen atau seleksi perguruan tanah Merah. Di situ dikenalkan karakter baru serta kekuatan mereka.
Yang paling the best sih tentu dari segi penulisannya yg rapi juga konsisten 👍
Semoga ada kelanjutannya yak 😁