(SEDANG DI REVISI ULANG)
"Ibnu Atmajaya" Adalah seorang pengusaha yang sukses. Ia sudah menjabat sebagai seorang CEO di perusahan yang ia lanjutkan dari sang papa sejak usia nya menginjak 26 tahun. Dan kini usianya sudah menginjak yang ke 36 tahun. Dia terkenal sebagai orang yang sangat datar dan dingin. Apalagi dengan orang yang baru dikenalnya. Dia sudah berstatus sebagai suami dari seorang wanita yang bernama Renata Fadilla. Seorang dosen di fakultas XXXXX.
"Laras Safitri" Adalah salah satu mahasiswa dimana Renata mengajar. ia orang yang sangat pendiam.
Suatu hari, dia sedang tertimpa masalah. Mamanya masuk rumah sakit dan harus segera dioperasi. Dia sangat kebingungan harus mencari biaya operasi untuk operasi mamanya. Karna berasal dari keluarga yang tidak mampu, membuat ia kesulitan mendapatkan uang.
Tapi dia akan melakukan apapun saat seorang dosen bersedia membantunya namun dosen itu mengajukan syarat ke pada nya.
Ya... syarat nya adalah...
Dia harus menikah dengan suaminya...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon khalisa maisara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 31
Hai gengs...
Aduh maaf ya, aku lagi gak semangat
nulis 😥😥
Author nya lagi lelah hati lelah pikiran lelah body juga gengs 😥 hiks hiks
jadi gak bisa fokus 😫 Mon maaf yak 🙏
happy reading !!!
🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️
Laras dan Devan sudah pulang dari memeriksakan kandungan Laras. Senyum bahagia tak henti henti nya mengembang dari bibir mungil nya. Laras sangat terharu melihat ke dua bayi yang ada di dalam perut nya bergerak aktif. Seringkali ia merasa menggeliat kaget saat salah satu bayi nya menendang nendang di dalam sana.
"Vitamin nya harus dihabiskan, Ingat kata dokter tadi. Kau tidak boleh kelelahan mulai sekarang. Karena kau membawa dua anak di dalam perut mu." Ucap Devan sambil mendudukkan dirinya di sofa ruang tengah. Tak henti henti nya ia selalu memperhatikan Laras.
"Siap om Devan." Jawab Laras yang menirukan suara anak kecil.
"Kok om sih ??? Tanya Devan dengan suara kesal sambil mengerucutkan bibirnya.
"Ya terus.." Imbuh Laras yang juga mendudukkan dirinya di sofa bersebrangan dengan Devan.
"Uncle." Aku mau ke dua ponakan ku memanggil ku uncle."
"Baiklah baiklah... terserah kau saja uncle Devan." Ucap Laras yang menyerah.
Devan pun tersenyum lebar mendengar ucapan Laras. Menyandarkan tubuhnya di sandaran sofa, ia menatap langit langit ruangan itu. ia tidak sabar ingin segera melihat ke dua keponakan nya itu lahir ke dunia.
****
Jam tujuh malam, Ibnu baru sampai di rumah nya. Ia masuk ke dalam rumah dengan kaki gontai. Lelah, Setelah seharian berperang dengan pekerjaan.
Saat menapaki anak tangga satu persatu, Ia melirik pintu kamar Laras. Tiba tiba ia teringat sesuatu dan dengan cepat ia menerobos masuk ke dalam kamar Laras tanpa mengetuk pintu nya.
"Aaaaaaaaaaaaa..." Laras berteriak karena terkejut melihat pintu kamar nya terbuka dan menampilkan sosok Ibnu yang masuk ke dalam kamar nya. Laras yang baru saja selesai dengan ritual mandi nya baru saja menggunakan bra dan ****** ***** nya. Buru buru Laras melilitkan handuk nya kembali ke tubuh nya.
"Apa bapak tidak bisa mengetuk pintu terlebih dahulu saat akan masuk ke dalam kamar orang lain." Bentak Laras sambil menatap tajam laki laki yang berdiri menatap nya dengan santai.
Bukan nya merasa bersalah, Ibnu justru tersenyum jahil.
"Apa katamu tadi. Kamar orang lain ???" Ucap Ibnu sambil melangkah kan kaki nya menuju ranjang dan duduk di tepian sambil menatap Laras dengan senyum jahilnya.
Sontak Laras memundurkan tubuhnya memberi jarak yang lumayan jauh dengan Ibnu.
"Untuk apa aku mengetuk pintu kamar istri ku sendiri. Dan kau, Apa kau selalu ceroboh seperti ini yang tidak mengunci pintu saat kau sedang berganti pakaian ???" Ucap Ibnu kemudian membaringkan tubuh nya di atas ranjang.
Laras hanya terdiam kaku tidak menjawab pertanyaan suami nya. Karena memang dia sudah ceroboh yang tidak mengunci pintu kamar nya.
"Beruntung aku yang masuk. Jika orang lain bagaimana ???" Imbuh Ibnu.
"Aku kesini, karena aku mau bertanya bagaimana perkembangan anak ku." Tanya Ibnu seraya bangkit dan terduduk kembali.
"Keluar lah dulu. Aku akan memakai pakaian ku terlebih dahulu." Jawab Laras.
"Aku ini suami mu. Jadi Untuk apa kau menyuruhku keluar." Jawab Ibnu yang tidak suka karena Laras secara tidak langsung tengah mengusir nya.
"Baiklah, Aku akan memakai nya di kamar mandi saja." Ucap Laras kemudian ia segera mengambil pakaian nya di dalam lemari dan melangkah menuju kamar mandi untuk mengenakan pakaian nya disana.
Ibnu menatap Laras lekat lekat sampai tubuh nya tak terlihat di balik pintu kamar mandi.
"kenapa dia terlihat sangat **** belakangan ini ! Ucap Ibnu dalam hati.
Tak lama pintu kamar mandi pun terbuka dan menampilkan sosok perempuan dengan perut yang mulai membesar dibalut dengan dress rumahan berwarna hitam. Ditambah dengan rambut nya yang masih setengah basah terurai menambahkan aura pesona kecantikan nya walau tanpa make up.
Ibnu pun menatap perempuan itu sampai tak berkedip.
Kenapa dia terlihat cantik dan seksi pikirnya.
Ibnu pun mengerjapkan mata sembari menggeleng kan kepala untuk mengembalikan kesadaran nya. Ia takut jika Laras akan menyadari jika ia tengah memperhatikan nya.
"Jadi.. bagaimana perkembangan calon anak anak ku." Tanya ibnu yang sudah tidak sabar ingin tahu.
Laras menarik laci meja rias dan mengambil beberapa foto anak anak nya hasil dari USG tadi dan memberikan nya kepada Ibnu. Ibnu menerima beberapa lembar foto dan melihat nya. Bibir nya pun tertarik membentuk sebuah senyuman. Betapa ia sangat terharu melihat foto calon anak anak nya. Mendongakkan kepala nya menatap wajah istri nya. Seolah ia sedang meminta penjelasan.
"Semua nya sehat dan aktif bergerak." Ucap Laras dengan cepat yang mengerti maksud dari tatapan Ibnu.
Tanpa sadar. Ibnu bangkit dari duduk nya dan menarik tubuh Laras ke dalam dekapan nya. Perasaan nya sangat bahagia tak tergambarkan saat ini.
"Terimakasih ras... Jaga selalu anak anak kita ya." Gumam Ibnu di belakang leher perempuan itu. Sesekali Ibnu mengecup pucuk kepala Laras penuh sayang.
"Apa maksud nya ini...."
.
.
.
.
.
...***********...
Mon maaf author gantung dulu ya gengs 🤣
kalo VOTE kalian banyak untuk om ganteng Ibnu, Author akan up lagi nanti 😂🤣🤣
hahahaha kezam nya author ✌️🤣🤣
Babay.... ditunggu vote nya dulu ye..
see yuuu ❤️❤️❤️
yg harusnya cerai tu renata krn dia yg g bs ksh anak