NovelToon NovelToon
Aku Mencintaimu

Aku Mencintaimu

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:1.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: Diana Ana

Di bumbui Cerita 21++

Tak kusangka aku bisa mencintaimu.

Semenjak kejadian yang menimpanya malam itu. Arana harus kehilangan kesuciannya yang telah Ia jaga selama 23 tahun.

Karna kejadian yang meningpanya malam itu Arana harus menerima kenyaatan pahit. Kekasih yang sangat Ia cintai pergi meninggalkannya begitu saja.

Arana di perkosa oleh seorang
pemuda yang tidak Ia kenal.

Apakah Arana bisa menemukan pemuda yang telah merampas kesuciannya?...
Dan apakah Arana bisa membalas cinta orang yang telah merampas semuanya darinya? ketika pemuda itu mengatakan Aku Mencintaimu Arana.

Ikutin terus ya Cerita Cinta Manisku

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Diana Ana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

31.Tingkah Aneh Steven

Arana mengambil kotak gaun yang di berikan Steven kepadanya,

lalu membuka dan melihat gaun apa yang telah Steven beli untuknya.

“Wao.” Terkejut “Ini sangat indah” Arana menempelkan gaun

itu di tubuhnya lalu melihat ke arah cermin “Stev, apa kamu yakin?” memastikan

“Gaun ini untukku?” Arana kembali mengusap gaun yang kini tengah ia tempelkan

di tubuhnya.

“Iya. Tentu, itu gaun untukmu, gaun untuk istri

kesayanganku.” Steven tersenyum tipis melihat ke arah Arana ketika selesai

mengatakan itu.

Arana yang mendengar ucapan yang keluar dari dalam mulut

steven berkata. “Hadeh, penyakitnya kambuh lagi.” Arana menggelengkan kepalanya

ketika mengatkan itu.

Setelah menyerahkan kotak gaun itu kepada Arana, Steven

kembali berjalan ke arah lemari dan mulai mengenakan satu persatu baju yang

akan ia kenakan ke acara pernikahan saudari tiri Arana.

Sementara Arana berjalan ke arah kamar mandi untuk menganti

pakaiannya, dan mengenakan gaun yang telah Steven berikan padanya barusan.

Di dalam kamar mandi, Arana nampak sangat kesusahan

menaikkan resletin bajunya karna teletak di bagian belakang tubuhnya dan mau

tidak mau Arana harus meminta bantuan dari Steven, untuk menaikkan resletin

gaunnya.

Dengan wajah kesal Arana keluar dari dalam kamar mandi, dan

berjalan ke arah steven yang kini tengah menata rapi rambutnya di depan cermin.

“Stev.”

“Iya.” Berbalik melihat ke arah wajah Arana yang kini tengah

cemberut.

Steven yang melihat wajah Arana cemberut, nampak sangat

terkejut, bepikir mungkin gaun yang Steven beli untuk Arana tidak muat di

tubuhnya dan itu membuat wajah Arana terlihat seperti itu, itulah yang

terlintas dalam pikiran Steven saat ini.

“Stev, bantuin.” Kata pelan dan manja Arana tiba-tiba keluar

dari dalam mulutnya.

“Bantuin apa sayang?” tersenyum dan berjalan mendekat ke

arah Arana yang kini tengah memayumkan bibirnya.

Arana yang mendengar ucapan Steven yang memanggilnya sayang

merasa sedikit malu, namun tidak memperlihatkannya

“Bantuin aku. Tapi janji jangan melihatnya terlalu lama ya.”

Steven yang bingun mendengar ucapan Arana yang mengatakan

jangan melihatnya terlalu lama, ikut bingun dan itu membuatnya kembali berpikir

kalau Arana sedang ada masalah di bagian sensitipnya iya itulah yang terlintas

dalam pikiran Steven saat ini.

“Bantuin apa sih!?” menatap wajah Arana.

“Janji dulu, baru aku kasi tau.” Arana tersenyum manis

setelah selesai mengatakan itu.

“Iya, janji aku tidak akan melihatnya terlalu lama.”

Membalas senyuman Arana.

Arana yang mendengar ucapan Steven yang tidak akan menatap

bagian belakannga terlalu lama, berbalik sambil berkata. “Tolong bantu naikin

resletin gaun aku dong.” Tersenyum melihat ke arah wajah Steven yang kini ikut

bingun dengan apa yang baru saja di katakannya.

Steven yang melihat Arana berbalik badan, melihat ke arah

belakang Arana yang kini tidak tertutup bahkan Steven bisa melihat dengan jelas

warna Bra yang Arana kenakan.

Mata Steven tidak berhenti melihat bagian tubuh Arana yang

begitu sangat putih dan mulus terlihat, bahkan Steven sampai lupa dengan kata

yang Arana ucapkan kepadanya yang mengatakan jangan melihatny terlalu lama.

“Stev” menyadarkan “Cepetan naikin reslitin gaunnya. Ini

sudah hampir sore loh, kita belum bersiap, bahkan saat ini kita belum makan.”

Arana meregek agar Steven segera menyelesaikan pekerjaan yang Arana kasih

untuknya, namun mata Steven malah asyik menatap belakang Arana yang kini

telihat jelas di hadapannya.

Steven yang mendengar kesah keluh Arana sedikit mendekat,

lalu mulai menarik reslitin gaun yang Arana kenakan, namun sebelum resletin itu

sampai pada ujungnya, Steven mencari alasan karna ia ingin menyentuh bagian

belakang Arana yang terlihat menggida menurutnya.

“ Yah, yangkut”

“Nyangkut di mana?” tanya Arana ketika mendengar ucapan

Steven.

“Di bra kamu! Tapi tunggu ya, aku akan mencoba membukanya.”

Steven lagi-lagi mencari alasan agar bisa menyentuh bagian belakang Arana.

Arana yang mendengar ucapan steven yang mengatakan

reslitingnya tersangkut di bagian Branya merasa sangat malu, malu jika Steven

sampai menyentuh bagian itu.

Arana pun berkata “Sudah Stev, biar aku saja. Aku malu jika

kamu sampai menyentuh bagian itu.” Arana berjalan sedikit menjauh dari Steven.

Namun tangan Steven yang sudah berada di balik Bra Arana

menariknya agar Arana kembali mendekat ke arahnya. Steven pun berkata.

“Kenapa mesti malu, aku ini suamimu dan kamu istriku, semua

ini berhak aku sentuh tampa ada larangan darimu.” Steven mengelus lembut

punggun Arana ketika mengatakan itu bahkan saat ini Steven menurungkan lengan

gaun yang Arana kenakan lalu mengecup lembut punggun putuh mulus Arana.

Dan itu membuat Arana merasakan sesuatu, sesuatu yang selalu

di rasakannya ketika Steven melakukan sesuatu kepadanya. Namun sebelum dirinya

ikut terbuai dengan apa yang tengah Steven lakukan padanya saat ini.

Arana pun berkata. “Stev! Hentikan! Apa yang ingin kamu

lakukan?” Arana lansung berbalik melihat ke arah wajah Steven ketika mengatakan

itun.

“Aku ingin memilikimu seutuhnya Ara.” Kata-kata itu spontang

keluar dari mulut Steven.

Dan membuat wajah Arana merona seketika, yang mendengar

pengakuan Steven yang ingin menjadikan memilikinya seutuhnya. Rasa gugup mulai

menhampiri Arana saat ini, bahkan Arana merasa tidak ingin lagi pergi ke acara

pernikahan yang di gelar oleh ibu tirinya saat ini.

Namun untuk menghilangkang kegugupannya itu, Arana lansung

berjalan ke arah cermin lalu mengambil bedak dan mengusap di wajahnya.

Steven yang melihat tingkah gugup Arana, tersenyum lalu

kembali berjalan mendekat ke arah Arana dan berdiri di belakannya karna saat

ini resleting gaun Arana belum sepenuhnya naik. Steven kembali menaikkan

resletin gaun yang Arana kenakan sambil melihatnya ke arah cermin.

Setelah selesai bersiap Steven melihat ke arah Arana, lalu

berkata. “Nyonya Steven apa kamu suda siap? Untuk pergi ke acara pernikahan

saudari tirimu dan juga?..” Steven menutup mulutnya dengan satu jarinya karna

melihat mata Arana yang melototinya dengan sangat tajam “Maaf, nyonya aku tidak

akan pernah lagi menyebut mantan pacar kamu itu lagi.” Steven terkekeh setelah

mengatakan itu.

Arana yang melihat semua tingkah laku Steven hari ini begitu

sangat heran, mulai dari semalam hingga saat ini Steven selalu bersikap baik

dan terlalu romantis menurutnya dan itu membuat Arana selalu berkata dalam hati

dengan semua tingkah  laku Steven

terhadapapnya yang begitu sangat berlebihan.

Dan bahkan saat ini Arana harus menutup bedak tebal di

lehernya karna bekas merah yang telah Steven buat ketika ia ingin mandi masih

sangat jelas terlihat.

Di dalam mobil Arana tidak berhenti melihat cermin karna

selalu melihat ke arah lehernya yang kini terlihat sangat jelas, ukiran warna

merah yang Steven buat di lehernya.

Sementara Steven yang melihat Arana tidak berhenti melihat

ke arah cermin tersenyum lalu berkata. “Kenapa sih? Selalu melihat leher kamu? Apa

ada yang salah di situ?” pertanyaan konyol mulai keluar dari dalam mulut Steven

dan itu membuat Arana merasa sedikit kesal.

“Ini semua karna kamu!” marah “Gara-gara kamu meninggalkan

tanda merah di leherku” kesal “Apa kata orang nanti yang melihatnya?” Arana

melihat melihat ke arah Steven ketika mengatakan itu.

Steven yang mendengar ucapan Arana tertawa melebar karna

menurutnya Arana terlihat sangat lucu ketika mengatakan itu kepadanya, lucu

dengan caranya berbicara, lucu dengan tingkah semua tingkah lakunya.

Steven pun berkata. “Bodo amat. Aku tidak perduli dengan apa

yang mereka katakan, cuman satu hal yang mereka harus tau kalau kamu sudah

memiliki suami, suami yang bisa melakukan apa saja terhadap istrinya. Orang-orang

itu harus paham dengan apa yang mereka bicarakan. Bukan asal gosip ini itu, iya

kan sayang.” Steven mengedipkan matanya melihat ke arah Arana ketika mengatakan

itu dan kembali pokus melihat ke arah jalanan karna saat ini ia tengah

mengemudikan mobilnya.

Arana yang mendengar ucapan Steven, terdiam membenarkan apa

yang baru saja Steven katakan, karna menurutnya semua yang Steven katakan benar

adanya.

Waktu terus berlalu tidak terasa saat ini mobil Steven

tengah memasuki pintu gerben rumah orang tua Arana yang terlihat penuh dengan

mobil-mobil para tamu yang datang menghadiri acara pernikahan Michel dan Aditya.

Steven mematika mesin mobilnya lalu turun dari mobilnya. Namun

sebelum ia keluar dari dalam mobilnya ia berkata kepada Arana.

“Kamu jangan keluar dulu ya. Tunggu aku, biar aku yang

membuka pintu mobil untukmu.” Seteleh mengatakan itu Steven keluar dan berjalan

mengitari depan mobilnya dan membukapintu mobil untuk Arana.

Arana yang melihat perlakuan Steven yang berubah 99% menurutnya,

mengatupkan alisnya karna masih bingun dengan semua perlakuan dan perhatian

Steven yang berlebihan menurutnya.

Steven membuka pintu mobilnya dan memberikan tangannya untuk

Arana pegan untuk keluar dari dalam mobil.

Arana yang melihat tangan Steven menjulur ke arahnya,

tersenyum dan meraih tangan Steven sambil berkata.

“Terimakasih.” Tersenyum manis.Lalu berangjak dari duduknya

dan keluar.

 Arana berdiri di

sampin Steven dengan senyuman manis tersunggin di bibirnya. Dan para tamu yang

melihat ke ke arah mereka berdiri di sampin mobilnya berjalan ke arahnya karna

para tamu tersebut mengetahui kalau salah satu menantu Wirawan adalah orang

yang paling kaya di kota X  dialah putra

dari Abrahan Carlos yang tidak lain adalah Steven Abrahan Karlos.

Wilda dan Wirawan melihat para tamunya berjalan keluar dari

dalam rumahnya agak sedikit heran, bahkan bertanya-tanya kenapa para tamunya

keluar dari dalam rumahnya.

Wilda pun berkata “Apa yang terjadi Pa? Kenapa para

tamu-tamu kita keluar dari dalam rumah? Dan memilih berkumpul di depan rumah

kita.” Tanya Wilda melihat ke arah suaminya yang kini tengah duduk berdampingan

dengan suaminya.

“Papa juga tidak tau, ada apa di luar.” Jawab Wirawan.

Wirawan ingin berjalan keluar, namun papa Aditya berjalan

masuk bersama dengan Steven berdampingan dengan Arana.

Bahkan Papa Aditya terlihat sangat senang karna bisa

berjalan berdampingan dengan Menantu Wirawan, karna mengingat Steven adalah

inpestor terbesar di dalam perusahaannya, bahkan Papa Aditya sampai berpikir

soal putri Wirawan yang kini menjadi istri Steven Abrahan, kalau kehidupan

Arana pasti seperti putri raja di dalam istana Steven.

Arana terlihat sangat cantik, bahkan gaun yang Arana kenakan

adalah gaun yang termahal karna Steven membelinya dari butiq ternama yang ada

di kota yang di tempatinya saat ini.

 Arana berjalan di

sampin Steven sambil melingkarkan tangannya di lengan Steven sementara Steven

tidak berhenti mengelus lembut tangan Arana yang kini tengah melinkar di

bahunya.

Senyum Arana tidak pernah terlepas dari bibir mungilnya dan

itu membuat Wirawan begitu sangat senang, senang melihat kebahagian putrinya

yang kini telah bahagia bersama dengan suaminya.

Arana mulai berjalan ke arah kedua mempelai dan memberikan

selamat kepada keduanya, Arana terlihat biasa-biasa saja ketika memberi selamat

ke pada Aditya, namun Aditya nampak tidak senang melihat kebahagian Steven dan

Arana yang kini tidak berhenti tersenyum hangat melihat ke arah istrinya yang

kini tengah berjalan di depannya.

“Selamat ya Dit. Akhirnya kamu menikah juga.” Tersenyum manis

melihat ke arah Michel yang kini tengah tersenyum sinis melihat ke arahnya “Selamat

juga ya Chel akhirnya kamu menikah juga.” Mencium pipi kiri dan pipi kanan

Michel ketika mengatakan itu.

“Iya kamu juga Ara. Semoga kamu juga cepat dapat momongan

sama seperti aku.” Michel mengelus perutnya ketika mengatakan itu.

Steven yang mendengar ucapan Michel berkata. “Tentu saja, Kami

berdua selalu berusaha dan bahkan aku berdoa semoga kami di beri bayi-bayi

kembar. Amin” Steven melingkarkan tangannya di pinggan Arana ketika mengatakan

itu.

Arana yang mendengar ucapan Steven agak sedikit malu,karna

kedua orang tua Aditya dan juga orang tuanya tengah melihat ke arahnya.

“Apaan sih Stev.” Mencubit pelan pinggan Steven karna merasa

malu.

“Tapi benarkan Ra? Kita akan selalu berusaha untuk

memilikinya juga?” tersenyum jail melihat ke arah wajah Arana yang kini mulai

terlihat memerah karna merasa malu mendengar semua yang tengah di katakan

Steven kepadanya.

Semua yang mendengar kata-kata yang Steven ucapkan tertawa. Namun

tidak dengan Aditya ia nampak sangat kesal meihat Arana behagia dengan pemuda

lain meskipun itu suaminya.

Menyesal dan menyesal iya, itulah yang tengah Aditya rasakan

saat ini,karna telah meninggalkan Arana ketika Arana tengah membutuhkan

dukungannya.

Dan benar kata orang penyesalan itu akan datangnya

belakangan kalau datang duluan berarti itu adalah pendaftaran. (kata

Autornya^_^)

Setelah selesai memberi selamat kepada kedua mempelai Steven

mengajak Arana turun dari panggun dan berjalan ke arah meja makan, karna ia tau

Arana belum makan apapun mulai dari pagi hingga saat ini. Meskipun di rumah

Steven mengajak Arana makan dulu baru pergi ke rumah orang tuanya, namun Arana

menolak dengan alasan tidak enak datang terlambat ke acara keluarganya.

Steven mengambil makanan untuk Arana makan, kemudian

menyuapinya dengan penuh Cinta. Namun Arana merasa sedikit malu ketika Steven

menyuapinya malu karna semua tamu melihat ke arahnya.

“Stev, aku bisa makan sendiri.” Araba ingin mengambil piring

dari tangan Steven.

Namun dengan segera Steven menjaukan piring yang ada di

tangannya, agar Arana tidak mengambil piring tersebut.

Steven pun berkata “Biar aku saja yang menyuapimu makan ya

sayang. Aaaa, buka mulutnya.”

Arana yang mendengar ucapan Steven malah tambah semakin malu,

karna lagi-lagi Steven memanggilnya sayang, bahkan ucapan para tamu mulai

terdengat jelas di telinganya.

“Mesra sekali mereka berdua. Aku jadi iri.” Ucap salah satu

tamu yang ada di dalam rumah Wirawan.

1
Iqbal Ika
bgus
Yesi Yupita
refleks nyanyi apa salah ibuku dirundung pilu
Winsulistyowati
Kasihan Thor...Moga Dia Tanggjwb Yo Thor Pd Arana..
🌻Ruby Kejora
di sini rupanya rame sekali Kak Salam kenal dan salam sukses buat kakak💐😄
bundan@ furqan
ika widya
udh lma bgt g up thor kn pnasaran dgn klnjutn crtany thor
Queenamila
tanpa thor bukan tampa
👸🏻🌹🎆Nana ConLey💫
akibat Michel jg yg terlalu ambisi merebut pcr org
alhasil skrg menderita hati dah 🤪🤪
Anita Rahayu
jgn lma2 upnya dah 1thun thor
Yanthi Chahya Yustikarini
seruuu
Ms Dahlia
alo.. aq mampir..
aq dah baca sinopsis, MW mau ralat dikit ya Thor🤭

usia kuliah S1 itu kalo dari tamat SMA itu rata2 18-22 tahun. kl udah 23 berarti mahasiswa abadi 😂
Cristin Tasinem
ayo lanjut Thor jangan kelamaan jeda nya
Liany Sayda
lanjut
Betty Yunita Yunita
Kira2 up ny masih lama ya thor....
Rommy Wasini Khumaidi
kenapa gk jujur aja sama steven,kalao ara diperkosa
Itoy Bintanx
kalo di pikir2 ini byk terkejut ny
Betty Yunita Yunita
Thor betapa ny jangan lama2 dong
Siti Sadiyah
lanjut
Siti Sadiyah
#####################
Eti Guslidar
aditya. hhhhhh
Eti Guslidar
suami yg penyayang.. mauuuuu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!