NovelToon NovelToon
Diremehkan Kakaknya, Kunikahi Adiknya

Diremehkan Kakaknya, Kunikahi Adiknya

Status: tamat
Genre:CEO / Pengantin Pengganti / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Cinta Seiring Waktu / Identitas Tersembunyi / Keluarga & Kasih Sayang / Tamat
Popularitas:3.2M
Nilai: 4.9
Nama Author: uutami

"Kamu mau lamar aku cuma dengan modal motor butut itu?"
Nada suara Dewi tajam, nyaris seperti pisau yang sengaja diasah. Tangannya terlipat di dada, dagunya terangkat, matanya meneliti Yuda dari ujung kepala sampai ujung kaki, seolah sedang menilai barang diskonan di etalase.

"Sorry, ya. Kamu mending sama adikku saja, Ning. Dia lebih cocok sama kamu. Kalian selevel, beda sama aku. Aku kerja kantoran, enggak level sama kamu yang cuma tukang ojek," sambungnya semakin merendahkan.

"Kamu bakal nyesel nolak aku, Wi. oke. Aku melamar Ning."

Yuda tersenyum lebih lembut pada gadis yang tak sempurna itu. Gadis berwajah kalem yang kakinya cacat karena sebuah kecelakaan.

"Ning, ayo nikah sama Mas."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon uutami, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 24

"Siapa kamu sebenarnya…?"

Ridho dengan hati-hati menyimpan kembali foto tersebut ke dalam laci mejanya, ujung jari-jarinya masih bergoyang sedikit akibat kekaguman dan kebingungan yang tak terucapkan. Dalam benaknya, sedikit demi sedikit muncul kenangan yang kabur... seolah ia pernah menjumpai wanita pada foto di suatu tempat, di mana sekitarnya tumbuh pepohonan dengan bunga merah yang mencolok, dan senyum lembut sang wanita terasa begitu akrab hingga mampu menenangkan hati. Namun, ia memilih untuk tidak menyampaikan hal ini pada Dewi. Sebagai seorang suami yang baru saja menikah, ia menyadari bahwa berpikir tentang orang lain bukanlah hal yang pantas dilakukan.

Malam itu, rumah baru mereka yang baru saja direnovasi menghadirkan suasana yang hangat di bawah penerangan lampu yang sedikit redup. Dewi duduk di sofa sambil memperhatikan layar ponselnya, kemudian perlahan berbalik menghadap Ridho dengan pandangan yang penuh makna.

"Sayanggg… kita sudah lama nggak punya waktu untuk satu sama lain lho," ucapnya sambil menarik tangan Ridho, jari jemari mengelus-elus bagian lengan suaminya dengan lembut. "Kamu kan sudah benar-benar sehat kan? Cuma capek karena kerjaan aja ya?"

Ridho mengangguk perlahan. Meskipun benaknya masih terganggu oleh bayangan wanita pada foto, ia menyadari bahwa sebagai pasangan hidup, ia memiliki kewajiban yang harus dipenuhi. Insting sebagai laki-laki juga muncul, membuatnya akhirnya mengikuti keinginan Dewi. Mereka menjalani momen keintiman dengan penuh kasih sayang, meskipun di dalam hati Ridho merasakan adanya kekosongan yang tak bisa dijelaskan, seolah bagian penting dari dirinya masih hilang dan belum ditemukan.

****

Keesokan paginya, Ridho sekali lagi membuka laci mejanya untuk melihat foto tersebut. Sudah tiga hari lamanya ia terus berpikir, mengapa foto ini berada di mejanya? Bagaimana mungkin ia menyimpannya sendiri namun tidak mengingatnya? Padahal ia bukanlah orang yang suka menyimpan barang orang lain secara sembarangan.

"Apaan tuh yang kamu liat, Rid?" tanya Toni, rekan kerja yang duduk di mejanya sebelah, sambil memperhatikan dari kejauhan.

"Oh ini cuma foto lama aja," jawab Ridho dengan cepat, merasa sedikit canggung karena kesannya sedang menyembunyikan sesuatu. "Kau tahu nggak Toni, siapa cewek di foto ini? Sepertinya bukan orang dari kantor kita ya?"

Toni mendekat untuk melihat lebih jelas, wajahnya juga menunjukkan ekspresi kebingungan. "Enggak tahu juga nih. Aku sejak masuk kantor tiga tahun yang lalu, belum pernah melihat orang ini bekerja di sini. Kayaknya juga bukan mantan karyawan, karena kalau ada mantan karyawan yang cantik gitu pasti aku pasti inget dong!" ujarnya sambil tertawa riang.

Ridho hanya bisa pasrah. Mungkin saja foto ini hanya salah tempat dan secara tidak sengaja masuk ke mejanya. Namun, mengapa rasanya ia begitu mengenal wanita pada foto tersebut?

****

Pada hari Minggu berikutnya, Dewi mengajak Ridho pulang mengunjungi orang tuanya. Saat mereka tiba di depan pintu rumah, Pak Hasto langsung keluar untuk menyambut dengan wajah yang penuh senyum.

"Assalamualaikum, Pak, Buk."

"Wa'alaikum salam. Gimana kabar mu Dho? Sehat, kan?" ujar Pak Hasto sambil menepuk bahu Ridho dengan hangat.

"Alhamdulillah, Pak. Sehat banget. Terima kasih banyak sudah merawat saya waktu saya sakit dulu," jawab Ridho dengan sopan. Bu Sumi juga keluar dari dalam rumah, tangan kanannya membawa mangkuk berisi buah-buahan.

"Kamu kan suka makan mangga kan Rid? Ayo cepat masuk aja, Ibu sudah siapin banyak makanan kesukaan kamu!" ujar Bu Sumi dengan sikap yang sangat ramah.

Rasanya sangat aneh berada di rumah ini. Seolah-olah ia tidak pernah merasa asing, Ridho bisa langsung mengetahui di mana kamar mandi berada.

"Wi, kenapa rasanya aku enggak asing sama tempat ini ya?" tanya nya sambil berjalan bersama Dewi masuk ke dalam rumah.

"Ah mungkin karena dulu sering datang kesini buat ngapelin aku aja," jawab Dewi, padahal hanya ingin menutupi dan menghapus kenangan Ning di ingatan Ridho.

"Wi."

"Kenapa, Mas?" tanya Dewi saat dia membukakan pintu kamar.

"Kenapa dulu kita bisa kenal dan pacaran?

"Oh, dulu kan kita memang bekerja di satu departemen yang sama di kantor, baru enam bulan yang lalu Dewi dipindahkan ke departemen produksi. Mas lupa, ya?"

"Oh, begitu ya?"

Makan malam pada hari itu berlangsung dengan penuh keceriaan, diisi dengan candaan dan cerita dari keluarga Dewi. Setelah makan, Ridho menawarkan bantuan untuk membersihkan piring-piring. Saat ia sedang mencuci piring di wastafel, matanya tertuju pada pintu kamar kecil yang hanya ditutupi oleh tirai tipis di depannya.

"Kamar itu milik siapa ya?" tanya Ridho pada Dewi yang sedang mengelap meja makan.

"Ah itu cuma gudang kecil aja, Mas. Yaaah, buat nyimpen barang-barang lama yang sudah tidak terpakai lagi," jawab Dewi dengan cepat, seolah ingin segera mengakhiri pembicaraan tentang kamar tersebut. "Udah aja kamu istirahat aja Mas, nanti biar Ibuk yang bersihin aja."

Ridho hanya bisa mengangguk dan menerima penjelasan istrinya. Malam itu mereka beristirahat di kamar pribadi Dewi. Saat tengah malam Ridho merasa haus, ia keluar kamar untuk mencari air minum di kulkas yang berada di ruang makan.

Saat ia berjalan menuju dapur, ia mendengar suara orang yang sedang berbincang di dapur yang lampunya masih menyala. Suara tersebut berasal dari Pak Hasto dan Bu Sumi.

"Lelah sekali, Mas! Kapan sih ini selesai?"

"Loh, bukannya kamu yang menginginkan ini?" ujar Pak Hasto dengan suara yang pelan.

Bu Sumi mendekus, membanting wajan yang masih dicuci.

"Padahal dulu kan ada orang yang selalu siapin segalanya, sarapan pagi sampai kamar selalu dijaga kebersihannya. Tapi kalian juga yang memaksanya keluar dari sini?!"

Ridho langsung berdiri diam di belakang pintu. "Siapa yang mereka maksud? Apakah benar-benar ada orang lain yang pernah tinggal di rumah ini dan kemudian diusir? Mengapa Dewi tidak pernah menceritakan hal ini padaku? Apa yang mereka sembunyikan dariku?"

Pikirannya langsung terbang ke foto wanita berjilbab. "Apakah mungkin wanita di foto itu adalah orang yang mereka bicarakan?"

1
Perempuan
Cukup menguras emosi
Ros Ani
/Good/
Rebecca Jaimin
aku cari ternyata dia masih perawan ngk ada tuh
Rebecca Jaimin
karya yang hebat..mengajar apa itu keredhaan,kemaafan dan keikhlasan serta keindahan didalam semuanya itu..teruskan berkarya yg mampu membuka mata hati nurani..moga kita hidup tidak didasari dgn kepahitan masa lalu,tapi menjadikan teladan dn pengalaman di titi usia untuk menjadi insin yg lebih baik dari kemarin,lebih dewasa hari ini untuk hari ini dan dewasa memotivasikan hari esok..
Marina Tarigan
semoga jgn yg nya lina lqqmembenci ningsih Dewi Ranu dan nenek
Marina Tarigan
lanjut yg tetbsik bagi mereka ksrena sdh kedal dipertengahan jln deh
Marina Tarigan
keyemu kuntilanak cantik. hi hi hiii aku cinta kamu zRanu jgn istri juda pantang kualat kamu nanti Ningsih juga ngeri dan jijik melihatmu . bagus pak Deni anakmu tdk normal
Marina Tarigan
rRanu lesong alias gila alias bodoh mencintai istri orang sadarlah tuan kamu tdk laku ya cinta sm idtri orang ningsih taat agama dia bukan jalang tolol kamu mau hancurkan keluargamu sendiri
Marina Tarigan
ranu gila ys dia sakitin yg di tabrak sampai pincang kamu perlu dijebloskan kepenjsra tanpa bertanggung jswab apapun sm korban tabrskanmu otakmu kemana larinya tolol
Marina Tarigan
la jut ceritanya
Marina Tarigan
lanjutkan semoga semua stroke kecuali ningdih
Marina Tarigan
ya elah Ranu sdh iistrimu pun bisa pisah diambil orang ini kamu tabrak dia menferita tdk punya kuasa pincang tdk punya dans berobat dlm segi apapun tdk afa hakmu persoalkan itu juds menjsga dan merswat sampai operadi juga srmbuh total tdk ada sedikitpun jasamu di tubuh ningsinh berpikir jernih lah demi ketenanganmu ningsih bukan barang bisa diofer sesuma hatimu Arun aneh otakmu
Marina Tarigan
salon ning akan berkembang jgn saling merebut harta kalau orang tuamu tdk bijak biarkan saja tinggalkan semua juga ibumu itu yg tdk tegas sejal awsl doa hanya mikirkan Arun bukan rmh tgha mu
Marina Tarigan
bagus tak usah punya saudara begitu ning nukan pacarmu Ranu gomans sekarang ibu zaanggun radakan akibst perbuatsnmu itu anakmu akan saling menghancurkan
Marina Tarigan
biadap kamu Ranu awal kehancuran keluargamu Anggun
Marina Tarigan
salahkan ibumu tdk berterus terang terus maksa ningsih terus bantu therapimu tuan kelusrgamu tdk punya adab ya kalau adst kami ssngst pantang dekat sm ipsr sendiri apalagi sempst pegang apapun ceritanya mknya sussh dekat sama orang tdl punya adsb khusus ibumu dua2 anaknya tetluka korban ningsih jgn mau lagi ningsih biadap mertuamu itu
Marina Tarigan
pindsh saja Ning sm suamimu ke Salon kalian Ranu tdk tahu ning idtri juda ibu Anggun cari masallah
Marina Tarigan
keluarga kaya raya tapi punya ibu biadap jgn2 anakmu berdua saling membunuh aru tahu rasa dan ning kembali pd ridho karena merema saling mencintai dulu
Marina Tarigan
mama anggun tfk benar seorang ibu wataknya menyakiti anak sendiri Ranu belum tahu Ning istri juda fan dulupun ning bukan pacar Ranu dia merasa bersalah karena menabrkaknya dia mencari diA tdk ning istri adiknya juda apa ibu mau menghilir ning ke anak ibu berdua ning bukan barang ibu apa mau ning punya dua suami atau ibu
Marina Tarigan
ning kan bukan pacar Ranu Ning istrimu biadap sia2 kamu pintar dan masa sangsi sm Ranu dan ning bukan barang tak ada masallah apapun ningsih idyrimu atau kamu mau sm zDewi cerita aneh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!