Yatim piatu bukan menjadi impian untuk semua orang, begitu juga dengan Mentari Kumala Dewi bocah cantik yang biasa di panggil Mala, Ayah dan ibunya meninggal dunia karena kecelakaan mobil hingga membuat Mentari kehilangan semua nya, mulai dari orang tua, harta dan keluarga.
Mentari dititipkan oleh pamannya di panti asuhan kota tetangga karena pamannya ingin menguasai semua harta Mentari.
Bagaimana kehidupan Mentari selanjutnya???
Baca kisah nya di novel Mentari tak Bersinar
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alvaro zian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
pembuktian
"Saya tidak bisa membantu banyak karena memang kamu sudah lama menghilang dan saya sendiri tidak tau apakah kamu Mentari yang sesungguhnya atau bukan " ujar pak Retno
"Om.... bagaimana mungkin om bisa melupakan saya" ucap Mentari
"Tidak ada jaminan kalau kamu Mentari, untuk wajah bisa saja ada kemiripan tapi untuk identitas apa kamu punya?" tanya Om Retno membuat Mentari terdiam, memang saat di antar ke panti Mentari tak membawa satu berkas apapun itu.
"Bagaimana saya bisa percaya?"
"Tapi saya tau nama orang tua saya om"
"Ha....ha....siapa yang tidak mengenal mendiang Pak Denny pengusaha kaya raya dan memiliki banyak aset bisa saja kamu orang suruhan bukan! saya seorang pengacara tidak mudah untuk di tipu,jika tidak ada surat-surat lengkap yang kamu punya dan pembuktian yang menandakan kamu anak dari pak Denny dan ibu Kaila,Maaf saya tidak bisa membantu apapun itu"ucap Om Retno membuat Mentari patah semangat,dia tak punya bukti apapun pada diri nya.
Arga...!!! Ya saat ini hanya Arga harapan nya,Arga yang bisa membantu nya mengambil semua surat-surat berharga dari pak Harja,tapi di mana Arga saay ini pikir Mentari, seharian ini lelaki itu tidak bisa di hubungi dan Arga juga tidak menampakkan batang hidungnya,dia bak menghilang di telan bumi setelah membawa Mentari malam itu.
"Baiklah kalau begitu saya permisi dulu om do'a kan saya supaya bisa membuktikan kalau saya benar-benar Mentari" ujar Mentari segera pergi
****
"Hufss......." Mentari menghela nafas panjang saat masuk ke dalam mobil Bram
"Gimana?" tanya Bram
"Susah kak, seperti nya Om Retno nggak percaya begitu saja kalau aku benar-benar Mentari" jawab Mentari lemah
"Sabar..... mungkin karena ini bukan hal main-main Mal,ini mengenai aset yang jumlahnya tidak sedikit" ujar Bram
"Apa mungkin masih ada harapan kak?" tanya Mentari lemah
"Jika memang itu yang di butuhkan om Retno,Arga!!! hanya Arga orang yang bisa membantu saat ini"ujar Bram tiba-tiba mengingat Arga
"Aku juga berpikir begitu kak,tapi sampai saat ini kak Arga tidak bisa di hubungi kak"
"Aku yang akan kerumahnya"
"Bagaimana bisa kakak datang ke rumah nya"? tanya Mentari bingung, karena sampai saat ini Mentari tidak tau kalau Brama dan Jenny sudah bertunangan.
"Nanti aku yang pikirkan semua itu" jawab Bram
Mentari hanya mengangguk patuh,dia bingung apa yang harus dia lakukan saat ini hanya Bram satu-satunya orang yang dia harapkan untuk membantu nya.
****
"Nit....ayo cepat!!" pekik Aris
"Sabar Ris,,,"
"Lelet" kesal Aris
"Apa kamu bilang, lelet!!! kamu yang membuat aku lelet begini, semalam aku harus melayani mu, pagi-pagi kamu minta di buatkan minum,dan sekarang kamu tuduh aku yang lelet di mana otak kamu Ris,masih untung aku mau di ajak hidup susah begini ya,kalau aku tau bakalan begini nikah sama kamu lebih baik aku cari yang lain" oceh Nita
"Plak......"
Satu tamparan di layangkan oleh Aris, selama bersama Mentari tak sekalipun dia berbuat kasar karena Mentari selalu sabar terhadap Aris tapi berbeda jauh dengan Nita yang sikapnya berubah Drastis saat mereka belum menikah.
"Kamu tampar aku,, brengsek kamu Ris.... lelaki kurang ajar" pekik Nita tak terima
Aris yang khilaf segera pergi,dia tidak mau memperpanjang pertengkaran ini.
Nita meraung di dalam kontrakan mereka,dia menyesal sudah menikah dengan Aris,jika di tau hidup nya bisa bekerja di perusahaan besar milik Bram lebih baik dia menggaet lelaki kaya raya meskipun jadi istri ke dua pikir nya.
bagus banget kak cerita, selalu suka..
semoga sehat selalu ya kak..
semangat untuk terus berkarya.. 💪🏻😘🥰🎉🎊