NovelToon NovelToon
Duren Sawit

Duren Sawit

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Nikahmuda / Duda / Tamat
Popularitas:2.5M
Nilai: 4.9
Nama Author: Adisty Rere

DUREN SAWIT (duda keren sarang duwit)


Menceritakan seorang duda yang mati-matian mengejar cinta seorang remaja delapan belas tahun yang bernama Rianti. Gadis sederhana yang wajahnya begitu mirip dengan mendiang sang istri.

Hayu kepoin.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Adisty Rere, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tercapai

****

Sayang ... aku pulang ...."

Ardi melangkah memasuki rumah dengan perlahan. Ia mencoba mengendurkan ikatan dasi di lehernya serta meletakkan tas kerja di atas sofa.

"Tumben sepi ... ke mana dia?" gumam Ardi seraya menengok kanan kiri dalam rumahnya.

"Sayang ... kamu di mana!" serunya lagi.

Ardi mencari keberadaan sang istri ke dalam kamar namun tetap saja tak menemukannya. Ia masih celingak-celinguk mencari keberadaan orang yang sudah seharian tidak ia temui.

"Ada apa Mas?" tanya Rianti yang datang dari arah belakang.

Ardi berbalik menghadap arah suara.

"Kamu kemana aja sayang? Mas cemas mencarimu?" Ardi menghembuskan napas lirih.

"Aku baru habis mandi Mas. Maaf tidak menyambut."

Rianti menatap suaminya yang terlihat leleh. Ia pun melepaskan ikatan dasi yang setengah terlepas dari leher Ardi. Ardi menatap istri kecilnya yang masih menggunakan bathrobes dan memeluknya erat kedalam pelukan. Rianti hanya terdiam mendapat pelukan hangat dari Ardi, awal-awal menikah ia sempat merasa risih, tapi lama-lama ia terbiasa juga.

"Kamu wangi sayang?" Ardi mencium rambut Rianti yang masih basah.

"Iya, Mas, aku baru habis keramas," jawab Rianti setelah melepaskan dasi yang melingkar di leher Ardi. Ia tatap lekat wajah lelah suaminya.

"Sayang berat sama tinggi kamu berapa?" tanyanya penasaran tanpa melepaskan pelukan.

"145 senti kalo berat 45 kilo Mas. Kenapa?" Rianti bertanya balik.

Terlihat senyuman genit di bibir Ardi sembari melirik ke arah dua gundukan yang tertutup bathrobs.

"Gak kenapa-napa. Cuma sepertinya Mas harus bekerja lebih keras mulai sekarang agar ukurannya lebih besar," ucapnya yang terdengar gantung di telinga Rianti.

Rianti mengernyitkan dahi tidak paham maksud omongan Ardi.

"Ngomong yang jelas dong Mas. Mentang-mentang sekolah tinggi jugak. Mau main tebak-tebakan sama aku ya gak bakal nyambung. Otak aku ini pas-pasan jadi gak jalan kalo disuruh nebak-nebak begitu," sungut Rianti dan mencoba melepaskan pelukan Ardi.

"Jangan marah-marah gitu. Kamu pasang wajah cemberut malah terlihat manis di mata Mas. Kan Mas jadi kepingin," ucap Ardi yang lagi-lagi tak jelas maksud dan tujuannya.

Rianti yang merasa dibodohi pun menghembuskan napasnya dengan kasar. Kesal dengan teka-teki yang Ardi lontarkan kepadanya.

"Mas mandi dulu gih ... aku mau ke kamar, mau ganti baju," sungut Rianti dengan wajah tak sukanya.

Rianti pun melonggarkan pelukan Ardi dan berniat pergi. Namun baru beberapa langkah, Rianti tertegun karena tanpa diduga, Ardi malah memeluknya dari belakang, meletakkan dagunya di leher Rianti serta meniupnya. Sontak saja Rianti kaget karena geli. Ia pun menggeliat dan terkekeh di dalam pelukan Ardi.

"Maaaas ... Geli ...."

"Jangan marah gitu. Mas kan cuma bercanda," ucapnya sambil mengusap pelan pucuk kepala Rianti.

Ardi membalikkan tubuh Rianti hingga menghadap kepadanya dan menggendong tubuh kecil itu duduk di atas maja.

Rianti yang sudah semingguan ini mendapatkan sentuhan fisik seperti itu hanya pasrah, dan kadang menggeliat kalau Ardi menyentuh leher, titik geli Rianti. Ia maklum saja, malah merasa kasihan karena belum bisa memberikan kebahagiaan yang hakiki untuk suaminya rasakan.

Ardi memandang Rianti.

"Kamu udah selesai?"

Rianti yang tau arah tujuan pertanyaan itu hanya tersenyum malu dan mengangguk pelan.

Ardi tersenyum senang dan menjawel hidung Rianti.

"Tunggu Mas ya ... Mas gak akan lama."

Ia mengambil handuk yang ada di kamar dan langsung bergegas ke arah kamar mandi.

Rianti melangkahkan kaki menuju kamar dengan menahan degup jantung yang terasa akan keluar, dan pipi mulai menjadi merah merona. Tak di pungkiri, setelah mendapat sentuhan Ardi tempo hari, sebenarnya ia juga ingin menikmatinya lagi. Ia duduk di depan cermin untuk mempersiapkan segalanya. Dari mulai make up hingga wewangian. Rianti ingin menebus kegagalan yang terjadi seminggu yang lalu.

Ardi yang sudah selesai mandi, menghampiri sang istri yang sedang duduk di depan meja rias. Dan Rianti yang melihat kedatangan Ardi sontak berdiri. Ia melihat suaminya hanya mengenakan handuk yang melingkar di pinggang dan rambut yang masih basah.

Kamu sangat seksi ... Mas. Perempuan mana yang tidak akan tergoda olehmu. Aku yang baru saja mengenalmu sudah tak berdaya akan pesonamu. Sekarang aku rela, aku rela Mas. Aku siap malam ini, aku ikhlaskan jiwa dan raga ini hanya untukmu sorang.

Rianti menggigit pelan bibir bawahnya.

Ardi menghampiri Rianti dan lagi-lagi mengangkat tubuh Rianti hingga duduk di meja rias.

"Kamu sangat cantik sayang," bisik Ardi.

Mendapat bisikan ajaib itu wajah Rianti kembali merona. Dan Ardi semakin gemas melihatnya.

Stella ... kamu makin cantik.

1
Muna Dziroh
ahhh mas Ardi gombal biar ntar malem bisa belah duren🤭🤭
Heryta Herman
si ardi sakit mental...kasihan rianti hanya di jadikan wanita bayangan stela..
Qaisaa Nazarudin
Ckk BAIK apanya thor..gak sesuai dengan ekspetasi aku..akhir dr Shinta mau pun Rianti..🙇🙇🙇
Qaisaa Nazarudin
Ckk gak rela banget aku Shinta dapat barang bekas,teh celup,apapun alesannya..🙄🙄🙄🤦🤦
Qaisaa Nazarudin
Sok jadi pahlawan utk menarik perhatian sinta,Sinta juga pasti gampang banget luluhnya
,Heran aku..Gitu aja udah luluh aja..
Qaisaa Nazarudin
Bagus Shin..jangan mau lagi terjebak dgn TEH CELUP,BARANG BEKAS tuh(VENO)..
Qaisaa Nazarudin
Ckk Halu mu thor,terlampau berlebihan..
Qaisaa Nazarudin
SEMOGA SAJA SHINTA MENJADIKAN APA YG TLAH BERLAKU KEPADA RIANTI SEBAGAI PENGAJARAN,MENDING MENJAUHI VENO JANGAN LAGI PERNAH BERHUBUNGAN DGN ORANG2 KAYA,MEREKA MELAKUKAN APAPUN SEENAKNYA,YG PENTING MEREKA BAHAGIA..
Qaisaa Nazarudin
Mahendra kamu juga bersenkokol dgn anak mu,membohongi Rianti..Tgu aja setelah besan kamu dtg..
Qaisaa Nazarudin
Mending Rianti Amnesia kekal,biar dia tdk bisa mengingat lagi kehidupannya yg penuh luka,kasian banget Rianti..Pasti Amnesia karena jatoh tangga kan..
Qaisaa Nazarudin
KARMA IS REAL..DARI AWAL RENCANA MU MENJEBAK RIANTI AKU UDAH KU BILANG,KAMU GBAKAN PERNAH BAHAGIA,KALO NIAT MU DARI AWAL AJA UDAH SALAH,MENJADIKAN RIANTI PELAMPIASAN MU, KARENA DIA MIRIP STELLA..NAH SEKARANG BENAR KAN...
Qaisaa Nazarudin
Rianti udah sekarat tuh jatoh dari tangga,Sial banget nasib Rianti setelah menikah dgn mu..
Qaisaa Nazarudin
Kabur aja lah,ngapain madih di situ ogeb..🙄🙄
Qaisaa Nazarudin
Pikiran kita sama Shin..CINTA BOLEH,BODOH JANGAN..BUCIN BOLEH TAPI PAKE OTAK..
Qaisaa Nazarudin
Ckk sekarang aja kek gini,Ntar saat di pujuk2 Oleh ortu dan Ardi sendiri malah dgn gampangnya kamu maafin,Biasanya alur novel kan kek gitu..
Qaisaa Nazarudin
Rianti keguguran,KARMA untuk Ardi..Dengan apa yg tlah Rianti lalui,kalo dia madih mau memaafkan Ardi,Rianti emang Bodoh,Ardi itu cuman mikir jebahagiaannya sendiri,gak pernah mikir perasaan mu Rianti..
Qaisaa Nazarudin
Sekarang kamu udah tau kan alesan Ardi nikahin kamu..
Qaisaa Nazarudin
Pasti Rianti akan kecewa dan terluka banget saat itu alesan Ardi menikahinya.. Pernikahan seperti ini biasanya gak akan bertahan lama,..
Qaisaa Nazarudin
Wkwkwkwk dasar Bodoh,Kamu itu ternyata salah paham,Dia tau kamu itu si Cassanova,Jadi dia bisa jadiin kamu kambing hitam nya,utk menutupi hubungan lesbiannya dr ortunya..
Qaisaa Nazarudin
OMG SUSI LESBIAN KAH??😳😳😳
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!