kisah seorang anak laki laki yang memiliki keistimewaan dari lahir yaitu mata batin. bukan hanya bisa melihat mahkluk gaib namun bisa menyembuhkan dan mengatasi permasalahan yang berhubungan dengan hal gaib. perjalanannya bahkan sampai ke alam gaib untuk membantu jin yang sedang kesulitan. bukan hanya manusia saja yang bisa di obati bahkan mahkluk tak kasat mata juga di obati. ikuti terus kisahnya dan petualangannya, semoga kalian terhibur dengan karya kami ini.
terima kasih
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alfrelen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 28
" ya udah kamu boleh ikut ndull, tapi inget jangan usil di tempat baru ya " ucap Azam tersenyum
" siappp Zam, hehehe " senang Tuyul dan semangat
si Tuyul kegirangan karena di ajak ikut oleh azam, Kanendra hanya tersenyum saja dengan tingkah si Tuyul.
Bibi Rahma kemudian menyusul ke kamar Azam untuk mengatakan agar segera bersiap siap. " Zam ! kamu siap siap trus ya, kita sebentar lagi berangkat "
" iya bi, Azam juga udah siap ini " kata Azam
mereka lalu pamit kepada Ibu Wati untuk segera pergi. bibi Rahma membawa Azam pergi dan menggunakan motor, karena perjalanan mereka hanya makan waktu setengah jam.
" Zam, tadi bibi dengar kamu di dalam lagi ngomong, emang kamu ngomong sama siapa ? " tanya Rahma sambil mengendarai motor
" Azam sebenarnya udah janji Bi, kalau Azam gak boleh kasih tau ke siapa pun " kata Azam
" kasih tau bibi dong zam, bibi kan jadi penasaran Zam " ucap Rahma
" emang bibi gak takut kalau Azam bisa lihat hal yang gak bisa di lihat orang orang ? " tanya Azam
" bibi gak takut Zam, malah bibi penasaran. soalnya orang bilang mahkluk tak kasat mata itu serem serem, emang bener Zam ? " ucap Rahma
" kalau itu sih menurut orangnya juga Bi, kalau menurut Azam mah biasa aja Bi " kata Azam
" tapi Zam bibi penasaran, sosoknya gimana sih waktu kamu ngomong di kamar barusan " penasaran Rahma
" hmm gimana ya, nanti Azam tanya boleh gak kalau Azam kasih tau. karna Azam udah janji soalnya " kata Azam
" iya deh Zam, coba kamu tanya aja dulu ya, kalau di izinin kamu cerita ya sama bibi " ucap Rahma
" iya bi, kalau di izinin Azam ceritain " kata Azam
mereka berdua ngobrol di sepanjang jalan. untuk Rahma emang orangnya selalu penasaran dengan hal hal yang seperti itu.
akhirnya mereka berdua sampai di rumah teman bibinya yang bernama Santi.
" Assalamualaikum " ucap Salam Rahma di depan pintu
" walaikumsalam ! " sahut suara dari dalam rumah.
pintu terbuka dan terlihat ibu ibu , ternyata itu adalah ibunya Santi. " ehh Rahma, ayok masuk dulu " Ibu Lela mempersilahkan masuk
" iya bu "
" duduk dulu Rahma, ini siapa Rahma ? "
" ini keponakan saya bu, kebetulan saya ajak juga ''
azam pun menyalami ibunya Santi, lalu duduk di sebelah Rahma.
" wahhh ganteng banget keponakan kamu rahma, ini siapa namanya ? " puji Ibunya Santi bernama Lela lalu bertanya
" hehehe iya bu keponakan Rahma emang ganteng, namanya Azam bu " kata Rahma
" santinya ada bu, saya mau jenguk Santi. kalau emang bisa sekalian saya bantu bu " sambung Rahma
" Santi ada di kamar, kondisinya sudah semakin buruk ibu udah bingung gimana caranya untuk ngobatin Santi " sedih Ibu Lela
" saya ke kamar Santi ya bu, saya liat keadaan santi dulu " pinta Rahma yang prihatin
Rahma dan Azam kemudian pergi ke kamar Santi dan masuk ke kamar santi.
" Santii, bagaimana keadaanmu sekarang " ucap Rahma
Santi yang terbaring di tempat tidur terkaget mendengar suara Rahma. " Rahma !! badanku terasa lemas sekali dan juga kepalaku terasa berat Rahma "
Santi terlihat berbeda karena badannya sudah kurus dengan mata hitam karena tidak tidur.
" Santi aku akan bantu kamu, kebetulan aku bawa keponakan aku " ucap Rahma
" kamu punya keponakan Rahma ? kok aku gak tau " kaget Santi
" udah nanti aja ceritanya, sekarang kamu biar di lihat dulu sama keponakanku ya " ucap Rahma
Azam sedari tadi sudah memperhatikan Santi, ternyata benar ada gangguan dari dalam tubuh Santi.
Azam melihat ada beberapa mahkluk yang bersarang di tubuh santi.
" Zam, tadi Om ada berbicara dengan mahkluk yang bersarang di tubuh teman bibi kamu " ucap Kanendra
" terus Om, kenapa bisa tante Santi sakit kek gini ? " kata Azam
" ada kesalahan yang dia lakukan dulunya, dia dulu pernah naik gunung tapi dengan keadaan kotor " jelas Kanendra
" Om maksudnya keadaan kotor tante Santi gak mandi ya " kata Azam
" maksud Om kotornya itu bukan gak mandi tapi dia lagi datang bulan " ucap Kanendra
" kok bisa tante Santi kedatangan bulan om ? " tanya Azam yang tidak paham
Kanendra langsung garuk garuk kepala gimana cara jelasinnya, karena Azam emang belum tahu hal yang begituan.
" maksudnya bukan gitu Zam, udah gini aja nanti kamu sampaikan aja ya sama dia " ucap Kanendra
" terus untuk mahkluk itu gimana Om, apa gak bisa di keluarin " kata Azam
" mereka tidak mau keluar, mereka marah karena dia melanggar larangan di gunung itu " ucap Kanendra
Azam kemudian mendekati Santi untuk menjelaskan kenapa Santi bisa sakit.
" halo tante " sapa Azam
" iya halo dek, jangan panggil tante ya, panggil aja kakak. gak enak kalau di panggil tante. adek siapa namanya ? " kata Santi tersenyum tapi dengan wajah yang lesu
" Namaku Azam kak " ucap Azam
Santi sebenernya udah gemes liat keponakan Rahma karena imut dan ganteng. tapi dengan kondisinya yang masih lemas jadi hanya bisa tiduran aja tidak bisa memeluk Azam.
" kak ada sesuatu yang mau Azam kasih tau sama kakak " ucap Azam
" apa itu dek, bilang aja " kata Santi
" ini tentang sakit kakak, kakak apa masih ingat waktu kakak pergi naik gunung " ucap Azam
santi sontak kaget, kok bisa Azam tau kalau dia naik gunung sebulan yang lalu. Rahma saja tidak tahu tentang kegiatan dia sebulan yang lalu.
" iya ingat dek, terus hubungannya apa dengan sakit kakak " penasaran Santi
" jadi begini kak, kakak sakit itu karena melanggar larangan dari gunung itu, penghuni gunung marah karena kakak melanggar larangan di gunung " jelas Azam
Santi jadi bingung, sebenarnya apanya yang dia langgar. santi tidak mengingatnya sama sekali. " perasaan kakak, kakak gak ada melanggar larangan gunung dek. kakak cuma mendaki aja, kegiatan kakak pun cuma menikmati pemandangan " jelasnya
" sebenarnya kakak dalam keadaan kotor saat kakak mendaki gunung. di saat itu lah kenapa kakak bisa sakit " ucap Azam
Santi mencoba mengingatnya, kemudian Santi teringat saat itu emang sedang datang bulan. pada saat dia mengganti pembalutnya dan pembalut yang sudah di pakai tidak dia bersihkan malah dia buang asal aja di gunung tersebut.
" Astaga ! Kakak baru ingat dek, pantesan kakak habis turun gunung kakak ngerasa badan kakak gak enak. kakak pikir cuma sakit biasa kena angin gunung yang dingin " kata Santi yang akhirnya tau penyebab dirinya sakit karena apa.
" dek jadi bagaimana, tolong bantu kakak ya, kakak pengen sembuh " sambung Santi dan meminta bantuan
" iya kak Azam bantu, kan kesini emang mau sembuhin kakak, Azam di suruh tuh sama bibi " ucap Azam
" iya Santi aku sengaja bawa keponakanku untuk bantu kamu. kamu juga aneh tau gak, masa iya main kamu buang aja itu benda kotor di gunung, cari perkara aja kamu Santi " kata Rahma
" iya maaf Rahma, aku teledor sama masalah itu " menyesal Santi
" bibi tolong siapin baskom besar ya, sama air putih juga " pinta Azam
Rahma keluar dan meminta ke ibunya Santi untuk memberikannya baskom sama air putih.
" untuk apa baskom ini Rahma ? " tanya Ibu Lela
" Rahma gak tau bu, Azam yang minta karena Azam mau nyembuhin Santi " kata Rahma
" kok bisa Azam yang ngobatin, emang bisa ? terus Santi sakit apa ? " heran Ibu Lela
Rahma menjelaskan keadaan asanti kepada ibu Lela, seperti perkataan azam tadi.
" Astaghfirullah ! pantesan di bawa kerumah sakit tidak ada diagnosis dari dokter, cuma di bilang kelelahan aja " kaget Ibu Lela
Berikutnya Rahma membawa baskom dan air putih. Ibu Lela juga ikut untuk melihat proses penyembuhan Santi.